Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 76


__ADS_3

Setibanya di tempat yang sudah dipesan oleh Alan, Re langsung mendekorasi ruangan tersebut. Ze dan Alan ingin sekali membantu Re mendekorasi ruangannya namun Re melarang mereka untuk membantunya. Re ingin melakukan semuanya sendiri, Re menyuruh Ze menjadi mandornya saat ia sedang mendekorasi ruangannya dan memberikan saran terbaiknya. Sementara itu, Re juga menyuruh Alan untuk membuat undangan keluarga. Re hanya meminta Alan mengundang keluarga dan para sahabat serta para kolega-kolega yang bekerja sama dengan perusahaannya di Indonesia.


Re sengaja tidak menelfon Aira dan tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Aira tepat di jam 00:00 malam. Karena Re ingin memberikan ucapan selamat ulang tahun langsung dihadapan Aira. Itulah sebabnya Re mempersiapkan kejutan ini untuk Aira. Re tahu saat ini Aira pasti sedang kesal dengannya karena sejak kemarin Re sengaja mematikan ponselnya dan sengaja tidak menghubungi Aira begitupun dengan Ze.


Sementara itu di rumah Nando, Aira sangat kesal kepada Re dan Ze. Karena sejak kemarin ponsel mereka tidak bisa dihubungi. Dalam hati Aira berkata, "Apa yang terjadi Tuhaaan??. Kenapa ponsel mereka susah sekali dihubungi??. Apa mereka sedang sibuk??. Uuuhh.... Aku harus menjawab apa kepada anak-anak. Reeeee!!. Kenapa kau membuatku stress seperti ini. Ooohhh.."


Tiba-tiba Leon dan Liam datang menghampiri Aira, "Mommy" ucap mereka bersamaan.


Aira tersadar dari lamunannya, "Iya sayang"


"Apa Mommy cudah bica menghubungi Daddy??" tanya Leon.


Aira hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah kedua putranya tanpa mengatakan apapun.


"Mommy!!. Kita ingin bicala cama Daddy cekalang!!" ucap Leon dan Liam


"Emmh.. Ee..Maaf ya sayang. Daddy sepertinya masih sibuk dengan pekerjaannya. Mommy minta maaf ya sayang, karena belum bisa menghubungi Daddy untuk kalian" ucap Aira.


"Tidak Bica!!. Kalau sampai nanti malam Leon tidak juga bicala cama Daddy, Leon tidak mau bicala cama Mommy" ucap Leon.


"Iya, Liam juga. Liam tidak mau bicala cama Mommy!!" ucap Liam.


Kemudian Leon dan Liam pergi meninggalkan Aira yang sedang kebingungan, "Leon!!. Liam!!. Dengarkan Mommy dulu sayang!!"


"Tidak mau!!" jwb Leon dan Liam bersamaan. Dalam hati Aira berkata, "Bagaimana ini??. Ya Allah tolong bantu aku!!"


Sebenarnya Leon dan Liam hanya mengerjai Aira saja. Atas permintaan dari Re, mereka harus berpura-pura membuat Aira bersedih. 2 hari lalu Leon dan Liam sudah berbicara dengan Re ditelfon melalui ponsel Anaya. Re meminta Leon dan Liam untuk membuat ulah, bagaimanapun caranya. Re sudah memberitahu Anaya, Leon dan Liam tentang kejutan untuk Aira. Leon dan Liam sangat bahagia karena kedua orang tuanya akan kembali bersama. Meskipun usia mereka terbilang masih sangat kecil tapi kepintaran yang mereka miliki sangat luar biasa. Aira sendiri terkadang kewalahan menghadapi anak-anaknya itu.


Aira terus saja duduk termenung memikirkan cara, bagaimana agar anak-anaknya bisa mengobrol dengan Re. Tiba-tiba Aira teringat kepada Bima asisten Re di Amerika, akhirnya Aira mencoba menghubungi nomor telfon Bima namun hasilnya nihil. Begitupun dengan Bi Mia, Aira mencoba menelfon Bi Mia namun hasilnya juga nihil. Re sudah memberi tahu mereka semua jika Aira menelfon jangan ada yang menjawab telfonnya. Karena tak tahu lagi harus berbuat apa, akhirnya Aira menangis dalam lamunannya, air matanya menetes dengan sendirinya.


Saat ini Aira sangat kebingungan, ia tidak ingin jika anak-anaknya tidak mau berbicara dengannya karena masalah ini. Ia pun mencoba membujuk kedua putranya, Aira menghampiri Leon dan Liam yang sedang bermain bersama Anaya dan Nando di kamar Nando.


Aira berkata, "Leon, Liam, Mommy ingin bicara sebentar??"

__ADS_1


"Tidak mau!!. Sebelum Leon belbicala cama Daddy Leon tidak mau bicala cama Mommy" ucap Leon, sedangkan Liam hanya membuang muka saat Aira menatap wajahnya.


Dengan mata yang berkaca-kaca Aira berkata, "Sayang!!. Jangan bicara seperti kepada Mommy. Mommy akan berusaha untuk menghubungi Daddy kalian. Tolong beri Mommy waktu, jangan bersikap seperti ini kepada Mommy"


Leon dan Liam pergi keluar dari kamar Nando tanpa memperdulikan perkataan Aira dan berlari menuju ruang bermain.


"LEON!!. LIAM!!. Tolong jangan seperti ini Nak" ucap Aira, namun Leon dan Liam hanya berpura-pura tidak mendengar. Mereka tidak menghiraukan Aira sama sekali. Tak terasa Air mata Aira mengalir dan berkata, "Ayah bagaimana ini??. Hiks.. Hiks.. Bantu aku Nay??"


Anaya hanya diam saja tak mengatakan sepatah katapun. Aira terduduk di lantai dihadapan Nando dan Anaya. Air mata Anaya juga ikut menetes melihat Aira menangis, namun Anaya langsung menghapus Air matanya dan keluar dari kamar Nando. Setelah berada agak jauh dari kamar Nando Anaya menghubungi nomor yang diberikan Re kepadanya.


Sambungan telfon terhubung, "Tut.. Tut.. Tut.."


"Halo. Siapa ini??" jawab Alan.


"Maaf, apa ini kak Re??" tanya Anaya.


"Re??. Maksud mu Rein Wijaya??" tanya Alan kembali.


"Iya, tapi anda siapa ya??"


"Iya betul kak Alan. Kak Re memberikan nomor ini jika terjadi sesuatu kepada Aira" jwb Anaya.


"Aira??. Memangnya kenapa dengan Aira??" tanya Alan.


"..." Naya menjelaskan tentang rencana Re hingga membuat Aira menangis.


"Oohh Tuhaan.... Kenapa dia harus membuat rencana bodoh ini. Haiiiss... Terimakasih karena sudah memberitahu ku!!. Aku akan memberitahu Re dan Ze nanti."


"Ok. Terimakasih kak Alan"


"Sama-sama"


Alan memutuskan sambungan telfon nya dan Segera melajukan mobilnya menuju tempat Re dan Ze berada. Setelah tiba di sana Alan langsung memberi tahu keadaan Aira kepada Re dan Ze. Kemudian Re meminta ponsel Alan karena ia ingin menghubungi Anaya.

__ADS_1


"Berikan ponselmu!!" ucap Re kemudian Alan memberikan ponselnya kepada Re.


Re menghubungi nomor Anaya, "Halo" Anaya menjawab telfonnya.


"Halo Nay, ini kak Re!!"


"Kak Re!!. Kasihan Aira kak, jangan mengerjainya seperti ini."


"Iya, karena itulah kakak menelfonmu. Kakak punya pekerjaan untukmu"


"Apa??"


"Kau bisa menyiapkan Aira tidak??"


"Maksud kak Re??"


"Maksudku, Kau bujuk Aira agar ia mau datang ke acara ulang tahunnya ini. Kau katakan saja temanmu sedang ulang tahun dan kau butuh teman untuk datang ke sana."


"Ok kak. Aku akan bujuk Aira"


"Kakak tunggu di sini, Alan akan menjemput kalian Nanti"


"Ok" jwb Anaya singkat.


Kemudian Re mengembalikan ponselnya Alan dan meminta Alan segera menjemput mereka.


"Al, sekarang juga kau bersiap lalu segera jemput kekasihku dan adikku. Ingat!!. Jangan sampai lecet!!. Jika ada goresan sedikit saja di tubuh kekasihku dan adikku. Sebagai gantinya aku akan memenggal kepalamu!!." ucap Re menatap tajam ke wajah Alan.


Alan hanya menatap wajah Re sambil menelan slipahnya mendengar apa yang baru saja Re katakan membuat Alan bergidik ngeri.


"Apa yang kau lihat??. Cepat pergi!!" ucap Re.


"I i iya, aku pergi!!" sambung Alan.

__ADS_1


Saat Alan berbalik ia membelalahkan matanya sambil membuang nafas, "Huuuhh" dalam hati Alan berkata, "Gila aje, impian ingin menikah aje belom terwujud, dia udah mau main penggal-penggal aje. Oohh my god.. Aku belom mau mati kali Re. Serem amet si!!" sambil mengelus dadanya dan berjalan keluar tempat itu menuju parkiran mobil.


__ADS_2