Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 70


__ADS_3

Kemudian Re menyuruh meneger Hotel Wiliam untuk mengecek daftar tamu yang menginap di hotel tersebut apakah ada seorang wanita yang bernama Anaya Wirawan?. Meneger hotel tersebut bergegas mengecek buku daftar tamuyang ada dibagian resepsionis dan benar saja di daftar nama tersebut tertulis ada nama Anaya Wirawan.


Re bermaksud ingin menjelaskan semua yang terjadi, bahwasannya Aira tidak sengaja melenyapkan ayahnya dan Re juga ingin menjelaskan ke salah pahaman yang terjadi didalam keluarga wijaya. Dulu saat Tomy dan keluarganya di usir dari rumah besar, saat itu Siska masih berusia 3 tahun dan Anaya masih berusia 1 tahun. Mereka masih sangat kecil sehingga mereka tidak mengerti apapun.


Setelah menemukan nomor kamar yang ditempati Anaya yaitu kamar nomor 502, Re langsung bergegas pergi menuju kamar 502. Re mengetuk pintu kamar nomor 502, "Tok.. Tok.. Tok.."


Anaya yang mendengar suara ketukan pintu langsung menghapus Air matanya kemudian berjalan mendekati pintu dan membukanya. Saat Anaya membuka pintunya ia tidak mengenali Re dan Re juga melihat wajah Anaya yang sama bengkaknya seperti wajah Aira.


"Maaf, anda siapa ya??" tanya Anaya.


"Apa benar saya sedang berhadapan dengan Nona Anaya Wirawan??" tanya Re kembali.


"Iya betul sekali Tuan, dengan saya sendiri. Ada apa ya??" tanya Anaya lagi.


"Namaku Rein Wijaya, saudara sepupumu!!. Apa kau tidak mengenali atau mengingat ku??"


"Tidak. Apa maksud perkataanmu??. Aku tidak punya saudara sepupu!!. Maaf mungkin anda salah orang!!" ucap Anaya sembari ingin menutup pintu kamarnya namun Re menahan pintu tersebut agar tidak tertutup.


Re berkata, "Aku tahu kau tidak mengenali tapi kau mengenal Aira bukan" saat mendengar nama Aira, mulut Anaya seakan-akan bungkam tak ingin bicara. Kemudian Re berkata kembali, "Kalau boleh, aku ingin menjelaskan ke salah pahaman yang terjadi di antara kalian. Apa aku boleh masuk??. Percayalah aku bukan orang jahat. Aku ini kakak sepupumu, tidak mungkin aku berbuat macam-macam kepadamu" Re mencoba meyakinkan Anaya dan akhirnya Anaya mencoba mempercayai kata-kata Re.


Anaya berkata, "Baiklah. Silahkan masuk??"


"Terimakasih!!" ucap Re.

__ADS_1


Re melangkah masuk ke dalam kamar hotel tersebut kemudian Re duduk di sofa yang ada di kamar itu. Re berkata, "Kau tahu!!. Dulu kalau masih sangat kecil tapi sekarang kau sudah tumbuh dewasa. Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu di sini"


Anaya yang masih ragu-ragu dengan Re akhirnya bertanya, "Jika kau kakak sepupuku, dimana tempat tinggal ku semasa kecil??"


Re tersenyum sembari berkata, "Kau tinggal di Amerika. Nama Mommymu Anastasya dan Daddymu Tomy Wirawan. Sedangkan kakak perempuanmu bernama Siska Wirawan. Apa aku benar??"


"Bagaimana kau bisa tahu tentang keluargaku??" tanya Anaya.


"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku adalah kakak sepupuku!!" ucap Re.


"Apa buktinya jika kau adalah kaka sepupuku??" tanya Anaya lagi.


"Ini!!. Lihat dengan jelas foto itu!!" Re memberikan sebuah foto keluarga besar Wijaya.


Dimana di dalam foto tersebut ada foto Tomy yang sedang menggendong dirinya yang masih berusia 1 tahun dan Anastasya sedang menggendong Siska yang saat itu sudah berusia 3 tahun. Ia sangat mengenali foto semasa kecilnya itu karena ia juga memiliki album foto saat ia masih kecil dan Anaya masih menyimpan album itu sampai saat ini. Kemudian Anaya berkata sembari menunjuk orang-orang yang ada di foto tersebut, "Ini foto Daddyku dan ini foto Mommy dan Siska, lalu mereka semua siapa ??"


"Apa??. Jadi kau benar kakak sepupuku??" tanya Anaya lagi untuk meyakinkan dirinya.


"Iya, kau benar sekali. Apa kau ingin aku menjelaskan apa yang terjadi saat kau masih kecil dulu??. Jika kau mau aku akan menjelaskannya" ucap Re.


Anaya hanya menganggukkan kepalanya tanda iya menyetujui perkataan Re. Akhirnya Re menjelaskan semua akar permasalahan yang terjadi bahwasannya awal mula permasalahan terjadi karena retaknya hubungan di dalam keluarga Wijaya. Hingga akhirnya permasalahn itu menyebabkan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Re juga menjelaskan bahwa kedua orang tua Aira adalah korban pembunuhan agar Tomy bsa mencapai tujuannya. Re mengatakan bahwa Aira tidak bersalah dalam hal ini, Aira melakukan apa yang menurutnya benar. Aira juga melakukan pembelaan terhadap orang-yang ia sayangi.


Re juga mengatakan bahwa ia adalah ayah dari anak-anaknya Aira, hingga akhirnya Re menceritakan semua yang permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangganya dulu. Re memberitahu Anaya bahwa Siska yang sudah membuat rumah tangganya berantakan tetapi disamping itu ia juga mengakui bahwa ia bersalah terhadap Aira. Tanpa Re sadari saat ia menceritakan semuanya kepada Anaya, ia meneskan air mata. Melihat Re meneteskan air mata entah kenapa Anaya ikut menangis, ia seperti merasakan apa yang dirasakan Re saat ini dan itu membuat Anaya percaya dengan semua ucapan Re.

__ADS_1


Kemudian Anaya berkata, "Apa kau menyesali semuanya kak??"


Saat Anaya memanggilnya dengan sebutan kakak Re tersenyum lebar dan berkata, "Apa aku tdak salah dengar??"


"He em.. Apapun yang kakak dengar semuanya benar!!" ucap Aira tersenyum kepada Nando.


"Terimakasih Nay karena sudah mempercayai ku!!"


"Bagaimana mungkin aku tidak percaya kak. Kau mengetahui segalanya, kau bahkan mengetahui apa yang tidak aku ketahui. Sejak kecil aku sangat menginginkan kakak laki-laki ternyata aku mempunyai 2 kakak laki-laki yanh selama ini tidak aku ketahui dan sahabatku sendiri adalah kakak iparku. Dengarkan aku kak!!. Air adalah gadis yang baik, sejak kecil dia sudah menderita, jika kau ingin kembali bersamanya maka jangan pernah membuatnya menderita lagi."


Mendengar perkataan Anaya, Re tersenyum lebar dan mengacak-acak rambut Anaya. Kemudian Re berkata, "Kalau begitu bereskan semua pakaianmu, kau akan ikut denganku ke rumah Ayah!!"


"Tapi kak..."


"Tapi kenapa Nay??"


"Jika ayah tidak menyukai aku tinggal di rumah kalian bagaimana??"


"Kau tidak usah pikirkan itu, ayah akan lebih menyukaimu jika kau tinggal bersama kami!!"


"Apa kau yakin??"


"Kau ini seperti wartawan saja. Sudah cepat kemasi pakaianmu!!"

__ADS_1


"Ok baiklah" ucap Anaya menurut pada kakaknya itu.


Anaya sangat bahagia karena ternyata ia masih memiliki keluarga. Meskipun mereka hanya saudara sepupu namun Anaya menganggap Re seperti saudara kandung. Anaya sangat menyayangi Re dan Ze sebagai kakaknya dan Anaya juga sangat menyayangi Nando seperti ayah kandungnya. Kini Anaya tinggal bersama Nando dan Re di rumah keluarga wijaya yang ada di indonesia. Nando juga sangat bahagia karena mendapatkan putri yang baik dan penyayang seperti Anaya.


__ADS_2