
Supir taxii itu pun segera melajukan taxinya dengan kecepata penuh. Supir taksi itu kembali ke Apartemen tempat ia menjemput Aira. dilihatnya suasana di sana sangat sepi seperti tidak ada penghuni.
"Bagaimana mungkin apartemen sebesar ini tidak ada penghuninya??. Apa karena ini sudah malam??. Sudahlah, aku coba saja masuk ke sana" gumam supir itu.
Supir taxi itu pun terus berjalan masuk ke dalam Apartemen Ze. Sementara itu Ze yang baru saja pulang dari bekerja tidak melihat keberadaan Aira, Ze mengumpulkan semua bodygurtnya. Ze bertanya kepada para bodygurtnya itu, "Dimana Aira??"
"Maaf Tuan. Bukankah Nona Muda ada diApartemn Tuan Ze!!"
"Jika dia ada maka saya tidak akan bertanya kepada kalian"
"Tapi kami sungguh tidak melihat Nona Muda keluar Apartemen Tuan!!"
"Bagaimana mungkin??. Apa yang kalian lakukan siang tadi??. Hah??. Sehingga kalian tidak melihat Aira keluar dari Apartemen sebesar ini" ucap Ze yang sedang kesal dengan para bodygurtnya itu.
"Maafkan kami Tuan Muda. Kami tadi tidur, sehingga kami tidak tahu jika Nona Muda pergi meninggalkan Apartemen. Maafkan atas kecerobohan kami Tuan"
"Plak. Plak. Plak. Plak. Plak. Plak" Ze menampar semua bodygurtnya itu. Ze berkata, "Kalian memang tidak becus!!. Tidak berguna!!. Sekarang kalian pergi dan cari Aira. CEPAAAT!!"
"Baik tuan"
"Ingatlah!!. Jika kalian tidak menemukan Aira maka akan ku penggal kepala kalian semua." Ucap Ze
"Gleek" para bodygurtnya itu menelan selipahnya kemudian mereka semua bergegas pergi mencari Aira, mereka berpencar.
Sementara itu supir taxi tadi naik ke lantai atas dengan menggunakan tangga darurat sedangkan para bodygurt tadi turun menggunakan lift jadi mereka tidak bertemu. Setibanya di lantai 3 supir taxi tadi sudah ngos-ngosan. Tapi supir taxi itu tetap berjalan untuk menuju lantai berikutnya hingga akhirnya dia berpapasan dengan Ze yang hendak turun di lantai bawah. Ze memanggil supir itu, "Hei. Siapa kau??. Kenapa kau berada di Apartemenku?"
Sopir taxi itu berbalik arah kemudian berkata, "Maafkan saya Tuan jika saya lancang masuk ke Apartemen Tuan"
"Siapa yang menyuruhmu datang kemari??" tanya Ze.
"Tidak ada Tuan. Saya datang kemari ingin mencari informasi wanita yang tadi naik taxiku. Saat ini dia sedang berada di rumah sakit dan keadaannya kritis. Akibat pendarahan yang begitu hebat dan keadaannya yang begitu lemah membuat wanita itu koma. Dokter Anna yang menangani pasien menyuruh saya untuk datang kemari mencari informasi wanita tersebut. Agar pihak rumah sakit bisa menghubungi keluarganya. Hanya itu saja Tuan. Maafkan saya"
"Apa??. Siapa yang kau maksud??. Wanita mana yang kau maksud??. Apa wanita itu sedang hamil ??" tanya Ze panik.
"Betul Tuan dia sedang hamil!!"
"Astaga!!. Aira!!!. Dirumah sakit mana pak??. Bapak bisa antar saya kesana??"
"Rumah sakit YH. Tentu saja bisa Tuan. Mari ikut denganku"
__ADS_1
"Rumah Sakit YH??. Baiklah Terimakasih Pak. Kau tidak perlu mengantarku, aku tahu Rumah Sakit itu!!!. Terimaksih atas bantuannya pak. Tunggu sebentar pak!!" ucap Ze sembari mengeluarkan dompetnya. "Ini ada sedikit uang untuk bapak mohpn diterima, tolong jangan menolaknya pak saya mohon!!"
"Tapi Tuan, saya ikhlas menolong istri Anda!!. Saya tidak membutihkan uang itu. Jika memang bapak ingin berterimakasih padaku cukup beri saya pekerjaan saja Tuan!!"
"Baiklah. Mulai besok kau bekerja sebagai supir pribadiku!!"
"Terimakasih Tuan. Terimakasih. Saya sangat berterimakasih kepada Tuan. Tuan sangat baik"
"Sama-sama Pak. Ya sudah kalau begitu saya pergi ke rumah sakit dulu. Bapak bisa pulang dulu malam ini!!"
"Baik Tuan!!"
Ze mengemudikan mobilnya menuju Rumah Sakit YH. Sesampainya di Rumah Sakit, Ze bertanya kepada seorang suter, "Maaf Suster, pasien yang melahirkan siang tadi dirawat diruangan Nomor berapa??."
"Maksud Tuan Nona Yang melahirkan di dalam mobil taxi siang tadi ya??" tanya suster itu.
Ze terkejut mendengar perkataan Suster itu, "A..a..apa??. Melahirkan Di mobil taxi??"
"Iya Tuan, karena hanya dia pasien yang melahirkan di sini hari ini dan tidak pasien melahirkan lainnya!!" ucap suster tersebut.
"Eemm, kalau begitu di ruangan mana dia di rawat??"
"Saya Dokter Zean Wijaya, saya adalah suami pasien!!"
"Aah maaf Senior saya tidak mengenali wajah anda. Maaf!!"
"Tidak apa!!"
"Kalau begitu mari Senior saya antar anda ke ruang pasien??"
"Hm"
Ze berjalan mengikuti suster itu dari belakang. Setibanya di depan pintu ruangan rawat Aira, suster itu berhenti dan berkata sambil menunjuk ruangan tersebut, "Ini ruangannya Senior!!"
"Ok. Terimakasih!!"
"Sama-sama Senior!!"
Ze membuka pintu kamar tempat Aira dirawat, Ze menitihkan Air mata melihat Aira yang sedang terbaring tak berdaya dan itu membuat Ze sangat sedih. Sambil memegang tangan Aira, Ze berkata, "Airaa. Maafkan aku. Kau sudah menelfonku berkali-kali tapi aku tidak menjawab telfonmu. Kau pasti kesakitan, maafkan aku Aira karena aku tidak bisa menolongmu. Hari ini banyak sekali pasien yang harus aku tangani, hingga aku lupa bahwa kau juga sangat membutuhkanku. Maafkan Aku Ai, kau bisa memarahiku saat kau sadar nanti."
__ADS_1
Air mata Ze terus menetes membasahi pipinya, "Aku memang tidak berguna, aku ini sangat bodoh, Aku laki-laki yang tidak pantas untukmu. Maafkan Aku Ai, aku mohon bangunlah, jangan membuatku semakin cemas. Bangunlah Ai aku mohon!!"
Tiba-tiba Ze berhenti menangis dan menghapus air matanya, Ze teringat pada si kembar, dalam hati Ze berkata "Astaga!!! Bagaimana dengan bayi Aira??. Apakah mereka baik-baik saja??"
Ze berlari keluar dari ruangan Aira dan menemui dokter Anna yang menangani Aira. Ze bertanya kepada suster yang ada di sana, "Maaf sus, apa kau tahu dimana ruangan Dokter Anna??"
"Tentu Tuan, mari saya antar!!"
"Iya baiklah, terimakasih!!"
Suster tersebut berjalan menuju ruangan Dokter Anna dan diikuti Ze dari belakang. Suster itu berkata, "Ini ruangan Dokter Anna, Tuan" suster tersebut menunjuk ruangan yang ada di depannya.
"Iya. Trimakasih sus"
"Sama-sama Tuan. Saya permisi dulu"
"Iya"
Ze mengetuk pintu ruangan Dokter Anna, "Tok tok tok"
"Iya, Masuk". Ucap Dokter Anna dari dalam ruangan yang sedang sibuk dengan data-data pasiennya.
Ze masuk ke dalam ruangan Dokter Anna dan berkata, "Maaf. Apa saya sedang bicara dengan dokter Anna ?"
Dokter Anna menghentikan aktifitasnya sejenak kemudian berkata, "Iya betul sekali. Saya Dokter Anna. Ada keperluan Apa anda menemui saya ?"
"Maaf. Saya Dokter Zean Yang bertugas di rumah sakit terbesar di Amerika. Apa anda mengnalku??"
"Aahh,, ternyata Dokter senior. Maafkan saya Senior. Saya sungguh tidak mengnali wajah anda!!"
"Tidak masalah. Ooh iya, apa kau yang menangani pasien melahirkan siang tadi?"
"Apa dia Nona yang melahirkan di Taxi tadi ?"
"Apa!!. Jadi benar dia melahirkan di taxi itu. Astagaa!!!"
"Iya Senior. Nona itu sampai di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apa sopir taxi itu tidak menjelaskannya pada mu??"
"Tidak Anna!!. Dia hanya mengatakan kalau Aira kritis dan koma, itu saja"
__ADS_1
"Astaga. Jadi namanya Aira. Baiklah akan ku jelaskan. Begini Senior, Nona Aira mengalami pendarahan hebat paska melahirkan. Nona Aira tidak melahirkan di rumah sakit, supir itu mengatakan bahwa Nona Aira melahirkan di dalam Taxinya. Setelah melahirkan kedua anaknya Nona Aira tidak sadarkan diri danitu disebabkan karna dia kehabisan tenaga dannkondisinya sangat lemas. Nona Aira baru mendapatkan pertolongan setelah sampai di rumah sakit. Setelah saya menanganinya beberapa jam berlalu ternyata pendarahan yang dialami Nona Aira masih terus berlanjut. Saya berusaha semaksimal mungkin agar pendarahannya berhenti. Alhamdulillah setelah 1 jam bisa saya atasi tapi keadaan Nona Aira semakin kritis karena kehilangan banyak darah hingga akhirnya dia koma. Beruntungnya stok darah Golongan A masih ada di rumah sakit kami" begitulah penjelasa Dokter Anna kepada Ze.