Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 46


__ADS_3

Setelah semua selesai, Nando melangkah menuju kamarnya dengan pandangan kosong. Nando seperti kehilangan semangat hidupnya. Sesampainya di kamar air mata Nando yang sempat tertahan tumpah dengan begitu derasnya. Nando menangis dengan memegang foto istrinya kemudian berkata, "Kenapa begitu cepat kau pergi meninggalkanku Nda. Hiks... Hiks... Hiks..."


"Kau meninggalkanku sendiri di sini!!. Bagaimana aku akan mengurus anak-anak kita Nda??. Aku akan berusaha menerima semua kenyataan ini, mungkin ini jalan terbaik untuk kita semua. Semoga kau bahagia di sana!!" ucap Nando mengelus-elus foto Tasya dan menghapus Air matanya.


Sementara itu Aira menyendiri di dalam kamarnya, Aira benar-benar terpukul atas kepergian Tasya. Air mata Aira tak ingin berhenti mengalir, Aira terus memandangi fotonya bersama Tasya sambil berkata, "Maafkan Aira Bun. Demi Aira Bunda rela mengorbankan Nyawa Bunda. Aira minta maaf Bun, Aira janji akan menjaga dan merawat kedua cucu Bunda sesuai keinginan Bunda"


"Aira akan Selalu mengingat pesan-pesan bunda dan semoga Bunda bahagia di sana. Terimakasih Bunda, Karena bunda sudah menyayangi Aira dan memperlakukan Aira seperti putri bunda sendiri. Aira sangat menyayangi bunda" ucap Aira sambil menghapus Air matanya.


Disisi lain Re yang sangat terpuruk dengan keadaan ini membuatnya hidupnya dipenuhi dengan rasa penyesalan. Mulai dari penghianatan yang dia lakukan kepada Aira, menuntut Aira agar mempunyai bayi, selalu bicara kasar, bahkan Re selalu main tangan jika sedang marah kepada Aira. Re juga selalu cemburu tanpa sebab jika melihat Aira sedang bersama pria lain, itu dikarenakan sifat posesifnya yang tinggi. Kini Re menyesali semua perbuatannya dan Re sungguh menyesal karena sudah menyia-nyiakan Aira. Ditambah lagi sekarang ia kehilangan sosok ibu yang sangat ia sayangi. Hidup Re sudah hancur saat ini bahkan sangat hancur dan sulit untuk diperbaiki. Re hanya bisa menangisi dan meratapi kesedihannya itu, Re sangat malu untuk meminta maaf kepada Aira.


Setelah berjam-jam menyendiri di kamarnya, Aira teringat akan kedua bayinya. Lalu Aira keluar dari kamarnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar si kembar. Saat Aira membuka pintu kamarnya ternyata ada Ze yang sedang menjaga Leon dan Liam.


"Ze!!. Dimana Bi Mia??. Tadi Aku suruh Bi Mia buat jaga mereka!!" ucap Aira.


"Aku menyuruh Bi Mia memasak, aku sangat lapar. Tadinya aku ingin pesan makanan di luar Tapi ini sudah sangat malam. Bi Mia mengatakan jika aku menjaga si kembar maka dia akan memasak makanan untuku. Makanya aku ada di sini bersama Leon & Liam" sambung Ze.

__ADS_1


"Bagitu Ya. Apa mereka menyusahkanmu ?"


"Sama sekali tidak menyusahkan Aira. Hanya saja tadi si Liam menangis dan aku bingung harus apa. Lalu Bi Mia datang membawakan susu dan setelah aku beri dia susu, baby Liam berhenti menangis" jawab Ze.


"Ooowwh.." ucap Aira sembari berjalan mendekati si kembar, Aira berkata, "Maafkan Momy ya sayang. Anak Momy Lapar yaak. Sini sini sama momy" Aira mengambil Liam dari gendongan Ze.


Aira menidurkan Baby Liam dan Ze menjaga Baby Leon. Setelah Baby Liam tidur dalam dekapan Aira, Aira menidurkannya di keranjang bayi. Lalu Aira mencoba Untuk istirahat tapi tiba-tiba Baby Leon menangis. Akhirnya Aira kembali bangun dari tempat tidurnya dan menggendong Baby Leon. Ze yang sudah tertidur pulas tidak mendengar jika baby Leon bangun menangis. Aira membuatkan susu untuk Baby Leon dan memberikannya kepada Baby Leon. Hingga baby Leon tidur kembali dalam dekapan Aira kemudian Aira menidurkannya di keranjang bayi.


Siapa sangka jika Re mengintip Aira yang sedang menidurkan Leon. Saat Baby Leon menangis Re mendengarnya, Re langsung bangun dan berlari menuju kamar Aira. Re ingin sekali membantu Aira tapi Re sadar bahwa dia bukanlah suami Aira lagi. Re memundurkan langkah kakinya dan kembali ke kamarnya. Re tidak mengetahui kebenaran bahwa Leon dan Liam adalah anaknya yang Re tahu Leon dan Liam adalah anaknya Ze.


Sejak kepergian Tasya Aira kini bertekat kuat untuk mencoba hidup sendiri tanpa bantuan dari siapapun. Aira sudah tidak tinggal bersama Ze ataupun Re. Aira memutuskan untuk hidup sendiri tanpa bantuan dari Ze dan Re atau pun Nando. Aira memiliki tabungan uang yang cukup untuk membeli rumah dan memulai usaha sendiri. Aira sangat rajin menabung, sejak kecil ia memang sudah terbiasa menabung. Namun mulai dari SMA Aira tidak pernah membuka tabungannya, Aira sengaja tidak membelanjakan uang tabungannya dikarenakan jika ada sesuatu yang mendesak ia bisa menggunakan uang hasil dari tabungannya itu dan tidak meminta dengan siapapun.



Setelah 40 hari kepergian Tasya, Nando sudah kembali ke Indonesia. Nando mengurus perusahaannya yang ada di Indonesia. Sedangkan Re kembali fokus dengan perusahaannya dan Ze fokus dengan para pasiennya. Siapa yang menyangka bahwa Rumah sakit terbesar di tempat Ze bekerja selama ini, ternyata Rumah Sakit itu adalah milik Ze sendiri. Hanya saja Ze masih merahasiakannya dari semua orang, dengan jerih payahnya dan kerja kerasnya selama ini kini telah membuahkan hasil. Akhirnya Ze bisa menggapai apa yang menjadi impiannya sejak kecil. Kini Ze sudah memiliki segalanya, RS Zedical adalah Rumah sakit terbesar di Amerika dan itu adalah milik Ze. Selain itu Ze juga memiliki Apartemen sendiri yang diberi nama ZA Apartemen. ZA Apartement adalah Apartemen terbesar yang ada di Amerika.

__ADS_1


Disisi lain perusahaan RN Company sekarang semakin maju dan semakin berkembang pesat. Kini Re sudah kembali normal seperti dulu, Re bangun dari keterpurukannya dan kesedihannya kemudian fokus membangun kembali bisnisnya.


Sedangkan Aira yang dulunya tidak tahu cara mengelola bisnis, kini Aira sudah pandai cara meraih keuntungan dalam dunia bisnis. Aira fokus dengan usaha barunya saat ini. Aira juga menyewa Baby Sister untuk membantunya mengurus Leon & Liam dikala ia sedang sibuk. Aira sangat bahagia hidup sederhana seperti itu, Aira juga sangat bahagia karena kini Leon dan Liam sudah memeberikan warna dalam hidupnya. Disaat Aira lelah, rasa lelah itu akan hilang setelah mendengar canda tawa Leon dan Liam. Aira akan berusaha sebisa mungkin membahagiakan anak-anaknya. Aira juga tidak ingin anak-anaknya hidup seperti dia dulu, yang selalu jadi bahan cemoohan dan hinaan orang. Aira tidak akan membiarkan apa yang terjadi padanya dulu kembali terjadi pada anak-anaknya.



AIRA YASYA



REIN WIJAYA



ZEAN WIJAYA

__ADS_1



ANAYA WIRAWAN


__ADS_2