
Pestapun dimulai, para undangan yang datang begitu ramai dan Ze juga mengundang awak media untuk datang ke acara pestanya itu. Ze ingin mengabadikan momen bersama kakaknya dan membuat semua orang tahu bahwa mereka adalah saudara sampai mati.
Ze mengambil mikropon yang ada dihadapannya kemudian berkata, "Wahai semua para tamu undanganku, terimakasih karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir ke acara pesta ini. Disini saya Zean Wijaya dan ini adalah kakak saya Rein Wijaya. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Rein Wijaya karena beliau adalah pemilik perusahaan RN Company."
Mendengar ketulusan dari kata-kata Ze akhirnya Re mendekatkan wajahnya ke mikropon kemudian berkata, "Terimakasih untuk undangannya dan terimakasih juga untuk adik saya Zean Wijaya. Kalian harus tahu bahwa Zean Wijaya adalah adik terhebat di dunia. Sejak kecil Ze tidak ingin mengambil sedikit pun harta yang ayah saya miliki. Ze justru ingin mencari jati dirinya sendiri dan alhmdulillah sekarang Ze sudah menjadi kebanggan keluarga. Ze adalah adik kebangganku. Selamat untuk kesuksesanmu Ze!!."
Re memeluk Ze dan tak terasa Re menitihkan air mata mengingat Tasya yang sudah tidak bersama mereka lagi. Dalam peluknya Re berkata, "Maafkan aku Ze. Selama ini aku membiarkanmu berjuang sendiri. Sebagai seorang kakak, seharusnya aku selalu mendukung setiap keinginanmu dan bersamamu saat kau berjuang untuk masa depanmu. Tapi apa yang aku lakukan, aku hanya memikirkan diriku sendiri. Sekali lagi maafkan aku Ze, aku bukan kakak yang baik dan juga kakak yang tidak berguna."
Mendengar ucapan Re Ze juga mwnitihkan Air matanya kemudian berkata, "Sssttthh.. Jangan berkata seperti itu kak. Kau kakak yang terbaik. Kau adalah kakak yang hebat. Kau juga seorang pengusaha tersukses dan terbesar di kota ini. Kau patut menjadi contoh untuk seluruh dunia. Jika manusia melakukan kesalahan itu hal yang wajar kak. Aku juga sering melakukan kesalahan. Selagi kita mau memperbaiki kesalahan tersebut, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Percayalah, semua akan baik-baik saja!!"
"Terimakasih Ze. Aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Aku janji, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Re dan langsung memeluk Ze dengan erat.
Ze tersenyum lebar, "Naah ini baru kakakku!!." Ucap Ze membuat Re tersenyum bahagia.
"Prok.. Prok.. Prok.." Semua orang bertepuk tangan karena merasa bahagia melihat Re dan Ze begitu akur.
Ze kembali mengambil mikroponnya dan berkata kepada para tamu undangan, "Baiklah para hadirin yang ada disini, silahkan lanjutkan pestanya dan silahkan nikmati hdangannya. Terimakasih."
Pesta pun berlanjut semua para tamu meniknati hidangan yang ada. Ze dan Re menyapa semua tamu satu persatu dan berjabat tangan kepada setiap tamu undangan yang hadir diacara pesta itu. Tak lupa Ze dan Re juga mencoba berkomunikasi dengan cara mengobrol dengan para tamu. Tak terasa hari sudah mulai larut, pesta pun berakhir. Semua tamu undangan pun sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Re juga berpamitan kepada Ze untuk segera pulang. Namun Ze menahan Re sejenak.
"Tunggu!!!." Ucap Ze
Re menoleh ke sumber suara, "Iya. Ada apa Ze??." Tanya Re
"Eemmh.. Eemmm.. Aa..nu.. Eemm."
"Ada apa Ze, em am em saja dari tadi. Mau bicara apa?. Katakan saja!!." Ucap Re
"Aahh.. Ituu.. Eemm kak, kapan kita pulang ke Indonesia?. Aku sangat merindukan ayah, apa kau tidak merindukan ayah?." Ucap Ze mengulur waktu karena sebenarnya Ze bukan ingin mengatakan hal itu.
"Haiih.. Tentu saja Ze, aku juga sangat merindukan ayah. Kapan kau ada cuti?. Jika kau ada cuti kita langsung terbang ke Indonesia." Sambung Re
"Aahh, aku bisa cuti kapan saja kak. Tapi minggu ini aku masih ada operasi pasien. Bagaimana kalau minggu depan saja kak." Ucap Ze memberikan saran kepada Re.
"Ok. Minggu ini aku juga ada meeting penting bersama klien dari Korea, jadi sepertinya tidak bsa untuk minggu ini" Sambung Re
"Ok. Dil. Jangan beritahu ayah dulu!!. Kita akan buat kejutan untuk ayah." Ucap Ze
__ADS_1
"Iya baweeel. Ck.. Ze kak Re pulang dulu ya!!."
"Eeeh. Tunggu!!. Tunggu!!. Tunggu!!."
"Ada apa lagi Ze??."
"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kak. Tapi janji kau jangan marah ya!!."
"Baiklah. Apa??".
"Sebenarnya akuu.. Eemm akuu.."
"Aku apa Ze??. Jangan bertele-tele."
"Aku akan ikut bersamamu. Aku ingin tidur di rumahmu kak. Bolehkan??"
"Haiihh, kau ini. Ada-ada saja. Hanya itu saja?."
"Iya kak hehehe."
"Dasar bocah tengil."
"Ya sudah ayoo!!"
Re tersenyum miring dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu. Re dan Ze melangkah keluar dari rumah Ze munuju parkiran mobil. Tak lupa Ze meminta para Bodygurdnya untuk menjaga rumah Ze. Re dan Ze menaiki mobilnya Re dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat di dalam mobil, Ze ingin sekali memberi tahukannya kepada Re. Tapi lidah Ze seakan berhenti untuk berbicara.
Saat suasana hening Ze memecah keheningan itu, "Kak Re!!."
"Hm... Apa??."
"Eemm... Tidak ada kak!!."
Re menggeleng-gelengkan kepalanya lagi, Re merasa aneh dengan sikap adiknya itu. Tetapi Re tetap bersikap biasa saja.
Sedangkan Ze masih berusaha mencoba untuk berbicara kepada Re.
"Eemm... Kak Re!!."
__ADS_1
"Apa lagi Zeee??."
"Aku ingin berbicara sesuatu, tapi kakak janji ya jangan marah!!."
"Memangmya apa yang ingin kau bicarakan??. Hah??. Sehingga kau begitu takut jika aku marah kepadamu."
"Sebenarnya... Eemm.. Lion dan Liam bukan anakku!!."
Seketika Re langsung menginjak rem mobil dengan kuat sehinga membuat kening Ze terbentur ke kaca mobil bagian depan. Re yang sangat terkejut dengan Leon perkataan Ze langsung berkata, "Apa maksud perkataanmu Ze??. Aku tidak mengerti!!."
"Maksudku Lion dan Liam bukan anakku kak!!."
"Jika mereka berdua bukan anakmu, lalu mereka berdua anak siapa??. Hah??."
"Lion dan Liam adalah anakmu". Ucap Ze
Perkataan Ze benar-benar membuat Re membulatkan matanya dengan mulut ternganga, "Apa??." Ucap Re dengan nada yang tinggi.
"Iya kak, apa yang Ze katakan semuanya benar. Aira memintaku untuk merahasiakan hak ini dari kakak."
"Heeh, aku benar-benar tidak percaya Ze. Apa Aira juga yang merencanakan untuk berpura-pura menikah denganmu??."
"Kalau itu adalah rencanaku, karena saat itu aku terbawa suasana dan saat itu aku juga sangat kesal atas prilaku kakak terhadap Aira."
Re terdiam dan mengingat peristawa saat itu dimana adiknya sendiri menentangnya atas sikapnya yang sudah melampaui batas. Re memarkirkan mobilnya ke sembarang tempat kemudian Re membuka pintu mobil dan berlari keluar ke tepi sungai. Kebetulan saat itu Re dan Ze sedang melintasi sebuah sungai besar. Ze berusaha mengikuti Re dari belakang dan Re berteriak sekuat-kuatnya, "Aaaaaaaaarrrrhh."
"Aku ini manusia tidak berguna. Aku adalah manusia yang paling bodoh di muka bumi ini."
"Aku memang pantas mendapatkan ini. Terimakasih Aira kau sudah membuatku sadar bahwa apa yang lakukanbselam ini adalah kebodohanku sendiri"
"Aiirraaaaaaaaa!!!."
"Mungkin ini adalah hukuman untuk diriku. Aku sungguh menyesali semua itu Aira. Aku benar-benar menyesal karena sudah membuat mu menderita. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kini aku sudah memanen benih yang aku tanam dulu, rasanya sangat pahit dan ini sungguh menyakitkan. Hiks.. Hiks.. Hiks. Bertahun-tahun kau memyembunyikan hal ini dariku. Maafkan aku Aira!!. Ini bukan kesalahanmu tapi ini adalah kesalahan ku!!. Maafkan aku!!. Hiks.. Hiks.. Hiks.."
"Haaaaaaaaaaaaaah."
Ze yang melihat dari kejauhan juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh kakaknya saat ini. Tak terasa air mata Ze juga berlinang membasahi pipinya. Melihat kakaknya yang begitu terpuruk membuat hati Ze tersayat. Ze tidak mungkin merahasiakan hal ini selamanya dari Kakaknya dan Ze memang harus memberi tahukan tentang kebenaran ini. Meskipun itu harus membuat kakaknya tersakiti, Ze akan tetap memberitahukan kebenarannya kepada Re.
__ADS_1
"Maafkan Ze kak. Ze juga merasa bersalah terhadap kakak!!. Ze akan memperbaiki semuanya dan Ze akan berusaha membuat Aira mengerti." Gumam Ze, kemudian pergi berlalu meninggalkan Re yang sedang menangis di tepi sungai.