
Keesokan paginya saat Aira terbangun, Aira melihat Re yang sedang tidur disampingnya dalam posisi duduk dan kepala bersender di sofa serta tangannya yang memegang tangan Aira. Aira tersenyum tanpa mengatakan apapun, Aira langsung bangun dan membersihkan diri di kamar mandi yang tersedia di ruangan Nando. Setelah selesai mandi, Aira membuka jendela ruangan itu. Udara yang sejuk dan segar dari luar berhembusan masuk ke dalam ruangan. Aira menghirup udara segar itu dan membuatnya merasa rileks.
Tiba-tiba dari arah samping ada yang memanggilnya, "Aira!!" ternyata yang memanggilnya itu adalah Nando
"Ayah!!. Ayah sudah bangun??"
"Iya sayang!!. Nak, maafkan Ayah karena ayah membuatmu terjebak di sini."
"Apa yang ayah katakan??. Ayah adalah ayahku. Apapun yang terjadi kepada Ayah, Aira akan tetap ada untuk Ayah karena Aira sangat menyayangi ayah"
"Iya Ayah tahu tetapi kau harus menunda pekerjaanmu demi menjaga ayah di sini"
"Ayah. Apa yang ayah bicarakan??. Aira sama sekali tidak menunda pekerjaan Ayah. Selama Aira tidak ada di butik Aira sudah menyerahkan pekerjaan butik kepada asisten Aira. Jadi Ayah tenang saja, tidak akan perlu khawatir akan hal itu. Yang terpenting adalah kesembuhan Ayah!!" ucap Aira.
"Terimakasih sayang karena kau sangat perduli kepada Ayah"
Aira hanya tersenyum tanpa berbicara dan memegang tangan Nando kemudian Nando berkata, "Ai, jika Ayah tiada maka Ayah akan menyerahkan perusahaan ayah kepadamu!!"
"Jangan bicara seperti itu Ayah!!. Ayah pasti sembuh, Ayah harus yakin itu!!"
"Ai. Sebenarnya, Ayah sudah tidak sanggup lagi mengurus perusahaan Wijaya Grup. Ayah ingin sekali istirahat dari perusahaan tapi ayah tidak tahu akan menyerahkan perusahaan kepada siapa. Ai, Ayah minta kepadamu untuk mengurus perusahaan Ayah. Kau bisa memberikannya kepada Leon atau Liam setelah mereka mampu menjalankan perusahaan itu nanti" ucap Nando.
__ADS_1
"Tapi Ayah..." perkataan Aira dipotong oleh Nando.
"Tidak ada tapi tapi, Ayah tidak ingin mendengar penolakan apapun. Ayah sudah membuat surat pengalihan saham perusahaan dan Ayah menulis namamu di sana. Kau hanya perliu menanda tangannya saja maka perusahaan Wijaya Grup resmi menjadi milikmu" ucap Nando.
"Ayaah!!. Apa ini??. Aira sudah memiliki usaha sendiri, Aira tidak menginginkan apapun dari Ayah. Aira hanya ingin Ayah selalu bahagia, Aira juga ingin Ayah segera sembuh agar ayah bisa kembali mengurus perusahaan. Kebahagiaan Ayah dan kesehatan Ayah jauh lebih penting dari semua itu" sambung Aira.
Nando menggenggam tangan Aira sambil berkata, "Jika kau ingin ayah bahagia maka dengarkanlah Ayah!!. Pertama, kau harus menandatangani surat pengalihan saham perusahaan Wijaya Grup atas nama Aira Yasya. Kedua, kau harus memberikan kesempatan kedua untuk Re agar Leon dan Liam mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya"
Mendengar itu Aira berusaha menyingkirkan tangannya dari genggaman tangan Nando namun Nando menggenggamnya dengan erat kemudian berkata, "Aira sudah dewasa sekarang, Aira sudah bisa mengambil keputusan sendiri. Pikirkan Leon dan Liam!!. Lagi pula kita hidup bukan untuk masa lalu sayang, tetapi untuk masa depan. Jika kau masih terus berada di masa lalu bagaimana dengan kebahagiaan Leon dan Liam??. Ayah yakin Aira tidak akan mengecewakan Ayah!!"
Aira berusaha mengalihkan pembicaraan, "Oh iya Ayah. Ayah harus makan dulu sekarang setelah itu ayah harus minum obat agar ayah lekas sembuh. Aira akan ambilkan makanan untuk Ayah. Tunggu sebentar ya!!" Aira langsung beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan. Aira meminta suster membawakan bubur untuk pasien.
Sambil menunggu di luar ruangan Aira berfikir dan mondar-mandir seperti setrikaan. Aira mengingat semua kenangan baik dan buruk saat bersama Re. Jika mengingat kenangan baiknya Aira terlihat tersenyum bahagia tetapi jika ia mengingat kenangan buruknya rasa benci dan kecewa terhadap Re kembali memanas namun ketika ia mengingat Leon dan Lian yang sering menangis karena ingin bertemu Daddy-nya membuat Aira terduduk lemas dan meneteskan Air mata.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkan Aira, suster datang membawakan semangkuk bubur untuk pasien dan memberikannya kepada Aira dan Aira pun membawa bubur itu masuk ke dalam ruangan. Aira melihat Re yang sedang duduk disamping bad Nando.
Re menyapa Aira, "Pagi Aira!!"
"Pagi!!" jawab Aira sembari tersenyum.
Aira menyuapi bubur kepada Nando dan memberikan obat setelah Nando selesai makan. Ternyata kekuatan anak mengalahkan segala masalah yang ada. Jika sudah menyangkut tentang anak, apapun bisa Aira lakukan demi kebahagiaan anak-anaknya meskipun itu harus mengobankan nyawanya. Dalam hati Aira sudah mutuskan untuk menerima Re kembali hanya saja Aira menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakannya.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain, Ze yang berada di Amerika tidak mengetahui bahwa ayahnya sedang berada di rumah sakit karena mengalami Stroke. Re sengaja tidak memberitahu adiknya karena Re tidak ingin mengganggu pekerjaan adiknya di sana. Ze juga tidak menelfon karena sedang sibuk dengan pasien-pasiennya.
Setelah beberapa waktu berlalu, Ze mulai melakuakan pendekatan terhadap Sasa, setelah beberapa kali mereka diner dan juga jalan-jalan bersama. Ze mulai menaruh hati kepada Sasa, Ze mulai menyukai Sasa karena Sasa memiliki sifat yang hampir sama dengan Aira.
Saat ada waktu libur, Ze selalu mengajak Sasa untuk berjalan- jalan dan menikmati pemandangan yang ada. Mereka sudah sering tinggal bersama di hotel atau di vila, bahkan Sasa juga sudah sering menginap di rumah Ze. Meskipun begitu Ze tidak ingin melakukan hal-hal yang tidak diinginkan hingga suatu hari saat mereka sedang menikmati liburan bersama Ze dan Sasa terlihat bahagia.
"Waaaaw... Aku sangat menyukai tempat ini Senior!!" ucap Sasa.
"Hemh, berapa kali harus aku katakan Sasa, berhentilah memanggilku Senior. Panggil aku Ze!!"
"Emmm.. Tidak mau Senior, aku lebih nyaman dengan panggilan Senior!!"
"Tidak bisa, panggil aku Ze. Cepat!!"
"Kau ini memaksa sekali. Aku tidak mau!!" ucap Sasa sambil berlari dan Ze mengejar Sasa.
"Awas kau ya!!"
"Apa??.. Weeekk, tangkap aku kalau bisa. Jika kau bisa menangkapku maka aku akan memanggilmu Ze!!"
Ze langsung berlari mengejar Sasa hingga Sasa berada dalam pelukan Ze, "Kau mau bicara apa lagi??. Hah??. Panggil Aku Ze, cepat!!. Jika kau tidak mau maka jangan salahkan aku jika aku menciummu" ucap Ze.
__ADS_1
Sasa pura-pura kesakitan dan Ze melepas pelukannya kemudian Sasa berlari kembali lalu Ze mengejarnya hingga Sasa kembali ke dalam pelukan Ze. Karena Sasa berkali-kali memepermainkan Ze akhirnya Ze mempunyai ide konyol untuk mencuri ciuman dari Sasa. Tetapi Sasa mengetahui ide konyol yang ada di otaknya itu hingga akhirnya Sasa berpura-pura menyerah "Ok. Baiklah Tuan Ze. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Ze. Kau puas??. Pak tua yang mesum. Hahaha..." ucap Sasa sambil berlari tapi lagi-lagi Ze mendapati sasa.
Kali ini Ze tidak akan melepaskannya sampai Ze mendapatkan ciuman dari Sasa dan akhirnya terjadilah adegan itu. Ze mencium bibir Sasa dengan penuh kelembutan. Kini Ze sudah menemukan cinta sejatinya yaitu Sasa Adriano tidak lain adalah adik dari Alan Adriano dan mereka pun menikmati liburan bersama dengan suasana yang bahagia.