Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 56


__ADS_3

Sesampainya di butik, Leon dan Liam langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ruangan kerja Aira. Aira sangat dikagetkan dengan kedatangan Leon dan Liam.


"Sayang, kalian ada disini??. Siapa yang mengantar kalian kesini??." Tanya Aira


"Oppa!!." Jawab Leon dan Liam.


Nampak di belakang Leon dan Liam berdiri sosok laki-laki paruh baya, dia adalah Nando.


"Ayah!!." Sapa Aira kepada Nando.


Nando tersenyum kepada Aira, "Bagaimana dengan pekerjaanmu Ai??. Apa semuanya sudah selesai??."


"Belum Ayah. Masih belum selesai."


"Oow, itu artinya ayah akan menjemput si kembar lagi nanti sore ya??."


"Iya Ayah!!. Maafkan Aira karena sudah merepotkan Ayah."


"Tidak apa. Ayah sama sekali tidak merasa direpotkan. Ya sudah, Ayah pergi ke kantor dulu ya!!. Kau jaga Leon dan Liam nanti sore Ayah jemput mereka lagi."


"Iya Ayah. Terimakasih. Sekali lagi Maaf, Aira sudah merepotkan Ayah."


"Sama sekali tidak merepotkan sayang. Mereka adalah cucu-cucu Ayah, Ayah tidak keberatan jika harus bolak balik menjemput dan mengantar mereka."


"Baiklah kalau begitu!!."


"Ya sudah, Ayah pergi dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Kalian berdua jangan menyusahkan Mommy di sini ya!!."


"Aciiap Oppa!!." Jawab Leon dan Liam.


"Papay." Ucap Nando.


"Papay Oppa." Sambung Leon dan Liam.


Setelah Nando pergi dari butik Aira menyuruh Lisa untuk membawa Leon dan Liam ke ruang bermain. Aira berkata, "Lisa bawa mereka ke ruang bermain ya!!."


"Baik Nona."


"Sayang, kalian main di ruang bermain ya!!. Mommy mau menyelesaikan pekerjaan dulu."


"Ok Mom." Jawab Leon dan Liam

__ADS_1


Lisa membawa Leon dan Liam bermain di ruang bermain, sedangkan Aira melanjutkan kembali pekerjaannya. Tak lupa Aira juga selalu memeriksa jahitan setiap baju atau gaun yang sudah jadi. Aira adalah orang yang sangat teliti, Aira tidak mau melakukan kesalahan dengan merugikan para pembeli dan membuat pelanggannya merasa kecewa.


Aira merasa lelah dan letih, perutnya juga sudah mulai bernyanyi. Aira melihat arlojinya ternyata sekarang sudah tiba saatnya makan siang. Aira melangkahkan kakinya menuju ruang bermain kemudian mengajak Leon dan Liam untuk makan siang di sebuah Restoran ternama di kota kecil itu. Tentunya Lisa juga ikut bersama Aira untuk menjaga Leon dan Liam. Selama menjadi Baby suster Lisa sudah menganggap Leon dan Liam seperti adiknya sendiri.


Sesampai Di Restoran, Aira memesan makan untuk Leon, Liam dan dirinya. Aira juga menyuruh Lisa untuk memesan makanan kesukaannya. Aira memanggil karyawan restoran itu, "Pelayan!!." Pelayan restoran itu menghampiri Aira dan memberikan buku daftar menu kepada Aira.


Setelah melihat beberapa daftar menu Akhirnya Ara memesan beberapa makanan, "Saya pesan yang ini, ini, dan ini."


"Baik Nyonya. Nona juga ingin pesan apa??." Pelayan restoran itu menunjuk Lisa dan bertanya dengan sopan.


"Saya air putih saja kak!!." Ucap Lisa.


"Loh, kenapa hanya air putih saja Lis??. Tidak, tidak. Kau pesanlah makanan kesukaanmu." Sambung Aira


"Tapi Nona..."


Aira langsung memotong perkataan Lisa, "No. No. No. Tidak ada tapi tapi!!."


"Baiklah kalau begitu." Ucap Lisa


Pelayan restoran itu memberikan buku menunya kepada Lisa kemudian Lisa memesan makanan kesukaannya, "Saya pesan yang ini ya kak, minumnya air putih biasa saja." Ucap Lisa sembari menunjuk menu yang ia pilih.


"Baik." Ucap pelayan itu.


"Iya Nona Muda!!."


"Selama kau di rumah Ayah, Apa ayah membicarakan sesuatu??."


"Maksud Nona??."


"Maksudku, Apa Ayah sering mengatakan sesuatu tentang aku?."


"Tidak Nona!!."


"Selama kau di sana, Leon dan Liam tidur bersama siapa??."


"Tuan Muda tidur bersama Tuan Besar Nona."


"Jadi Leon dan Liam tidak tidur bersamamu?."


"Tidak Nona!!."


"Lalu, kau mendengar Ayah menelfon Re atau Ze tidak??."


"Iya Nyonya, tadi malam saya mendengar Tuan Besar sedang berbicara di telfon dan sepertinya yang menelfon itu adalah Tuan Muda Ze." Ucap Lisa

__ADS_1


"hm, begitu ya!!. Ya sudah terimakasih Lis!!."


"Iya Nona sama-sama. Tapi kalau boleh tahu, buat apa Nona menanyakan hal itu??. Bukannya Nona tidak mau lagi berurusan dengan Tuan Re??." Tanya Lisa


"Tidak apa. Aku hanya bertanya saja. Bukan apa-apa!!."


"Oowh." Ucap Lisa sambil menganggukkan kepalanya.


Karna mendengar nama Re dan Ze, Leon bertanya kepada Aira, "Bunda Le dan Ze itu ciapa??."


"Oowh, mereka adalah anak-anaknya Oppa kalian!!." jawab Aira


"Waaahh, telnyata Liam punya paman ya Mommy??." Tanya Liam kepada Aira


"Iya sayaang." Jawab Aira


"Kita punya Mommy, Oppa dan juga Paman tapi kita tidak punya Daddy ya Liam!!." Ucap Leon kepada Liam


Aira yang mendengar ucapan Leon hatinya serasa tersayat kembali namun Aira berusaha bersikap biasa saja. Sedangkan Lisa yang mendengar perkataan Leon langsung berkata, "Ssssttt, Leon tidak boleh bicara seperti itu!!."


"Memangnya kenapa Mba Lica??. Leon juga ingin punya Daddy Mba Lica." Ucap Leon


"Sssssssttt." Lisa memberi isyarat kepada Leon agar berhenti berbicara.


"Kenapa tidak boleh bicala??. Kenapa Mba Lica??. Kenapa Leon tidak boleh membicalakan tentang Daddy??. Kenapa??. Jawab Leon!!."


"Cukup Leon!!!!." Aira menghentakkan kedua tangannya di atas meja, seketika Leon terdiam. Karena suara Aira yang cukup keras membuat semua orang yang ada disana melihat ke Arah Aira.


Aira nerasakan dirinya menjadi pusat tontonan akhirnya Aira duduk kembali dan berkata kepada Leon, "Maafkan Mommy sayang!!. Mommy tidak bermaksud memarahi Leon tadi!!. Maafkan Mommy ya!!."


Aira meminta maaf kepada Leon dan Leon hanya menatap Aira, dalam hati Leon berkata, "Ada apa dengan Mommy??. Kenapa Mommy begitu malah caat Leon bicala tentang Daddy??."


Setelah lama menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Aira berkata, "Nah, itu makanannya sudah datang!!."


"Ye ye ye, kita makan enaaak!!." Ucap Liam sedangkan Leon hanya diam saja tanpa bersuara.


Setelah semua makanan tersaji di atas meja Aira berkata, "Ayoo di makan!!."


Mereka berempat pun menghabiskan makanannya dan tanpa bersuara. Hanya ada suara garpu dan sendok yang bersentuhan dengan piring. Setelah selesai makan Aira meminta bil kepada pelayan restoran itu. Selesai membayar bilnya Aira dan yang lainnya kembali ke butik.


Setibanya di butik Aira memikirkan perkataan Leon. Dalam hati Aira berkata, "Sepertinya Leon dan Liam memang butuh sosok Ayah. Apa yang harus aku lakukan??. Aku harus bagaimana??. Aku harus berbuat apa??. Apa aku harus kembali lagi demi Leon dan Liam??. Atau aku harus menikah lag dengan orang lain??. Ya Tuhaan.. Tolong bantu Aira!!. Keluarkan Aira dari masalah ini."


Ucapan Leon berhasil membuat Aira tersadar bahwasannya keegoisan akan menghancurkan kebahagiaan anak-anaknya. Dulu Ze pernah melamarnya berkali-kali tetapi berkali-kali juga Aira menolaknya. Aira masih belum kefikiran jika harus kembali kepada Re.


Dalam keheningannya dan fikiran yang bercampur aduk, Aira berkata pada dirinya sendiri, "Sepertinya aku harus menghubungi Ze. Aku ingin membicarakan ini kepada Ze!!."

__ADS_1


__ADS_2