
Setelah keberadaan Anaya di rumah Nando, Aira lebih sering pulang ke rumahnya sendiri. Hanya sesekali saja ia pulang ke rumah Nando jika Leon dan Liam merindukan Re dan Nando. Aira tidak marah ataupun membenci Anaya, Aira hanya ingin menenangkan fikirannya.
Pada suatu hari, Aira mengajak kedua putranya berlibur ke pantai. Aira sengaja membajak putranya liburan untuk menenangkan fikirannya sekaligus untuk memberikan suasana baru bagi kedua putranya. Semenjak Anaya tinggal bersama Nando, Anaya lah yang sudah merawat dan menjaga Nando. Jadi Aira tidak perlu khawatir lagi akan hal itu. Tetapi tetap saja jika Leon dan Liam merindukan Nando atau Re, Aira langsung membawanya pulang ke rumah Nando. Karena biar bagaimanapun Leon dan Liam adalah anak dan cucu mereka.
Aira sudah melupakan kenangan pahit dimasa lalu. Hanya saja Aira membutuhkan waktu untuk menerima Re kembali. Selama Aira liburan, Aira menyerahkan pekerjaan kantor kepada asistennya yang bernama Raju dan sekertarisnya yang bernama Naina. Begitupun dengan butiknya, Aira enyerahkan butiknya kepada asistennya yang bernama Lia. Aira benar-benar ingin fokus dengan liburannya ia tidak ingin diganggu oleh berkas-berkas ataupun pesanan-pesanan pelanggan butiknya.
Setelah melakukan perjalan beberapa jam Aira dan kedua anaknya sampai di Hotel tempat mereka menginap. Aira melihat tepat disamping Hotel tersebut ada Vila yang sangat bagus. Aira dan kedua putranya keluar dari mobil lalu berjalan memasuki Hotel dan menuju kamar yang yang mereka pesan. Merekapun istirahat terlebih dahulu di kamar Hotel itu karena Aira dan kedua anaknya akan bermain di pantai nanti sore dan menikmati indahnya suasana pantai disore hari.
Sementara itu di sisi lain Alan yang baru saja pulang dari rumah sakit merencanakan akan liburan ke pantai dan akan menginap di Vila milik keluarganya. Alan tidak mengetahui bahwa Aira juga sedang berlibur di pantai yang sama. Begitupun dengan Aira, Aira tidak mengetahui bahwa Vila yang berada tepat di samping Hotel tempat mereka menginap itu adalah Vila milik keluarga Adriano dan Aira juga tidak tahu bahwa Alan akan berlibur ke Vila tersebut.
Setibanya di Vila, Alan langsung menuju kamarnya kemudian ia merebahkan tubuhnya di kamar miliknya. karena Alan merasa lelah akhirnya Alan pun tertidur. Alan juga berencana akan bermain ke pantai sore nanti karena Alan leboh suka menikmati pemandangan pantai di aore hari. Alan juga ingin mengambil beberapa foto matahari terbenam.
Sementara itu di Hotel, setelah beberapa jam tertidur Aira pun terbangun. Aira melihat ke arah jam dinding ternyata jam menunjukkan pukul 16:00 sore. Aira bergegas membangunkan kedua putranya dan mereka bertiga segera pergi ke pantai. Tidak butuh waktu lama untuk menuju kepantai karena jaraknya yang tidak jauh dari hotel jadi tidak perlu menggunakan mobil. Hanya dengan berjalan kaki mereka sudah tiba di pantai. Suasana yang begitu indah kini menyelimuti mata memandang. Aira dan kedua anaknya berlari-lari dan bermain di tepi pantai. Mereka terlihat sangat bahagia, tak lupa Aira mengabadikan kebahagiaan ini dengan berfoto bersama. Aira juga mempotret kedua putranya yang sedang asik bermain pasir.
Tanpa Aira sadari ternyata dari kejauhan ada sepasang mata yang memandangnya dan sedang memperhatikannya. Dia adalah Alan, Alan mengambil gambar Aira yang sedang memegang kamera.
Aira tidak mengetahui bahwa Alan ada di sana. Aira meletakkan kameranya dan melepaskan topinya kemudian berdiri di tepi pantai. Sambil merentangkan kedua tangannya ia tersenyum bahagia dan Alan lagi-lagi mengambil gambar Aira tanpa di ketahui oleh Aira.
Mereka bermain di pantai hingga matahari terbenam. Mereka sangat menikmati indahnya saat matahari terbenam. Tentu saja Aira mengabadikan foto kedua putranya yang sedang berlari-lari dipinggir pantai saat matahari terbenam.
Aira merasa sangat bahagia karena melihat kedua putranya bahagia. Setelah puas menikmati suasana pantai, Aira dan kedua anaknya kembali ke Hotel untuk membersihkan diri.
Tetapi tiba-tiba ada yang menghampiri mereka, "Hai!!" ucap Alan.
"Alan!!. Ternyata kau ada disini??"
"Iya. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini!!"
Aira hanya tersenyum, kemudian Alan bertanya, "Siapa mereka??. Mereka lucu sekali Aira??"
"Mereka adalah anak-anakku!!" jawab Aira.
"Hah!!. Kau serius??"
"Iya, aku serius Al" ucap Air.
"Astaga, kau tidak pernah cerita jika kau punya dua orang anak yang sangat manis dan tampan!!" ucap Alan kepada Aira kemudian Alan menyapa Leon dan Liam, "Hai anak tampan!!. Boleh kenalan tidak??"
__ADS_1
Leon dan Liam hanya diam saja sambil memeluk Aira, kemudian Aira berkata, "Sayang jangan takut. Om ini temannya Mommy, jadi kalian tidak perlu takut. Ayo perkenalkan diri kalian!!"
"Maaf Om" ucap Leon.
"Tidak apa!!. Siapa namamu??" tanya Alan kepada Leon.
"Nama aku Wileon. Panggil caja Leon" jawab Leon.
"Waah, nama yang bagus. Keren!!" ucap Alan sambil tersenyum dan mengelus kepala Leon. Kemudian Alan bertanya kepada Liam, "Dan kau, siapa namanya??"
"Namaku Wiliam. Om bisa panggil Liam!!" jawab Liam.
Alan tersenyum dan mengelus kepala Liam kemudian berkata, "Waah, Aira. Anak-anakmu sangat pintar dan cerdas. Aku yakin ayahnya pasti bukan orang sembarangan!!"
Aira tersenyum dan berkata, "Ya kau benar sekali Al. Ayah mereka bukan orang sembarangan. Mereka berdua sama seperti ayahnya sangat pintar dan juga cerdas. Terkadang aku sampai kewalahan menghadapi mereka"
"Heehh!!. Semoga kalian selalu bahagia dan menjadi keluarga yang utuh!!"
Aira terdiam dan hanya tersenyum kepada Alan.
"Oh iya, tapo dimana suamimu??. Aku tidak melihatnya??. Sejak tadi aku hanya melihat kau dan kedua putramu tapi aku tidak melihat suamimu. Dimana dia??" ucap Alan.
"Aahh.. Itu.. Eemm.. Dia sedang.."
Tiba-tiba dari belakang ada yang mengejutkan mereka, "Kenapa kau mencari suaminya??. Apa kau akan berkenalam dengan suaminya juga??. Baiklah, perkenalkan namaku Rein Wijaya aku adalah suaminya Aira dan ayah dari anak-anaknya Aira!!. Apa kau masih berniat untuk mengganggu istriku atau ingin menggoda istriku??" ucap Re.
"Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat, berikan!!" Re merebut kamera yang sedang dipegang oleh Alan. Re membuka kameranya dan menunjukkan beberapa gambar Aira yang telah dicurinya diam-diam, "Ini, lihat!!. Dia mencuri gambarmu. Aku memperhatikan gerak-geriknya sejak tadi" ucap Re.
Saat melihat beberapa foto itu Aira berkata kepada Re, "Sudah lah jangan mempermasalahan ini!!. Aku sudah menghapus fotonya" kemudian Aira berkata kepada Alan, "Dan kau!!. Berhenti mencuri gambar. Jika kau ingin mengambil gambar seseorang kau meminta izin dulu kepada orangnya. Mengerti!!"
"Maaf Ai. Maaf atas kelancanganku. Tidak sepantasnya aku melakukan itu" ucap Alan.
"Orang sepertimu tidak pantas di maafkan" Re langsung meninju wajah Alan dan terjadilah perkelahian Alan membalas setiap pukulan yang diberikan Re.
Aira berusaha melerai perkelahian mereka namun tidak berhasil. Kemudian Aira berkata, "CUKUP RE!!. APA KALIAN TIDAK MALU BERTENGKAR DIDEPAN ANAK-ANAK??. HAH??."
Re langsung menghentikan pukulannya dan meminta maaf kepada Aira, "Maaf!!"
Aira hanya menatap Re kemudian pergi meninggalkan Re, "Jangan mengikutiku!!"
Re terus berjalan mengikuti Aira dari belakang, "Maaf. Aku minta maaf!!"
"Maaf??. Aku tidak akan memaafkanmu!!" ucap Aira sembari pergi dengan menggandeng tangan Leon dan Liam.
"Aira!!. Aira!!. Aira!!. Pleace, Aira!!. Dengarkan aku dulu!!" ucap Re sambil mengikuti langkah Aira.
__ADS_1
Kemudian Aira berhenti dan menghadap ke Re, "Katakan!!. Apa maksudmu mengatakan semua itu tadi??" tanya Aira sedikit kesal dengan sikap Re.
"Aku hanya berusaha menyelamatkanmu dari pria itu!!"
"Oohh, jadi yang kau melihat bahwa dia adalah seorang penjahat ??. Begitu??"
"Bukan begitu maksudku Aira!!"
"Lalu??"
"Iya maaf. Aku mengatakan hal itu agar ia berhenti mengganggumu??" ucap Re.
"Terserah apa pendapatmu dan ingat satu hal Re!!. Jika kau melakukan kesalahan yang sama seperti dulu lagi, maka kau tidak akan pernah bertemu denganku dan kedua anakmu!!. Kau mengerti!!. Karena aku sudah muak dengan sikapmu yang seperti itu." Ucap Aira sangat kesal lalu kemudian Aira menarik tangan Leon dan Liam dan mengajaknya kembali ke Hotel, "Ayo sayang!!. Kita pergi!!"
"Aira, tunggu!!" Re langsung berlari menyusul Aira tanpa memperdulikan Alan dan Alan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aira, maafkan aku!!. Aku hanya kesal dengannya, aku sudah memperhatikannya sejak tadi."
"Terserah apa katamu, aku tidak peduli!!"
"Haiisss... AIRA!!. Dia sedang mengincarmu!!"
Aira menghentikan langkahnya kemudian berkata, "Mengincar??. Heeh, kau yang selalu mengincarku dan aku sangat terganggu dengan kehadiranmu. Puas!!"
"Ok. Iya. Apa yang kau katakan semuanya memang benar Aira. Aku memang mengincarmu!!. Aku mengatakan semua itu karena aku ingin kehilanganmu. Beri aku satu kesempatan. Aku akan memperbaiki kesalahanku. Jika tidak ingin melakukan ini untukku atau untuk dirimu, setidaknya lakukan ini demi anak-anak kita" ucap Re
Ucapan Re berhasil membuat Aira terdiam kemudian Aira menatap wajah kedua putranya. Entah kenapa setiap kali ia melihat wajah Leon dan Liam, Aira selalu teringat dengan kata-kata Leon yang mengatakan bahwa Leon ingin punya Daddy, bahwa Leon ingin bertemu dengan Daddy. Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang ditelinga dan kepala Aira kemudian Aira menutup kedua telinganya. Butiran-butiran kristal bening meneteskan membasahi pipi Aira.
Re memegang bahu Aira dan menghapus Air mata Aira, kemudian Re berlutut dihadapan Aira sambil memegang kedua tangan Aira, "Maafkan aku, please!!. Aku sungguh menyesali semua yang terjadi. Aku akan membuktikan kepadamu jika sekarang aku benar-benar sudah berubah. Aku mohon Aira!!. Beri aku satu kesempatan untuk membuktikan semuanya kepadamu. Percayalah!!. Aku akan selalu membahagiakan kalian. Aku akan selalu mencintaimu dan aku akan selalu mempercayaimu apapun yang terjadi" ucap Re berusaha meyakinkan Aira.
Aira hanya diam saja seperti patung, karena melihat ibunya hanya diam saja kemudian Leon berkata, "Mommy, maafkan paman tampan ya!!. Mommy jangan beltengkal lagi dengan paman tampan!!"
"Liam juga tidak ingin melihat Mommy dan paman tampan beltengkal lagi!!" sambung Liam.
Aira melihat wajah kedua putranya dan membelai wajah mereka berdua, kemudian Aira berkata sambil berusaha tersenyum, "Heemh.. Ok baiklah. Mommy memaafkan paman tampan tapi sampaikan kepada paman tampan kalian, jika ia membuat ulah lagi maka Mommy akan membawa kalian pergi jauh darinya!!. Bagaimana??"
"Ok Mommy!!. Paman tampan tidak akan membuat ulah lagi. Benalkan paman tampan??" ucap Leon.
"Hm, benar sekali sayang!!" ucap Re sembari mencium kening kedua putranya itu. Kemudian Re berkata, "Kalau begitu mulai sekarang jangan panggil paman taman tapi panggil Daddy!!"
"Waaahh, Daddy!!" ucap Liam.
"Ok Daddy, mulai cekalang Leon dan Liam akan panggil paman tampan dengan cebutan Daddy!!" ucap Leon.
"Good baby!!" ucap Re sambil mencium pipi Leon dan Liam.
__ADS_1
Aira hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka bertiga. Jauh didalam lubuk hati Aira, Aira memang sangat bahagia melihat semua itu. Hanya saja Aira masih enggan untuk mengucapkannya lalu kemudian Mereka berempat pun kembali ke Hotel tempat.