
Hari ini adalah hari pertama Aira masuk ke sekolah Z, sebelum pergi ke sekolah Aira melakukan tugasnya seperti biasa. Tugas setiap pagi yang dia lakukan adalah memasak untuk sarapan keluarga. Aira tidak pernah lupa dan tidak pernah bangun kesiangan, Aira selalu bangun lebih awal.
Setelah selesai dengan kegiatan paginya, Aira bergegas mengganti baju seragam sekolah. Kemudian Aira keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama. Nando juga terlihat sudah siap untuk berangkat ke kantor. Sedangkan Re masih mandi karena baru selesai melakukan aktifitasnya setiap pagi yaitu olahraga pagi.
Terlihat di meja makan, Nando, Tasya dan Aira sedang sarapan. Tiba-tiba Re muncul, "Good Morning."
"Morning to." Jawab Tasya & Nando bersamaan.
Aira hanya tersenyum melihat kedatangan Re tanpa basa-basi Re menyapa Aira, "Morning baby."
Aira sangat terkejut dan langsung membulatkan matanya, sedangkan Tasya dan Nando hanya tersenyum melihat Aira salah tingkah dipanggil baby.
"Baby, jawab!!." Pinta Re.
Aira menatap Re lalu berkata, "Aahh, morning to. Kak Re!!."
"Gomawo baby."
Tiba-tiba Nando sengaja membuyarkan suasana dengan berpura-pura batuk, "Uhuk, uhuk."
"Ayah!!. Ayah kenapa??." Tanya Aira sembari memberikan minum kepada Nando yang kebetulan Aira duduk di sebelah Nando.
"Terimakasih Nak. Oh iya, Airaa. Kau sudah rapi. Sepertinya hari ini kau benar-benar semangat untuk ke sekolah." Ucap Nando.
"Hehehe.. Iya Ayah."
"Eemm, Re. Kau yang antar Aira ke sekolah ya!!. Ayah sedang banyak pekerjaan di kantor."
"Ok Ayah. Re akan antar Aira kesekolah setelah sarapan."
"Hm... Kalau begitu Ayah berangkat ke kantor dulu ya."
"iya. Ayah hati-hati di jalan." Ucap Tasya.
"Iya Nda, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Mereka semua yang ada di sana menjawab salam secara bersamaan.
"Aira!!. Ayoo pergi!!. kak Re akan mengantarmu ke sekolah."
"Iya kak."
"Bunda, Aira pergi ke sekolah dulu ya." Aira mencium punggung tangan Tasya, "Assalamualaikum, Bunda."
"Waalaikumsalam, sayang."
"Re juga pamit ya Bun, mau anterin Aira ke sekolah."
"Iya, hati-hati Re bawa mobilnya pelan-pelan saja." Pinta Tasya kepada putranya itu.
"Ok Bun."
Re membukakan pintu mobil untuk Aira, Re mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sampai di sekolah, Re mengantar Aira untuk menemui Kepala Sekolah. Setelah selesai menemui Kepala Sekola Re mengantar Aira sampai masuk ke dalam kelasnya.
"Baby!!. Kak Re antar sampai sini saja ya!!. Nanti pulangnya kak Re jemput lagi. Ok." Ucap Re sambil mengacak-acak rambut Aira.
"Iiiihh kak Re!!. Rambut Aira berantakan Nanti!!. Lirih Aira dengan suara manjanya.
"Tidak apa jika sedikit berantakan, lagi pula sudah ada yang punya kan??." Re tersenyum kepada Aira, entah mengapa Re senang sekali membuat Aira tersipu malu. karna menurut Re itu sangatlah lucu dan menggemaskan.
"Sudah sana, pulang!!. Hati-hati di jalan!!."
"Ok baby."
__ADS_1
Sambil menunggu bel masuk berbunyi Aira memilih duduk di bangku paling depan. Selang beberapa menit, "Haii.." seseorang menyapa Aira.
"Hai juga.." Sahut Aira
"Aku boleh duduk di sini tudak??." Tanya seseorang itu.
"Tentu saja boleh, silahkan duduk.". Jawab Aira sopan.
"Arigato. oh iya, perkenalkan Namaku Talita Putri. Panggil saja Lita."
"Aku Aira Yasya, kalau aku biasa dipanggil Ai atau Aira."
"Aku panggil Ai saja, biar lebih singkat dan lebih akrab. Aku berharap kita bisa berteman dengan baik." sSambung Lita
"Tentu, aku juga berharap begitu."
"Ok". Ai & Lita berjabat tangan.
Bel masuk berbunyi, semua siswa bergegas masuk kekelas masing-masing. Beberapa menit kemudian, "Haaii anak-anak." Guru menyapa para siswa dikelas 10 A. Kelas 10 A adalah kelas Aira & Lita
"Hari ini sebelum kita mulai belajar kalian perkenalkan diri kalian masing-masing. Mulai dari bangku paling depan ujung sebelah kanan dan bergerak menyamping."
"Baik Bu" Jawab semua siswa kemudiansiswa dan siswi maju ke depan satu persatu sesuai dengan urutan yang diarahkan oleh guru. Setelah selesai berkenalan, mereka melanjutkan perlajaran sampai jam belajar habis.
Bel istirahat pun berbunyi, saat Jam istirahat Aira lebih memilih menhabiskan waktunya dengan membaca buku di perpustakaan. Aira berjalan menuju perpustakaan, Lita yang mengikuti Aira dari belakang bertanya, "Aira. Kita mau kemana??."
"Aku mau keperpustakaan Lit." Ucap Aira
"Astaga, kenapa ke perpustakaan??. Bukannya kita mau ke kantin??."
"Heem, maaf ya Lit. Aku mau baca buku. Jika kau ingin ke kantin silahkan, lagi pula kantin tidak jauh dari perpustakaan bukan??."
"Baiklah kalau begitu."
"Hm."
"Apa??."
"Kau hoby membaca ya??."
"Iya Lit kau benar sekali. Selain hoby membaca aku juga hoby memasak."
"Waaw, ternyata kau pandai memadak. Kapan-kapan aku juga mau merasakan masakanmu!!."
"hem, jika ada waktu mainlah ke rumah ku. Kita akan masak-masak nanti."
"Seriiuss??."
"Iyaa, dua rius!!."
"Ok baiklah. Kalau begitu aku akan ikut denganmu ke perpustakaan saja. Aku juga tidak lapar!!."
"Hm."
Perpustakaan di SMA Z tidak jauh dari kelasnya Aira. Jadi Aira setiap jam istirahat selalu menghabiskan waktu di perpustakaan. Aira sangat berbeda dengan siswa siswi lainnya. Kalau mereka jam istirahanya selalu menghabiskan waktu untuk jajan, makan, Aira justru kebalikannya. Lebih baik Aira menghabiskan waktu jam istirahat di perpustakaan untuk membaca buku.
Bel masuk pul berbunyi semua siswa masuk kekelas masing- masing. Tak terasa waktu pulang sekolah pun tiba. Re sudah menunggu Aira di gerbang sekolah. Tetapi kali ini Sahabat barunya itu menawarkan tumpangan namun Aira menolaknya. Sebenarnya Aira tidak ingin menolaknya, tapi mau bagaimana. Re sudah menunggu di pintu gerbang sekolah.
"Ai, pulang bareng yuk. Aku sendirian di mobil."
"Sory ya Lit, kali ini aku tidak bisa pulang bareng. Soalnya sudah dijemput. Itu orangnya yang menunggu di gerbang sekolah." Aira menunjuk Re.
"Oow ya sudah, tidak apa. Lain kali kalau aku ajak pulang bareng jangan menolak ya hehe."
__ADS_1
"Ceritanya maksa??."
"Hahaha iya aku maksa."
"Oghe deh, lain kali aku tidak akan menolaknya."
"Oghe, Papay Aira." Lita melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sedangkan Aira berlari menuju mobil Re, Re membukakan pintu mobil untuk Aira. Re menghidupkan mesin mobilnya mereka pun berlalu dengan kecepatan sedang.
"Kak, Bawa mobilnya santai saja. Jangan kebut-kebut, Aira takut." Kata Aira.
"Oke Baby, permintaan dikabulkaaan."
"Kak Re, jangan panggil Aira baby. Aira bukan bayi."
"Hahaha... Kan memang bayi, bayi besar maksudnya."
"Idiiih, yang bayi besar itu bukan Aira tapi kak Re."
"Benarkaah??."
"Iya, kak Re kan manjaa!!. Jadi cocok dipanggil bayi besar. Big Baby sangat cocok untuk kak Re. Hahaha..."
"Ok baiklah. Mulai sekarang panggil ku baby!!."
"Laah, kenapa jadi Aira??."
"Iya katanya tadi tidak mau dipanggil baby. Ya sudah kalau begitu kau panggil baby, aku panggil cagia."
"Panggilan macam apa itu??."
"Eeiith, tidak ada pertanyaan apapun!!."
"Oghee, baiklah."
"Nah, begitu dong."
"Hm."
"Kita sudah sampai cagia." Re membukakan pintu mobil Aira.
"Assalamualaikum Bunda, Aira pulaaaang.." Ucap Aira.
"Waalaikumsalam sayang."
"Eeehh.. Maaf ya Bun, Ayah... Aira tidak tahu jika ayah dan bunda sedang ada tamu."
"Tidak apa naak." Jawab salah satu tamu Nando.
"Apa dia putrimu Tuan Nando??." Tanya salah satu Tamu Nando.
"Iyaa, dia putri saya. Calon istri dari anak saya Re."
"Waaah.. Selamat ya Re." Para Tamu Nando memberikan ucapan selamat kepada Re dan Nando.
"Selamat Tuan Nando, anda akan segera menimang cucu kalau begitu." Ucap salah satu Tamu nando yang lainnya.
Nando hanya tersenyum dan mengucapkan, "Terimakasih".
"Bunda, Ayah. Aira kekamar dulu ya. Maaf ya Om." Aira membungkukkan badannya kepada tamu-tamu Nando.
"Kak Re, Aira ke kamar dulu." Aira juga pamit kepada Re.
__ADS_1
Setelah Aira pergi, "Re. Sini, Ayah ingin membicarakan hal penting tentang pekerjaan."
"Baik Ayah." Re duduk di samping Nando, lalu mereka berbincang-bincang tentang pekerjaan.