
Setibanya di Restoran Z, Aira langsung manuju parkiran dan menghidupkan mesin mobilnya. Aira melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. 10 menit kemudian Sampailah Aira di Apartemen Zean.
"Astagaaaa Aira. Kau dari mana saja. Apa kau tahu aku mencarimu kemana-mana!!."
"Jika aku tidak ada di Apartemennitu artinya aku sedang di luar jadi kau tidak perlu mencariku. Aku pergi ke Restoran Z"
"Kau pergi makan tapi tidak mengajakku!!"
"Aku tidak tahu jika kau ada di rumah tadi. Aku fikir kau ada di Rumah Sakit!!"
"Hm. Ya sudahlah. Karena kau sudah makan jadi aku akan menghabiskan makanan yang aku buat tadi."
"Apaa!!. Jadi tadi kau memasak?. Mana??. Aku sangat lapar??. Cepat ambilkan dan berikan padaku!!"
Ze bingung dengan sikap Aira, "Haah??. Kau serius??. Bukankah kau baru saja makan, kenapa makan lagi??. Aku juga lapar Airaa!!" ucap Ze.
"Kenapa wajahnya begitu??. Aku serius Ze. Aku belum makan apapun, tadi aku memang pergi ke Restoran Z tapi saat sampai di Restoran kepalaku tiba-tiba pusing dan pingsan. Lalu ada seorang wanita yang menolongku dan membawaku pulang ke Apartemennya tapi setelah aku sadar melarikan diri" ucap Aira.
"Astaga Aira. Kenapa tidak mengatakannya dari tadi??. Kau ini!!. Ya sudah tunggulah di sini, aku akan bawakan makanannya. Kita makan bersama. Ok"
"Ok Bos!!"
Ze pergi kedapur mengambil makanan yang ia masak tadi. Mereka berduapun makan bersama. Setelah selesai makan, Aira membereskan semua piring kotornya. Aira langsung mencuci semuanya sampai bersih. Karena Aira merasa lelah akhirnya ia pun pergi ke ruang keluarga. Aira mengambil remot TV kemudian menyalakan TVnya. Aira duduk di sofa dan menyenderkan tubuhnya di sofa tersebut sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba Aira teringat dengan wanita yang menolongnya di Restoran tadi.
Dalam hati Aira berkata, "Maafkan aku ya!!. Aku pergi dari Apartemenmu tanpa memberitahumu lebih dulu. Entah kenapa aku tiba-tiba memikirkanmu sekarang. Hm... Sekali lagi maafkan Aku!!. Semoga kau selalu baik-baik saja"
Tiba-tiba Ze datang memgagetkan Aira dan membuyarkan lamunannya, "Dooorr"
"Anjim anjim anjim banget!!. Astaga. Kau ini sudah seperti tuyul saja, datang tak diundang pulang tak diantar. Heemh😒"
"Iya iya maaf Aira. Aku tidak sengaja mengagetkanmu tadi. Lagi pula kau sedang memikirkan siapa??. Hah??"
"Keppo!!"
"Keppo dikiiit!!!. Ayo dong cerita!!. Kau memikirkan siapa??"
__ADS_1
Aira memulai ceritanya, "Aku teringat kepada wanita yang menolongku tadi. Setelah aku fikir-fikir sepertinya aku mengenal wajahnya. Tapi, dimana ya??"
"Apa kau yakin??"
"Iya Ze. Aku sangat yakin. Dia berasal dari Indonesia, entah mengapa aku merasa seperti pernah mengenalnya. Tapi siapa ya??."
"Haiis kau ini. Mungkin dia hanya mirip saja. Indonesia luas Aira!!. Kita mana tahu dia tinggal di indonesia bagian mana??. memangnya kau tahu, dia tinggal di daerah apa??"
"Tidak!!"
"Jika tidak!!. Mengapa kau repot-repot memikirkannya??. Sudahlah, jangan memikirkan wanita itu lagi. Lebih baik sekarang kau istirahat saja di kamar. Aku akan pergi ke Rumah sakit 1 jam lagi aku ada operasi pasien!!"
"Ya sudahlah kalau begitu. Aku ingin ke kamar saja!!"
"Sana!!. Pergi!!"
"Yakin, ngusir aku dari sini??"
"hehehe, maksudnya sana pergi ke kamarmu"
"Hm😒"
"Apa lagi??" ucap Aira datar.
"Duduk dulu!!. Masih ada yang ingin aku tanyakan!!"
"Heeemm, baiklah. Apa??" Aira masih memasang wajah datarnya
"Tadi kau mengatakan sepertinya kau mengenal wanita itu. Memangnya di Indonesia siapa wanita yang kau kenal itu??"
"Iiiisss, pertanyaan yang tidak bermutu!!"
"Kau jangan salah menilai pertanyaanku itu. Mungkin aku mengenal wanita itu!!" ucap Ze.
"Haiih, kau memang mengenalnya. Wanita itu adalah sepupumu sendiri. Dia sahabat terbaikku saat Sd & SMP. Kita berpisah setelah lulus SMP karena dia harus melanjutkan sekolah di London. Dulu aku tidak tahu jika dia adalah sepupumu, aku baru mengetahui saat kejadian itu. Saat aku melenyapkan Ayahnya!!. Beberapa tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku SMA aku pernah melenyapkan seseorang dengan kejam. Seseorang itu adalah ayahnya" ucap Aira.
__ADS_1
"Maksudmu Om Tomy Wirawan??"
"Iyaa kau benar sekali!!"
"Apa alasanmu melenyapkannya Aira??" tanya Ze penasaran. Ze sungguh tidak mengetahui bahwa yang melenyapkan Tomy adalah Aira. Ze tidak percaya dengan semua kata-kata Aira.
"Alasannya adalah....." kata-kata Aira terhenti sejenak saat mengingat vidio rekaman itu, "Rekaman itu!!"
Aira mengambil ponselnya dan mencari rekaman otu diponselnya. Ze semakin bingun dengan kata-kata Aira kemudian Ze berkata, "Sebenarnya apa yang terjadi Aira??. Katakan??"
"Kau akam mengetahuinya setelah kau menonton rekamannitu, tapi aku menyimpannya dimana ya??" Aira mencpba mengingat dimana ia memyimpan rekaman itu.
"Rekaman apa Aira??. Aku sungguh t8dak mengerti dengan ucapanmu??"
"Tunngu sebentar Ze!!. Biarkan aku memgingatnya dulu!!"
Aira mencoba mengingat kembali dimana ia menyimpan rekaman itu, setelah 5 menit barulah aira mengingatnya, "Iyaa!!. Aku mengingatnya Ze!!. Aku memyimpannya di file tersembunyi, tunggu sebentar aku cari dulu!!" ucap Aira.
Ze yang semakin penasaran dengan isi dari rekaman tersebut. Ze bertanya, "Apa rekamannya ada??"
"Iya. Aku menemukan rekaman tersebut. Ini lihatlah!!"
Aira memberikan vidio rekaman tersebut kepada Ze. Ze sangat dikagetkan dengan isi dari rekaman tersebut. Ze melihat didalam rekaman tersebut Ayahnya dan Pamannya sedang bertengkar. Ze mendengar semua pembicaraan mereka melalui rekaman itu. Ze seakan tidak percaya bahwa pamannya sendiri yanh sudah melenyapkan kakek dan neneknya. Bahkan kecelakaan yang dialami Re beberapa tahun yang lalu adalah sabotase dari paman sendiri. Ditambah lagi pamannya juga yanh sudah merencanakan pembunuhan kedua orang tua Aira. Ze sangat syok melihat isi dari rekaman tersebut. kemudian Ze meminta maaf kepada Aira
"Aira, aku meminta maaf kepadamu mewakili Om Tomy. Aku sungguh malu kepadamu, tolong maafkan keluargaku. Karna keluargaku selalu mengganggu kehidupanmu. Bahkan kakakku sendiri juga sudah menyakitimu, atas nama keluargaku aku meminta maaf kepadamu" ucap Ze sambil berlutut dihadapan Aira.
Tak terasa buliran air mata Aira berlinang, Aira berkata, "Aku sudah memaafkan semuanya Ze. Aku juga sudah memafkan Re. Hanya saja aku tidak akan sanggup jika harus kembali bersama dengan Re"
"Jadi apa keputusanmu tentang kakak??"
"Entahlah, aku masih memikirkannya dulu"
"Terimakasih Aira. Kau seperti malaikat. Hatimu sangat baik."
Aira tersenyum kepada Ze dan berkata, "Sudahlah. Tidak usah membahas hal itu. Ok. Lagi pula kau ada jadwal operasi pasien siang ini. Jadi pegilah!!. Jangan sampai terlambat!!. Kasihan pasienmu menunggu lama!!"
__ADS_1
"Baiklah. Sekali lagi Terimakasih banyak. Jaga dirimu!!"
"Iya!!"