
Ze terduduk lemas mendengar semua penjelasan Dokter Anna. Tak terasa Air mata Ze menetes dengan sendirinya. Ze benar-benar takut akan kehilangan mereka. Ze langsung menanyakan keadaan bayi Aira, "Apa Bayinya Baik-baik saja ?"
"Bayinya baik-baik saja. Mereka sangat sehat. Si kembar juga sangat lucu dan tampan"
"Apa bayinya Laki-laki ?"
"Iya Senior. Bayinya aki-laki. Tadi aku mengatakan tampan bukan??. Itu artinya bayinya laki-laki, kau juga bisa melihatnya di ruangan bayi. Kami belum menamai bayinya karena ibunya masih koma. Ooh iya, apa Senior adalah suami pasien?"
Ze diam sejenak dan menatap Dokter Anna kemudian berkata, "Eemm, iya. Saya suaminya" jawab Ze berbohong.
"Wah, selamat. Ternyata Senior sudah punya istri ya!!. Bagaimana jika Senior saja yang memberinya nama. Aku menyuruh suster menaruhnya di ruangan terpisah sampai bayinya di beri nama"
"Baiklah. Antar aku kesana"
"Tentu, ikutlah denganku"
Ze berjalan keluar ruangan Dokter Anna mengikuti dokter Anna keruangan Bayinya Aira. Dokter Anna membuka pintu ruangan tersebut lalu berjalan mendekati keranjang bayinya Aira. Dokter Anna berkata, "Mereka adalah Anak-anaknya Aira". Dokter anna menunjuk kedua keranjang bayi yang ada di ruangan terpisah itu.
Ze tersenyum melihat si kembar, "Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Kau yakin mereka berdua baik-baik saja??"
"Iyaaa. 100% yakin!!. Aku sudah memeriksa kondisi si kembar. Mereka sangat sehat".
"Trimakasih Anna" ucap Ze.
"Sama-sama Senior. Mulai sekarang aku akan memanggilmu senior saja. Haha😄"
"Terserah kau saja!!"
"Baiklah Senior. Jadi, kau akan memberinya Nama siapa ?"
__ADS_1
"Aku memberi mereka nama Wileon Zean dan Wiliam Zean, Aku memanggil mereka Leon & Liam. Oh iya, siapa yang lahir pertama An ??".
"Naah itu dia, aku tidak tahu senior. yang tahu hanya Nona Aira saja, karena hanya dia yang melihat paska melahirkan" ucap Dokter Anna.
"Ya sudahlah, aku akan memberinya nama melalui tandalahir saja. Leon yang memiliki tanda hitam di telapak kakinya dan Liam yang tidak mempunyai tanda!!. Bagaimana An??"
"Waaahh, itu sangat cocok Senior. Nama mereka sangat dan sangat cocok untuk si kembar" ucap Anna.
"Hm, kau benar sekali An" Ze tersenyum bahagia, "Sekali lagi terimakasih banyak An, kau sudah membantu persalinan Aira"
"Sama-sama Senior" ucap Anna tersenyum kepada Ze, "Kalau begitu saya permisi dulu. Dadah, Baby Leon And Baby Liam"
Ze hanya tersenyum melihat kepergian Anna. Setelah Anna tak terlihat lagi Ze berkata, "Maafkan Papi ya sayang, karena Papi tidak ada disaat kalian lahir. Kalian baik-baik ya di sini, Papi ingin melihat Mommy kalian" Ze mencium kening si kembar, Ze meminta suster yang menjaga di ruangan itu untuk menjaga Leon dan Liam. Ze keluar dari ruangan tersebut menuju kamar Aira dirawat.
Ada perasaan bahagia jika melihat si kembar dan juga sedih jika melihat keadaan Aira saat ini. Tapi apalah daya Ze tidak bisa berbuat apa-apa. Ze hanya bisa berdo'a dan terus berusaha mengajak Aira berbicara namun agar Aira cepat kembali dari komanya tapi sepertinya tidak ada respon apapun dari Aira.
Meskipun tidak ada ikatan cinta diantara Zean dan Aira tetapi mereka berdua tetap berteman baik. Dikarenakan Aira hamil saat berpisah dari Rein dan Rein adalah kakak kandung Ze sendiri, jadi Zean merasa bertanggung jawab terhadap Aira. Makanya Zean berpura-pura menjadi suami Aira. Agar nama baik Aira tetap bersih dari cemoohan orang-orang. Seperti itu juga dengan anak-anak Aira. Ze memberikan nama Zean dibelakang nama si kembar karena Ze menganggap si kembar adalah anak-anaknya.
Ze Berusaha keras agar Aira cepat kembali dari komanya, Ze terus mengajak Aira berbicara. Ze adalah seorang dokter jadi dia tahu benar jika ada masalah-masalah seperti ini terhadap pasien. Baby Leon saat ini sedang tidur pulas, karena Baby Liam menangis Ze menggendongnya dan duduk di samping Aira yang sedang terbaring lemah.
"Airaa!!. Dengarlah!!. Apa kau tega membiarkan anakmu menangis seperti ini. Lihatlah, dia juga ingin merasakan hangatnya dekapanmu. Aku tahu kau tidak bisa bergerak tapi aku yakin kau mendengarkan apa yang aku katakan. Bangunlah Aira!!. Aku mohon!!. Demi si kembar, demi Leon dan demi Liam. Aku mohon bangunlah Aira dengarkan suara tangisan mereka. Aku yakin kau bisa!!!" ucap Ze.
Kemudian Ze kembali berkata, "Aira, aku sudah memberi nama mereka. Nama mereka adalah Wileon Zean & Wiliam Zean!!. Apa kau suka dengan nama mereka??. Jika kau suka dengan nama mereka maka kau harus bangun. Jangan membuat anak-anakmu menangis seperti ini, Apa kau tega membiarkan mereka kelaparan??. Mereka membutuhkanmu Ai??. Kau juga harus merawat mereka dan membesarkan mereka"
Aira merespon ucapan Ze dengan menitihkan Air mata dalam ketidak berdayaannya. Meskipun Aira tidak sadarkan diri Aira mendengar semua ucapan Ze. Beberapa saat kemudian Aira mulai menggerakkan beberapa jarinya dan secara perlahan Aira membuka matanya. Kini Aira pun sadar tapi kondisinya masih lemah. Aira bingung melihat tubuhnya yang penuh dengan alat bantu rumah sakit. Aira melihat Ze yang duduk di sampingnya sambil menggendong bayi, Aira memanggil Ze dengan suara lembutnya
"Ze"
"Airaa. Alhmdulillah. Terimakasih Aa Allah kau telah mengabulkan semua do'a-do'aku" ucap Ze.
__ADS_1
Ze terlihat sangat bahagia melihat Aira sudah sadarkan diri meskipun keadaan Aira masih sangat lemah saat ini. Ze memencet bel agar dokter segera datang ke ruangan Aira. Beberapa menit kemudian Dokter Anna datang ke kamar Aira, Dokter Anna menyapa, "Hai Senior. Kenapa kau memanggil ku ?"
"Aira sudah sadar. Cepat periksa dia!!"
"Benarkah??" Anna berjalan mendekati Aira, dan langsung memeriksa keadaan Aira. "Syukurlah, keadaan Aira saat ini sudah membaik. Hanya butuh istirahat yang cukup dan pastinya akan dibantu dengan beberapa resep obat" Dokter Anna memberikan secarik kertas kepada Ze, "Senior, tolong kau tebus obat Aira di Apotik ya. Biar saya yang menjaga Leon & Liam".
"Apa harus sekarang ?"
"Tidak tahun depan. Ya tentu saja sekarang Tuan Senioorr."
"Aku hanya bertanya. Kenapa kau jawab bagitu. Tidak sopan sekali kau ini"
"Terserah kau saja. Aku hanya memberi saran terbaik"
"Baiklah baiklah. Aku pergi dulu, Tolong jaga Leon & Liam"
"Baik Senior. Aku akan menjaganya. Berikan Liam padaku biar aku menggendongnya!!"
Ze memberikan Baby Liam kepada Anna dan Anna menggendongnya. Anna menyuruh suster mengambilkan bubur untuk Aira makan, agar Aira bisa segera minum obat.
"Suster".
"Iya dokter Anna!!!"
"Tolong kau bawakan bubur untuk pasien Aira"
"Baik Dokter Anna. Saya permisi dulu"
"Iya, pergilah"
__ADS_1