Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 31


__ADS_3

Ze dengan setia menjaga Aira di rumah, sedangkan Re tidak peduli dengan keadaan Aira. Re justru bersenang senang dengan para wanita jalang di Bar.


Setelah Aira sadar dari pingsannya Aira menanyakan keberadaan Re kepada Ze, "Ze. Dimana kak Re??"


"Untuk apa kau menanyakan dia Aira. Dia sudah menyakitimu bahkan melukaimu!!. Dia juga tidak peduli dengan keadaanmu" ketus Ze


"Kenapa kau berkata seperti itu, dia kakak mu. Dengar Ze, sakitku ini tidak seberapa dengan sakit hati yang dirasakan oleh Re saat ini. Ayolah Ze tolong bantu aku mencarinya"


"Hatimu ini benar-benar terbuat dari apa siih Aira??. Kenapa kau masih saja baik kepadanya sedangkan kau sendiri menderita seperti ini"


"Aku baik-baik saja Ze. Lagi pula dia suamiku jadi walau bagaimanapun tetap aku yang salah." Ucap Aira berbohong


"Kau mengatakan, kau baik-baik saja??. Kau fikir aku tidak tahu, aku mengetahui apa yang terjadi padamu selama 3 tahun ini. Aku tahu dia suamimu, tapi apakah pantas jika seorang suami menyiksa seorang istri??. Laki-laki itu selalu menuntut anak darimu!!. Dia juga selalu cemburu tidak jelas padamu jika ada pria lain yang bicara atau dekat denganmu!!. Bahkan laki-laki itu selalu berfikir bahwa kaulah yang tidak bisa memberinya keturunan"


"Apa maksud semua ucapanmu Ze??. Kenapa kau berkata seperti itu??. Apa kau fikir aku ini mandul??. Lebih baik kau jangan ikut campur dengan masalah pribadi kami." Ucap Aira dengan nada sedikit tinggi.


"Aku tidak mengatakan kau mandul Aira." Ze memegang kedua bahu Aira. "Tenangkan dirimu!!. Aku tahu apa yang terjadi padamu selama ini. Kak Re sering pulang dalam keadaan mabuk, selain itu dia juga selalu berkata kasar padamu. Dalam 1 tahun belakangan ini sikap kak Re benar-benar sudah berubah, kalian bahkan sering sekali bertengkar. Kak Re selalu membesar-besarkan masalah kecil. Kak Re bahkan sering sekali memukulmu. Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh kak Re di luar sana dan aku tidak ingin tahu. Yang aku inginkan adalah kebahagiaanmu Aira" ucap Ze.


Aira hanya diam dan menangis dalam kebisuan. Aira masih belum berani untuk mengatakan semuanya kepada Ze.


"Ai. Kau itu wanita sempurna, kau wanita baik, au juga wanita hebat. Jika Bunda tahu kau menderita seperti ini, apa yang akan aku katakan kepada Ayah & Bunda??. Satu hal lagi yang ingin aku beritahukan kepadamu. Ini adalah rahasia yang harus kau ketahui tentang kak Re. Selama ini aku berusaha menutupinya darimu tapi hari ini aku tidak bisa menahannya lagi" ucap Ze.


Aira menghapus air matanya dan menatap Ze sambil berkata, "Rahasia apa yang kau maksud Ze??. Katakan!!"


"6 tahun yang lalu, saat kak Re berusia 22 tahun. Kak Re pernah menikah dengan seorang gadis pilihannya sendiri. Setelah menikah selama 1 tahun, Dokter memfonis kak Re mandul dan kak Re tidak bisa menerima kenyataan. Disaat gadis itu mengetahui bahwa kak Re mandul, ia pun berselingkuh dengan laki-laki lain" ucap Ze.


"Jadi maksudmu, Re menikah dengan gadis itu 1 tahun sebelum dia bertemu denganku??."


"Iya Aira. Kak Re langsung mentalak wanita itu. Aku hanya takut hal itu terjadi padamu Ai" kata Ze.

__ADS_1


"Terimaksih, kau sudah memberitahuku akan hal itu. Tapi biar bagaimana pun saat ini dia adalah suamiku??. Aku tidak bisa melihatnya terluka Ze" ucap Aira.


"Ya sudalah jika itu maumu. Ayoo kita cari si brengsek itu"


"Hm, ayo!!"


Sementara itu di Bar, Re yang sudah mabuk berat dan berjalan sempoyongan ingin menuju mobilnya tapi dia tak bisa meraihnya. Re pingsan di depan pintu bar dan ada seorang wanita yang menolongnya lalu membawa Re ke kamar yang ada di Bar itu. Dia membuka semua baju Re dan memotret dirinya bersama Re seolah-olah mereka habis melakukan hubungan. Wanita itu pun mengirim foto itu kepada Aira, Aira yang merasa ponselnya bergetar langsung membukanya. Dilihtnya ada pesan dari ponsel Re, betapa terkejutnya Aira bahwa itu foto Re bersama wanita jalang.


Setelah pesan dibuka oleh Aira, jalang itu menelpon Aira untuk memastikam bahwa Aira sudah melihat semua foto itu. Jalang itu berkata, "Apa kau sudah melihat semua foto-fotoya ?"


"Dasar jalang, wanita murahan. Berani-beraninya kau bermain dengan suami ku !!"


"Suamimu yang memintaku untuk melayaninya, mau bagaimana lagi aku tidak bisa menolaknya. Lagi pula suamimu orang kaya, aku bisa dapatkan uang banyak darinya"


"Kau memang wanita yang tidak tau malu, dimana harga dirimu sebagai seorang wanita. Ciih.. Menjijikkan!!"


Jalang itu langsung memutuskan panggilannya dan menaruh kembali ponsel Re lalu tidur dalam pelukan Re. Dalam hati Aira berkata, "Ada apa ini??. Mengapa dia mengatakan "aku telah kembali" apa maksud dari perkataannya itu??." Aira yg sedang dilanda kekecewaan akhirnya memutuskam untuk pulang ke rumah.


"STOOOP ZE!! Putar balik mobilnya!!"


"Tapi Ai kitaa.." Perkataan Ze langsung dipotong oleh Aira.


"SEKALI LAGI KU KATAKAN, PUTAR BALIK MOBILNYA!!!" Teriak Aira kepada Ze


Ze bingung dengan sikap Aira, sejak menerima telfon barusan wajah Aira mendadak berubah menjadi menyeramkan. Ze tidak berani untuk bertanya apa pun bahkan untuk menatap Wajah Aira pun dia tidak berani. Dalam hati Ze berkata, "Siapa wanita jalang yang dimaksud Aira ditelfon?? . Aahh.. Sudahlah, nanti akan ku urus."


Setelah sampai di rumah Aira masuk dan berjalan lurus tanpa menolah dengan tatapan yang begitu dingin. Bi Mia yang melihat Aira pun begitu terkejut dan ketakutan. Mereka semua yang melihat ekspresi wajah Aira seketika menunduk dan diam saja. Aira melangkah menuju kamarnya sesampainya di kamar, Aira langsung menutup pintu kamar dengan kasar.


"Jeleeedaaaar".

__ADS_1


Ekspresi wajah yang dia tunjukkan tadi hanyalah sebagai kebohongan untuk menutupi kesedihannya yang begitu mandalam. Aira terduduk lemas tak berdaya, air mata yang ia tahan seketika langsung tumpah. Aira terus menangis dan memukul-mukul perutnya, Aira terus saja menangis seperti orang yang kehilangan harapan.


"APA SALAH KU !!. Hiks Hiks Hiks"


"Apa karena aku tidak bisa hamil sehingga dia bermain dengan banyak wanita di luar sana, apa dia benar menginginkan seorang anak sehingga dia melakukan ini pada ku. Hiks hiks hiks. Apa yang sebenarnya kau inginkan Re??"


"APA SALAH KUUUUU!!! APA KESALAHANKU HINGGA KAU TEGA MELAKUKAN INI PADAKU. AKU BENAR-BENAR MUAK DENGAN SIKAPMU RE. Hiks Hiks Hiks Hiks"


"Aku mencoba bertahan demi pernikahan kita tapi kau justru ingin merusak segalanya. Aku bahkan selalu menuruti apa pun perkataanmu, apa pun permintaanmu. Semua aku lakukan demi dirimu dan demi keutuhan keluarga kita tapi apa yang kau lakukan padaku. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


"Bapak!!. Ibu!!. Aira sangat terluka saat ini. Dimana kalian??. Aira sangat membutuhkan kalian. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aira harus bagaimana Pak, Bu??. Apakah Aira harus berpisah atau harus tetap mempertahankan pernikahan ini. Aira mencoba untuk mempertahankan pernikahan ini demi amanah dari Bpk. Tapi apa yang Aira dapatkan??. Aira tidak ingin terus-terusan hidup menderita Pak. Apa Aira tidak berhak bahagia??. Atau Aira memang ditakdirkan hidup menderita??. Aira juga ingin merasakan kebahagiaan!!. Bapak, Ibu, Ayah, Bunda, Apa yang harus Aira lakukan??. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Aira terus saja menangis tak henti-henti. Aira sangat kecewa kepada suminya itu. Aira menangis dalam kesunyian malam dan kebisuannya karena lelah menangis Aira pun tertidur di lantai tanpa alas apapun.


Sedangkan di luar kamar Aira, Ze yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar Aira mendengar semua yang diucapkan oleh Aira. Tanpa disadari Ze juga meniteskan air mata kemudian Ze menghapus air matanya dan mengepalkan kedua tangannya. Dengan tatapan yang tak bisa diartikan Ze pergi keluar mencari keberadaan Re. Ze mendatangi Bar yang biasa dikunjungi oleh kakaknya itu.


Sesampainya di Bar itu Ze langsung masuk dengan amarah yang menggebu-gebu. Ze mencari disetiap sudut ruangan, Ze masuk dan terus menyusuri setiap kamar yang ada di dalam bar itu. Di kamar terakhir Ze menemukan Re yang sedang tidur berpelukan dengan wanita jalang itu. Saat Ze membuka selimut Re yang hanya mengenakan bokser, wanita jalang itu terbangun dan betapa terkejutnya dia melihat Ze ada di dalam kamar dengan tatapan yang begitu mengerikan. Wanita jalang itu pun cepat-cepat mengenakan bajunya lalu pergi dari sana. Ze tidak mempedulikan wanita itu karena sebelumnya Ze sudah pernah melihat wajah wanita itu saat wanita itu sedang bersama Bima."


Ze menyeret Re agar Re terbangun, "BANGUN. WOY BANGUN" Ze menampar-nampar wajah Re.


Re yang dalam keadaan setengah sadar karena masih ada pengaruh alkohol. Membuka matanya dan tanpa bicara lagi Ze langsung menghajar Re habis-habisan. Ze berkata, "SUAMI MACAM APA KAU INI??. HAH??. DISAAT ISTRIMU MEMBUTUHKANMU KAU JUSTRU ASIK BERSAMA DENGAN WANITA JALANG ITU" Tariak Ze sambil terus memukul Re dengan kedua tangannya itu.


"DASAR BAJINGAN!!. BRENGSEK!!." Ze memukul Re hingga Re tersungkur dan tak berdaya lalu pingsan Ze pergi meninggalkannya begitu saja.


Di dalam mobil Ze menggerutui Re, "Pria macam apa dia itu. Aaaarrhh" Ze memukul setir mobil sangat kuat dengan kedua tangannya.


"Pria brengsek. Dia pantas disebut brengsek" Lagi-lagi Ze memukul setir mobil dengab kedua tangannya.


Sampai di rumah ia langsung menuju kamar Aira, karena pintu kamar Aira tidak terkunci akhirnya Ze masuk dan Ze sangat terkejut melihat Aira yang tergeletak di lantai. Ze langsung mengangkat Aira dan membaringkannya di kasur. Ze memeriksa keadaan Aira, Ze terus memantau keadaan Aira.

__ADS_1


__ADS_2