Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 79


__ADS_3

Setelah acara selesai Re dan yang lainnya pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah Re dan yang lainnya langsung menuju ke kamar masing-masing, tidak terkecuali dengan Aira. Aira mengantar Leon dan Liam pergi ke kamarnya dan menidurkan mereka berdua. Setelah Leon dan Liam tidur Aira bergegas menuju ke kamarnya untuk segera tidur. Namun Aira dikejutkan dengan keberadaan Re yg sudah tertidur lelap di kasur tempat tidurnya. Saat Aira membuka pintu, "Astaga.. Apa-apaan ini??. Heeyy.. Reeeee banguuuun.. Kenapa kau tidur di kamar ku. Hah?. Reeeee!!!"


Re terbangun dan langsung menutup telinganya, "Haiiih.. Ada apa Ai??. Berisik sekali, aku ingin tidur, tidak bisakah kau biarkan aku tidur sejenak??"


"Kau tidur di kamar ku. Keluar dari kamar ku atau aku akan menyeretmu keluar!!" tegas Aira.


"Iya, iya, baiklah. Aku akan keluar dari kamarmu, tapi kau harus menciumku dulu" ucap Re.


"Whaat???. Noooo. Tidak mau!!. Cepat keluar!!. Atau aku akan benar-benar menyeretmu keluar Re. Aku tidak main-main dengan ucapan ku!!" teriak Aira.


"Ya sudah aku akan tetap tidur di sini. Aku tidak mau keluar" ucap Re sembari membaringkan tubuhnya kembali di tempat tidur. Re memejamkan matanya kembali dan menyelimuti sebagian tubuhnya. Re juga merentangkan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menunjuk tempat tidur di sebelah Re. Re bermaksud menyuruh Aira untuk segera tidur di sebelahnya. Namun Aira memalingkan wajahnya dan pergi ke kamar mandi. Aira membersihkan diri dan mengenakan pakaian tidur yg biasa ia kenakan.


Saat Aira membuka pintu kamar mandi ternyata Re belum juga pergi dari tempat tidur Aira. Aira berjalan menuju meja cermin dan mengeringkan rambutnya. Setelah selesai mengeringkan rambut Aira langsung berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil selimut serta bantal. Tetapi sesaat Aira membuka pintu lemari ternyata bantal dan selimut di dalam lemari tidak ada. Aira berfikir bahwa Re pasti sengaja menyembunyikan bantal dan selimut itu. Dengan wajah kesal Aira berjalan cepat menuju sofa dan tidur di sofa tampa selimut dan bantal.


Aira berusaha memejamkan matanya namun tak bisa tertidur juga. Aira menolak-balik kan tubuhnya secara bergantian ke kanan dan ke kiri namun tetap saja tak mau tertidur juga. Akhirnya Aira duduk dan mengsap wajahnya dengan keras. Aira berkata, "Ada apa denganku??. Kenapa aku tak bisa tidur??. Oohh tuhaaan.. Mataku benar-benar sudah mengantuk tapi fikiranku tidak mau tenang. Ada apa ini??. Heeh!!"


Dalam hati Aira berkata, "Apa aku harus tidur disana??" Aira melihat ke arah tempat tidur yg kosong di samping Re.


Aira berkata kembali, "Tidak, tidak. Aku tidak mau!!"


Karena gengsi Aira kembali merebahkan tubuhnya di sofa, ia mencoba memejamkan matanya kembali namun tetap tak bisa tertidur. Dengan terpaksa Aira beranjak bangun dari sofa dan tidur di samping Re. Aira berjalan diam-diam seperti maling dan pelan-pelan Aira merebahkan tubuhnya di tempat tidur sembari memejamkan matanya. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Aira tertidur juga. Re yg sejak tadi hanya pura-pura tertidur membuka matanya perlahan dan melihat ke arah Aira yg tertidur nyenyak. Re langsung memindahkan kepala Aira ke lengan kanannya dan memeluk Aira dengan erat serta menyelimuti tubuh mereka berdua.


Pagi harinya, matahari bersinar begitu cerah. Re sudah terbangun lebih awal. Aira terbangun dari tidurnya karena pancaran sinar matahari menembus ke sela-sela hordeng kamarnya. Tetapi saat Aira terbangun ia tak melihat keberadaan Re di sampingnya. Aira langsung beranjak bangun dan duduk di atas tempat tidurnya dan berkata, "Tumben sekali dia bangun lebih awal.. Heemh!!"


Aira langsung bangun dan membersihkan diri di kamar mandi dan langsung mengenakan pakaian. Setelah rapih, Aira langsung turun kebawah. Aira melangkahkan kakinya menuju dapur ternyata ia menemukan Re yg sedang memasak. Aira pun menyapa Re, "Pagi Re!!"

__ADS_1


"Pagi sayang!!" ucap Re.


"Mimpi apa kau semalam, tumben kau memasak" sambung Aira.


"Aku ingin memanjakanmu dan anak-anak kita!!" ucap Re.


"Benarkah??" tambah Aira.


"Benar sayang. Aku sudah berjanji kepadamu, aku akan menjadi suami dan ayah yg baik untuk keluargaku. Aku juga ingin memperbaiki semuanya" ucap Re.


"Baiklah. Kalau begitu siapkan makanan ku. Aku sangat lapar" ucap Aira.


"Ok sayang. Tunggulah di meja makan, aku akan membawakan makananmu kesana!!" ucap Re.


"Benarkah??" tanya Re.


"He em.. Enak sekali. Ternyata kau pintar memasak ya"


"Hehe.. Iya sayang. Sejujurnya aku memang bisa memasak. Saat kecil Bunda mengajarkan ku memasak. Bunda ingin meskipun aku anak laki-laki tapi aku pandai dalam segala hal termasuk memasak" sambung Re.


"Oowh.. Begitu ya!!. Ya baguslah kalau begitu, jika aku lelah kau bisa menggantikan pekerjaanku" tambah Aira.


"Iya sayangku, kau benar sekali. Ya sudah. Sekarang habiskan makananmu, nanti dingin jadi tidak enak lagi makanannya" ucap Re.


"Iya deh aku habiskan makanannya" Aira pun menghabiskan makanannya dengan lahap.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Re berdering, "Haloo!!"


"Halo kak Re, bagaimana kabarmu??"


"Baik. Siapa ini??" t anya Re.


"Ini aku, temannya Ze. Apa Ze nya ada kak??"


"Oowh, teman Ze. Ada, Ze belum bangun. Ada perlu apa??. Biar aku bangunkan dia" ucap Re.


"Itu dia kak, aku menghubungi nomor ponselnya tapi tidak diangkat ternyata dia masih tidur. Ya sudahlah, katakan saja Sasa menelfonnya dan tolong telfon balik. Karena ada hal penting yg ingin aku bicarakan kepadanya" ucap Sasa.


"Ok baiklah. Nanti akan ku sampaikan setelah ia bangun" sambung Re.


"Terimakasih kak" telfon langsung terputus.


Setelah telfon terputus Re merasa bingung, karena Re sama sekali tidak mengenali teman Ze yg bernama Sasa dan Re juga merasa aneh kenapa Sasa bisa tahu nomor ponselnya. Dalam hati Re berkata, "Siapa Sasa??. Apa hubungannya dengan Ze??. Apa benar dia teman??. Atau mungkin dia pacar Ze??. Aaahhh... Sudahlah, untuk apa aku memikirkan hal yg tidak penting. Mungkin dia memang benar temannya Ze"


"Ada apa??" tanya Aira.


"Tidak ada sayang. Aku berfikir ingin membangunkan Ze dahulu, mungkin ini telfon penting. Takutnya ini menyangkut nyawa pasien" jelas Re kepada Aira.


"Hm, kau benar. Pergilah dan bangunkan Ze, biar aku yg melanjutkan pekerjaanmu nanti" ucap Aira.


"Terimakasih sayang. Kau baik sekali" ucap Re.

__ADS_1


__ADS_2