Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 50


__ADS_3

"Oppa. Leon kangen cama Daddy, Oppa". Ucap Leon


"Iya Oppa, Liam juga sangat melindukan Daddy. Liam ingin beltemu Daddy, Oppa. Mommy tidak pelnah celita tentang Daddy". Sambung Liam


"Daddy mana, Oppa. Daddy mana??. Hiks.. Hiks.. Hiks.." ucap Leon sambil menangis.


"Cup cup cup... Cucu kesayangan Oppa tidak boleh menangis. Nanti Oppa akan ajak kalian bertemu dengan Daddy kalian. Daddy kalian itu sama seperti kalian, pintar dan cerdas" ucap Nando.


"Janji ya Oppa" ucap Leon.


Sedangkan Aira hanya diam dan membisu tanpa berkata-kata. Dalam diam Aira berkata dan bertanya-tanya, "Apa Aku keterlaluan ?. Aku bahkan membuat putraku menangis seperti ini!!. Apa Aku Egois??. Aku tidak egois. Aku hanya ingin kebahagiaan dan kebaikan untuk putraku"


Dalam hati Aira menangis tapi Aira tidak ingin membuat anak-anaknya tambah sedih karena melihat dia menangis. Aira juga tidak ingin membuat Nando merasa terbebani karena Aira sangat menyayangi Nando seperti Aira menyayangi ayahnya sendiri.


Aira sangat ingin memberi tahu Re bahwa Leon dan Liam adalah anaknya. Tapi jika mengingat perbuatan Re dahulu, Aira masih merasakan sakit hati yang sangat mendalam. Ternyata Luka dalam hati Aira belum juga terobati meski sudah bertahun-tahun lamanya. Hati memang begitu rapuh dan mudah untuk disakiti. Meskipun tidak terlihat tapi bekasnya sangat dalam dan begitu dalam. Hati wanita itu seperti kaca, sangat mudah untuk membuatnya retak dan pecah. Jika sudah pecah dan retak maka akan sangat sulit untuk memperbaikinya.


Nando membuyarkan lamunan Aira dengan memanggilnya, "Aira!!. Aira!!." Kemudian Nando menggoyangkan bahu Aira dan berteriak memanggil Aira, "AIRAA!!!"


"ASTAGA!!!. AYAH!!!. Aira belum tuli Ayaah"


"Kau sedang memikirkan apa??. Kenapa kau melamun ?"


"Tidak apa Ayah. Tadi Aira hanya kepikiran pelanggan. Semalam dia menelfon agar pesanannya dikirim hari ini. Maaf ya Ayah, Aira harus pergi sekarang" jawab Aira berbohong.


Aira berpura-pura masuk mengambil beberapa baju dan mengemasnya. Aira membawa kemasan itu dan pergi berlalu meninggalkan Leon dan Liam. Aira mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba Aira ngerem mendadak karena hampir menabrak seseorang.


"Siiiiiittttttthh. Astaghfirullohal'adzim." Aira seketika panik dan langsung turun dari mobilnya.


"Maaf kak. Apa ada yang terluka??. mari saya bantu!!". Aira mengulurkan tangannya untuk membantu orang itu bangun.


"Tidak apa!!. saya baik-baik saja. Mobilmu tidak mengenaiku tadi, saya hanya terkejut saja dan karena itulah saya terjatuh"

__ADS_1


Pria itu adalah seorang pria kaya dan tampan serta idola para wanita. Namanya adalah Alan Adriano. Alan Adriano Adalah seorang dokter senior di Indonesia. Diusianya yang masih sangat muda Alan sudah menjadi dokter senior dan mengalahkan Ayahnya. Alan Adriano adalah anak dari Kevin Adriano sahabat baik Nando waktu kuliah. Alan adalah anak tunggal dikeluarga Adriano. Kevin sudah sangat menginginkan putranya itu menikah tetapi Al belum kepikiran untuk menikah. Alasannya karena Al belum menemukam wanita yang cocok dengan hatinya.


Saat Al melihat Aira, Al langsung terpesona dan jatuh cinta melihat kecantikan Aira yang begitu sempurna dimatanya. Dalam hati Alan berkata, "Masha Allah, dia sangat cantik. Dia seperti bidadari syurga. Ya Allah, jika dia jodohku maka izinkan hambamu ini untuk mendekatinya!!."


Seketika lamunannya Alan ambyar dan pandangannya kepada Aira membuyar saat Aira berkata, "Maaf Kak. Kakak yakin tidak ada yang sakit??. Jika ada yang sakit saya akan mengantarmu ke Rumah Sakit!!"


"Aah tidak perlu!!. Aku baik-baik saja!!. Memangnya Nona cantik mau kemana?. Sepertinya terburu-buru sekali"


"Ooh itu. Maaf kak, saya hanya melamun saja dan tidak memperhatikan jalan tadi"


"Lain kali hati-hati. Jangan terburu-buru dan kurangi kecepatan jika berada di jalan ramai atau di jalan umum. Karena banyak orang yang berlalu-lalang di sini"


"Iya kak. Saya minta maaf. Lain kali saya akan lebih hati-hati. Sekali lagi saya minta Maaf"


"Ya sudahlah tidak apa. Lain kali hati-hati. Oh iya, siapa namamu??"


"Iya kak. Nama saya Aira Yasya."


"Nama yang bagus dan anggun, aku suka!!."


"Ok kak."


"Jangan panggil kakak!!. Panggil Al atau Alan saja!!"


"Ok, Al" jawab Aira malu-malu.


"Kalau saya harus panggil siapa??. Ai atau Aira??."


"Terserah kau saja. Ai bisa Aira pun bisa!!."


"Baiklah, Airaa!!" Ucap Alan sambil tersenyum dan mengulurkan tangan untuk bersalaman. Aira juga tersenyum dan mengulurkan tangannya mereka pun bersalaman. Setelah beberapa lama Al tidak melepas tangan Aira, akhirnya Aira yang melepaskan tangan Al lebih dulu.

__ADS_1


Al baru tersadar saat Aira melepas tangannya, Alan pun berkata, "Aah.. Maaf!!"


"it's Okay. Emm, Ai pergi dulu ya!!. Bye Al"


"Bye Aira" Alan mendadahkan Aira yang berlalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkannya.


"Eeeehh... Tunggu!!. AIRA!!. AIRAA!!. Haiih... aku lupa minta nomor ponselnya. Huuh.." Kesal Alan.


Alan bergegas pergi menuju rumah sakit karena sejak tadi ponselnya berdering tapi ia mengabaikannya. Al tahu pasti itu telfon dari ayahnya. Kevin yang dulunya bekerha disebuah Rumah Sakit umus sekarang Kevin sudah memiliki Rumah Sakit sendiri yang diberi nama RS Adrical. Bahkan ada beberapa Rumah Sakit terbesar lainnya di Indonesia adalah milik Alan Adriano dan Rs Adrical hanyalah salah satunya saja.


Sesampainya di Rumah Sakit Al langsung menuju ruangannya dan mengambil peralatan untuk melakukan operasi. Alan melangkahkan kakinya menuju ruang operasi, Al harus menyelesaikan beberapa operasi pasien. Bahkan mungkin selama 1 minggu kedepan Al harus disibukkan dengan jadwal operasi pasien.


Sementara itu Aira kembali ke butiknya, setibanya di butik Aira tidak menemukan kedua putranya dan bahkan Lisa juga tidak ada. Aira bertanya dengan salah satu karyawannya, "Des. Leon sama Liam kemana??. Kenapa tidak ada di ruangan bermain?"


"Tuan muda kecil Leon dan Liam dibawa oleh Tuan besar Nando, Nona" jawab Desti.


"Oow, ya sudah. Terimakasih Des"


"Sama-sama Nona"


Aira pergi ke ruangannya dan mengambil ponsel di tasnya, Aira ingin menelfon Nando untuk memastikan bahwa anaknya benar-benar bersama Nando. Nando mendengar ponselnya berdering langsung menjawab panggilannya, "Halo Ai"


"Halo Ayah. Leon dan Liam ada bersama Ayah ya ?"


"Iya Ai. Leon dan Liam ada bersama Ayah. Nanti malam kau ke rumah Ayah ya!!. Kau tidur di rumah ayah, sudah lama ayah tidak merasakan kehadiran kalian di rumah ini. Sudah lama juga rumah ini sepi seperti tak berpenghuni. Tinggallah beberapa hari di rumah Ayah, rumah ini juga rumahmu Ai!!. Kau bisa pulang kapanpun ke rumah ini karena pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian" ucap Nando.


Aira yang merasa tidak enak dengan ayah mertuanya itu akhirnya menyetujui permintaan Nando untuk tidur di rumah


keluarga Wijaya, "Baiklah. Nanti setelah pulang dari butik Ai langsung menuju rumah Ayah. Ai juga akan tinggal selama beberapa hari di rumah Ayah"


"Kalau begitu ayah akan menunggumu" ucap Nando.

__ADS_1


"Iya Ayah. Ya sudah, Ai mau lanjutkan pekerjaan dulu. Ayah tolong jaga Leon dan Liam!!"


"Ok. Tenang saja ayah akan menjaga mereka" ucap Nando kemudian memutuskan sambungan telfonnya.


__ADS_2