Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 22


__ADS_3

Setibanya di Rumah Sakit, Nando berteriak histeris sembari memanggil-manggil Dokteer Rumah Sakit tersebut, "Dokter!!!. Suster!!. Tolong selamatkan putri saya!!." Nando sangat takut jika terjadi sesuatu kepada menantunya itu.


Dokter Kevin yang kebetulan lewat dari ruangan pasian langsung menuju sumber suara, "Ada apa ini?." Tanya Kevin


"Kevin." Ucap Nando


"Nando. Ada apa ini Nando?." Tanya Kevin


"Tolong selamatkan putriku. Putriku tiba-tiba pingsan. Tolong Vin, aku mohon. Tolong selamatkan putriku, aku mohon Kevin. Tolong." Pinta nando kepada Kevin


"Oke Oke. Baiklah. Kau tenang dulu kawan aku akan menyelamatkan putrimu. Suster ayo bawa dia keruang pemeriksaan."


"Baik Dok."


"Nando, kau tenanglah dulu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk putrimu." Ucap Dokter kevin


"Baiklah." Jawab Nando


Di dalam ruang pemeriksaan Dokter kevin sedang memeriksa Aira sedangkan nando menunggu di luar ruangan. Nando tidak akan memberi tahu orang-orang di rumah. Rencananya Nando baru akan menjelaskan kepada orang-orang di rumah setelah mereka pulang dari rumah sakit. Nando tidak mau membuat orang di rumah merasa cemas.


Sementara itu di rumah Tasya begitu panik, hari sudah hampir sore tapi Aira belum juga pulang. Tasya berusaha menelpon Aira tapi nomor Aira tidak aktif. Tasya pun berinisiatif menelpon teman Aira.


"Dret dret dret." Ponsel Lita berbunyi


"Halo. ada apa Tante??." Tanya Lita dengan sopan


"Apa di rumahmu ada Aira?." Tanya Tasya


"Aira??. Bukannya Aira hari ini Izin ya tante. Aira tidak sekolah hari ini."


"Apa??. Aira Tidak sekolah??. Tapi Aira dari rumah berangkat ke sekolah Lita."


"Gitu ya tante, ya udah aku tanya Serra sama Nayra Dulu ya tan. Siapa tau Aira ada dirumah mereka..!! Tunggu-tunggu..!! tapi kayaknya ngga mungkin deh tan. Soalnya Lita dan Serra Baru saja pulang dari rumahnya Nayra."


"Begitu ya. Ya sudah kalau begitu. Tante minta maaf karena sudah mengganggumu."


"It's Okay, tante."


"Ya sudah Tante matikan telponnya dulu ya."


"Oghe tante."


Tasya langsung memutuskan sambungan telponnya. Tasya mencoba menelpon suaminya, Nando memencet tombol warna hijau di layar ponselnya.


"Iya Nda. Ada apa??."


"Yah. Ini sudah pukul 17:00 sore. Tapi Ai belum pulang dari sekolah yah. Nda khawatir Ai kenapa-napa."


"Ai ada bersama Ayah, Bunda jangan khawatir ya. Ai baik-baik saja."


"Berikan ponsel Ayah kepada Aira..!!" pinta Tasya


"tapiii, saat ini Ai sedang ada di toilet. Apa ayah ingin Nda panggilkan." Jawab Nando berbohong


"Tidak perlu yah. Ya sudah biarkan saja. Nanti kalau Ai sudah selesai dari toilet, Suruh dia telpon Nda."


"Iya baiklah, Nanti akan ayah sampaikan kepada Ai." Nando memutuskan sambungannya

__ADS_1


Disisi lain Rein yang sudah sampai di bandara. Karena Rein ingin memberi kejutan kepada Aira, Re berfikir akan menelfon Tasya saja. Beberapa saat kemudian Pponsel Tasya berdering & Tasya langsung menggeser tombol hijau.


"Halo Bunda."


"Haloo Ree"


"Bunda ada dimana?."


"Bunda di rumah sayang, kenapa?"


"Re ada di bandara, suruh Mang Ujang menjemput Re di babdara ya Bun!!"


"Loh, kenapa tidak mengabari Bunda jika Re akan pulang ke Indonesia??."


"Re ingin memberi kejutan untuj Aira, Bunda!!!"


"Ooow begitu. Ya sudah, Bunda akan suruh Mang Ujang untuk menjemput Re"


"Ok Bunda, tapi jangan beritahu Aira jika Re sudah di indonesia."


"Iya sayang."


"Re tutup telfonnya dulu ya Bun. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sementara itu di rumah sakit, Dokter Kevin yang sudah selesai memeriksa keadaan Aira, keluar dari ruangan pemeriksaan. Nando yang melihatnya langsung bertanyaa keadaan Aira, "Kevin!!. Bagaimana keadaan putriku?."


"Tidak ada luka serius di tubuhnya. Tetapi ia mengalami sedang syok berat. Aku hanya takut kejiwaannya yang terganggu seperti defresi dan trauma. Kau tahukan!!. jika sudah mengalami defresi dan trauma berat maka itu akan mengganggu kejiwaannya tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi. Biarkan dia istirahat dulu di sini untuk beberapa hari!!."


Dalah hati Nando berkata, "Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Aira??. Tidak!!. Aku tidak ingin Aira memgalami gangguan jiwa!!."


Kevin bertanya, "Sebenarnya apa yang terjadi??."


Namun tidak ada jawaban dari Nando kemudian Kevin kembali bertanya, "Apa ada hal serius yang terjadi kepada putrimu??."


Nando menghapus Air matanya & menatap wajah Kevin sembari berkata, "Apa kau bisa melakukan sesuatu untuk putriku??. Aku tidak ingin putriku mengalami gangguan jiwa??. Tolong Vin, aku mohon lakukan apapun agar bisa menolong putriku, aku akan membayar berapapun biayanya."


"Aku sudah berusaha semaksimal mungkin Nando. Kita tunggu saja sampai putrimu siuman. Menurut pengalamanku dalam menangani pasien, jika ia akan mengalami gangguan jiwa biasanya pasien mengalami depresi berat terlebih dahulu. Tapi dari hasil pemeriksaan putrimu tidak mengalami defresi berat, ia hanya mengalami syok berat. Ada kemungkinan Aira akan baik-baik saja."


"Apa kau yakin, Kevin??."


"Iya aku sangat yakin. Defresi berat dan syok berat itu berbeda. Tetapi jika sampai Aira mengalami hal ini sekali lagi kemungkinan defresi berat akan terjadi." Kata Dokter Kevin.


"Tidak!!. Itu tidak akan terjadi lagi.!!


"Baguslah, kalau begitu."


"Terimakasih Kevin!!. Apa Aira sudah bisa dijenguk??."


"Tentu saja!!." Ucap Kevin.


"Baiklah, terimakasih kalau begitu. Ngomong-ngomong apa putriku akan di rawat disini??."


"Kita lihat saja nanti setelah putrimu sadar. Ok." Ucap Kevin


"Oowh begitu ya??."

__ADS_1


"Hm."


"Baiklah kalau begitu aku ingin menemui Aira."


"Pergilah!!."


Nando melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan pemeriksaan tempat Aira terbaring. Terlihat Aira belum sadarkan diri, Nando menghampiri Aira dan duduk di sebelah ranjang Aira. Nando membelai kepala Aira dan berkata, "Cepatlah siuman Ai, Ayah menunggumu disini. Maafkan Ayah, kau harus mengalami hal seperti ini!!."


Dalam tidurnya Aira meneteskan air mata dan perlahan membuka matanya. Nando yang melihat ada respon dari Aira sangat bahagia tai jantungnya dag dig dug jangan sampai Aira mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.


Aira berkata, "Ayaah!!. Maafkan Aira karena sudah membuat Ayah cemas!!."


" Tidak apa sayang. Sekarang keadaanmu sudah membaik jadi Ayah sudah tidak cemas lagi!!."


"Terimakasih, karena Ayah sudah membawa Aira ke Rumah Sakit!!."


"Iya sayang. Ayah panggil Dokter Kevin dulu ya." Ucap Nando


"Iya Ayah!!."


Nando pergi keruangan Kevin dan memberitahukan bahwa Aira sudah siuman. Kevin langsung bangun dari duduknya dan bergegas menuju ruangan Aira diikuti oleh Nando dibelakangnya. Sesampai di ruangan Aira Kevin langsung memeriksa keadaan Aira. Setelah selesai memeriksa Aira kevin tersenyum sambil berkata, "Alhmdulillah keadaanmu sekarang baik-baik saja. Tapi kau masih sangat lemas, aki sarankan agar kau banyak istirahan beberapa hari ini."


"Apa itu artinya putriku sudah boleh pulang??."


"Iya Nando."


Nando tersenyum bahagia, "Terimakasih Kevin. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih."


"Sama-sama Nando." Ucap kevin


"Tapi ngomong-ngomong, dia putrimu atau menantumu??."


"Dia menantuku tapi sudah seperti putriku."


"Owh begitu ya. Salam untuk keluargamu ya!!. Terutama untuk Re yang baru saja menikah. Katakan padanya dia sangat beruntung." Kevin tersenyum kepada Nando dan Nando membalas senyuman kevin.


Nando tersenyum dan geleng-geleng kepala kemudian Nando berkata, "Iya, iya baiklah."


"Kau juga boleh membawa Aira pulang dengan catatan Aira harus istirahat penuh."


"Baiklah terimakasih Kevin, kau memang sahabatku paling The best."


"Hemm..." Kevin tersenyum kepada Nando dan berpamitan kepada Nando untuk kembali ke ruangannya, "Kalau begitu aku kembali ke ruanganku ya!!" Ucap kevin


"Oke". Jawab Nando


"Jangan lupa administrasi!!."


"Iya baiklah."


Baru beberapa langkah Kevin berjalan, Kevin kembali membalikkan badannya menghadap Nando, "Ingatlah kata-kataku tadi!!. Setelah sampai di rumah biarkan Aira istirahat penuh. Jangan biarkan putramu itu mengganggunya. Aira harus istirahat dan berikan vitaminnya. Kau ambillah ke runganku sekarang!!". Tegas Kevin


"Ya baiklah. Lagi pula Re saat ini sedang di Amerika jadi tidak mungkin akan mengganggunya." Ucap Nando


"Baguslah Kalau begitu". Ucap kevin


Nando mengikuti kevin ke ruangannya dan mengambil vitamin yang diberikan oleh kevin. Setelah itu Nando menuju tempat pembayaran administrasi kemudian langsung ke kamar rawat Aira dan mengajak Aira untuk segera pulang. Nando tidak ingin berlama-lama dirumah sakit. Nando tahu bahwa Aira sangat tidak suka dengan Rumah Sakit.

__ADS_1


__ADS_2