Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 36


__ADS_3

Keesokan harinya, Re terbangun dari tidurnya. Dia mengerjabkan matanya dan melihat di sebelahnya ada seorang wanita tanpa mengenakan sehelai benang pun. Re sangat terkejut langsung beranjak dari tempat tidurnya kemudian berkata, "Siapa Kau ?. Apa yg kau lakukan di sini?"


"Ooowh, sanayang!!. Coba kau ingat kembali apa yang terjadi tadi malam" ucap jalang itu sembari beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati Re, "itu sangat menyenangkan sayaang" kata jalang itu kemudian mencium pipi Re lalu pergi berlalu ke kamar mandi.


Re yang masih bingung dengan apa yang terjadi mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam. Setelah beberapa saat Re berfikir keras mengingat apa yang terjadi. Barulah dia menyadari dengan apa yang dia lakukan tadi malam, Re terduduk di atas kasur dan seakan tidak percaya dengan apa yang dia lakukan. Tapi saat dia mengingat perkataan jalang bahwa Aira lebih memilih pulang ke Apartemen Zean, Re kembali mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Re langsung memakai bajunya dan berjalan melangkah keluar Bar lali menghidupkan mesin mobilnya dan pergi menuju Apartemen Zean.


Sementara itu di Apartemen Zean, Aira yang belum bangun dari tidurnya membuat Ze harus membangunkan Aira. Karena Ze mengetuk pintu kamar Aira tapi tidak ada jawaban dari Aira akhirnya Ze mencoba membuka dengan kunci cadangan. Saat pintu terbuka ternyata Aira masih tertidur pulas. Zean pun tersenyum melihat Aira yang sedang tidur. Ze berkata, "Dia sangat manis saat sedang tidur" Ze tersenyum sendiri.


"Bodohnya kak Re karena menyia-nyiakan wanita baik seperti Aira. Jika aku yang memilikinya maka aku akan menjadi orang yang sangat beruntung di dunia ini" Ze bicara dengan dirinya sendiri sambil menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya. Ze tidak menyadari bahwa sedari tadi di belakangnya Re mendengar semua yang dia bicarakan. Tanpa menunggu lama Re langsung menarik Ze dari belakang dan menyeretnya ke lantai atas. Aira yang mendengar suara berisik langsung terbangun, tetapi dilihatnya sekeliling kamarnya tidak ada siapapun. Aira hanya menemukan pintu kamarnya yang terbuka. Aira bertanya-tanya dalam hati, "Suara brisik apa tadi??. Seperti ada orang, tapi tidak ada siapapun di sini!!. Apa aku hanya mimpi??. Tapi kenapa pintu kamarku terbuka??. Apa tadi malam aku lupa menguncinya??. Haiiiss.. Entahlah.. Lebih baik aku mandi saja"


Sementara itu di lantai atas, diruang yang terbuka Re menantang duel adiknya itu. Re yang sudah sangat dikuasai oleh emosinya itu benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Kemudian dengan senang hati Ze menwrima tantangannya itu, mereka berdua pun berkelahi dan saling berdebat.


"Aku tidak menyangka, ternyata dibalik semua masalahku kau menyimpan otak busukmu itu. Kau memgambil kesempatan dalam kesempitan" Tuduh Re.


"Hemh" Ze hanya tersenyum miring sambil menatap Re.


"Katakan!!. Kau menyukai Aira bukan??"

__ADS_1


Lagi-lagi Ze menyunggingkan bibirnya kesamping dengan wajah sisnisnya Ze menatap tajam ke Re. Sedangkan Re yg sudah tidak tahan dengan tingkah Ze yang seolah-olah meremehkannya langsung menarik kerah bajunya Ze dengan kedua tangannya sambil berkata, "SUDAH KU DUGA BAHWA KAU MENYUKAI ISTRIKU!!" Re melepaskan kerah bajunya Ze dengan kasar, "Ciiiihh.... Menjijikkan!!. Ternyata kau adalah musuh dibalik selimut. Jika kau memang jantan maka lawan aku, aku ingin melihat seberapa besar nyalimu"


Re terus memukul dan menghajar Ze dengan semua jurus andalannya. Tetapi Ze sama sekali belum melakukan perlawanan terhadap Re. Ze hanya diam dan menatap sinis wajah kakaknya. Setelah Re puas memukuli Ze kemudian berhasil melukai bibir Ze dan membuat hidung Ze mengeluarkan darah, barulah Ze mengeluarkan kata-katanya dan semua jurus andalannya, "Apa hanya itu kemampuanmu??. Atau mungkin kau tidak berani melawanku??" ucap Ze tanpa rasa ragu.


Re langsung berbalik arah dan langsung memukul Ze tapi pukulannya tidak mengenai karena Ze langsung Menangkis tangan Re dan melintirnya. Re berteriak kesakitan, "Aaaaaaaarrrhhh. Apa yang kau lakukan??. Lepaskan tanganku Ze!!"


"Aku hanya melintirnya bukan mematahkannya, lagi pula aku hanya melintir tanganmu bukan kepalamu. Dengarkan aku baik-baik!!. Jika kau berani menyakiti Aira lagi maka aku akan melupakan bahwa kau adalah kakakku" ucap Ze.


Ze langsung melepas tangan Re dengan kasar dan Re langsung pergi meninggalkan Ze. Saat Re ingin menuruni tangga kecil menuju dalam Apartemen, Ze berkata, "Satu hal Lagi!!"


"Jika kau pria sejati maka berhentilah menyakiti wanita. Karena wanita bukan untuk disakiti melainkan untuk cintai. Wanita juga berhak bahagia, Kau mengerti!!" ucap Ze.


Re langsung berjalan dan bergegas pergi dari sana. Sedangkan Aira yang sudah selesai bersiap kemudian keluar dari kamarnya untuk membeli sarapan di luar. Namun tak disangka saat di depan pintu hendak keluar menuju parkiran mobil Aira bertemu dengan Rein. Tetapi mereka hanya diam dan saling menatap dengan penuh kebencian satu sama lain.


Re berlalu menuju mobil dan mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah. Aira juga menuju mobilnya dan mengemudikan mobilnya untuk membeli makanan. Karena saat ini perut Aira sudah sangat lapar akhirmya Aira berhenti direstoran terdekat. Setibanya di restoran tersebut tiba-tiba kepala Aira pusing kemudian pingsan. Melihat Aira pingsan, seorang wanita mencoba untuj membantu Aira. Karena wanita tersebut tidak tahu di mana rumah Aira akhirnya dia membawa Aira ke Apartemennya. Sesampainya di Apartemen wanita itu membaringkan Aira di kasur kemudian ia menelfon dokter pribadinya untuk segera datang ke Apartemennya. Dokter itupun bergegas pergi ke Apartemen wanita tersebut. 15 menit kemudian dokter itu tiba di Apartemen wanita tersebut. Wanita itu meminta Dokter untuk segera memeriksa keadaan Aira.


Setelah beberapa menit, wanita tersebut bertanya, "Bagaimana keadaannya Dok ?"

__ADS_1


"Dia baik-baik saja, sepertinya ia belum makan sejak kemarin tetapi ada satu kabar bahagia yaitu saat ini teman anda sedang hamil 4 minggu jadi tolong dijaga dengan baik. Jika ia sudah siuman tolong berikan vitamin ini kepadanya dan jangan lupa makan." Ucap dokter tersebut.


"Hah??. Hamil??." Wanita itu melihat wajah dokter itu dengan wajah bingungnya kemudian berkata, "Eeemm.. I.ii..iya, iya dok!!. Nanti jika dia sudah bangun akan saya berikan vitaminnya. Terimakasih banyak dok"


"Iya sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu!!"


"Iya!!"


Wanita itersebut berjalan mendekati Aira dan duduk di samping Aira. Beberapa saat kemudian Aira membuka matanya, Aira tersadar dari pingsannya dan berkata, "Siapa kau??. Aku ada dimana??."


"Tenanglah dulu jangan takut!!. Aku bukan orang jahat, tadi aku menemukanmu pingsan di Retoran dan aku tidak tahu rumahmu. Karena itulah aku membawamu ke Apartemenku. Aku fikir kau bukan orang Indonesia tapi ternyata kau orang Idonesia. Aku juga orang Indonesia" ucap wanita itu.


"Iya aku memang orang Indonesia. Di sini aku hanya ikut suamiku, tapi saat ini rumah tanggaku sedang dalam masalah. Jadi aku tinggal bersama dengan adik iparku"


"Oowh begitu!!. Oh iya, tadi dokter mengatakan kau bahwa sejak kemarin kau belum makan??. Aku akan memgambilkan makanan untukmu. Kau tunggu di sini dan jangan kemana-mana!!." ucap wanita tersebut.


Aira hanya diam saja dan wanita itupun pergi ke dapur. Disaat wanita itu sedang pergi ke dapur, Aira melarikan diri dari Apartemen wanita itu. Aira tidak ingin merepotkan orang asing. Setelah Aira berhasil keluar dari Apartemen, memesan taxi online. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya taxi online pesanan Aira datang. Aira meminta supir tersebut mengantarnya ke Restoran Z.

__ADS_1


__ADS_2