Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 21


__ADS_3

Si penelfon itu berkata, "Wah.. Wah.. Wah.. Nando Wijaya!!. Akhirnya kau datang juga. Pengusaha terkenal di kota ini, aku senang bisa bertemu denganmu lawan."


Sebenarnya Nando sudah sangat kesal kepada orang itu tetapi nando berusaha menghadapi keadaan dengan tetap tenang.


Orang tersebut berkata, "Bagaimana??. Hm??. Apa kau menyukai kejutan yang aku berikan kepadamu??. Ayolah brother, bicaralah kepadaku!!. Seperti dulu saat kau berbicara kepadaku!!."


Nando masih tetap berusaha tenang menghadapi orang tersebut. Karena jika sampai nando marah, dia tidak akan bisa mengendalikan dirinya dan itu membuat musuh akan mengambil keuntungan darinya. Selain itu musuh juga akan sangat mudah sekali mengalahkannya.


Nando diam bukan tidak ingin menjawab semua kata-kata yang dilontarkan oleh orang itu. Tetapi Nando ingin memastikan terlebih dahulu, Apakah benar dia adalah orang yang dicurigai oleh nando??. Awalnya Nando merasa tidak yakin dengan kecurigaannya itu. Namun setelah mendengar semua yang dikatakann oleh orang tersebut, barulah nando yakin bahwa dia adalah orang yang nando curigai.


Kemudian Nando berkata, "Ciih.. Ternyata kau!!. Hemh.. Awalnya aku tidak yakin tapi sekarang aku sangat yakin kau adalah brengsek!!."


"Akhirnya kau mengenaliku!!. Hemh, tidak seru!!. Ternyata ingatanmu cukup tajam juga ya." Ucap orang itu.


"Kenapa??. Apa kau fikir aku akan melupakanmu??. jangan mimpi!!. Kau menggunakan taktik murahan seperti ini. Aku tidak menyangka, kau sendiri seorang pengusaha tapi perbuatanmu sungguh menjijikkan. Kau ingin balas dendam padaku bukan??. Kalau begitu bunuhlah aku!!. Jangan melibatkan orang-orang yang tidak bersalah. Kau bisa membunuhku kapan saja kau mau tapi jangan sekali-kali kau melibatkan orang yang tidak berdosa." Ucap Nando


"Ooh ya??. Itu sangat lucu. Jika kau memancing ikan, kau harus menggunakan umpan. Jika tidak, maka kau tidak akan mendapatkan ikannya." Sambung orang itu


"Ciih.. Dasar pengecut!!. Pecundang!!. Jika kau bukan pengecut atau pecundang maka aku menantangmu duel disini!!. Aku ingin lihat sebesar apa nyalimu, hemh." Ucap Nando


Perkataan Nando berhasil membuat orang itu kesal kemudian orang itu menarik kerah baju Nando dengan kedua tangannya. Tetapi nando mencengkram kedua tangan orang itu dan menariknya lalu membuangnya dengan kasar.


"JANGAN MENYENTUHKU BRENGSEK!!. Kau tidak pantas menyentuhku. Bukan hanya itu, kau juga tidak pantas disebut sebagai seorang kakak. Kau lebih pantas disebut sebagai pecundang. Karena hanya seorang pecundang yang akan menggunakam cara murahan seperti ini. Jangankan untuk memanggilmu kakak, aku bahkan tidak sudi mempunyai kakak seperti dirimu. Aku bahkan sangat malu menyebutmu sebagai kakakku. Jangan pernah lupa bahwa kau yang sudah membunuh mama & Papa. Sekarang kau sudah membunuh Jaya Darma & istrinya. Kau juga berencana untuk menghancurkan bisnis Rein di Amerika. Kau yang sudah membuat Rein hampir tiada dengan kecelakaan itu. Sekarang apa lagi??. Apa lagi yang kau inginkan dariku Tomy Wirawan??." Ucap Nando


Tomy yang sedari tadi sudah mulai kesal dengan Nando langsung menodongkan pistol ke arah Nando. Kemudian Tomy berkata, "Ya. Kau benar sekali. Aku yang melakukan semua itu. Mama, Papa, Jaya & Istrinya yang bodoh itu sudah aku singkirin. Aku hanya menginginkan apa yang kau miliki. Sejak kecil kau selalu menjadi kebanggan keluarga. Sedangkan aku, Papa selalu mengabaikanku. Papa selalu memberikan apa yang kau mau tapi Papa tidak pernah memberikan apa yang aku inginkan." Ucap Tomy sembari melepaskan pelurunya ke atas, "Doooorr."


"Kau tahu!!. Aku merasa iri padamu!!. Jika aku bisa melenyapkan Mama & Papa maka aku juga bisa melenyapkanmu Nando!!. Jaya dan istrinya itu hanyalah umpan untuk mencapai tujuanku." Kata Tomy


Nando mulai panas mendengar perkataan Tomy dan langsung memegang kerah baju Tomy kemudian menariknya dengan kasar hingga Tomy tersungkur.

__ADS_1


"Kurang ajar!!." Ucap Tomy


Belum sempat Tomy berdiri Nando langsung memukulinya hingga babak belur. Nando terus memukuli Tomy sembari berkata, "Untuk terakhir kalinya aku peringatkan!!. Jangan mengganggu dan mengusik keluargaku. Jika kau masih tidak mengerti juga maka aku sendiri yang akan menghabisimu dengan kedua tanganku ini. Cam kam itu!!." Nando menghentikan aksinya dan menatap tajam Tomy dengan tatapan yang mematikan.


Saat Nando ingin pergi meninggalkan Tomy, Tomy melepaskan anak pelurunya ke arah Nando, "Dooorr." Beruntungnya peluru itu meleset dan tidak mengenai Nando.


Mendengar suara tembakan itu, Aira langsung mematikan poselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Kemudian Aira keluar dari persembunyiannya dan menembak semua anak buah Tomy.


"Dor"


"Dor".


"Dor".


20 anak buah Tomy mati ditembak oleh Aira hanya dalam hitungan detik. Aira yang sangat mahir dalam menggunakan pistol itu memudahkan dia melancarkan aksinya. Selain pandai bela diri Aira juga sangat mahir dalam bermain pistol.


Tomy sangat terkejut dengan kedatangan Aira yang begitu tiba-tiba. Begitupun dengan Nando. Aira mengarahkan Pistol tepat di hadapan Tomy. Aira berkata kepada Tomy, "Hanya dengan sekali tembak, peluru ini akan tembus di dada mu. Dengan begitu aku akan Bisa membalas perbuatanmu terhadap Ayah & Ibuku. Tapi aku bukan dirimu!!. Kau akan membusuk dipenjara."


Aira hanya diam dan menatap tajam Tomy dengan tatapan yang begitu megerika. Tomy berkata, "Tenang!!. Tenang!!. Ok!!. Aku ingin memberitahumu bahwa siskalah yang membantuku mengahabisi kedua orang tuamu itu. Hanya dengan memberikannya obat yang salah dan dosis yang tinggi kedua orang tuamu langsung tiada. Kau tahu Aira!!. Sangat mudah bagiku untuk membasmi hama-hama kecil seperti kalian dan satu hal lagi Anaya juga mengetahui semua rencana pembunuhaan terhadap kedua orang tuamu itu. Bahkan kecelakaan yang menimpamu dulu, itu semua adalah perbuatan siska dan Anaya mengetahui semua itu. Siska melakukan apa yang aku perintahkan. Tapi sayangnya Anaya itu sangat bodoh, dia selalu saja membelamu."


Mendengar semua perkataan Tomy, jantung Aira seolah-olah terhenti. Dada Aira terasa begitu sesak, tubuh Aira pun ikut gemetar mendengar ucapan Tomy. Aira seperti orang yang kehilangan keseimbangan, nafas yang tersengal-sengal dan kaki yang seolah-olah mati rasa membuat Aira hanya bisa terdiam.


Kemudian Tomy melanjutkan perkataannya, "Kau pasti berfikir bagaimana cara Siska melakukan semua itu. Akan aku jelaskan!!. Apa kau ingat saat ibumu sakit, kau membeli obat diapotik itu!!. Saat jalan pulang ada seorang pejalan kaki yang menabrakmu secara tidak sengaja dan obat-obatan yang kau bawa saat itu bertaburan. Dia adalah Siska, Siska sengaja menabrakmu agar ia bisa melancarkan aksinya, disaat itulah Siska menukar semua obat-obatnya." Tomy tertawa puas, "Hahahahaha..."


Air mata Aira yang tak henti-hentinya menetes membuat Aira semakain lemah. Tubuh Aira seakan tidak bisa digerakkan lagi. Aira bediri seperti patung yang tidak bernyawa dengan berlinangan Air mata.


Tomy berkata, "Jika kau masih sanggup maka aku akan melanjutkan kisah menyedihkan ini!!. Hahaha...."


Aira menghapus Air matanya dan menatap Tomy dengan tatapan membunuh. Tentu saja itu membuat Tomy merasa takut namun Tomy berusaha rilex untuk menutupi ketakutannya itu.

__ADS_1


"Lalu, beberapa hari kemudian ayahmu pergi untuk berbelanja di pasar. Saat itu aku menyuruh siska untuk menyuntikkan racun di tubuh ayahmu. Sejak saat itulah ayahmu menjadi sakit-sakitan karna racun itu mulai bekerja dan secara perlahan racun itu akan menghabisi nyawa ayahmu. Tepat 1 bulan setelah ibumu tiada ayahmu pun tiada. Hahaha... Aku sudah merencanakan semuanya Aira!!. Hahaha...."


Mendengar tawa Tomy, darah Aira seakan-akan mendidih. Amarah yang sejak tadi ditahannya kini sudah meluap dan meletus. Saat ini Aira sudah dikuasai oleh Amarahnya, itu membuatnya menjadi seperti hewan buas yang sedang menerkam mangsanya. Aira berlari ke arah Tomy & menghajar Tomy tanpa ampun. Aira terus menghajar Tomy hingga Tomy terbaring tak berdaya. Kemudian Aira mengambil tali dan mengingat kedua tangan Tomy lalu mengingatkan tali tersebut ke bagian belakang mobil. Kebetulan mobil Tomy terparkir di halaman bagian belakang rumah. Aira menyeret tubuh Tomy berkali-kali dengan memggunakan mobil tersebut hingga tubuh Tomy bersimbah darah. Namun hal itu tidak membuat Tomy menyerah, Tomy masih berusaha untuk bangun. Akhirnya Aira mengeluarkan pistolnya dan melepaskan anak pelurunya tepat di dada Tomy


"Door.. Dor.. Door".


3 kali tembakan mengenai dada Tomy. Tomy pun langsung tergeletak tak bernyawa. Setelah menembak Tomy, Aira menjatuhkan pistolnya lalu tiba-tiba Aira pingsan.


Nando yang melihat semua kejadian itu seakan tak percaya bahwa Aira bisa melakukan hal seperti itu. Badan Nando juga ikut gemetar menyaksikan semuanya. Tetapi Nando tersadar saat melihat Aira tergeletak jatuh pingsan. Nando langsung berlari mendekati Aira dan mengangkat Aira ke mobil. Nando membawa Aira ke Rumah Sakit.


Tapi saat Nando keluar dari gang, Nando melihat ada taxi di seberang jalan. Lalu nando mengahampiri taxi tersebut. "Tok tok tok." Nando mengetuk kaca jendela taxi itu


Sopir taxi membuka kaca jendelanya dan berkata, "Maaf apa Bapak tadi yang mengantar nona ini kemari?" Nando menunjukkan foto Aira yang ada di ponselnya.


"Iya betul Tuan. Tapi saya disuruh menunggu di sini." Jawab supir taxi itu


"Sudah berapa lama kau menunggu."


"2 jam yang lalu Tuan."


"Itu Artinya Aira datang sebelum Aaku datang kemari." Batin Nando


"Baiklah, kau pergilah!!. Ini uangmu." Nando mencukuhkan unag kepada supir itu


"Tapi Tuan, Nona itu sudah membayarku tadi."


"Anggap saja itu bonus untukmu." Ucap nando


"Trimakasiih Tuan". Sypir taxi itu langsung menyalakan mesin mpbilnya dan melaju pergi dari sana.

__ADS_1


Nando langsung berlari ke arah mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya lalu segera membawa Aira ke Rumah Sakit terdekat. Setelah sampai di rumah sakit Nando meminta dokter untuk memeriksa keadaan Aira. Nando menelfon anak buahnya untuk mengurus jenazah kakaknya itu.


__ADS_2