
Saat malam hari Re merasa khawatir karena sudah larut malam namun Aira belum juga pulang. Re menghubungi Aira tetapi nomornya tidak aktif dan Re mulai panik. Karena Leon dan Liam sudah tidur Re bergegas mengambil jaketnya lalu pergi keluar untuk mencari Aira. Namun saat Re keluar pintu rumahnya ia melihat mobil Aira baru saja parkir di garasi mobil. Karena melihat Aira sudah kembali akhirnya Re menarik nafas lega.
Saat Aira keluar dari mobil Re langsung berlari dan memeluk Aira. Aira yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat terkejut. Kemudian Aira berkata, "Heeyy, ada apa Re??. Kau kenapa??."
Re melepaskan pelukannya, "Aku fikir telah terjadi sesuatu padamu Ai. Aku sangat mencemaskanmu. Kenapa kau pulang selarut ini??" ucap Re sembari membelai wajah Aira.
"Memangnya kenapa jika aku pulang larut??. Salah??"
"Mulai besok tidak boleh pulang larut malam lagi!!"
"Aku tidak bisa janji Re. Lagi pula aku pulang larut bukan untuk bersenang-senang di luar. Aku sedang bekerja!!"
"Mulai besok serahkan semua pekerjaan padaku. Aku tidak ingin kau terluka!!"
"Tapi Re..."
"Tidak ada tapi-tapi. Itu sudah keputusanku. Titik. Kau dirumah saja dan kau tidak perlu mengurus perusahaan. Aku bisa mengurus 2 perusahaan sekaligus. Jadi serahkan semuanya padaku dan jika ada yang perlu kau urus itu hanyalah aku dan anak-anak saja. Mengerti??"
"Hm... Yakin??. Kau bisa mengurus 2 perusahaan sekaligus??"
"Iya tenang saja!!. Aku rela bolak-balik dari Indonesia ke Amerika demi kalian."
Aira tersenyum kemudian berkata, "Ok. Baiklah Tuan Tampan"
Mendengar ucapan Aira, Re tersenyum lebar kemudian berkata, "Aku memang sangat tampan sayaaang. Kau baru tahu ya??"
"Hi..iliiih.." ucap Aira sambil membelalakkan matanya.
"Hahaha... Aku hanya becanda!!. Jangan memasang wajah seperti itu, aku jadi ingin menggigitmu!!" ucap Re menggoda Aira.
__ADS_1
Aira hanya menatap wajah Re dengan wajah datarnya dan pergi berlalu meninggalkan Re. Re berlari menyusulnya, Aira melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Saat tiba di pintu kamarnya Re masih mengikuti Aira namun Aira langsung menutup pintunya dan hampir saja mengenai hidung Re.
Lalu Re berteriak dari luar kamar Aira, "Airaa!!!. Jika sampai pintu ini tadi menyentuh hidungku aku akan membuatmu kelelahan malam ini"
Aira yang masih berdiri di belakang pintu tersenyum lebar mendengar apa yang diucapkan oleh Re, "Dasar Tuan mesum, sejak dulu mesumnya tidak pernah hilang!!" ucap Aira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi. Setelah selesai mandi Aira pergi ke kamar Leon dan Liam, Aira melihat Leon dan Liam tidur sangat pulas dan itu membuat Aira merasa senang. Aira menghampiri kedua putranya yang sedang tertidur pulas kemudian ia berkata, "Maafkan Mommy ya sayang. Karena Mommy selalu sibuk dengan pekerjaan. Tapi mulai besok kalian tenang saja, waktu Mommy akan full untuk kalian" Aira mencium kening kedua putranya itu.
Tanpa Aira sadari sejak tadi Re berdiri di pintu kamar sedang menatapnya. Setelah mencium kening kedua putranya Aira beranjak dari duduknya dan segera pergi dari kamar Leon dan Liam. Namun saat Aira menoleh ke arah pintu ia dikagetkan dengan sosok laki-laki berbadan kekar yang sedang berdiri di pintu dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celana sambil menatapnya.
"Astaga!!. Reee!!. Apa yang kau lakukan di sini??. Hampir saja aku jantungan tadi"
"Jika kau jantungan maka aku akan mengganti jantungmu dengan jantungku. Agar kau selalu merasa bahwa jantungku ini berdetak hanya untuk mu"
"Iiiisss, terlalu lebay!!. Sudah awas, enyah dari hadapanku. Aku ingin pergi ke kamarku" ucap Aira sambil melangkah menerobos pintu namun Re menghalanginya.
"Eeiith, tidak bisa!!" ucap Re sambil menghadang pintu dengan tubuh kekarnya.
"Kau harus memberiku sesuatu, sebagai hadiah karena aku sudah mengurus anak-anak kita dengan baik!!" ucap Re
"Hadiah apa lagi Re??. Aku tidak punya hadiah??. Lagi pula mereka anak-anakmu, jika kau mengurus mereka itu wajar saja" ucap Aira.
"iya aku tahu, karena mereka anak-anakku jadi kau harus memberikan sebuah imbalan untuk ayahnya" ucap Re.
"Dasar aneh. Dimana-mana seorang ayah tidak membutuhkan imbalan apapun jika bersangkutan dengan anaknya. Aku tidak mengerti!!" ucap Aira yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan Re.
"Aku tidak meminta imbalan apapun darimu, aku hanya ingin hadiah darimu. Kau pasti tahu apa yang aku inginkan!!" ucap Re sambil membelai pipi Aira.
Karena Re membelai pipi Aira sekarang Aira mengerti kemana arah pembicaraan Re. Aira membulatkan matanya kemudian Aira memukul-mukul Re sambil berkata, "Iiiiiihh... Dasar Tuan Mesum!!. Kau pikir aku wanita apa??. Hah??"
Re memegang kedua tangan Aira dan membalikkan tubuh Aira dan itu membuat Aira tidak bisa bergerak. Aira terus memberontak, "Lepaskan Re, aku tidak mau!!. Lepaskan Aku"
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkanmu sayang dan kali ini aku tidak akan melepaskanmu" ucap Re berbisik di telinga Aira dan itu membuat Aira merinding, "Coba saja, jika kau bisa melepaskan cengkramanku. Jika kau bisa, aku akan membiarkanmu tidur malam ini" ucap Re lagi.
Tiba-tiba terlintas di otak Aira sebuah ide yang sangat buruk dan mungkin ini akan menyakitkan untuk Re. Aira langsung menendang junior milik Re dengan kaki kanannya. Re berteriak kesakitan dan langsung melepaskan cengkramannya, "Aawww..." Re meringis kesakitan dan terduduk dilantai, "Ini sangat menyakitkan!!. Kenapa kau menendang juniorku Airaa??"
"Itu kesalahanmu. Jika kau macam-macam lagi denganku maka aku akan memotong juniormu itu" ucap Aira dengan nada kesal.
"Dasar bodoh!!. Aku tadi hanya bercanda. Bagaimana bisa kau berfikir bahwa aku ingin meminta imbalan atau hadiah darimu. Apa aku seburuk itu??" ucap Re kesal.
Mendengar pengakuan Re membuat Aira merasa bersalah, "Opps.." Aira menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "Maaf. Aku fikir tadi kau akan melakukan itu kepadaku" ucap Aira sambil memegang tangan Re yang sedang kesakitan. Kemudian Aira berkata, "Sakit sekali ya??. Aku minta maaf Re. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu"
Karena Re melihat wajah Aira seperti merasa bersalah akhirnya Re mengerjai Aira. Tadinya Re hanya ingin menggoda Aira tapi kali ini Re benar-benar ingin mengerjai Aira. Sebenarnya rasa sakit itu tidak seberapa bagi Re namun jika itu bisa membuat ia lebih dekat lagi dengan Aira, apa boleh buat!!. Re akan melakukan apapun untuk mendapatkan Aira kembali.
"Aaawwh" Re meringis pura-pura kesakitan sambil memegang bagian juniornya, "iya Aira ini sakit sekali. Ssshh... Kau harus tanggung jawab Aira. Kau yang membuatku seperti ini!!" ucap Re.
"Haiiss... Baiklah. Apa yang karus aku lakukan??" ucap Aira.
"Bantu aku ke kamarku!!" ucap Re.
Karena Aira memang merasa bersalah Akhirnya Aira langsung membantu Re dan menuntun Re ke kamarnya. Aira tidak menyadari bahwa Re sedang mengerjainya. Sesampainya di kamar Re, Aira membaringkan Re di kasurnya kemudian menyelimutinya. Selesai menyelimuti Re, Aira bergegas keluar dari kamar Re namun Re langsung memegang tangan Aira.
"Kau ingin pergi kemana??" tanya Re.
"Aku ingin kembali ke kamarku!!" ucap Aira.
"Tetaplah di sini sampai aku tertidur, setelah itu kau boleh kembali ke kamarmu!!" pinta Re.
"Haiihh.. Ok" ucap Aira sembari duduk di kasur disamping Re. Aira membiarkan Re memegang tangannya kemudian Aira berkata, "Tidurlah Bayi besarku ini sudah malam!!"
Re hanya tersenyum mendengar ucapan Aira dan langsung memejamkan matanya. Aira yang memang sudah sangat mengantuk tanpa sadar ia membaringkan tubuhnya disamping Re dan ikut tertidur di atas dada bidang Re sambil memeluk tubuh kekar Re.
__ADS_1