Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 26


__ADS_3

Hari demi hari berganti waktu pun terus berlalu. Aira saat ini sedang berusaha fokus dengan sekolahnya dan tidak memikirkan Re terlebih dahulu. Aira melakukan semuanya sendiri dan sekarang Aira sudah terbiasa sendiri. Aira juga memilih melakukan semuanya sendiri karena dia tidak ingin merepotkan siapapun.


Meski sangat sulit bagi Aira tetaapi Aira pantang menyerah walaupun Re tidak ada bersamanya itu tidak masalah baginya. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Aira saangat merindukan sosok suami tampannya itu. Siapa lagi kalau bukan Rein Wijaya pemilik perusahaan RN Company di Amerika.


Selama berjauhan mereka selalu berkomunikasi melalui ponsel. Terkadang melakukan Vidio Call atau panggilan Telpon, terkadang juga melalui Chat atau Sms.


Saat ini Aira benar-benar fokus dengan sekolahnya, belajar dengan giat selalu mengikuti kegiatan apa pun di sekolah. Aira adalah siswi teraktif di SMA Z. Bahkan sejak kelas 10 Aira diangkat menjadi ketua OSIS di sekolahnya sampai dengan kelas 11. Disetiap jam istirahat Aira selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan dengan membaca berbagai macam buku pelajaran.


Aira juga tidak pernah lupa selalu membawa bekal ke sekolah. Jadi aang yang diberi oleh Tasya untuk jajan di sekolah tidak Aira belanjakan melainkan ditabung. Aira menyimpan beberapa celengan di kamarnya tanpa diketahui Nando & Tasya. Keluarga suaminya itu mungkin saja kaya, Tapi Aira tetaplah Aira. Meskipun Aira menikah dengan orang kaya Aira tidak ingin berlebihan dalam segala hal. Aira ingin hidup sesederhana mungkin.


Waktu terus berjalan, tak terasa 3 tahun pun berlalu. Kini Aira sudah lulus SMA, rencananya Aira akan melanjutkan kuliah di Amerika. Tapi Aira menolak karena itu terlalu jauh, jika Aira merindukan Ibu & Bpk nya Aira susah untuk datang ke makam mereka. Namun setelah Nando dan tasya membujuknya dan merayunya serta meyakinkannya akhirnya Aira pun menyetujui untuk kuliah di Amerika.


"Bunda, apa bunda yakin Aira bisa berbaur dengan orang-orang sana??. Pergaulan di sini dan pergaulan di sana tentunya berbeda Bunda!!." Ucap Aira


"Sayaang, mungkin apa yang kamu katakan itu benar. Tapi Jika kamu terus-terusan di sini bagaimana dengan hubungan pernikahanmu. Coba kau fikirkan!!."


Aira terdiam dan membisu, dalam kebisuannya itu Aira berfikir dan berkata dalam hatinya, "Bener juga kata bunda, aku & kak Re sudah 3 tahun menikah. Aku tahu kak Re berkorban demi masa depanku. Apakah aku tega membiarkan suamiku selama itu hidup sendiri?. Apakah akan tetap seperti ini hubungan pernikahan kami?. Tapi itu tidak mungkin!!. Jika kami terus terpisah seperti ini lama-lama kak Re akan berfikir bahwa aku benar-benar tidak peduli padanya. Lalu dia akan..... Tidak.. Tidak.. Tidak.. Tidak. Ini tidak boleh terjadi, aku tidak ingin kak Re berpaling dariku. Ini benar-benar pilihan yang begitu beraat. Tapi aku tidak ingin masa depanku & pernikahanku hancur hanya karna keegoisanku. Oohh Tuhaaan, tolong keluarkan aku dari masalah ini".


"Bagaimana Aira??" Tanya Tasya tapi tidak ada respon dari Aira.


"AIIRAA!!!" Tasya pun berteriak di telinga Aira hingga menyadarkan Aira dari lamunannya.


"Aaaaa... Iya Bunda!!. Iiiiihhh... Bunda jahat. Gendang telinga Aira goyang-goyang ini, karena Bunda teriak-teriak di telinga Aira." Ucap Aira sambil memonyongkan bibirnya.


Tasya yang melihat tingkah menantunya itu sangat gemas karena melihat wajahnya sehingga dia mencubit kedua pipi Aira sambil berkata, "Iiiiiiiihh Kau ini!!. Sangat menggemaskan!!."


"Aaawww, sakit Bundaa.. Hiks..hiks..hiks.." Aira pura-pura menangis.


"Ooww.. Sayang Bunda. Cup cup Cup jangan menangis yaa!!. Anak Bunda memang manja sekali!!"

__ADS_1


"Memangnya salah jika Aira manja??."


"Hahahaha... Tidak ada yang salah sayaang!!."


"Hm."


"Iya iya Bunda mengerti!!." Ucap Tasya tersenyum sambil memegang wajah Aira.


"Jadi sekarang bagaimana keputusanmu?". Tanya Tasya agi


"Aira sudah memutuskan bahwa Aira akan kuliah di Amerika, sesuai permintaan kalian semua."


"Waaahh, kalau begitu Bunda seneng banget. Kau tidak akan sedih lagi karena harus menahan rindu. Iya kan??." Ucap Tasya menggoda Aira dengan menyenggolkan bahunya Tasya ke bahu Aira dan mata Tasya yang berkedip-kedip ke Aira.


Wajah Aira pun memerah seperti kepiting rebus, Aira jadi salah tingkah mendengar ucapan Tasya. "Bunda sok tahu" Jawab Aira sambil menundukkan wajahnya yang memerah itu.


"Bunda tahiu, Kau sering menangis karena merindukan Re. Kau fikir kau bisa menyembunyikan semuanya dari Bunda"


"Haiiiss, baiklah baiklah. Maaf." Ucap Tasya


Aira tersenyum lebar, "Terimakasih terimakasih. Pokoknya Bunda paling the best."


"Ya sudah kalo begitu, kau berkemas ya!!. Besok kau akan terbang ke Amerika." Ucap Tasya mengakhiri perdebatannya dengan Aira.


"Oke Bunda." Aira mencium pipi kanan Tasya dan pergi berlalu ke kamarnya.Tasya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah Aira yang begitu bahagia.


Di kamar Aira sedang merapikan Baju-baju yang akan di bawanya besok. Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata panggilan Vidio Call dari Re. Aira menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Halo. Assalamualaikum kak."

__ADS_1


"Waalaikumsalam cagia."


"Bagaimana kabar kak Re??"


"Baik cagia seperti yang kau lihat. Oh iya, kau sedang apa??. Sepertinya ada koper di belakangmu."


Aira langsung mundur dan menendang kopernya ke bawah kolong tempat tidur.


"Manaa??. Koper apa kak??." Elak Aira.


"Ada di belakangmu tadi. Coba putar ponselmu. kak Re ingin lihat koper apa tadi."


Aira pun memutar ponselnya menggunakan kamera belakang.


kemudian Aira kembali berkata, "Koper mana kak??. Tidak ada koper!!. Mungkin kak Re salah lihat tadi."


"Masaa siih??."


"Hm".


"Ya sudahlah kalau begitu kau istirahat yaa, jangan tidur larut malam. Jaga kesehatan itu yang paling penting."


"Iya Bawel bawelku."


"Kak Re bawel hanya untukmu"


"Iya my hubby."


"Good night my wife."

__ADS_1


"Good night to my hubby." Aira memutuskan sambungan telponnya.


Aira sedang berencana membuat kejutan untuk Rein dan Aira meminta bantuan Zean. Tentunya untuk menjemput Aira di bandara nanti setelah tiba di Amerika.


__ADS_2