
Sinar matahari yang begitu indah di pagi hari, Bu Rahma membuka gordeng jendela di kamar Alea. Ia juga membuka jendela di kamar Alea agar udara segar di pagi hari masuk memenuhi ruangan itu. Bu Rahma semalaman tidur dikamar Alea, Ia menemani putrinya karena mimpi buruk semalam membuat Alea takut untuk tidur sendiri.
Sebenarnya Bu Rahma sudah bangun sejak subuh, shalat subuh dan menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Alea juga sebenarnya terbiasa bangun subuh, karena mimpi buruk semalam membuat Alea tidak bisa tidur dan sudah hampir subuh ia baru tertidur kembali.
Alea membuka matanya perlahan karena silau terkena pancaran matahari pagi. Ia melihat ada sosok yang berdiri di depan jendela kamarnya. Dari postur tubuhnya Alea sudah tahu bahwa sosok itu adalah ibunya.
"Pagi mom!!" Alea mengucapkan selamat pagi kepada ibunya dengan suara khas bangun tidurnya sembari menarik selimutnya kembali menutupi wajahnya yang silau. Alea memejamkan matanya kembali.
Mendengar ada yang memberinya ucapan salam, Bu Rahma langsung menoleh ke sumber suara. Ia melihat putri kesayangannya itu sedang menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya.
"Gadis nakal" ucap Bu Rahma sambil tersenyum melihat tingkah konyol anaknya itu. Bu Rahma berjalan mendekat ketempat tidur Alea.
"Ini sudah jam 07:00 sayang, apa kau tidak pergi ke... " belum selesai pertanyaan dari Bu Rahma Alea langsung duduk dari tidurnya.
"Astagfirullahal'adzim. Ibu, jam 08:00 aku ada jam kuliah" Ucap Alea sembari beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.
Karena ia takut terlambat, Ia lakukan semua dengan terburu-buru. Dalam waktu singkat ia sudah sampai di kampusnya, ia segera berlari menuju ruang kelas. Tepat pada waktunya sebegitu masuk ke kelas dosen juga masuk ke kelas.
"Pagi anak-anak"
"Pagi Buu" jawab anak-anak serempak
"Bagimana kabar hari ini??"
"Baik Buu" jawab anak-anak serempak
"Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini!!"
Pelajaran pun dimulai, saat jam belajar kedua teman Alea sangat sibuk. Meraka berdua penasaran dengan Alea yang datang terlambat karena tidak biasanya Alea datang terlambat. Alea anak yang rajin dan disiplin bagaimana mungkin dia terlambat datang ke kampus. Pasti ada sesuatu yang membuat Alea terlambat, itulah yang sedang dipikirkan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Alea yang tidak menghiraukan kedua temannya, ia hanya fokus dengan apa yang dijelaskan dosen. Kedua temannya merasa kesal karena tidak dipedulikan oleh Alea. Tak berhenti di situ, kedua temannya terus mengganggu Alea yang sedang fokus mendengarkan Dosen menjelaskan. Alea tetap tidak menghiraukan mereka, Alea mencatat semua poin-poin penting yang dijelaskan oleh dosen.
Setelah mata kuliah selesai, dosen pun keluar dari ruang belajar. Alea yang masih fokus dengan pulpen dan bukunya tiba-tiba saja Ros merampas pulpen dari Alea. Itu membuat Alea cukup terkejut, Alea melirik siapa yang mengambil pulpen dari tangannya.
"Ros. Apa yang kau lakukan?? kembalikan pulpen ku??"
"Tidak akan!!" jawab Ros ketus
"Aiiiss.... Sudahlah, aku tidak minat berdebat dengan kalian. Jika kalian ingin mencari masalah, jangan mencari masalah denganku. Aku ingin fokus belajar, Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu kuliahku hanya karena hal-hal yang tidak berguna" ucap Alea. Alea pun merebut kembali pulpen miliknya dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Kedua sahabat Alea melongo mendengar perkataan Alea, mereka hanya diam dan menatap kepergian Alea.
"E e A Alea, tunggu!!" Sinta memanggil Alea yang sudah pergi lebih dulu meninggalkan kelas, akhirnya Ros juga mengikuti Sinta.
Sebenarnya Alea sudah tahu apa yang ingin mereka tanyakan kepada Alea. Hanya saja Alea malas membahas tentang mimpi buruknya bersama kedua sahabatnya itu. Alea tidak ingin jika nanti sahabatnya malah justru mentertawakannya. Alea terus berjalan melangkahkan kakinya keluar dari kampus, ia duduk di halte sambil menunggu Bus yang datang. Diikuti oleh kedua temannya yang juga ikut duduk di halte bersama Alea. Kedua temannya tidak berani lagi untuk bertanya apapun kepada Alea. Melihat wajah Alea yang nampak serius sepertinya Alea benar-benar tidak ingin diganggu hari ini. Kedua sahabatnya itu hanya diam dan menunggu bus yang datang.
Setelah beberapa menit menunggu salah satu bus yang ditunggu akhirnya datang, Alea bersiap untuk naik ke bus itu. Tapi kedua temannya tidak ikut karena beda jurusan busnya. Alea tetap tidak menghiraukan kedua temannya itu, Alea berjalan melangkah masuk kedalam bus itu.
"hm.. "
"Apa Alea baik-baik saja??" tanya sinta
"Entahlah" jawab Ros ngawur karena Ros fokus melihat Alea yang sedang menaiki bus
"Aku merasakan seperti ada yang aneh dengan Alea"
"Hm..." lagi-lagi jawaban Ros tidak nyambung
"Apa Alea ada masalah di panti??" tanya sinta lagi
__ADS_1
"Hm.." jawaban Ros membuat Sinta sedikit kesal namun Sinta tetap saja diam
"apa jangan-jangan...... dia bertemu dengan orang yang hampir menabraknya kemarin ya??" Lagi-lagi sinta bertanya
"Entahlah" jawab Ros, kali ini jawaban Ros benar-benar membuat Sinta kesal.
"aiiihh, kau ini. Dari tadi aku bicara banyak kau hanya menjawab entahlah, entahlah, hm hm hm, bikin kesal saja" kesal Sinta
kebetulan bus yang mereka tunggu sudah datang, Sinta langsung berjalan melangkahkan kakinya masuk kedalam bus itu. Ros yang masih memperhatikan bus yang dinaiki Alea tiba-tiba dia sadar bahwa ia sedang berbicara dengan Sinta. Melihat Sinta melangkahkan kakinya masuk ke dalam bus, Ros langsung mengekor dibelakangnya.
"Eeeee Sinta!! Tunggu Aku!!" teriak Ros
Sinta hanya diam saja dia tidak memperdulikan Ros yang mengekor di belakangnya.
"Sinta jangan marah. Aku minta maaf, Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Alea. Aku tadi sedaang serius memikirkan perubahan sikap Alea jadi aku tidak sadar jika kau mengajakmu berbicara" Ros menjelaskan dan meminta maaf kepada Sinta.
"Sudahlah, tidak usah bahas Alea. Tidak semua masalah dia harus diceritakan ke kita. Kau juga harus mengerti dia, biarkan dia sendiri dulu!!" ucap Sinta dengan tegas.
"hm.. Kau benar juga. Sepertinya kita memang bersalah" ucap Ros
"Ya sudah, besok kita minta maaf sama Alea" ucap Sinta
"tidak, tidak. Kita tunggu sampai keadaan hatinya membaik, baru kita bicara dengannya" ucap Ros
"Naah, itu baru Ros sahabatku" sambung Sinta.
******
Ditempat kerja, Alea bekerja seperti biasanya. Alea bisa kuliah itu karena ia bekerja sebagai kasir di sebuah reatorant. Awalnya gajinya standar, karena Alea orang yang rajin dan jujur, ditambah lagi Alea kerja dan sambil kuliah itu membuat pemilik restoran itu sangat yakin bahwa Alea adalah anak yang giat dan baik hati. Karena itulah pemilik restoran menaikkan gajinya. Setiap menerima gaji, Alea selalu menyisihkan uangnya untuk ditabung. ia juga memberi Bu Rahma sedikit uang untuk tambahan belanja. Alea juga suka berbagi dengan adik-adiknya di panti asuhan. Hanya saja untuk saat ini Alea belum bisa memberi banyak untuk mereka. Tapi Alea yakin suatu saat nanti dia akan memberi begitu banyak uang dan kebahagiaan untuk mereka semua.
__ADS_1
Ada tiga karyawan kasir yang bergantian, karyawan satu bekerja mulai pukul 12:00 siang - 20:00 malam, karyawan kedua bekerja mulai pukul 20:00 malam - 04:00 subuh, karyawan ketiga bekerja mulai pukul 04:00 subuh - 12:00 siang. Aira memang meminta jadwal yang pukul 12:00 karena pagi ia harus membantu Bu Rahma lalu kuliah belum lagi menunggu bus juga memakan waktu. Alea juga bersyukur karena bisa bekerja di restoran itu, dengan begitu ia bisa kuliah dan bisa membantu keuangan panti walau tidak banyak.