
Aira yang hanya diam membisu tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Ia hanya bisa menangis dan terus menangis, ia juga memikirkan semua perkataan Ze tadi. Tetapi kali ini Aira membutuhkan waktu untuk berfikir dengan jernih dan tenang. Aira berjalan keluar rumah menuju garasi mobil kemudian Aira mengemudikan mobilnya ke rumahnya Aira. Setibanya di rumah Aira, Aira langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan orang-orang yang menyapanya. Bahkan asisten rumah tangga pun tidak dihiraukan olehnya. Aira terus melangkahkan kakinya ke kamarnya sesampainya di dalam kamar Aira menangis sejadi-jadinya. Aira terduduk di balik pintu kamarnya kemudian Aira menumpahkan semua keluh kesahnya melalui air mata tersebut.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Ibu!!. Bapak!!. Bunda!!. Aira sangat membutuhkan kalian saat ini.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aira sangat bingung Bapak. Aira harus bagaimana!! Hiks.. Hiks.. Apakah Aira harus menerima orang yang sudah menyakiti bahkan membuat Aira menderita. Aira memang masih mencintai Re, tapi Aira tidak ingin Re memperlakukan Aira seperti dulu lagi. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Jika Aira menerima Re kembali, Aira takut semua masalalu yang menghantui Aira selama ini akan terulang kembali. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Bunda.. Ibu.. Aira harus bagaimana??. Aira harus melakukan apa Bapak??. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aira sangat membutuhkan kalian saat ini."
Aira menangis dan terus menangis sampai Aira tidak sadar jika Aira tertidur di lantai sampai matahari terbit kembali. Saat Aira bangun Aira tidak menyadari bahwa ia tertidur sangat lama dan sangat pulas. Aira bergegas mandi dan setelah itu Aira keluar kamar menuju dapur.
"Lela!!. Lelaaa!!."
"Iya Nona"
"Kau kemana saja??. Kenapa baru kelihatan??. Aku sangat lapar siapkan makanan untukku."
"Baik Nona"
Lela Segera menyiapkan makan untuk Aira kemudian Aira memakan semua makanan yang disiapkan oleh Lela. Aira seperti orang kelaparan, Lela yang melihat sikap majikannya itu merasa heran dan berkata dalam hati, "Tidak seperti biasa, Aku yakin Nona pasti sedang ada masalah. Nona sejak kemarin tidak keluar kamar dan saat keluar kamar matanya bengkak seperti habis menangis. Ada masalah apa sebenarnya Nona Aira??. Kasihan sekali Nona Aira diusianya yang masih muda dia harus menanggung banyak beban."
"Lela. Lela. Lelaaaaaa!!" Aira memanggil Lela dengan nada yang begitu keras dan itu membuat lamunan Lela ambyar.
"Aaahhh.. Iya Nona!! Ada bisa saya bantu Nona??" ucap Lela.
Aira yang merasa aneh dengan sikap pembantunya itu mulai mengintrogasinya. Aira menatap tajam mata Lela kemudian berkata, "Ada bau-bau mencurigakan. Apa yang sedang kau fikirkan??. Kau sedang mengejekku ya??."
"Tidak Nona. Sama sekali tidak ada niat untuk mengejek Nona. Maaf jika saya sudah membuat kesalahan." ucap Lela dengan kepala tertunduk.
"Haiiihh.. Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat!!. Kau bereskan piring-piring ini dan bersihkan semuanya."
"Baik Nona"
Lela langsung membereskan piring-piring dan mencuci semua piring yang kotor. Sementara itu Aira kembali ke kamarnya dan mengambil ponsel lalu mencoba menghubungi Nando. Karena hari ini adalah hari minggu Aira berfikir Nando pasti tidak pergi ke kantor. Ponsel Nando pun berdering dan Nando menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo. Assalamualaikum Ai" ucap Nando ditelfon.
"Halo ayah. Waalaikumsalam. Ayah sedang ada di rumah atau di kantor??"
"Ayah sedang ada di rumah Ai. Memangnya kenapa??"
"Aira bisa bicara kepada Leon dan Liam tidak??. Aira ingin Vidio Call dengan Leon dan Liam!!"
"Tentu saja bisa. Kau adalah ibunya jadi kau bisa melakukan apa saja untuk anakmu. Tunggu sebentar ya!!"
__ADS_1
Mendengar perkataan Nando Aira teringat dengan perkataan Ze yang mengingatkan tentang anaknya. Aira terdiam sejenak dan berfikir, "Apa aku harus menerima Re kembali demi Leon dan Liam. Ya Allah, tolong bantu aku keluarkan aku dari masalah ini. Aku mohon ya allah" Aira memejamkan kedua matanya tanpa Aira sadari Leon sedang memperhatikan Aira. Pikiran Aira ambyar saat Leon memanggilnya,
"Haloo Mommy" ucap Leon.
Aira tersenyum melihat Leon sedang berbicara dengannya Aira berkata, "Halo juga sayang. Kalalu menjawab telfon jangan lupa ucapkan salam!!"
"Aah iya Mom. Acalamualaikum Mommy" ucap Leon.
"Waalaikumsalam sayang. Leon sedang apa sepertinya bahagia sekali??"
"Leon sedang bel main belcama Paman tampan Mommy" ucap Leon
Tentu saja Paman tampan yang dimaksud Leon itu adalah Re. Aira mengerti dengan sebutan Paman Tampan itu tetapi Aira berusaha mengalihkan pembicaraan, "Leon sudah makan belum??"
"Cudah Mommy. Tadi makannya dicuapi oleh Paman tampan, Mom" ucap Leon.
Lagi-lagi Aira mengalihkan pembicaraan, "Oh iya, Liam mana??"
"Liam cedang belmain belcama Paman Tampan, Mom" ucap Leon.
Aira merasa kesal karena Leon selalu menyebut Paman Taman. Akhirnya Aira memutuskan sambungan telfon nya tanpa mengatak apapun.
Re melihat Leon mulai marah akhirnya Re menghampiri Leon dan Liam bermain bersama Ze. Re berkata, " Hai Leon. Kau sedang berbicara dengan siapa??" Tanya Re.
"Dengan Mommy!!. Mommy balu caja Vidio Call tapi Mommy memutuskan cambungan telfonnya begitu caja. Leon kecel cama Mommy." ucap Leon.
Re tersenyum sembari berkata, " Hey hey hey.. Anak kecil tidak boleh marah-marah kepada orang tuanya terutama Mommynya. Leon pasti tahu, bahwa Mommynya Leon dangan menyayangi Leon dan Liam. Jadi Leon tidak boleh marah kepada Mommynya. apapun yang Mommy leon lakukan semua itu demi kebaikan Leon dan Liam."
Leon tersenyum mendengar perkataan Re kemudian Leon berkata, "kata-kata Paman Tampan sama pelcic dengan kata-kata Oppa. Oppa juga bicala cepelti kepada Leon saat Leon malah kepada Mommy"
"Ooowwh.. Sini peluk Paman jangan marah-marah lagi kepada Mommynya. Ok."
"Ok Paman!!"
"Ya sudah sekarang kita lanjut main lagi!!"
"Yey.. Yey.. Yey.. Ayo Paman!!"
"Ayoo!!"
__ADS_1
Re tersenyum bahagia melihat Leon kembali ceria. Mereka berempat bermain bersama dan tertawa bersama. Nando melihat anak dan cucunya yang begitu akur membuatnya merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Nando berharap kali ini Re benar-benar berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dan Nando juga berharap bahwa Aira menerima Re kembali dan memberikan kesempatan kedua untuk Re.
Re mengurus Leon dan Liam selama Aira tidak ada di rumah keluarga Wijaya. Re merawat dan mengurus kedua anaknya dengan baik. Kini Re sangat disibukkan oleh kedua putranya itu. Keesokan paginya Liam tiba-tiba menangis dan ingin bertemu dengan Aira. Tanpa ragu-ragu Re mengantar Leon dan Liam ke Butik Aira. Re tidak perduli jika nanti Aira akan mengatakan hal-hal buruk kepadanya.
Setibanya di Butiknya Aira, Leon dan Liam langsung berlari menuju ruangan kerja Aira sambil menarik tangan Re. Leon mengetuk pintu ruangan kerja Aira, "Tok.. Tok.. Tok.."
"Masuk!!"ucap Aira.
Leon meminta Re untuk membuka pintu ruangan kerja Aira. Setelah terbuka Leon dan Liam menarik tangan Re hingga akhirnya Re juga ikut masuk ke dalam ruangan kerja Aira. Aira sangat terkejut dengan kedatang kedua putranya itu Aira belum menyadari bahwa yang mengantar si kembar adalah Re. Aira memeluk Leon dan Liam dengan mata yang berkaca-kaca. Tanpa Aira sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya sejak tadi. Aira berbincang-bincang kepada Leon dan Liam untuk melepas kerinduannya karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Leon dan Liam.
Setelah selesai melepas rindu dengan kedua putranya, Aira berdiri bermaksud berterimakasih kepada Nando karena sudah mengantar Leon dan Liam ke butik. Tetapi Aira sangat terkejut saat yang ia lihat dihadapannya adalah Rein Wijaya.
"Kau!!. Sedang apa disini??"
"Mommy!!. Mommy jangan malah-malah cama Paman Tampan. Dia yang sudah mengantar kami ke Butik dan bertemu Mommy!!" ucap Leon.
Aira hanya diam saja mendengar perkataan Leon kemudian Liam berkata, "Mommy kenapa??. Cepeltinya Mommy cangat membenci Paman Tampan??. Mommy tidak baik membenci olang, Paman Tampan sangat baik Mommy. Celana Mommy tidak ada, Paman Tampan lah yang menguluc Leon dan Lian di rumah Oppa!!"
"Whaat??. Lalu apa pekerjaan Mba Lisa??. Hah??" tanya Aira.
"Mba Lica juga belmain bersama kami Mommy. Mba Lica cepeltinya cangat menyukai Paman Tampan." ucap Liam
"Whaat??. Yang benar saja Lisa suka sama Paman Tampan kalian" ucap Aira.
"Mungkin caja Mommy.. Hahahaa.." Ucap Leon dan Liam sambil berlari ke ruang bermain meninggalkan Re dan Aira di dalam ruangan kerja Aira.
"Oiikk.. Oh may god. Anak kecil tahu apa coba!!. Ada -ada saja si Leon dan si Liam. Huuh!!" ucap Aira.
Tinggallah berdua di dalam ruangan itu, Re melangkahmaju mendekati Aira sedangkan Aira melangkah mundur menjauhi Re. Semakin Aira mundur maka Re semakin maju mendekati Aira karena Aira melangkah mundur terus-terusan akhirnya Aira kepentok dinding. Kemudian Re berkata, "Kau ingin mundur kemana lagi??"
Aira hanya diam dan menatap wajah Re saat wajah mereka saling bertatapan Aira membuang wajahnya menoleh ke samping dengan memonyongkan bibirnya. Re yang melihat wajah imut Aira rasanya ingin sekali Re memakannya tetapi Re sadar diri karena Aira belum mau menerimanya namun tetap saja Re mencoba menggoda Aira dengan segala cara. Re berkata, "Jika aku bersama Lisa apa kau cemburu??"
"Heeh.. Cemburu??. Noo!!" jawab Aira.
"Ok baiklah. Jika kau tidak cemburu itu artinya kau sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Baiklah. Kalau begitu aku akan mendekati Lisa untuk menjadikannya ibu dari anak-anakku" ucap Re sembari pergi meninggalkan Aira dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya.
Aira sangat kesal dengan perkataan Re, dengan nafas yang tidak teratur dan ekspresi wajah yang begitu menakutkan. Aira bergumam Sendiri, "Awas saja jika dia berani melakukan itu, dia fikir aku tidak bisa menikah lagi. Dasar batu sungai!!. Hemh!!"
Re tersenyum melihat Aira bergumam sendiri dan membuat Re semakin senang mengganggunya. Sebenarnya Re hanya bercanda mengatakan semua itu karena sesungguhnya Re sedang berusaha mendapatkan hati Aira kembali tanpa bantuan dari siapapun, termasuk Ze. Sampai kapanpun yang ada di dalam hati Re hanyalah Aira dan yang berhak atas dirinya hanyalah Aira. Re melakukan itu hanya ingin membuat Aira cemburu untuk membuktikan bahwa Aira masih mencintainya tau tidak dan jika memang dibutuhkan Re pasti akan melakukan hak ini lagi.
__ADS_1