
Setelah malam yang panjang melepaskan rindu yang begitu berat. Kini kebahagiaan Aira kembali seperti dulu. Aira tidak peduli dirinya akan hamil atau tidak nanti yang pasti Aira akan berusaha memberikan yang terbaik untuk suami tampannya itu.
Pagi harinya Re sudah siap untuk berangkat ke kantor dengan pakaian yang rapi beserta dasi. Setiap pagi Aira tak pernah lupa dengan kegiatannya mengurus suami setiap hari dan menyiapakan sarapan untuk Re. Setelah Re pergi ke kantor Aira langsung menuju taman belakang dia ingin melihat bunga-bunga cantik di sana, Aira juga menyirami bunga-bunga yang ada di sana.
Anggap saja ini tamannya ya!!
Aira memang sudah terbiasa dengan pekerjaan rumahan. Setelah selesai menyirami bunga Aira duduk di bangku yang ada di taman itu. Menikmati indahnya pemandangan dan udara yang begitu sejuk dan segar. Taman bunga yang tepat berada di belakang rumahnya itu membuat Aira sungguh betah berada di sini bersama suaminya.
"Heemmm" Aira menarik nafas panjang menghirup sejuknya udara pagi dan membuangnya perlahan.
"Bunga-bunga ini sangat wangi" Aira tersenyum melihat bunga yang begitu cantik dihadapannya. Lalu Aira menyapa bunga itu layaknya menyapa manusia, "Hai bunga, kau cantik sekali? Siapa namamu? Perkenalkan namaku Aira" Aira tersenyum kepada bunga itu.
"Kau tahu tidak, hari ini aku sangaat bahagia. Aku sangat merindukan suamiku tercinta, sekarang aku sudah bertemu dengannya. Kau tahu!! Ternyata dia juga sangat merindukanku" Aira lagi-lagi tersenyum saat bicara dengan bunga itu.
"Oh Iya. Kau jangan layu ya!! Aku akan selalu merawatmu dan kalian semua yang ada di sini. Aku akan menyirami kalian setiap pagi, agar kalian juga mendapatkan nutrisi yang baik" Lagi-lagi Aira tersenyum lebar.
Tiba-tiba Aira dikagetkan dengan suara bel rumahnya, Aira berkata, "Seperti ada yang memencet bel pintu. Coba aku lihat!!"
Aira bergegas pergi melangkah menuju rumah untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Ternyata seorang ibu-ibu yang datang ke rumah Aira. Aira bertanya, "Sorry, who are you looking for?" Aira mencoba menggunakan bahasa inggris kepada ibu itu. Tapi ibu itu seperti orang kebingungan.
"Maaf Nona, saya tidak mengerti bahasa inggris!!"
Aira terkejut ternyata ibu itu bisa berbahada indonesia, akhirnya Aira pun berbicara menggunakan bahasa Indonesia. "Oowh. Maaf Bu. Saya tidak tahu jika ibu bisa berbahasa Indonesia. Maaf. Tapi kalau boleh tahu ibu cari siapa ya?"
"Saya adalah pembantunya Tuan Muda Rein & Tuan Muda Zean. Nama saya Mia Non, panggil saja Bi Mia. Non pasti istri Tuan Muda Re ya?"
"Ita, betul sekali Bi Mia. Kalau begitu ayo mari masuk Bi, Aira tidak tahu kalo kak Re punya ART. Soalnya Aira baru datang kemarin Bi"
__ADS_1
"Oowh, iya tidak apa Non. Bibi habis pulang kampung kemarin, satu bulan Bibi di kampung karena suami Bibi sakit dan setelah beberapa minggu sakit ia meninggal. Makanya Bibi kembali lagi ke sini. Semalam Bibi juga sudah menelpon Tuan Muda Re untuk meminta izin bekerja lagi di rumahnya. Karena Tuan Muda Re menyetujui permintaan Bibi makanya Bibi bisa kembali ke sini" Jelas bi Mia.
"Oow begitu. iya iya iya" Aira mengangguk-anggukkan kepalanya. Aira beetanya, "Bi mia sudah berapa lama bekerja disini?"
"Sejak ibunya Bi Mia masih hidup, dulu ibunya Bibi juga ART di rumah ini. Saat itu Tuan besar wijaya & Nyonya besar Ratna masih hidup!!"
"Waaaaah, itu Artinya Bibi sudah lama sekali tinggal di rumah ini??"
"Iya, Nona aira btul sekali"
Dalam Hati Bi Mia berkata, "Ternyata istri Tuan Muda Re cantik sekali seperti bidadari"
"Bibi kenapa?? Kenapa lihat Aira begitu?" Tanya Aira karena Bi Mia sejak tadi menatap wajah Aira
"Tiidak Non, bukan apa-apa. Ya sudah Bibi akan beres-beres dulu, Nona muda istirahat saja"
"Saya akan memasak Bi" Ucap Aira sambil melangkah menuju dapur.
"Sama sekali tidak Bi. Bi Mia tidak perlu khawatir, Aira sudah terbiasa dengan semua ini. Jadi Re tidaj akan marah, lagi pula Re suka masakan Aira"
"Baiklah kalo begitu. Bibi akan kerjakan pekerjaan yang lain".
"Iya Bi"
Kurang lebih 1 jam Aira berkutat di dapur, Aira memasak semua makanan kesukaan suaminya. Tak lupa juga Aira membuatkan minuman kesukaan Re. Setelah semuanya selesai, Aira mengemasnya ke dalam wadah bekal dan menaruhnya di meja makan. Lalu Aira melangkahkan kakinya naik ke atas menuju kamarnya untuk berganti baju.
Sementara itu Bi Mia yang melihat Aira berjalan menaiki tangga menuju kamarnya Bi Mia berkata-kata dalam hatinya, "Sangat beruntung Tuan Muda Re Mendapatkan seorang istri yang begitu sangat perhatian kepadanya. Non Aira benar-benar persis seperti Nyonya besar Ratna. selain cantik dia juga pandai dalam segala hal". Batin Bi Mia.
__ADS_1
Bi Mia kembali mengerjakan pekerjaan rumah. Aira Yang sudah selesai berganti baju mengambil bekal yang dibuatnya tadi lalu membawanya ke kantor Re. Aira berjalan menuju parkiran mobil dan masuk ke sebuah mobil mewah yang ada di halaman rumahnya. Aira mengemudikan mobil itu menuju perusahaan RN Company.
Sesampainya di kantor Aira bertanya kepada resepsionia di perusahaan RN Company, "Please tell me, where is the room of Mr. President Director Re?"
(Tolong beritahu saya, Dimana ruangan Tuan presdir Re?)
"Sorry, who are you. Have you made an appointment with Mr. President Director?"
(Maaf, anda siapa. Apakah anda sudah membuat janji dengan Tuan Presdir?)
"I don't need to make an appointment with him because I am his wife" Ucap Aira kepada resepsionis itu.
(saya tidak perlu membuat janji dengannya karna saya adalah istrinya.)
"Sorry miss, I don't know if you are Mr. President Director's wife"
(Maaf Nona, Saya tidak tahu jika anda istri dari tuan presdir)
"It's Okay"
(Tidak apa)
"Come on miss. I'll take you to Mr. President Director's room"
(Mari nona. Saya akan mengantar anda keruangan tuan presdir).
"Ok".
Aira berjalan mengikuti Resepsionis itu menuju ruangan suaminya yaitu Rein Wijaya atau presdir perusahaan RN Company.
__ADS_1
Anggap saja ini perusahaan RN Company!!