
Re duduk di sebelah Liam dan mengelus-elus kepala Liam. Sebenarnya Re masih bingung dengan keberadaan anak kecil di rumahnya tapi Re teringat dengan perkataan Bi Inah beberapa saat yang lalu. Disana Re menyadari bahwa kedua anak kecil itu adalah anak-anaknya kemudian Re berkata, "Hai Nak, kenapa kau menangis??."
Liam Langsung diam saat mendengar Re menyapanya, lalu Liam bertanya, "Paman ciapa??. Mommy dimana??. Kenapa paman yang datang kecini bukannya Momy??."
"Ooh itu. Mommy kalian sudah tidur. Tadi paman lewat di depan kamar kalian dan mendengar kau menangis. Sekarang katakan kepada paman, kenapa Kau menangis??" ucap Re.
"Liam ingin minum paman. Liam cangat hauc" ucap Liam.
"Oowh, jadi Liam haus. Ya sudah paman ambilkan air minumnya dulu ya, tunggu sebentar!!" ucap Re.
Setelah mengambilkan Air minum dan memberikannya kepada Liam, Re menidurkan kembali Liam. Re berkata, "Ayo tidur lagi!!. Ini masih malam!!"
Liam berbaring di kasurnya, pada saat Re ingin pergi Liam langsung memegang tangan Re dan meminta Re untuk tetap di sana. Liam berkata, "Paman!!. Paman ingin pergi kemana??"
"Paman ingin pergi tidur sayang. Kau juga harus tidur. Jika kau tidak tidur nanti Mommymu akan marah kepadamu" ucap Re.
"Paman tetap disini jangan pelgi kemana-mana, temani Liam sampai Liam teltidul!!" pinta Liam.
"Ok. Paman akan tetap disini dan tidak akan pergi kemana pun. Tapi sekarang Liam harus tidur lagi, ayoo!!" ucap Re.
"Ok Paman!!" ucap Liam.
Re berusaha membuat Liam tertidur dan beberapa menit kemudian Liam akhirnya tertidur kembali. Karna Re sudah merasakan kantuk yang luar biasa akhirnya Renjuga tertidur sambil duduk di sebelah ranjang Liam dan Leon.
Matahari bersinar pagi yang cerah pun mulai datang, Aira bangun lebih awal seperti biasa. Aira menuju kamar Leon dan Liam untuk segera membangunkan kedua anaknya itu tetapi sebelum Aira ke kamar Leon dan Liam, Re sudah terbangun lebih awal sehingga Aira tidak melihat keberadaan Re di kamar itu. Tapi saat Aira masuk ke kamar Leon dan Liam bau parfum yang dikenakan Re masih tercium oleh Aira tetapi Aira tidak terlalu menghiraukan bau parfum itu. Aira berjalan menghampiri kedua anaknya dan membangunkan mereka berdua, "Sayang bangun!!. Leon, Liam, Ayo bangun!!. Kalian mau ikut Mommy ke butik atau tinggal di rumah??. Hayoo??. Jika ingin ikut ayo cepat bangun!!"
"Mommy" ucap Leon yang baru bangun sembari memeluk Aira.
Sedangkan Liam yang baru bangun masih mengumpulkan nyawanya kemudian Liam berkata, "Mommy!!. Paman yang cemalam itu mana??. Kenapa tidak ada di kamal Liam??. Liam cudah mengatakan jangan pelgi kemanapun tapi tetap saja pelgi"
Aira yang merasa bingung dengan perkataan Liam hanya tersenyum dan kemudian bertanya, "Paman??. Paman yang mana sayang??. Di sini tidak ada Paman. Pasti kau sedang bermimpi ya??. Hah??"
"Liam tidak belmimpi Mom. Liam cungguh tidak belbohong, cemalam ada Paman tampan yang datang ke kamal Lian. Liam cemalam menangic kalena hauc, Paman itulah yang mengambilkan Liam ail minum" ucap Liam.
"Tapi mommy tidak menemukan siapapun di kamar Liam. Sudahlah mungkin Liam hanya mimpi saja semalam." ucap Aira.
"Ahh, Mommy!!. Liam tidak mau ikut Mommy ke butik. Liam mau di rumah caja menunggu Paman itu datang lagi" ucap Liam.
Aira yang merasa bingung dengan ucapan anaknya itu hanya diam saja. kemudian Aira bertanya kepada Leon, "Leon, apa semalam kau melihat ada Paman masuk ke kamar kalian??"
__ADS_1
"Tidak Mom!!" ucap Leon.
"Kau dengar itu. Tidak ada Paman siapapun!!" Ucap Aira kepada Liam.
"Tapi Mommy..." kata-kata Liam langsung diputus oleh Aira.
"Liam!!. Cukup!!. Mommy tidak mau dengar apapun ya. Jika kalian tidak mau ikut Mommy ke butik, ya sudah. Mommy tidak akan memaksa, nanti kalian mandi sama Mba Lisa ya." ucap Aira.
"Iya Mom" ucap Liam.
"Leon juga tidak ingin ikut??" tanya Aira.
"Tidak Mom, Leon menemani Liam saja di rumah cama Mba Lica" ucap Leon.
"Ok baiklah. Kalau begitu kalian tunggu Mba Lisa ya!!. Mommy ingin bersiap pergi ke butik" ucap Aira.
"Ok Mom" ucap Leon dan Liam bersamaan.
"Anak pintar" ucap Aira sembari mwngelus-elus kepala kedua anaknya itu.
Aira berjalan keluar kamar Leon dan Lian menuju kamarnya dan segera bersiap untuk pergi ke butik. Setelah rapi Aira bergegas turun ke lantai bawah untuk segera pergi ke butik. Tak lupa Aira juga berpesan kepada Lisa untuk menjaga anak-anaknya dan menyuapi mereka.
"Iya Nona!!" jawab Lisa.
"Lisa!!. Kau jaga Leon dan Liam ya dan jangan lupa suapi mereka juga. Aku sudah memasak makanan kesukaan mereka tadi, jadi jangan lupa memberikannya kepada mereka nanti" ucap Aira.
"Baik Nona!!" jawab Lisa.
Saat Aira berjalan menuju pintu, Nando memanggil Aira dari atas, "Aira!!"
Aira menoleh ke sumber suara dan berhenti sejenak, "Ayah!!"
"Kau tidak sarapan dulu Ai??" tanya Nando.
"Tidak Yah. Nanti Aira akan sarapan di butik saja. Ayah hari ini ke kantor??" ucap Aira.
"Iyalah, pekerjaan Ayah sangat menumpuk di kantor" ucap Nando.
"Iya sudah. Ai pergi ke butik dulu Yah." ucap Aira sambil berbalik ke arah pintu.
__ADS_1
"Hati-hati Ai!!" ucap seseorang dari atas.
Mendengar suara itu Aira seperti mengenalinya, Aira langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata benar filing Aira bahwa suara itu adalah suaranya Ze. Aira terdiam dan tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Ze berlari dari atas menuju lantai bawah dan menghampiri Aira, tak terasa Air mata Aira menetes. Ze mengusap air mata Aira dengan penuh kelembutan. Kemudian Ze berkata, "Kenapa kau menangis??. Tidak baik wanita cantik menangis.!!"
Aira tersenyum lebar lalu berkata, "Chh.. Aku bahagia bisa melihat dirimu lagi Ze."
"Sungguh??" tanya Ze.
"Hm em" jawab Aira. Mereka pun berpelukan dan Aira nampak bahagia bisa bertemu dengan Ze. Setelah Puas berpelukan Ze melepas pelukannya dan berkata, "Kau tahu!!. ini adalah Keberuntunganku. Terimakasih ya Ai unruk kebahagiaan ini, aku juga sangat bahagia melihat dirimu yang sekarang. Sepertinya kau sudah sangat sukses ya??"
Lagi-lagi Aira tersenyum lebar dan berkata, "Alhamdulillah Ze Aku sangat bersyukur semenjak kehadiran Leon dan Liam, aku merasa hidupku sudah jauh lebih baik dan mereka juga membawa kebahagiaan untuku."
"Waahh, sepertinya kau sangat menyayangi mereka ya??"
"Tentu saja!!. Mereka adalah anakku. Bagaimana mungkin aku tidak menyayangi anakku. Kau ini ada-ada saja!!." ucap Aira.
"Mereka juga anak-anakku Ai" ucap Ze.
"Iya tahu. Eeh tunggu tunggu, artinya yang masuk ke kamar Leon dan Liam semalam kau ya??" ucap Aira.
"Hah??. Masuk ke kamar Leon dan Liam??. Tidak!!." ucap Ze.
"Jika bukan kau lalu siapa Ze??" tanya Aira.
"Mungkin kak Re yang masuk ke kamar Leon dan Liam!!" ucap Ze
Mendengar nama Re Aira langsung melangkah mundur secara perlahan menjauhi Ze. Ze nampak bingung dengan sikap dan raut wajah Aira yang berubah secara tiba-tiba. Ze melangkah maju mendekati Aira dan Aira yang melihat Ze berjalan maju mendekatinya langsung memajukan tangannya dengan posisi 5 jari terbuka. Aira berkata, "Berhenti dan tetap di sana!!" Aira menunjuk wajah Ze dengan mata yang berkaca-kaca kemudian Aira berkata, "Kenapa kau membawa luka lama itu kedalam hidupku lagi Ze??. Kenapa??. Apa kau sudah lupa dengan apa yang ia lakukan dulu??. Atau mungkin kau sengaja melakukan ini??. Hah??." Aira menggeleng-gelengkan kepalanya dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.
"Ai, aku tahu semua itu dan aku tidak mungkin bisa melupakan semua itu. Apa gunanya mengingat masalalu Ai, kita hidup bukan untuk masalalu tapi untuk masa depan. Cobalah mengerti Ai, kak Re sudah menyesali semuanya dan setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Aku hanya berusaha memperbaiki semuanya Ai" ucap Ze.
"Heeh.. Kau bilang memerbaiki semuanya!!. Tidak semudah itu Ze. Kaca yang sudah mungkin bisa diperbaiki meskipun tidak sempurna lagi tapi jika kaca itu sudah hancur apa yang bisa diperbaiki" ucap Aira dengan buliran-buliran air mata yang terus membasahi pipinya.
"Aku tahu & aku juga tidak bodoh Ai. Aira, jika kaca sudah hancur kita masih bisa memperbaikinya lagi. Kau bisa memperbaiki kaca itu dengan cara mengolahnya seperti awal lagi."
"Heeh!!. Kau fikir sangat mudah memperbaiki kaca yang sudah hancur??. Memperbaiki hubungan yang sudah hancur dan sudah tidak ada harapan itu tidak akan mudah Ze."
"Aku tahu Aira. Aku tahu itu tidak akan mudah, tapi setidaknya kau sudah berusaha untuk memperbaikinya" ucap Ze.
Aira hanya diam dan terus menangis, air mata Aira sudah tidak bisa dibendung lagi. Sejak tadi butiran-butiran air itu mata terus mengalir saja membasahi pipinya. Semua orang yang ada disana hanya diam dan menyaksikan perdebatan itu. Ze berjalan perlahan mendekati Aira dengan mata yang berlinang dan setelah Ze berhasil menggapai Aira, Ze memegang kedua bahu Aira sembari berkata, "Aku tahu Aira. Ini tidak akan mudah bagimu. Tetapi jika kau menyayangi Leon dan Liam maka lakukan ini demi mereka. Jangan biarkan mereka tidak mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, keluarga yang utuh. Aku yakin jika kau berada di posisi Leon dan Liam kau pasti akan menginginkan keluarga yang utuh."
__ADS_1
Ze menghapus Air matanya kemudian menghapus Air mata Aira, "Aku fikirkan baik-baik keputusanmu, karena keputusanmu akan menentukan kebahagiaan anak-anakmu. Okeey..!!" ucap Ze sembari menepuk bahu Aira kemudian berlalu meninggalkan Aira.