Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 48


__ADS_3

Selesai makan malam Leon & Liam pergi ke kamar mereka bersama Aira untuk tidur.


"Lisa, biar aku saja yang menidurkan mereka. Kau istirahatlah, besok kau ikut ke butik ya" ucap Aira.


"Baik Nona" Lisa pergi ke kamarnya untuK istirahat.


FLASHBACK ON


Lisa & Lela adalah kakak adik. Aira bertemu mereka dijalan yang sedang mencari pekerjaan 2 tahun lalu saat Aira baru saja tiba dari Amerika. Pada saat Aira turun dari mobil, Aira seperti kesusahan membawa si kembar dan juga barang-barangnya. Lela & Lisa yang melihat Aira kesusahan, berlari menghampiri Aira yang baru saja turun dari mobil dan membantu Aira.


Lela berkata, "Assalamualaikum. Apa Nona butuh bantuan??"


"Tidak perlu kakak, terimakasih!!" jawab Aira.


"Tidak apa, saya lihat Nona kesusahan membawa barangnya. Berikan!!. Biar saya saja yang membawa barang-barang Nona" ucap Lela.


"Iya Nona, biar kami yang membawa barang-barang Nona. Nona gendong saja anaknya, kasihan mereka menangis" ucap Lisa.


"Trimakasih banyak, kalian baik sekali" ucap Aira tersenyum kepada Lisa & Lela.


Saat itu Aira menyewa hotel untuk sementara belum membeli rumah. Setelah selesai membawa barang-barang masuk ke dalam hotel, Aira meminta Lisa & Lela untuk duduk sejenak. Tetapi Lela & Lisa menolaknya, akhirnya Aira memberikan uang kepada mereka berdua. lagi-lagi Lela & Lisa juga menolak uang yang diberikan Aira.


"Tidak usah Nona. Terimakasih karena Nona sudah baik kepada kami. Tapi kami harus segera pergi dan uang ini untuk Nona saja. Permisi Nona" ucap Lela kakaknya Lisa.


"TUNGGU!!" ucap Aira menghentikan mereka berdua. "Kalian terburu-buru sekali mau kemana?" tanya Aira.


"Kami sedang mencari pekerjaan Nona. Kami sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibu kami. Tetapi sudah satu minggu ini tidak ada yang menerima kami bahkan tidak ada lowongan sama sekali" ucap Lela.


"Oow begitu!!. Memangnya kalian cari pekerjaan apa dan ibu kalian sakit apa?" tanya Aira lagi.

__ADS_1


"Apa saja Nona!!. Kami benar-benar sedang membutuhkan uang untuk pengobatan ibu kami saat ini" sambung Lisa.


saat mendengar kata Ibu, Aira mengingat kejadian yang terjadi pada Ibu dan juga Bundanya. Tak terasa Air mata Aira mengalir dengan sendirinya lalu Aira menghapus Air matanya dan berkata, "Kalau begitu kalian bekerja denganku saja. Aku sedang mencari baby sister dan asisten rumah tangga. Apa kalian mau ??"


"Waaah.. Mau banget Nona, kami sangat berterima kasih jika Nona mau mempekerjakan kami. Sekali lagi terimakasih Nona" ucap Lisa.


"Betul Nona kami sangat berterimaksih untuk pekerjaan ini. Tapi apa kami boleh untuk meminta salah satu gaji kami lebih awal??. Karena saat ini ibu kami sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya untuk operasi Nona" sambung Lela.


"Tentu saja!!. Besok bawa aku pada ibumu & aku akan membayarkan biaya operasi ibumu. Tapi kalian bekerjalah denganku karena aku juga sangat membutuhkan tenaga dan bantuan kalian" ucap Aira.


"Baik Nona, dengan senang hati kami menerima pekerjaan Yang Nona berikan. Terimakasih Nona" ucap Lela.


"Sama-sama Lela. Oh ya siapa yang bisa memasak diantara kalian??" tanya Aira.


"Saya Nona" Lela menunjuk dirinya.


"Baiklah. Kalau begitu kau yang akan menjadi asisten rumah tangga dan Lisa yang akan menjadi Baby Sister" ucap Aira.


"Betul Nona. Saya juga siap menjadi Baby sister. Saya akan berusaha sebaik mungkin menjaga anak-anak Nona" ucap Lisa.


"Ok. Kalau begitu kalian boleh bekerja mulai hari ini. Untuk sementara kita tinggal di hotel ini dulu. Hari ini saya mau melihat rumah yang saya beli kemarin. Jadi kalian lakukan pekerjaan kalian dengan benar" ucap Aira.


"Baik Nona" jawab Lela dan Lisa bersamaan.


Aira mempercayakan anak-anaknya kepada Lela dan Lisa, Aira menemui orang yang dihubunginya kemarin untuk membeli rumah itu. Setelah dil Aira membeli rumah itu, Aira langsung meminta orang itu untuk mencarikan beberapa pekerja bangunan untuk merenopasi rumahnya.


Aira bingung harus memulai usaha apa, saat jalan pulang Aira melihat ada papan tulisan dipinggir jalan dan tulisannya adalah, "Butik ini ditutup" Aira menghampiri Butik itu yang kebetulan ada orangnya ternyata orang itu adalah pemilik Butik itu.


Aira menyapa orang itu, "Assalamualaikum. Maaf Bu, saya mau tanya. Apa ibu pemilik Butik ini??" tanya Aira.

__ADS_1


"Iya betul. Nona ini siapa ya??" tanya ibu itu.


"Oo perkenalkan Bu nama saya Aira Yasya. Panggil saja Ai atau Aira. Kalau boleh tahu Butiknya kenapa ditutup ya Bu??" tanya Aira.


Ibu itu menunduk dan Sedih kemudian berkata, "Butik saya Bangkrut Nak Aira. Makanya Ibu tutup butiknya. Ibu sudah tidak punya apa-apa lagi untuk membuka butik ini." Ucap Ibu itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maaf Bu jika Aira membuat ibu sedih, tapi apa ibu akan menjual butik ini??. Jika ibu mau menjualnya saya akan membelinya. Mungkin saat ini ibu sedang membutuhkan Uang??" ucap Aira.


"Apa Nak Aira bersungguh-sungguh ingin membeli butik ibu??. Saat ini saya memang sangat membutuhkan Uang. Nak Aira sungguh ingin membeli Butik ini??" tanya Ibu itu lagi.


"Tentu saja, jika Ibu tidak keberatan!!" ucap Aira.


"Baiklah. Karena ibu memang membutuhkan uang, Ibu akan menjual Butik ini" ucap Ibu itu.


Aira mengambil sesuatu dari dalam tasnya, Aira menuliskan sejumlah uang untuk membayar Butik itu. Setelah selesai menuliskan sejumlah uangnya Aira berkata sembari memberikan cek kepada ibu itu, "Ini Bu uangnya. Apakah cukup atau mungkin kurang??. Jika kurang maka saya akan menambahkan nominalnya??"


Ibu itu memgambil ceknya dan berkata, "Masha Allah Nak, ini sudah lebih dari cukup. Terinakasih"


"Oo iya Bu. Tapi Aira tidak bisa menjahit dan tidak tau cara mendesain baju. Apa ibu bisa memberitahu Aira dimana tempat belajar menjahit dan mendesain??" ucap Aira.


"Nak Aira tidak perlu khawatir, ibu bisa mengajarkanmu cara menjahit dan mendesain baju. Nanti kita akan atur jadwal pertemuan untuk belajar menjahit dan mendesain. Bagaimana??" ucap ibu itu.


"Waahh, terimakasih Bu. Ibu sudah mau mengajarkan Aira menjahit dan merancang baju. Aira yakin hasil baju hasil rancangan ibu pasti bagus-bagus. Aira sudah tidak sabar Bu" ucap Aira.


"Ibu yakin Nak Aira pasti bisa dan ibu juga yakin Nak Aira akan menjadi orang yang sukses kelak." Ucap Ibu itu.


"Amiin ya allah. Terimakasih Bu" ucap Aira.


Lalu ibu itu memberikan kunci butiknya kepada Aira dan mulai mengajarkan Aira cara menggambar desain baju yang bagus lalu mengajarkan Aira cara menjahit yang rapih dan bagus.

__ADS_1


Setelah 2 bulan Aira belajar merancang busana dan menjahit yang rapih. Akhirnya Aira bisa mendesain baju sendiri dan menjahit dengan kedua tangannya sendiri.Tak lupa ibu itu juga mengajarkan cara mencari pelanggan dan mempromosikan fhasionnya. Memang diawal-awal Aira sangat kesulitan mencari pelanggan tapi lama kelamaan mereka sendiri yang berdatangan ke butik Aira untuk membeli dan melihat sendiri cara Aira membuat bajunya.


FLASHBACK OFF


__ADS_2