
Anaya mendapat kabar dari pihak rumah sakit jiwa bahwa ibunya telah meninggal dunia. Mendengar kabar itu Anaya bergegas pulang ke London dimana ibunya ada di sana namun saat Anaya tiba di London, pihak Rumah sakit sudah memakamkan ibunya lebih dulu. Jadi Anaya tidak sempat lagi melihat zenajah ibunya untuk terakhir kalinya.
Anaya sangat Sedih dan tak berdaya saat ini Anaya sangat membutuhkan seseorang yang bisa menghiburnya namun ia tidak punya teman atau kerabat dekat. Ia hanya punya satu sahabat yaitu Aira, namun ia bahkan tidak tahu dimana Aira berada saat ini. Ia hanya bisa berharap bahwa dimanapun Aira berada semoga selalu merasakan kebahagiaan.
Kini Anaya menjalani hari-harinya seorang diri, ia juga memang sudah terbiasa hidup sendiri. Karena itulah meskipun ia sangat sedih Anaya tetap bisa melewati segalanya. Anaya mengingat masa-masa SMP nya bersama Aira. Tiba-tiba Anaya teringat sesuatu, Anaya mengingat album foto yang diberikan Aira saat ia ingin pergi ke Landon. Anaya bergegas mencari album itu, ia mencarinya disetiap lemari yang ada dan tak lupa ia memeriksanya satu-persatu. Karena sudah sangat lama Anaya lupa menaruh albumnya dimana. Setelah ia membongkar seisi rumah namun tidak menemukan album itu. Anaya mencoba mengingat-ingat kembali dimana ia meletakkan Album itu.
Anaya mondar-mandir seperti setrikaan sambil mengingat-ingat dimana ia meletakkan album itu. Terkadang ia juga duduk di sofa sambil memainkan-mainkan bibirnya kemudian Anaya berkata, "Haiiiiihh, dimana aku meletakkannya??. Aku lupa menaruhnya dimana" Anaya duduk dengan tenang dan mencoba mengingatnya dengan seksama. Setelah beberapa menit, "Astaga, album itu ada di gudang. Oohh tuhan.." Anaya langsung berlari menuju gudang, "Semoga saja album itu masih ada dan belum hilang. Hm... Ini semua gara-gara Siska!!. Dia memang manusia aneh dan manusia batu. Untung saja dia sudah tidak ada. Aku bersyukur jika dia sudah mati, itu adalah hukuman atas perbuatannya sendiri. Huuh.." gerutu Anaya.
Sesampainya di dalam gudang, Anaya mencari ke seluruh tempat yang ada di dalam gudang itu dan akhirnya Anaya menemukan album itu, "Alhamdulillah. Hehehe... Akhirnya aku menemukan album fotonya. Terimakasih Ya Allah. Heeeh.."
Anaya membuka album foto itu dan membaca setiap tulisan yang ditulis oleh Aira. Tak terasa air mata Anaya menetes membasahi pipinya. Sambil tersenyum Anaya mengingat setiap kenangan di dalam foto itu. Anaya sangat bahagia karena menemukan kembali album itu. Melihat semua foto-foto itu Anaya jadi merindukan sekolahan SMP nya dulu. Akhirnya Anaya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, dimana di sanalah ia bertemu dengan Aira.
Setelah melakukan penerbangan beberapa jam akhirnya Anaya tiba di bandara Indonesia. Anaya bergegas mencari taxi untuk pergi ke Desa Tiyuh. Setibanya disana Anaya tidak menemukan Desa Tiyuh karena yang Anaya lihat adalah beberapa kota kecil padat penduduk. Anaya pun bertanya kepada salah satu warga sekitar, "Maaf pak, saya mau bertanya??"
"Iya Nona, mau tanya apa??" ucap warga tersebut.
"Alamat Desa Tiyuh dimana ya??. Saya sudah berkeliling sejak tadi tapi tidak menemukan papan bertuliskan nama Desa Tiyuh!!. Apa bapak bisa beritahu saya dimana alamatnya??"
"Maaf Nona, apa Desa Tiyuh yang Nona maksud adalah Desa yang sangat kotor dan kumuh dulu??"
"Naah, iya. Betul sekali Pak. Apa bapak bisa memberitahu alamatnya??"
"Nona, Desa Tiyuh yang Nona maksud adalah Kota Tiyuh ini. Sekarang Desa Tiyuh sudah menjadi Kota kecil yang padat penduduk."
__ADS_1
"Oow begitu!!. Apa itu artinya sekolahannya juga sudah di renovasi??"
"Tentu saja Nona. Semua sekolahan yang ada di Kota Tiyuh ini sudah direnovasi semuanya. Bahkan dalam beberapa bulan lalu salah satu sekolahan di Kota Tiyuh ini masuk dalam peringkat sekolahan internasional" ucap Bapak tersebut.
"Oowh, itu sangat luar biasa Pak. Ternyata Desa Tiyuh sudah maju menjadi kota terpadu ya!!"
"Iya betul sekali Nona. Tapi ngomong-ngomong Nona ingin pergi kemana ??"
"Aahh tidak ada. Saya sedang mencari saudara saya tapi saya tidak ingat alamat rumahnya dimana. Apa bapak tahu hotel di sekitar sini??"
"Iya Nona, tidak jauh dari sini ada Hotel Bintang 5 yang bernama Hotel Wiliam. Pemilik dari hotel tersebut adalah orang dari kota besar dan dia juga memiliki perusahaan terbesar di kota ini. Termasuk sekolahan internasional di Kota Tiyuh ini adalah miliknya juga"
"Waaahhh, ternyata kota ini sudah sangat maju sekarang. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya Pak. Terimakasih"
"iya, sama-sama Nona!!"
Sementara itu ditempat lain, Aira dan Re berbagi tugas mengurus Nando dan kedua anaknya. Jika Aira mengurus Nando maka Re yang mengurus si kembar begitupun sebaliknya. Mereka saling bergantian dan saling membantu satu sama lain. Re tidak pernah mengizinkan siapapun mengurus kedua anaknya selama ada dia dan Aira. Jadi selama Re dan Aira yang mengurus Leon dan Liam, tugas Lisa hanya membantu Bi Inah di dapur.
Setelah beberapa minggu keadaan Nando sudah membaik namun tetap saja bagian tubuh Nando yang lumpuh tetap tidak bisa berfungsi. Jadi jika Aira keluar rumah Aira meminta Lisa untuk menjaga dan merawat Nando.
Setelah memikirkan semuanya dengan matang, akhirnya Aira menandatangani surat pengalihan saham perusahaan yang diberikan oleh Nando. Meskipun sebenarnya Aira sangat berat hati menerimanya namun apalah daya Aira tidak bisa menolak apapun yang dikatakan oleh Nando. Terlebih lagi keadaan Nando seperti sekarang ini, entah ada keajaiban untuk bisa sembuh atau tidak Aira pun tidak tahu. Tetapi sebelum Aira menandatangani surat itu, Aira juga sudah membicarakan hal ini kepada Re dan Re mendukung apapun keputusan Aira. Kini Aira dan Re sudah terlihat akur, namun Aira masih tetap menjaga jarak dari Re agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Aira mulai belajar mengurus perusahaan disamping itu Aira juga mengurus butiknya. Jadi setiap hari Aira harus bolak balik mengurus perusahaan dan butik. Perusahaan Wijaya Grup sekarang resmi menjadi milik Aira dan Aira mengganti nama perusahaan tersebut dengan nama Wileon City. Setelah 2 bulan berkecimpung didunia bisnis kini Aira sudah sangat mahir dan pandai dalam mengelola bisnis itulah yang membuat Aira semakin sukses dan butik Aira yang semulanya kecil kini sudah menjadi butik terbesar dan menjadi pusat perbelanjaan para artis dan selebritis. Bahkan setiap pasangan artis atau sebritis yang akan menikah mereka pasti fiting baju pengantinnya ke butik Aira.
__ADS_1
Meskipun Kini Aira sudah menjadi orang sukses Aira tidak pernah lupa untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada anak-anak yatim dan juga pakir miskin terutama terhadap orang-orang yang membutuhkan. Pada suatu hari Aira datang ke makam Bapak dan Ibunya disana Aira mengirim do'a untuk kedua orang tuanya. Aira berharap bahwa orang tuanya bahagia di sana karena semua keinginan terakhir ayahnya sudah terpenuhi.
Saat dalam perjalan pulang Aira melihat ada seseorang yang sedang dipukuli warga di pinggir jalan. Aira langsung keluar dan turun dari mobilnya kemudian menghampiri keramaian tersebut, "Permisi!!. Permisi!!. Ada apa ini??" tanya Aira.
"Maaf Nona, jika kami menganggu perjalanan anda. Tapi kami harus menyelesaikan permasalahan ini" ucap salah satu warga yang memukul orang tersebut.
"Iya, habisi saja dia. Dasar pancuri" ucap warga lainnya.
"STOOOP!!" ucap Aira dengan nada yang tinggi.
"Jangan main hakim sendiri. Jika kalian main hakim sendiri maka saya yang akan melaporkan kalian ke pihak yang bwrwajib karena kalian sudah menganiaya seorang wanita. Ayo pukul dia!!. Jika kalian mau saya laporkan!!" ucap Aira marah kepada warga yang sudah memukuli wanita tersebut.
"Maaf Nona, orang ini sudah mencuri di restoran kami" ucap salah satu karyawan restoran tersebut.
"Apa dengan kekerasan dia akan berhenti mencuri??" tanya Aira kepada karyawan restoran tersebut dan karyawan restoran itu hanya diam saja. Kemudian Aira berkata, "Saya akan membayar makanan yang dia ambil. Berapa semuanya??"
"Rp 520.000 Nona" jawab karyawan tersebut.
"Hanya Rp 520.000 saja??" tanya Aira dengan nada kesal.
"Iya Nona!!"
"Ini uangnya dan minta maaf kepada gadis ini" ucap Aira.
__ADS_1
"Baik Nona, terimakasih!!"
Karyawan tersebut meminta maaf kepada gadis itu.