Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 78


__ADS_3

Dari kejauhan Aira melihat seorang pria memakai topeng berjalan mendekat kearahnya. Aira merasa aneh saja dengan orang yang memakai topeng itu. Dalam hati Aira berkata, "Aneh sekali, disini tidak ada yang memakai topeng tapi kenapa pria itu memakai topeng. Dasar pria aneh!!"


Pria bertopeng itu berjalan mendekat ke arah Aira dengan tangan dimasukkan ke dalam kedua saku celananya. Sambil berjalan pria iti terus menatap Aira tanpa menoleh sedikitpun dan Aira juga menatap pria bertopeng itu. Dengan balutan jas dan celana berwarna senada dengan warna baju Aira tentu saja membuat Aira merasa bingung. Pria bertopeng tersebut menaiki panggung acara dan berdiri disamping Aira.


Dia mengambil alih mix nya dan berkata, "Selamat malam, para undangan yang terhormat. Terimakasih karena sudah menghadiri acara ulang tahun pasangan saya. Disini saya ingin memberitahukan bahwa saya tidak sedang mengadakan pesta apapun tetapi saya mempersiapkan acara sederhana ini khusus untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya" sambil sesekali Re menatap Aira. Namun Aira masih bingung dan langsung menunduk karena merasa aneh ditatap oleh pria bertopeng tersebut. Aira tidak mengetahui bahwa pria bertopeng tersebut adalah Re.


Sambil menatap Aira Re berkata, "Kau adalah bidadariku, duniaku, detak jantungku, hidupku, rumahku dan kau sangat berarti untukku. Maaf, karena selama ini aku sudah menyia-nyikanmu dan membuat hidupmu menderita. Kali ini aku akan membahagiakanmu dan anak-anak kita. Kita akan membangun keluarga kecil yang harmonis dan bahagia. Percayalah Aira dalam hidupku hanya ada dirimu dan di dalam hatiku hanya terukir namamu"


Mendengar nama Aira disebut, ia langsung membulatkan matanya. Kemudian menoleh dan menatap wajah pria bertopeng tersebut. Saat Aira ingin mengatakan sesuatu Re langsung membuka topengnya dihadapan Aira. Aira sangat terkejut bahwa pria yang sedari tadi berbicara disampingnya adalah Re.


"Ree!!" ucap Aira masih dengan espresi bingungnya. Lalu ia menatap ke seluruh para tamu undangan, tiba-tiba dari arah belakang Leon dan Liam berlari memeluk Aira.


"Mommy!!" ucap Leon dan Liam secara bersamaan.


Aira menoleh ke sumber suara, "Sayang, kalian juga ada disini??" tanya Aira. Disaat itulah Aira menyadari bahwa mereka semua sedang mengerjainya, "Oohh, sekarang Mommy tahu. Kalian sedang mengerjai Mommy ya??"


"Maaf Mommy. Cemua ini adalah lencana Daddy. Kita semua hanya ikut membantu caja" ucap Leon sembari menunjuk Ze, Anaya, Alan dan Liam.


"Maafkan kita ya Ai. Kita tidak bermaksud mengerjaimu. Tetapi kita ingin kau mendapatkan kebahagiaanmu kembali. Kau berhak bahagia, aku juga tidak ingin melihat sahabatku menderita seperti dulu lagi" ucap Anaya


"Benar sekali, kita semua ingin kau bahagia Aira." sambung Ze


Kemudian Re memegang tangan Aira dan menatap lekat wajah Aira, "Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Aku tahu sejak dulu kau tidak suka jika ulang tahunmu dirayakan, karena itulah aku hanya mengundang kerabat dekat saja. Aku juga tahu jika kau tidak suka dengan pesta dan acara yang bermewah-mewahan karena itulah aku hanya memberikan kejutan sederhana ini untukmu. Aku ingin kita kembali bersama seperti dulu lagi Aira dan aku juga ingin kita memulai hidup baru bersama anak-anak kita serta menjadikan keluarga kita keluarga yang utuh dan bahagia. Aku berjanji, aku tidak akan membuatmu kecewa lagi" ucap Re mencoba meyakinkan Aira.


Keemudian Re berlutut dihadapan Aira sembari membuka kotak cincin yang akan ia berikan kepada Aira dan berkata, "Will you marry me?!"


Jantung Aira berdetak kencang saat mendengar kata-kata itu. Aira seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, dalam diam Aira menatap wajah Re kemudian Aira tersenyum lebar kepada Re. Dalam hati Aira berkata, "Ya allah jika memang engkau menginginkan aku untuk kembali kepada mantan suamiku dab memberikan kesempatan kedua baginya. Maka aku akan melakukannya, aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak-anakku"


Tak terasa butiran-butiran kristal Aira mulai berjatuhan, sambil menatap lekat wajah kedua putranya Aira tersenyum bahagia. Karena melihat kebahagiaan di wajah kedua putranya, Aira langsung menghapus air matanya kemudian kembali menatap wajah Re dan memberikan tangan kanannya untuk dipakaikan cincin dijari manisnya. Tanpa berfikir lama Re langsung berdiri dan memakaikan cincin dijari manis Aira kemudian langsung memeluknya.


"Cium.. Cium.. Cium.. Cium.." ucap Ze dan Alan kemudian diikuti oleh semua para tamu undangan.


Re dan Aira saling menatap, saat Re mendekatkan wajahnya ke wajah Aira. Aira langsung menarik hidung Re, "Aawwwhh.. sakit sayang!!"


Aira berkata, "Kau mau apa??. Hah??. Kau tidak lihat disini ada anak kecil"


"Hehehe.. Maaf sayang. Aku terbawa suasana" ucap Re sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar Tuan Mesum!!" gerutu Aira.


Karena Re merasa malu akhirnya Re mengambil mix dan berkata, "Eemm.. Kalian semua nikmati saja hidangannya. Karena setelah makan-makan acara ini akan berakhir. Semoga kalian suka dengan makanannya. Terimakasih"


Melihat kelakuan Re, Aira menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian berjalan menghampiri Leon dan Lian lalu memeluk mereka. Aira berkata, "Apa kalian bahagia, sayang??"


"Tentu caja Mommy. Kita cangaaaaaaaaat bahagia, karena Mommy akan menikah belcama Daddy!!" ucap Leon.

__ADS_1


"Yeeey.. Kita punya Daddy!!. Aciiiik..." ucap Liam.


"Sssttt.. Jangan keras-keras, bicaranya pelan saja" ucap Aira.


Leon dan Liam berlari menghampiri Ze, Alan dan Anaya yang diikuti oleh Aira. Leon berkata, "Telimakasih ya om Ze, om Alan, aunty Naya, kalian cudah membantu Daddy menyiapkan cemua ini untuk Mommy!!"


"Sama-sama sayang" ucap Ze sambil mengacak-acak rambut Leon


"Kau tidak perlu berterimakasih sayang, kita adalah keluarga!!" sambung Anaya.


"Betul sekali. Didalam keluarga tidak ada ucapan terimakasih" tambah Alan sambil mengacak-acak rambut Leon dan Liam.


"Tetap saja aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua!!. Sebagai gantinya, bagaimana jika besok aku traktir kalian makan bersama??" sambung Aira.


"Waaah, ide bagus itu Ai. Kalau masalah makan aku setuju" ucap Ze.


"Hahaha... Sejak dulu kau memang hoby makan Ze, sudah tidak heran lagi aku" ucap Aira.


"Hahaha..." Alan dan Anaya jiga ikut tertawa.


"Memangnya kenapa jika aku hoby makan??. Tidak boleh ya??" ucap Ze.


"Boleh-boleh saja. Lagi pula tidak ada yang melarangmu untuk makan??" sambung Aira.


Tiba-tiba dari arah belakang Re berkata, "Sejak kecil Ze memang hoby makan jadi tidak perlu heran dengannya. Jika ada yang menawarinya makan, dia pasti langsung mau!!" sambil berjalan menghampiri mereka yang sedang mengobrol.


"Bodo amat.. Makan itu buat kesehatan jadi kenapa harus malu jika kita punya hoby makan" ucap Ze.


"Iya tapi porsi makanmu berlebihhan Ze" sambung Re.


"Emang gua pikirin. Suka-suka gua donk. Weeek😛😛" ucap Ze langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Heeey.. Kau mau kemana Ze??" tanya Re.


"Cari makananlah, aku lapar kak!!" ucap Ze.


Mereka semua tertawa kecil dan mengelengkan-gelengkan kepala melihat kekonyolan Ze. Kemudian Alan berkata, "Ze memang seperti itu, aku sahabatnya jadi aku sangat mengenalnya. Maaf untuk kelakuan Ze ya Re"


"Untuk apa kau meminta maaf. Dia adikku Al, dia bisa melakukan apapun yang dia suka. Lagi pula sejak dulu kita memang suka bercanda, jadi tidak perlu merasa seperti itu" ucap Re.


"Kalu begitu aku menyusul Ze dulu. Papay" ucap Alan.


"Kak, Aku juga ingin mengajak Leon dan Liam. Boleh ya??" ucap Anaya


"Hm" ucap Re sambil menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Karena melihat mereka semua pergi akhirnya Aira juga berniat untuk pergi dari hadapan Re. Tapi saat Aira melangkahkan kakinya tiba-tiba Re langsung menarik tangan Aira dan membawanya pergi dari sana. Aira terus memberontak namun Re tidak memperdulikannya sama sekali.


"Re. Kau ingin membawaku kemana??"


Re hanya diam saja dan terus berjalan, saat tiba di depan sebuah kamar kosong, Re langsung membawa Aira masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Aira ternyata di dalam kamar itu ada sebuah kejutan kecil. Aira sangat terfana melihat kamar itu, balon-balon yang begitu banyak dab warna warni serta kue ulang tahun yang disertai lilin. Foto-foto kenangan mereka dulu terpampang disana dan di setiap foto ada tulisan dan makna tersendiri.


"Waaaww.. Ini bagus sekali Re." ucap Aira sambil berjalan dan tersenyum membaca setiap tulisan yang ada di foto-foto itu.


"Apa kau menyukainya??"


"Hm.. Aku sangat menyukainya Re. Aku mengingat setiap kenangan yang ada di foto ini. Ternyata, kau belum melupakan semua kenangan indah itu" ucap Aira.


"Aku tidak ingin melupakan kenangan indah kita Aira dan mungkin aku juga tidak bisa melupakan kenangan terburuk kita. Tapi apapun itu, saat ini aku sangat bahagia karena kau memberiku kesempatan kedua. Aira!!. Aku sangat mencintaimu dan aku masih mencintaimu. Sampai saat ini perasaan itu tidak pernah berubah. Maafkan aku!!" ucap Re.


Aira tersenyum kemudian berkata, "Haiiiss.. Lupakan saja semua kenangan buruknya dan ingatlah kenangan baiknya. Aku sudah melupakan dan menghapus semua kenangan buruk itu, jadi jangan mengingatnya lagi!!"


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu??"


"Apa??" tanya Aira.


Re tersenyum dan berkata sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak ada"


Sebenarnya Aira tahu apa maksud dari pertanyaan Re tersebut. Kemudian Re langsung mengambil kuenya lalu menghidupkan lilinnya, "Selamat ulang tahun yang ke 22 Aira. Semoga kau selalu mendapatkan kebahagiaan" ucap Re.


"Amin Allahumma Amin. Terimakasih untuk do'anya Re"


"Silahkan buat permintaan dan tiup lilinnya" ucap Re.


Aira memejamkan matanya dan membuat permintaan di dalam hatinya, "Ya Allah.. Jika memang takdir ku kembali bersama Re maka aku akan menerimanya kembali kedalam hidupku dan semoga anak-anakku selalu mendapatkan kebahagiaan didunia dan di akhirat. Amiin"


Aira langsung membuka matanya dan meniup lilinnya. Aira memotong kuenya dan memberikan susah pertamanya kepada Re. Aira berkata, "Aku juga sangat mencintaimu Re"


Spontan saja Re langsung memeluk Aira dengan erat selama beberapa menit kemudian Re melepaskan pelukannya. Re menatap lekat wajah Aira dan Aira hanya tersenyum sambil menatap lekat wajah Re. Seakan-akan Aira pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh Re. Re mendekatkan wajahnya ke wajah Aira lalu kemudian Re menge**p bibir Aira sekilas. Karena Re merasa Aira tidak marah kepadanya akhirnya Re mel**** bibir Aira dan setelah beberapa menit Re melepas ciumannya dan langsung membelakangi satu sama lain.


Mereka berdua merasa sedikit canggung karena sejak mereka berpisah Aira dan Re tidak pernah berciuman dengan siapapun khususnya Aira. Jadi seolah-olah ini adalah ciuman pertama mereka setelah sekian lama berpisah. Re menyentuh bibirnya dan kemudian tersenyum lebar begitupun dengan Aira.


Tiba-tiba pintu terbuka dan mereka dikagetkan dengan Ze, Alan, Anaya, Leon dan Liam, "Ternyata kalian sedang berduaan di sini" ucap Ze.


"Haa!!" ucap mereka bersamaan dan saling menatap satu sama lain kemudian Aira menyembunyikan wajahnya.


"Memangnya kenapa??. Kau iri ya melihat aku bersama kekasihku!!. Makanya cepat cari pasangan biar kau tidak sendiri terus" ucap Re mengejek adiknya itu.


"Waaah.. Kau meremehkan ku ya??"


"Aku tidak meremehkanmu, tapi kenyataannya begitu!!"

__ADS_1


"Lihat saja nanti. Tidak butuh waktu lama, aku juga akan membawa kekasihku ikut bersamaku. Heemh...." ucap Ze.


"Okeee!!. Aku pegang kata-katamu itu" ucap Re.


__ADS_2