
Sementara Re yang merasa Aneh dengan sikap Aira segera mencari tahu. Re melihat Mang Ujang yang sedang ada di halaman rumah karena baru saja tiba sehabis dari Hotel Wilian kemudian Re menghampirinya.
"Mang Ujang!!. Apa yang terjadi pada Nonamu??. Kenapa kelihatannya dia sangat murung??" ucap Re.
"Maaf Tuan Mang Ujang tidak tahu. Tetapi tadi Mang Ujang mendengar kalau Nona Aira sedang bertengkar dengan seorang wanita di dalam kamar Hotelnya. Mang Uajng tidak tahu siapa wanita itu Tuan, kalau tidak salah dengar namanya adalah Anaya Wirawan"
Mendengar nama Anaya Wirawan, Re merasa tidak asing lagi dengan nama itu. Dalam hati Re berkata, "Anaya Wirawan!!. Siapa dia??. Apa mungkin dia anaknya Om Tomy Wirawan??. Aku harus cari tahu ada masalah apa sebenarnya diantara mereka. Jika benar dia anaknya Om Tomy, maka ini bearti permasalahan yang lama masih belum selesai. Aku akan menyelesaikan permasalahan ini!!."
Sambil melihat ke arah jendela kamar Aira, Re berkata, "Kau tenang saja Ai. Aku akan meluruskan dan menyelasaikan permasalahan diantara kalian"
"Apa mang Ujang bisa mengantar saya ke Hotel tempat Aira bertengkar tadi??"
"Tentu saja Tuan, mari saya antar!!"
Re bergegas masuk ke dalam mobil dan mang Ujang langsung mengemudikan mobilnya menuju Hotel Wiliam. Setibanya di kamar Hotel milik Aira, Re tidak menemukan siapapun disana. Kemudian Re mengecek ke CCTV kamar Hotel tersebut. Setelah melakukan pengecekan CCTV, benar saja Apa yang dikatakan oleh mang Ujang beberapa waktu yang lalu. Bahwa Aira bertengkar dengan Anaya yang tidak lain adalah sahabat Aira. Dengan melihat CCTV itu dugaan Re ternyata benar bahwa Anaya Wirawan adalah anak dari pamannya sendiri yaitu Tomy wirawan. Ternyata Anaya sahabatnya Aira adalah sepupunya sendiri. Re juga baru mengenali wajah sepupunya itu karena sudah puluhan tahun lamanya tidak pernah bertemu semenjak kakek dan neneknya meninggal.
Saat mereka masih kecil mereka sering sekali bermain bersama. Karena saat itu mereka masih tinggal satu rumah bersama kakek dan neneknya yaitu Tuan Wijaya dan Nyonya Ratna. Rumah lama mereka adalah rumah besar yang saat ini sudah menjadi milik Re karena kakek dan Ayahnya sudah mewariskannya kepada Re. Semenjak Nando mengetahui bahwa ayahnya Siska dan Anaya membunuh kedua orang tuanya akhirnya Nando mengusir mereka dari rumah besar. Sejak saat itulah Re dan Ze tidak pernah bertemu lagi dengan kedua sepupunya itu.
FLASHBACK ON..
Malam hari Wijaya dan Ratna memanggil pengacara untuk membagi warisan kepada kedua putranya itu. Entah kenapa Wijaya ingin melakukan pembagian warisan ini secepatnya. Saat itu wijaya memiliki 2 perusahaan besar yang sukses dikelolanya. Pertama yaitu perusahaan pusat yang ada di Amerika, kedua perusahaan cabang yang ada di London. Meskipun perusahaan di London adalah perusahaan cabang namun perusahaan itu adalah perusahaan terbesar di kota London bahkan perusahaan terbesar dan tersukses nomor 1 di London.
Dalam pembagian warisan tersebut, Perusahaan yang di Amerika jatuh kepada Nando sedangkan Perusahaan yang ada di London jatuh kepada Tomy. Tomy yang mendengar pembicaraan Wijaya dengan pengacara tersebut tidak menyetujuinya. Tomy tidak menginginkan perusahaan yang di London karena yang tomy inginkan adalah perusahaan yang di Amerika. Biar bagaimanapun Tomy juga ikut terlibat dalam pembangunan perusahaan Wijaya yang di Amerika. Tetapi Wijaya tidak menyetujui akan hal itu di karenakan Nando lebih banyak berkorban demi perusahaan yang di Amerika jadi Nando lebih berhak atas perusahaan yang di Amerika.
__ADS_1
Sedangkan untuk perusahaan yang di London, Tomy yang lebih sering menguruanya dan bahkan Tomy sudah melakukan banyak hal untuk membuat perusahaan itu lebih maju. Jadi menurut Wijaya bahwa Tomy lebih berhak atas perusahaan yang di London. Wijaya sudah memutuskan dan sudah menandatangani surat warisan tersebut jadi entah setuju atau tidak setuju Wijaya tidak akan bisa mengubah keputusannya. Wijaya memberikan surat warisan itu kepada kedua putranya. Tomy tetap menerima surat warisan itu meskipun ia tidak menyetujui akan hal itu. Tomy tetap diam karena tidak ingin berdebat tetapi di dalam hatinya ia menyimpan rasa benci yang begitu besar terhadap kedua orang tuanya.
Saat itu Re sedang mengintip dari luar pintu tanpa diketahui oleh siapapun dan saat itu Re masih berusia 6 tahun. Meskipun Re berusia 6 tahun tetapi Re sudah mengerti dengan percakapan yang terjadi di dalam ruangan tersebut.
Sejak saat itulah perubahan sikap Tomy semakin menjadi, Tomy menjadi tidak terkendali dan ia juga selalu pulang larut malam. Ia Lebih suka menghabiskan waktunya di bar dan berpoya-poya bersama wanita-wanita jalang. Tomy selalu pulang dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri. Sifatnya yang berbeda dengan Nando membuat Wijaya dan Ratna angkat tangan untuk menasihati putranya itu. Wijaya dan Ratna menyerahkan Tomy sepenuhnya kepada istrinya. Wijaya dan Ratna juga meminta kepada istrinya untuk membuatnya kembali ke jalan yang benar. Namun apalah daya, istrinya yang bernama Anastasya itu bahkan tidak mampu dan tidak sanggup membuat Tomy kembali ke jalan yang benar sehingga Tomy menjadi seorang kriminal.
Pada suatu malam, Tomy mendengar perbincangan antara Wijaya dan Nando bahwa besok Wijaya dan Ratna beserta Nando akan melakukan perjalanan bisnis ke Newyork. Kemudian Tomy mempunyai ide untuk mencelakai kedua orang tuanya dan adiknya itu. Setelah Tomy mengetahui mobil mana yang akan mereka bawa besok, Tomy langsung menjalankan rencananya. Ia merusak rem mobil yang akan dibawa oleh mereka bertiga besok. Sehingga orang-orang tidak akan menyangka bahwa kecelakaan yang terjadi adalah sabotase dari Tomy. Orang-orang akan mengira bahwa kecelakaan itu adalah real.
Wijaya dan Ratna tidak tahu bahwa hari itu adalah hari terakhirnya bersama Nando dan keluarga yang lainnya. Tomy hanya diam dan tersenyum melihat kepergian mereka, bahkan Tomy melambaikan tangannya seolah-olah Tomy mengucapkan selamat tinggal untuk mereka bertiga namun mereka bertiga tidak menyadari akan hal itu.
Entah kenapa saat itu Wijaya ingin sekali mengemudikan mobilnya. Awalnya Nando menolak namun Wijaya tetap memaksanya dan Nando pun tidak ada pilihan lain selain menyetujuinya. Saat dalam perjalanan Wijaya mengemudi dengan kecepatan tinggi, namun saat Wijaya menginjak rem mobil tetapi rem mobilnya blong dan tidak berfungsi. Wijaya terus menginjak rem mobilnya berharap ada keajaiban namun tetap saja tidak bisa. Ratna dan Nando mulai panik begitupun dengan Wijaya. Kali ini naas tidak bisa dihindari lagi hinga terjadilah kecelakaan yang begitu mengerikan. Saat mobil dalam keadaan oleng Wijaya meminta Nando untuk melompat dari mobil karena bagian depan mobil sudah mengeluarkan api.
"CEPAT MELOMPATLAH!!" ucap Wijaya berteriak.
"Kau tidak perlu menghawatirkan kami, kami akan baik-baik saja. CEPAT NANDO, MELOMPATLAH & KELUAR DARI MOBIL!!"
"Tapi Pa...!!"
"CEPAT MELOMPATLAH!!. SUDAH TIDAK PUNYA WAKTU LAGI UNTUK BERBICARA NANDO. CEPAT MELOMPAT KELUAR DARI MOBIL!!" ucap Wijaya berteriak panik kepada putranya.
Kemudian Ratna berkata sambil membelai wajah putranya, "Nak, dengarkan apa yang dikatakan oleh papamu!!. Cepatlah melompat keluar dari mobil, kau harus tetap hidup demi anak-anakmu. Jika kau tiada maka Tomy akan semakin berkuasa Nak. Kau tahu betul perubahan sikap kakakmu belakangan ini. Dengarkan Mama, melompatlah keluar dari mobil ini sebelum mobil ini meledak!!. Cepatlah!!"
"Tapi Ma... Bagaimana dengan kalian??" ucap Nando sambil memegang tangan Ratna.
__ADS_1
"Kau tidak perlu menghawatirkan kami!!. Jika allah berkehendak maka kami akan baik-baik saja. Cepatlah!!. Cepatlah melompat keluar dari mobil!!" ucap Ratna.
dengan sangat terpaksa Nando melompat keluar dari mobil yang sudah sangat oleng dan api yang sudah berkobar di bagian depan mesin. Wijaya dan Ratna saling berpegangan tangan dan pasrah terhadap apa yang akan terjadi. Setelah beberapa menit kemudian terjadi ledakan yang begitu besar.
"Duaaaarrr!!!"
Mobil yang di kendarai Wijaya dan Ratna hancur berkeping-keping dan terbakar hangus tak tersisa.
"Mamaaaaaa!!!" teriak Nando.
"Papaaaaa!! Hiks.. Hiks.. Hiks.." teriak Nando.
"Mamaaaaa!!. Hiks.. Hiks.." teriak Nando histeris.
Nando berusaha bangun untuk menolong kedua orang tuanya itu namun kakinya sangat sakit untuk di gerakkan dikarenakan Nando mengalami patah tulang pada bagian kaki dan akhirnya karena tidak kuat menahan rasa sakit Nando pun tak sadarkan diri dan saat sadar Nando sudah berada di rumah sakit. Nando berhari-hari tidak sadarkan diri dan setelah sadar Nando tidak berbicara apapun. Ia hanya diam seperti patung dan meneteskan air mata. Saat itu ia belum tahu kecelakaan itu terjadi karena sabotase atau real sebuah kecelakaan. Nando hanya diam saja sebelum menemukan bukti yang kuat, karena Nando sangat yakin bahwa kecelakaan itu di buat oleh Tomy.
Nando berusaha untuk sembuh, setelah beberapa bulan dirawat Nando pun kembali pulih dan mencari tahu tentang kecelakaan yang menimpanya dan membuat orang tuanya tiada. Karena jika benar terbukti Tomy yang sudah menyabotase mobil yang mereka tumpangi maka Nando tidak akan segan-segan mengusir Tomy dari rumah besar itu. Tetapi jika kecelakaan itu real sebuah kecelakaan maka Nando akan menyerahkan perusahaan yang diwariskan oleh Wijaya kepada Tomy.
Tanpa sengaja saat Nando melewati kamar Tomy, Nando mendengar Tomy sedang berbicara dengan seseorang di telfon dan Nando mencurigai sesuatu. Tomy berencana untuk bertemu dengan seseorang tersebut dan Nando mengikuti Tomy dari belakang tanpa diketahui Tomy sama sekali. Sesampainya ke tempat yang dituju, Tomy keluar dari mobilnya dan bertemu dengan orang yang berbicara dengannya di telfon tadi. Ternyata orang itu adalah musuh besar dari keluarga Wijaya. Pria itu adalah pesaing Wijaya di dunia bisnis, pria tersebut iri melihat kesuksesan yang dimiliki oleh Wijaya. Setelah ia mengetahui bahwa Tomy sangat membenci Wijaya akhirnya ia memanfaatkan Tomy untuk menghancurkan Wijaya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dan telinga yang mendengar pembicaraan mereka. Dia adalah Nando, Nando merekam semua pembicaraan mereka menggunakan ponselnya. Setelah selesai merekam pembecaraan mereka Nando langsung pulang ke rumah dengan amarah yang menggebu-gebu. Ia sengaja menunggu kepulangan Tomy. Saat Tomy tiba di rumah ia dikejutkan dengan tatapan Nando yang begitu mengerikan dan saat itulah terjadi perdebatan antara kakak beradik ini hingga akhirnya Nando mengusir kakaknya pergi dari rumah besar. Karena jika Tomy tidak pergi saat itu juga, Nando akan melaporkannya ke pihak yang berwajib dengan kasus Rencana Pembunuhan.
Dengan sangat terpaksa Tomy harus meninggalkan rumah besar itu dan sejak saat itulah Tomy menyimpan dendam terhadap adiknya. Tomy sangat benci jika melihat Nando beserta anak-anaknya bahagia dan sukses.
__ADS_1
FLASHBACK OFF..