
Re langsung pergi meninggalkan Aira tapi langkah Re terhenti saat Aira mengatakan, "Karna kau sufah menuduhku sekarang jawab pertanyaanku. Siapa Wanita Yang bersamamu di Bar tadi malam?. Kau tidur bersama dengan wanita itu. Katakan siapa wanita jalang itu?"
Re Berjalan mundur dan berbalik ke Aira, "Wanita??. Wanita mana yangg kau maksud??. Hah??"
"Wanita Yang tidur bersamamu di kamar itu. Kau bahkan tidak peduli dengan istrimu hanya karena wanita itu. Kau tahu keadaanku seperti apa kemarin, aku mengkhawatirkanmu dan mencarimu kemana-mana. Tapi ternyata kau sedang asik tidur bersama wanita jalang itu!!" ucap Aira.
"PLAAAAK" Lagi-Lagi tamparan mendarat di pipi Aira.
"TAMPAR AKU. TAMPAR SESUKA HATIMU. TERUS SAJA KAU TAMPAR AKU. AYO TAMPAR AKU" ucap Aira dengan nada tinggi.
Aira berjalan maju mendekati Re dengan buliran air mata yang terus saja mengalir Aira mencoba mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. "Meski Ribuan kali kau menamparku, kenyataannya adalah kau yang sudah berselingkuh dariku. Kau yang sudah menghianati pernikahan kita. Aku tidak mengerti, kau selalu menuduhku. Tapi kenyataannya kau sendiri yang sudah menghianatiku. Kenapa kau melakukan ini Re??. Apa salahku padamu hingga kau tega melakukan semua ini kepadaku??" Ucap Aira sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Re masih diam tak bergeming dari posisinya. Re bingung dengan semua ucapan Aira, Re sendiri tidak pernah menghianati Aira dan Re juga tidak mengerti dengan wanita yang bersamanya di Bar malam itu.
"Kenapa kau diam??. Kau tidak bisa menjawabnya??. Itu karena kebenarannya adalah kau yang berselingkuh dariku. Apa karena aku belum bisa memberimu anak sehingga kau lekaukan inibpadaku??"
Lagi-lagi Re terdiam dan hanya menatap Aira dengan wajah bingungnya.
"Jika kenyataannya kau yang tidak bisa memberiku anak, apa kau siap meninggalkanku??. Jika kau tidak ingin itu terjadi maka perbaikilah dirimu dan jika kau masih seperti ini, jangan salahkan aku jika suatu hari nanti aku akan pergi jauuuh meninggalkanmu"
Aira benar-benar dibuat bingung oleh Re, Aira tidak mengerti sebenarnya apa yang membuat Re berubah seperti ini. Aira menangis sejadi-jadinya, Aira benar-benar terpuruk saat ini. Setelah dirasa puas menangis, Aira langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Sedangkan Re megemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Re benar-benar bingung dengan semua kata-kata Aira. Kata-kata Aira terus terngiang-ngiang di telinganya hingga akhirnya dia menghentikan mobilnya di suatu tempat. Re turun dari mobilnya dan mencoba membuat dirinya rileks agar bisa berfikir dengan tenang. Re duduk di bangku yang ada di tempat itu, "Apa yang sudahku lakukan kepada Aira, aku sudah menyakitinya. AAARRRHHH" Re mengusap wajahnya kasar dengan nafas yang terengah-engah.
__ADS_1
"Aku benar-benar sudah keterlaluan. Aku tidak berdaya. Aku tidak ingin kau mengetahui kebenaranku aira, Aku benar-benar takut kehilanganmu. mungkin hidupku akan lebih hancur lagi jika kau pergi dariku !!"
Sebenarnya Re ingin sekali memberi tahu Aira bahwa dia mandul. Tapi Re tidak berani mengatakan itu karena takut Aira akan meninggalkannya. Padahal Aira sendiri sudah mengetahui semuanya bahkan tentang pernikahan pertamanya yang ia tutipi dari Aira. Aira hanya ingin Re menyadari semua kesalahannya dan kembali menjadi Re yang dulu.
Re sebenarnya pria yang sangat baik, ramah dan juga perhatian. Semenjak dia dihianati oleh istri pertamanya dulu, Re benar-benar berubah menjadi lebih posesif. Istri pertamanya dulu menghianatinya karena mengetahui Re mandul. Hal itulah yang tidak dia inginkan dari Aira. Dia tidak ingin Aira menghianatinya kalau sampai Aira tau kebenaran tentang dirinya. Padahal jika Re berbicara baik-baik mungkin Aira bisa menerimanya.Itulah alasannya kenapa Re selalu melarang Aira untuk dekat dengan pria lain. Sebenarnya Re trauma dengan masalalunya karena rasa takut kehilangan Aira yang begitu besar membuat Re berubah menjadi posesif tinggi.
Aira juga sudah mengikuti semua keinginan Re, termasuk tidak berteman dengan pria manapun. Tapi namanya juga wanita cantik, semua pria pasti akan menggilainya. Sebenarnya Aira tidak pernah menghiraukan mereka semua. Jangankan untuk berbicara dengan mereka, Aira bahkan selalu menghindari kaum pria dan kakanya Cerlyn sekalipun dia bahkan tidak pernah menanggapinya. Aira hanya tidak enak kepada Cerlyn karena Justin adalah kakak kandung Cerlyn sahabatnya. Aira tidak tahu jika masalahnya akan sampai sebesar ini. Jika saja Aira tahu Aira tidak akan bicara dengan justin saat itu.
Aira memberitahukan segalanya kepada Cerlyn kejadian di kampus yang membuat kakaknya seperti itu. Aira juga meminta maaf kepada Cerlyn namun Cerlin nampaknya sedikit kecewa dengan sikap suaminya Aira. Sejak itu juga persahabatan Aira dan Cerlyn menjadi renggang. Cerlyn tidak marah kepada Aira tetapi Cerlyn marah dengan sikap Rein yang tidak percaya terhadap istrinya.
Aira selalu mencoba menelfon Cerlyn berkali-kali namun Cerlyn tidak pernah menjawab telfon dari Aira. Sebenarnya Cerlyn sangat ingin berbicara dengan Aira tapi saat ini hatinya masih kesal dengan perbuatan Rein. Aira keluar dan mencoba menemui Cerlyn tetapi Cerlyn tidak ingin bertemu dengannya. Sepertinya cerlyn saat ini benar-benar tidak ingin diganggu bahkan saat di kampus Cerlyn selalu menghindari Aira.
__ADS_1
Aira sangat frustasi dengan semua yang terjadi, Aira menyendiri di bawah pohon di belakang sekolahnya. Aira menangis meratapi hidupnya yang begitu banyak masalah. Satu persatu masalah selalu datang. Aira pun hanya bisa pasrah dan berdo'a agar semua kebahagian kembali lagi kepadanya.