Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 23


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Wijaya, Nando menuntun Aira masuk ke dalam rumahnya menuju kamar Aira. Kebetulan saat Re dan Tasya sedang berada di kamar masing-masing. Nando terus menuntun Aira pelan-pelan menuju kamar Aira. Saat Nando membuka pintu kamar Aira, Nando dikagetkan oleh kedatangan Re yang secara tiba-tiba tanpa memberi tahunya terlebih dahulu. Nando teringat dengan apa yang dikatakan oleh Kevin di Rumah Sakit tadi. Dalam hati Nando berkata, "Bagaimana kalau Re membuat Aira kelelahan malam ini. bagaimana ini".


Re yang merasa aneh dengan sikap ayahnya itu pun langsung berjalan mendekati ayahnya, "Ayah!!" Re mengoyang-goyang badan nando. "AYAH!!." Re berteriak memanggil Nando.


Nando tersadar dari lamunannya kemudian berkata, "Aah iya, ada apa??. Kenapa kau berteriak??. Ayahmu ini belum tuli. Jadi tidak perlu berteriak!!."


"Habisnya dari tadi ekspresi wajah Ayah sangat aneh, terus kenapa Ayah begitu terkejut saat melihatku ada di kamar ini?"


"Perasaanmuu saja mungkin. Sudah awas!!. Menyingkirlah dari hadapanku!!. Apa kau tidak melihat keadaan Aira sangat lemah." Ucap Nando


Re langsung menatap Aira dan mengambil alih Aira dari tangan Nando. Re berkata, "Sudah sini!!. Biar Re saja yang membawa Aira rebahan di kasur." Re langsung menggendong Aira dan membaringkan tubuh Aira di kasurkemudian mwnyelimuti Aira.


Kemudian Re menarik lengan Ayahnya dan membawanya keluar dari kamar. Re beekata, "Jelaskan kepada Re!!. Apa yang terjadi kepada Aira??."


"Nanti akan Ayah jelaskan, sekarang ayah ingin mandi dulu!!." Ucap nmNando sambil berjalan meninggalkan Re sendiri.


"Tapi Yah!!. Ayah!!. Haiiiss. Ayah Ini." Re kembali masuk ke dalam kamarnya.


Setelah selesai mandi, Nando melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Nando menjelaskan semua kejadian yang menimpa Aira dan Nando hari ini. Nando juga menceritakan apa yang di lihatnya tentang Aira. Bahwasannya Aira menghabisi Tomy dengan kedua tangannya dan membrutal seperti hewan buas. Yang tadinya Tasya dan Re kesal terhadap Tomy, kini ekspresi wajah mereka berubah menjadi pucat saat tahu kebenaran tentang Aira.


Tasya sangat terkejut bahkan tidak percaya dengan apa yang ia dengar begitupun dengan Re. Tasya berkata, "Itu tidak mungkin, Bunda yakin itu bukan Aira!!."


"Jika bukan Aira lalu siapa??. Di sana hanya ada Ayah dan Aira, semua anak buah Tomy mati ditembak oleh Aira. Hanya dalam hitungan detikAira berhasil melumpuhkan semua puluhan anak buah Tomy. Ayah sempat tidak percaya, bahwa dia adalah Aira. Tapi Ayah melihat dengan mata kepala Ayah sendiri, bagaimana Aira melenyapkan Tomy!!."


"Jika memang begitu, kenapa Ayah tidak menghentikan Aira??." Ucap Re


"Bagaimana cara Ayah menghentikannya??. Dihadapan Ayah, Aira menyerang Tomy secara brutal. Aira sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Aira sudah dikendalikan oleh amarahnya. Aira bahkan menyeret Tomy dengan mobilnya hingga tubuh Tomy berlumuran dengan darah. Ayah bahkan tidak sanggup melihatnya Re tapi kau justru meminta ayah untuk menghentikan Aira. Coba katakan!!. Apa yang harus Ayah lakukan untuk menghentikan Aira??. Saat itu Ayah bahkan tidak bisa berfikir apapun lagi."

__ADS_1


Re terdiam mendengar semua yang dikatakan oleh Nando. Re juga seakan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Re berkata, "Apa mungkin Aira memiliki kelainan??."


"Ayah tidak tahu tentang hal itu Re!!. Dokter Kevin juga tidak mengatakan apapun. Dokter Kevin hanya mengatakan bahwa Aira mengalami syok berat!!."


"Atau mungkin sebelumnya Aira juga pernah mengalami syok berat??." Ucap Re


"Entahlaah, Ayah tidak mengerti." Jawab Nando


Re memikirkan semua perkataan Nando, dalam hati Re bertanya, "Ada apa dengan Aira??. Apa Aira menyembunyikan sesuatu dari kami semua??. Atau semua hanya kebetulan saja??. Aku benar-benar bingung dibuatnya."


Dalam keheningan Tasya berkata, "Itu artinya Aira bukan gadis sembarangan Re!!."


Re yang mendengar ucapan Tasya semakin penasaran terhadap Aira. Sambil menatap Tasya dalam hati Re berkata, "Siapa sebenarnya Aira??.


"Apa yang sedang kau fikirkan Re??." Tanya Nando


"Sudahlah, jangan berfikiran macam-macam dulu. Lebih baik kau temani istrimu. Biarkan dia istirahat malam ini jangan mengganggunya!!. Apa kau dengar itu??."


"Iya Ayaah". Re pergi ke kamarnya.


Sebenarnya Re juga merasa ngantuk dan sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh hari ini. Re melangkahkan kakinya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Re melihat Aira yang sedang tertidur pulas. Re tersenyum bahagia karena bisa bertemu dengan Aira lagi. Re sangat merindukan sosok Aira. Re mencium kening Aira dan memberikan kecupan sekilas di bibir Aira. Setelah itu Re berbaring di samping Aira dan merebahkan tubuhnya di kasur kemudian memejamkan mata dan ikut tertidur di samping Aira.


Pagi harinya Re terbangun lebih awal. Tapi Re tidak beranjak dari tempat tidurnya justru Re mengencangkan pelukannya dan menatap wajah Aira. RE menyingkap sedikit rambut Aira yang terlihat menutupi bagian mata, sambil tersenyum Re berkata, "Saat tidur saja kau sangat manis!!. Aku sangat merindukanmu cagia." kemudian Re mencium sekilas bibir Aira.


Aira yang merasa seperti ada yang menyentuhnya kemudian terbangun lalu Re pura-pura tertidur. Aira membuka matanya perlahan sambil mengucek-ngucek matanya. Aira seperti melihat bayangan Re namun Aira berfikir bahwa apa yang dilihatnya itu hanyalah mimpi. Setelah Aira membuka mata sepenuhnya ternyata Aira baru menyadari bahwa ia sedang tidak bermimpi. Apa yang dilihatnya kemarin dan pagi ini, itu adalah nyata. Re memang sudah kembali dari Amerika.


Aira membelai wajah Re dengan penuh cinta sembari berkata, "Ternyata suamiku ini sangat tampan. Aku tidak menyadarinya selama ini." Aira pun tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Aku memang tampan cagia!!." Aira terkejut kemudian memutar balik tubuhnya dan mengalihkan tangannya dari wajah Re tapi Re langsung meraih tangan Aira.


"Biarkan tetap disini." Ucap Re dengan suara sexy nya Sembari meletakkan kembali tangan Aira di wajahnya. Re kembali berkata, "Aku merindukan sentuhan ini cagia. Aku mohon jangan singkirkan tangan ini. Terus sentuhlah aku sesuka hatimu. Aku akan merasa sangat bahagia jika kau mau melakukan itu." Ucap Re seketika membuat Aira merinding dan bergidik.


"Bicara apa tadi??. Dasar mesum. Sudahlah, Aira mau mandi dulu kak."


"Tidak boleh!!. Mandinya nanti saja tapi jika Kau mau mandi bersamaku maka kita akan mandi sekarang!!."


"Iiiiihhh... Kak Re kenapa jadi mesum begini sih??. Tidak mau!!. Aira mau mandi sendiri!!."


"Mesum sama istri sendiri tidak masalah cagia. Lagi pula kak Re sudah pernah melihat milikmu. Mulai dari sini". Re menunjuk bagian Bibir. "Lalu yang ini". Re kembali menunjuk bagian gunung kembar Aira. "Dan yang Ini". Re menunjuk bagian inti Aira. "Pokoknya kak Re sudah melihat setiap lekuk tubuhmu cagia!!."


Re berhasil membuat Aira tersipu malu, wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus membuat Re tertawa gemas, "Hahaha...!!. Ada apa dengan wajahmu cagia??. Kenapa wajahmu begitu merah??."


Karena Aira merasa sangat malu akhirnya Aira pun beranjak dari tempat tidur dengan wajahnya yang memerah. Tetapi Re kembali menarik tangan Aira hingga Aira terjatuh tepat di atas Re. Mereka pun saling bertatapan, Re menatap lekat wajah Aira begitupun dengan Aira. Wajah yang selalu membuat Re susah tidur, wajah yang membuat Re tergila-gila akan cintanya dan wajah yang membuat Re merasa nyaman saat berada di dekatnya. Re benar-benar jatuh cinta pada wajah itu.


Re mulai membelai wajah Aira dengan lembut dan Aira menikmatinya. Sedangkan tangan Re yang satunya menekan leher belakang Aira dan wajah mereka pun semakin dekat hingga bibir mereka saling bersentuhan.


Re mencium bibir Aira dengan lembut. Tanpa Aira sadari, Aira pun membalasnya. Yang tadinya hanya ciuman biasa kini menjadi ciuman panas. Re ******* bibir Aira dengan lembut. Lidah Re mulai menyusuri bagian dalam mulut Aira.


Karena mendapat balasan dari Aira, Re mulai melancarkan aksinya. Re membalikan posisinya, yang tadinya Re di bawah Kini Aira yang di bawah. Lalu dengan rakusnya Re terus ******* bibir Aira dengan penuh hasrat. Tangan Re yang mulai merayap ke leher lalu ke bagian gunung kembar Aira. Membuat Aira semakin menginginkannya, Aira pun mulai mendesah saat Re menyentuh dan meremas gunung kembar Aira.


Bibir Re yang tadinya di atas sekarang mulai turun ke bawah mencari sesuatu. Saat bibir Re menemukan sesuatu itu, Aira langsung menahannya. Re pun menghentikan aksinya dan menatap lekat wajah Aira lalu Re tersenyum.


"Maafkan aku cagia!!. Tidak semestinya aku melakukan ini disaat keadaanmu seperti ini." Re ingat dengan pesan ayahnya agar jangan mengganggu Aira dulu. Sebagai pria dewasa Re mengerti akan ucapan ayahnya itu.


Re langsung beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. "Maafkan aku junior, kau belum mendapatkan apa yang kau inginkan." Re berbicara dengan juniornya sambil bermain solo.

__ADS_1


__ADS_2