
Tiba-tiba saja Alea teringat dimana ia menyimpan surat dan kertas cek itu. Alea tidak tahu apa isi surat itu, Alea juga belum membacanya. Bahkan uang cek itu pun masih ada disimpan oleh Alea. Hari itu setelah Alea sadar, ia diberikan surat oleh suster rumah sakit. Suster itu menemukan surat di atas meja di kamar Alea dirawat. Alea bertanya kepada Suster itu siapa yang memberinya Surat?? Suster itu menjawab tidak tahu dia hanya menemukan sebuah surat diatas meja. Hari itu Alea juga bertanya siapa yang membawanya ke rumah sakit?? suster menjawab seorang pria.
Alea membuka mata dan langsung beranjak dari tempat tidur, ia mengambil surat dan cek itu kemudian duduk di kursi yg ada di kamarnya. Alea membuka surat itu, benar saja di dalam surat itu ada selembar cek dan surat yg ditulis oleh pria itu. Alea membuka lembaran cek itu yang berisikan uang sebesar dua ratus juta. Alea membelalakkan matanya, ia terkejut melihat selembar cek itu.
"Astaga. Uangnya banyak sekali. Uang apa ini?? dan kenapa seseorang memberiku uang sebanyak ini. Apa maksudnya??"
Alea berfikir sejenak Lalu berkata, "Astaga, yang benar saja. Apa mungkin paman itu yg memberiku cek ini??"
Kemudian Alea langsung mengambil selembar kertas surat yg ditulis oleh seseorang itu. Alea membaca isi surat itu,betapa terkejutnya ia setelah membaca surat itu.
***
ISI SURAT
"Saya memberimu cek sebesar dua ratus juta. Saya berharap setelah kamu menerima cek tersebut masalah hari ini terselesaikan. Maaf karena saya tidak bisa merawatmu. Saya berfikir bahwa kamu adalah anak dari musuhku tapi ternyata saya salah. Saya harap kedepannya kamu bisa melupakan semua ini dan saya juga berharap agar masalah ini cukup sampai disini saja.
__ADS_1
Terimakasih.
Dari seseorang pria yang tidak kau kenal"
***
Tak terasa Air mata Alea pun mengalir membasahi pipinya. Alea sungguh tidak menyangka bahwa ada seorang pria yang tega merusak mental dan juga pikirannya. Bahkan pria biadap itu telah merenggut kesuciannya. Alea melipat kembali lembaran kertas itu dan menyimpannya kembali ke tempatnya. Alea melangkahkan kakinya keluar dari panti asuhan.
Meski hari sudah larut Alea tidak perduli, ia tetap
"Kamu!!" ucap Alea.
Alea terkejut bahwa seorang pria yang ada dihadapannya itu adalah Pria yang pernah ia temui tempo hari.
"Hai gadis Manis!! Apa kabar??" ucap pria itu
__ADS_1
Alea tidak menjawab sapaan itu, Ia hanya berlalu saja di hadapan Leon. Leon berjalan tepat disamping Alea, ia mengikuti kemanapun Alea pergi. Leon terus mengajak Alea berbicara namun Alea diam tak ada jawaban.
"apa ada masalah??" tanya Leon
"...... " Alea diam tak ada jawaban.
Leon mencoba berbicara kembali, "Eem.. Maaf untuk masalah tempo hari"
Lagi-lagi Alea hanya diam saja tidak ada jawaban.
Leon membuang nafas kasar, "okee, aku mengerti. Kamu pasti sedang ada masalah. Kamu bisa menceritakan apa masalahmu dengan ku!! aku akan menjadi pendengar setiamu. Lagi pula Seorang gadis manis keluar larut malam seperti ini. Apa kamu tidak takut??" Leon bertanya dan mencoba mengajak alea berbicara.
Mendengar ucapan Leon, Alea yang tadinya hanya diam saja tiba-tiba menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap ke Leon. Alea menatap wajah Leon sambil berkata, "Memangnya kamu siapa?? apa urusanmu?? apa pedulimu?? Aku tidak mengerti, aku tidak mengenalmu tapi kamu berbicara seolah-olah kamu mengenal ku. Maaf ya Tuan, saya tidak ada urusan dengan Anda. Permisi!!" Alea pergi meninggalkan Leon begitu saja.
Leon hanya tersenyum dan semakin penasaran dengan Alea. Leon pun berhenti mengganggu Alea, Leon hanya membuntuti Alea dari belakang. Leon tidak ingin Alea mendapat masalah atau dalam bahaya karena itulah ia membuntuti Alea kemanapun Alea pergi.
__ADS_1