Gadis Desa

Gadis Desa
SEASON 2... PART 2...


__ADS_3

Gadis cantik bermata indah itu adalah Alea, nama lengkapnya adalah Alea Moreza. Itulah nama yang tertulis di kalung itu, kalung yang ada bersama Alea saat ditemukan. Usia Alea sekarang 20 tahun, sedangkan adik-adiknya ada yang berusia 8 tahun, 10 tahun dan 15 tahun.


"Kak Alea!! tok.. tok.. tok.." panggil Zahra dari luar kamar sambil mengetuk pintu.


karena tidak ada jawaban Zahra memanggil lagi, "Kakak!! Akak Alea!! apa kau sudah bangun??"


"Hmm.... Iya Zahra. Kakak sudah bangun!! kau dorong saja, pintunya tidak dikunci" jawab Alea dari dalam kamarnya.


Benar saja, Alea sudah mandi dan sudah wangi sepertinya Alea sudah bangun sejak subuh. Biasanya setelah selesai shalat subuh Alea tidak tidur lagi, dia lebih memilih membaca novel. Terlihat tumpukan buku diatas meja ALea, Zahra berkata, "Kak!!"


"Hm.."


"Apa kau tidak lelah membaca semua buku itu?? " tanya Zahra


"Tidak!! "


"Apa kau yakin matamu masih sehat?? " tanya Zahra lagi


"Apa kau bisa lihat?? Mata ku baik-baik saja sayang. Jika mataku tidak sehat maka aku tidak akan bisa membaca buku novel sebanyak ini" kata Alea


"Hehehe... Bukan itu maksudku!! "


"Lalu?? " tanya Alea


"Maksudku, apa mata kakak tidak lelah membaca buku sebanyak itu sejak subuh?? "


"Tidak sayang!! lagi pula aku baru membaca lima buku, belum semuanya" ucap Alea


"Ya, ya, ya, baiklah. Tidak usah dilanjut lagi!! Ibu meminta kakak untuk sarapan bersama" ucap Zahra. "Cepatlah keluar, kami semua menunggumu di meja makan!!" teriak Zahra sambil keluar dari kamar Alea.


"Iyaaa!!" jawab Alea singkat.

__ADS_1


****


Sementara ditempat lain Rein ingin meresmikan siapa yang akan menjadi pewaris perusahaannya. Namun kedua anaknya itu bru saja selesai kuliah, mereka masih ingin bersenang-senang. Mereka masih belum ingin pusing dengan masalah pekerjaan kantor. Apa lagi usia mereka sekarang masih 25 tahun Leon dan Liam masih ingin menikmati masa-masa dimana mereka bisa bersenang-senang.


"Momy, tolong katakan pada Dedy, tolong Momy bujuk Dedy, Leon belum siap bekerja di perusahaan Dedy!!" pinta Leon dengan wajah memelas.


"Iya Mom, Liam juga tidak tertarik dengan perusahaan!! Liam lebih tertarik melanjutkan butik mama dari pada bekerja di perusahaan!!" ucap Liam.


"Sayang, apa yang dikatakan Dedy kalian juga ada benarnya. Kalian sudah dewasa, kalian sudah cukup umur untuk melanjutkan perusahaan Dedy. Dedy kalian juga ingin melihat anak-anak nya sukses selagi muda. Dedy kalian juga ingin istirahat dari perusahaannya. apa kalian tidak kasihan pada Dedy kalian yang sudah berpuluh-puluh tahun mengurus perusahaannya sendiri??Dengar sayang!! Diantara kalian berdua harus ada salah satu yang meneruskan perusahaan Dedy. Kalian harus memutuskannya dalam dua hari kedepan. Jika kalian tidak bisa memutuskan maka Momy sendiri yang akan memutuskan siapa yang akan melanjutkan perusahaan Dedy" ucap Aira


"Aiihh... Momy sama saja seperti Dedy!! " gerutu Leon.


Aira pun pergi meninggalkan mereka berdua tanpa peduli apa yang Leon katakan. Mereka berdua pun duduk termenung memikirkan perkataan orang tuanya. Tiba-tiba Liam berkata, "Bagaimana ini kak?? aku tidak berminat dengan perusahaan Dedy. Kau sajalah yang meneruskannya!! Kau anak tertua di keluarga kita, kau lebih pantas dan lebih berhak atas perusahaan Dedy"


Leon hanya diam saja mendengar perkataan adiknya itu.


"Lagi pula, kakak lebih pandai tentang bisnis sedangkan aku, aku tidak ada kepandaian dalam mengurus bisnis, yang ada nanti perusahaan Dedy bangkrut ditanganku" sambung Liam


" Aku sangat yakin dengan kemampuanmu kak!! " jawab Liam


"Baiklah, katakan padaku kenapa kau tidak tertarik dengan perusahaan Dedy?? " tanya Leon kepada saudara kembarannya itu.


"Yaa, kau tahu aku bukan. Sejak kuliah aku tidak ada bakat dalam dunia bisnis. Aku lebih tertarik menjadi dokter, kau tahu cita-citaku adalah ingin menjadi dokter hebat seperti paman Ze. karena itulah aku kuliah mengambil jurusan kedokteran. Aku benar-benar tidak tertarik dengan dunia bisnis" ucap Liam


"Sepertinya memang harus aku yang meneruskan perusahaan Dedy!! " ucap Leon.


"Bagaimana jika aku tidak berhasil Li?? " tanya Leon ragu.


"Percayalah!! kau pasti berhasil kak" Liam meyakinkan kakaknya.


"Baiklah. Kalau kau yakin aku bisa, aku akan mencobanya" ucap Leon

__ADS_1


Beberapa saat kemudian di sebuah perusahaan besar Rein sedang meeting bersama klien-kliannya. Ia sedang membahas kerjasama dan proyek yang akan di jalankan. Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu dari luar ruangan temat Rein meeting. Tanpa memperhatikan pintu Rein menyuruh seseorang itu masuk kedalam ruang meeting. Rein sangat terkejut bahwa puntranya mengenakan baju kantor yang rapih, memakai jas, dasi dan memakai sepatu serta membawa tas ditangannya.


"Leon!! " ucap Rein sedikit terkejut.


Leon tersenyum kemudian berkata, "Apa Leon bisa bergabung dalam meeting ini?? "


"Tentu saja sayang, ayoo duduk laah!! " ucap Rein


Rein tersenyum bahagia melihat salah satu putranya ada dikantor bersamanya. Setelah meeting selesai Rein masih blm membubarkan para klien dan bawahannya. Dia memperkenalkan Leon pada semua orang yang ada diruangan itu.


"Sengaja saya belum membubarkan kalian, karena saya ingin memperkenalkan putra saya kepada kalian" Ucap Rein


Pandangan semua orang tertuju kepada Rein, Rein langsung meminta anaknya untuk berdiri disampingnya. Rein berkata, "anak muda yang berdiri disamping saya saat ini adalah putra saya. Perkenalkan namanya adalah Wileon Rein Wijaya, Dia adalah Putra tertua saya dan Cucu tertua di keluarga Wijaya. Saya sudah memutuskan Wileon Sebagai CEO di perusahaan saya. Apa ada yang keberatan?? "


"Tidak Tuan. Kami justru akan senang jika posisi CEO diberikan kepada Leon!! " jawab salah satu klien


"Apa ada yang ingin ditanyakan??"


"Tidak ada Tuan Presdir!! " jawab salah satu klien yang lainnya.


"Baiklah, jika tidak ada kalian semua boleh pergi dari ruangan. Meeting Selesai!! " tegas Re.


"Kalau begitu Leon juga mohon izin keruangan!! " ucap Leon.


"Hm..." jawab Re singkat sambil kedua tangannya masuk kedalam saku celananya. Ia memandang punggung Leon yang mulai hilang dari dari dalam ruangan.


Rein memang sudah menyiapkan posisi itu untuk salah satu anaknya. Karena dia tau bahwa salah satu anaknya yang lain tidak tertarik dengan dunia bisnis. Rein sebagai Presdir diperusahaannya merasa senang karena sudah ada penerus yang akan meneruskan perusahaannya. Mulai sekarang meski dia tidak datang ke perusahaan, ada Leon yang akan menyelesaikan semuanya. Rein tidak perlu ragu dengan kemampuan yang dimiliki Leon, sejak Leon masih duduk di bangku kuliah Rein sudah bisa melihat bahwa Leon mempunyai bakat dalam dunia bisnis.


Lain halnya dengan anaknya yang satu itu, dia juga tidak bisa memaksakan kemampuan anknya. sama halnya seperti ayahnya dulu, dia juga tidak ingin memaksa Liam untuk berkecamuk dalam dunia bisnis. Biarkan dia meraih cita-citanya sendiri, Rein juga sangat yakin dengan kemampuan Liam bahwa suatu saat Liam akan menjadi dokter hebat seperti adiknya Zein..


Didalam ruangannya Rein berkata pada dirinya sendiri, "Ngomong-ngomong bagaimana kabar Ze?? apakah dia masih marah padaku??" Rein tersenyum sendiri, mengingat kejadian beberapa puluh tahun yang lalu. Dia benar-benar tidak menyangka hidup terpisah dengan adiknya itu.

__ADS_1


Perusahaan Rein yang ada di Amerika beberapa tahun lalu mengalami kebangkrutan. Karena ayahnya meninggal, Rein jatuh sakit dan tidak ada yang mengurusnya, walaupun ada Ze yang mengurusnya dia mana tau tentang bisnis. Meski perusahaannya di Amerika mengalami kebangkrutan alhmdulillah perusahaannya yang di Indonesia sekarang semakin berkembang pesat. Ia bangkit lagi dari kesedihannya dan membangun kembali perusahaannya yang ada di indonesia.


__ADS_2