Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 64


__ADS_3

Setelah sampai diruangan Kevin, Kevin mempersilahkan Re untuk duduk.


"Silahkan duduk" ucap Kevin.


Re yang dipersilahkan duduk oleh Kevin pun menurut, Re duduk tepat dihadapan Kevin kemudian Kevin berkata, "Re, keadaan ayahmu sungguh tidak baik saat ini. Sebenarnya saya tidak sanggup untuk mengatakan hal ini tetapi kau harus mengetahuinya kondisi ayahmu saat ini. Penyakit Stroke biasanya terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau yang biasa disebut dengab stroke iskemik dan itulah yang sedang terjadi pada ayahmu saat ini. Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati dan kondisi inilah yang menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak akan rusak jadi maksudnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Karena itulah sebagian dari tubuh ayahmu dinyatakan lumpuh.


"Apa ada cara lain Om agar Ayah sembuh seperti semula??" tanya Re.


"Untuk saat ini tidak ada yang bisa saya lakukan Re, selain memberinya obat-obatan dan melakukan kontrol darah setiap 1 minggu sekali. Bisa saja kita melakukan Operasi terhadap Nando, tetapi resikonya sangat besar Re dan percuma saja jika kita melakukan operasi pun tingkat kesembuhannya hanya 30% saja" ucap Kevin.


Re terdiam mendengar semua penjelasan dari kevin.


"Selain itu, jika kita ingin melakukan operasi persetujuan pasien itu sangat penting. Jika kau mau, om bisa melakukan operasinya saat ini juga tetapi tetap saja kita harus mendapatkan persetujuan dari Nando." ucap Kevin lagi.


Re masih terdiam dan hanya menatap Kevin dengan wajah lesu nya.


"Jika aku boleh memberikan saran maka aku akan memberikan saran yang terbaik" ucap Kevin.


"Apa itu om??" sambung Re.


"Apa kau yakin ingin mendengarkan saranku ini?? tanya Kevin.


"Iya Om. Apapun itu jika memang terbaik untuk ayah Re akan lakukan!!" ucap Re.


"Ok" Kevin tersenyum kemudian berkata, "Saran Om adalah lebih baik tidak usah melakukan operasi namun tetap mengkonsumsi obat-obatan dan kontrol darah setiap 1 minggu sekali serta menjaga pola makan dengan baik. Coba kau fikirkan!!. Jika kita melakukan operasi yang belum tentu 100% sembuh, apakah itu yang terbaik??. Karena tingkat kesembuhannya hanya 30% itupun jika berhasil dan jika operasinya gagal maka resiko terbesarnya adalah Nando bisa kehilangan nyawanya. Jadi fikirkanlah dengan baik saranku ini. Ok. Om permisi dulu, jangan lupa tebus resep obat yang ku berikan!!." Kevin menepuk-nepuk bahu Re dan berlalu pergi keluar ruangan.


Re terdiam dan memikirkan apa yang harus ia lakukan. Re juga tidak ingin mengambil resiko yang bisa membahayakan nyawa ayahnya. Re ingin yang terbaik untuk ayahnya, sambil berjalan keluar ruangan menuju ruangan Nando dirawat Re terus saja berfikir. Sampai ia tidak menyadari bahwa ia sudah berada di dalam ruangan Nando dirawat.

__ADS_1


Aira yang melihat Re diam saja merasa aneh dengan sikap Re dan kemudian Aira mendekati Re, "Re!!."


Re seperti orang bingung saat mendapati dihadapannya ada Aira, "Haah... Emm, Aira!!"


"Kau kenapa??. Apa yang dikatakan oleh Om kevin??"


"Tidak ada. Om kevin memintaku menebus resep obat di Apotik" jawab Re


"Tapi sepertinya tadi om Kevin mengatakan ada hal penting yang ingin dibicarakan. Hal penting apa??"


"Tidak ada hal penting apapun Aira. Kau jaga ayah sebentar aku akan pergi ke apotik dulu" ucap Re mengalihkan pembicaraan dan Re langsung pergi begitu saja meninggalkan Aira.


"Aneh sekali!!." gumam Aira.


Aira berjalan ke arah sofa yang ada di dalam ruangan, Aira duduk dan memikirkan perkataan Re tadi dan berbicara sendiri, "Aneh, perasaan tadi terdengar jelas bahwa om Kevin ingin mengatakan hal penting kepadanya. Tapi kenapa dia mengatakan tidak ada hal penting yang dibicarakan. Apa jangan-jangan ada yang dia sembunyikan dariku??. Ck... Sudahlah, lebih baik aku istirahat sebentar tubuhku sangat lelah dan Ayah juga sedang tidur"


"Haloo!!"


"Iya, halo Nona!!"


"Lisa, apa Leon dan Liam sudah tidur??"


"Iya Nona, mereka sudah tidur 15 menit yang lalu"


"Oowh, ya sudah. Tolong jaga mereka ya!!"


"Baik Nona. Apa saya boleh tanya sesuatu Nona??"

__ADS_1


"Tentu saja!!. Apa??"


"Bagaimana keadaan Tuan besar??"


"Dia sedang istirahat Lis, dia mengalami Stroke Iskemik jadi sebagian dari tubuhnya tidak berfungsi dengan baik atau bisa dikatakan lumpuh"


"Masha Allah, kasihan sekali Tuan besar. Nona Aira yang sabar saya yakin Tuan besar akan sembuh nanti!!"


"Entahlah Lisa, aku sendiri juga tidak tahu. Apakah ayah akan sembuh atau akan lumpuh selamanya. Aku masih tidak tahu apapun tentang itu!!"


"Nona Aira jangan bersedih ya!!. Jika Nona Aira sedih, bagaimana dengan Tuan besar yang mengalami hal itu. Dia pasti lebih sedih lagi dan bagaimana dengan Tuan muda Re, Tuan muda kecil, mereka juga akan merasa sedih jika Nona Aira bersedih" ucap Lisa.


"Terimakasih. Kau sudah membuatku jauh lebih kuat sekarang!!"


"Sama-sama Nona. Jika Nona membutuhkan ku, Nona bisa menelfon kapan saja!!"


"Iya. Eemm.. Ini sudah malam Lisa sebaiknya kau tidur, aku juga ingin tidur."


"Baik Nona. Selamat malam Nona Aira"


"Hm, malam!!"


Setelah memutuskan sambungan telfon nya, Aira kembali berbaring di sofa kemudian mencoba memejamkan matanya hingga tertidur. Beberapa menit kemudian Re kembali ke ruangan Nando setelah menebus resep obat di apotik. Saat Re membuka pintu, Re melihat Aira yang sedang tertidur pulas. Sangat jelas terlihat bahwa Aira sangat letih dan lesu lalu Re duduk di sofa tempat Aira tidur dan menatap lekat wajah Aira.


Re tersenyum lebar melihat Aira yang sedang tertidur pulas. Re melihat wajah itu dengan jelas, wajah yang dulu ia lihat setiap malam, setiap hari, setiap jam, setiap detik, kini ia tak menyangka bahwa ia akan melihat wajah itu lagi. Re terus memperhatikan wajah Aira dengan seksama tidak ada perubahan sedikitpun diwajah Aira. Aira masih tetap cantik alami dan natural meskipun ia sudah memiliki 2 orang anak. Itu dikarenakan Aira selalu merawat dirinya dan Aira juga tidak suka dengan makeup yang terlalu tebal. Sejak dulu Aira lebih suka menggunakan makeup tipis agar terkesan lebih natural.


Dengan melihat wajahnya saja, seakan-akan semua masalah yang tadinya mengganggu pikiran Re kini hilang dalam sekejab. Aira seperti obat bagi Re, Aira sungguh bidadari yang didambakan oleh semua kaum pria. Re sungguh menyesali karena selama ini ia sudah menyia-nyiakan orang yang begitu tulus menyayangi nya.

__ADS_1


Sambil memegang Tangan Aira, Re berkata, "Jika kau menerimaku kembali aku berjanji, aku tidak akan melakukan kesalahan sehingga membuatmu dan anak-anak kita menderita. Aku akan menyayangimu dan mencintaimu sepenuh hati, aku juga akan memberikan semua kebahagiaan di dunia ini. Aku juga berjanji bahwa aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku akan lebih memepercayaimu dibandingkan orang luar. Terimakasih karena kau masih mencintaiku sampai saat ini. Meskipun kau tidak mengatakan apapun kepadaku, aku bisa melihat semuanya dengan jelas dari matamu" kemudian Re mencium tangan Aira dan mencium kening Aira. Karena merasa lelah akhirnya Re juga tertidur sambil memegang tangan Aira.


__ADS_2