
Mobil Ze berhenti disebuah Apartemen mewah, Aira keluar dari mobil dan melihat kearah Apartemen itu.
"Waaaww.. Kau tinggal di sini?"
"Iya Aira. Kenapa memangnya?"
"Apartemennya sangat bagus dan mewah banget"
"Apa kauu suka ?"
"Hem" Aira mengangguk-anggukkan kepalanya, "Sepertinya ini Apartemen termewah yang pernah aku lihat di kota ini. Tapi kenapa sepi sekali??. Seperti tidak ada penghuninya." Ucap Aira.
Ze hanya diam saja dan Aira celingak celinguk menoleh ke kanan ke kiri tapi tak menemukan siapapun kecuali para bodygurd dan mereka berdua.
"Kau kenapa ?" Tanya Ze.
"Itu Siapa" Aira menunjuk kearah para bodygurd, " Kenapa mereka mengenakan baju serba hitam??. Apa ada yg meninggal??"
"Hadeewh" Tepok jidat, "Aira ini Apartemen bukan pemakaman dan mereka itu adalah para bodygurdku. Apa kau tidak lihat mereka memberi hormat kepadaku!!"
"Iya iya iya. Aku pernah baca di novel-novel. Ternyata penampilan Bodygurd seperti itu. Apa mereka harus memakai baju yang sama dengan warna hitam ?"
"Haiiss. Tidak usah bnyak bertanya. Kau ingin masuk atau pergi dari sini!!" Ucap Ze.
"Setahuku Apartemen itu sangat ramai kenapa ini sepi sekali" Ucap Aira lagi.
"Karena ini adalah Apartemen milikku Aira"
"APAA!!. Aku lagi tidak sedang mimpi kan??"
"Kau sedang dalam dunia dongeng. Sudah jelas-jelas didepan mata masih dibilang mimpi"
"Aku hanya bertanya Zee. Kenapa kau jadi sewot"
"Tidak usah banyak tanya😑"
"Hiiiss. Kau ini, benar-benar keterlaluan. Aku hanya bertanya saja" Lirih Aira.
__ADS_1
"Pilihan ada ditanganmu, masuk atau keluar??" Ze berjalan melangkah masuk Apartemen meninggalkan Aira.
"Iya iyaa, aku akan masuk" Aira berlari mengejar Ze, "Aku ikut denganmu. Hemm😒"
"Jika kau ingin ikut denganku jangan banyak bertanya"
"Hm, Iya Maaf😒"
Ze menunjukkan kamar untuk Aira, mereka tinggal dalam satu Apartemen tapi berbeda kamar. Awalnya Ze menyuruh Aira untuk memilih Apartemen yang dia suka dan tinggal di dalamnya. Tapi Aira menolak karena Aira ingin tinggal satu Apartemen bersama dengan Ze.
"Ini kamarmu!!"
"Iya. Trimakasih😒" Aira langsung masuk ke kamar itu dan langsung menutup pintunya.
"Jeleeedaaarr" Aira membanting pintu kamarnya dan hampir mengenai hidung Ze.
"Hampir saja!!. Jika hidungku patah tadi aku akan mematahkan kepalamu!!" Gerutu Ze
Ze memegangi hidungnya dan menendang pintu kamar Aira lalu pergi meninggalkan kamar Aira. Ze masuk ke kamarnya dan langsung membersihkan diri lalu tidur. Sedangkan Aira, sebegitu masuk kamar langsung tidur tanpa mandi lebih dulu. Aira yang biasanya rajin mandi sekarang justru malas-malasan untuk mandi. Bukan hanya mandi saja, Aira malas-malasan dalam segala hal. Sifatnya juga sekarang berubah jadi cuek, dingin dan datar. Entah ada apa dengan Aira."
Sementara itu di rumah Re pukul 21:00, tapi Aira belum juga pulang. Re mecoba mencari kemana-mana tapi tak menemukan Aira. Re menelfon Aira tapi nomor Aira tidak aktif. Re ingin menelfon Ze, tapi Re malu atas perbuatannya beberapa minggu lalu. Sekarang Re sudah mengetahui kejadian malam itu melalui CCTV. Rekaman CCTV hanya terlihat bagian Ze menghajar Re, tapi bagian di saat wanita jalang itu tidur bersama Re tidak ada.
"Halo, Siapa ini ?".
"Hai sayang. Aku sangat merindukanmu. Temui aku malam ini, di Bar tempat kemarin kita bertemu"
Jalang itu langsung memutuskan sambungannya, "Haloo. Haloo. Haloo. Sialan dia memutuskan sambungannya" kesal Re.
Re memukul-mukul setir mobilnya dengan kedua tangannya.
Re menambah kecepatan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga hanya butuh waktu 10 menit saja sampai di Bar itu. Re langsung menuju kamar itu dan masuk karena kebetulan kamar itu sengaja tidak dikunci oleh jalang. saat Re masuk ke kamar itu tapi kamar itubsunyi tak ada suara dan sangat gelap ternyata jalang itu sengaja mematikan lampunya.
Jalang yang sudah menunggu kedatangan Re hanya mengenakan Bra dan CD tanpa baju di tubuhnya. Jalang itu berjalan mendekati Re dan memeluknya dari belakang.
"Apa maumu ?" Tanya Re.
"Aku menginginkanmu" jawab jalang itu.
__ADS_1
Re langsung menyingkirkan tangan jalang itu, "Jangan macam-macam denganku"
"Sssttt.. Tenang. Tenanglaah. Aku tidak akan melakukan apapun jika kau menurutiku"
Re menyetujuinya karena menurut Re itu lebih baik, Re juga tidak mau melakukan apapun dengan jalang itu. Tapi ternyata pemikiran Re salah besar, justru dengan menurutinya Re sudah masuk dalam perangkap Jalang itu.
"Ini minumlah" Jalang itu memberikan segelas anggur merah yang sudah dicampuri dengan obat perangsang.
Re tidak mengambil minuman itu, Re justru membuang muka. karena merasa jijik dengan jalang itu.
kemudian jalang itu berkata, "Tenang saja. Aku tidak mencampurinya dengan obat. Aku mengajakmu kemari hanya untuk membicarakan sesuatu bukan untuk melakukan sesuatu"
Bodohnya Re langsung percaya begitu saja dengan jalang itu dan mengambil secangkir anggur merah itu. Re meminumnya tanpa rasa ragu ataupun curiga Re langsung menghabiskan minuman Itu.
"Katakan apa yg ingin kau bicarakan" ucap Re
"Sabar sayang. Jangan terburu-buru santai saja. Aku tahu kau sedang mencari istrimu??"
"Bagaimana kau tahu??"
"Aku tahu segalanya!!."
"Kalau begitu katakan di mana istriku??"
"Sejak tadi pagi aku melihat istrimu bersama Ze di kampusnya. Hari ini dia wisuda, apa dia tidak memberitahumu tentang wisudanya?"
Re hanya menggelengkan kepalanya, menandakan Re tidak mengetahui apapun tentang wisuda Aira.
"Karena kau tidak mengetahuinya, jadi aku penasaran dengan hubungan mereka. Akhirnya aku mengikuti mobil mereka dan ternyata istrimu itu pulang ke Apartemen Zean"
"APA!!! Jangan main-main dengan ucapanmu"
"Aku tidak main-main. Aku bersungguh-sungguh. Aku benar-benar melihat Aira masuk kedalam Apartemen Ze dan mereka hanya berdua saja. Aku rasa Adikmu itu menyukai istrimu"
Karna Re itu sangat posesif sehingga sangat mudah bagi jalang itu memancing amarahnya. Tentu saja Re langsung terpancing dengan kata-kata Jalang itu. Re langsung mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan penuh kebencian. Karena Amarah Re yang begitu memuncak Re menghabiskan semua minuman yang disediakan oleh jalang itu. Beberapa saat kemudian Re benar-benar merasakan pusing dikepalanya dan merasakan panas disekujur tubuhnya, "Tolong Aku. Tolong. Siapapun kau ku mohon tolong Aku. Aku sudah tidak kuat lagi"
Jalang itupun tersenyum penuh kemenangan, dalam hati Dia berkata, "Lihatlah aira, aku berhasil menghancurkan rumah tanggamu. Ini baru awalnya Aira😏. Kau sudah membuat keluarga ku berantakan, aku juga akan membuat rumah tangga mu hancur. Hingga kau tidak akan merasakan bahagia lagi"
__ADS_1
Re menarik tangan jalang itu dan akhirnya wajah mereka pun begitu dekat. Karena Re sudah tidak tahan dengan pengaruh obat yang diberikan jalang itu, tanpa sadar Re langsung ******* bibir Jalang itu dengan rakusnya. Lidah Re menyusuri setiap rongga mulut Jalang itu. Tangan Re yang sebelumnya berada di atas kini merayap kebagian inti tubuh jalang itu. Lalu menemukan gundukan kenyal di sana, Re langsung mer*m*snya dengan kedua tangannya lalu menyusu layaknya bayi. Desahan demi desahan keluar dari mulut jalang itu membuat Re semakin gila dengan segera dia melancarkan aksinya. Re pun tumbang dan tertidur di samping jalang.