
Keesokan paginya, Leon dan Liam sudah siap untuk ikut Aira ke butik begitupun dengan Lisa. Nando juga sudah siap untuk pergi ke kantor tapi sebelum pergi ke kantor Nando mengantar Leon, Liam, Aira dan Lisa ke Butik terlebih dahulu.
Sementara itu keadaan Re di Amerika sudah mulai membaik. Kini Re sudah di izinkan pulang ke rumah oleh Dokter Ze. Ze juga melakukan tugasnya sebagai Dokter meskipun pasiennya adalah kakaknya sendiri. Ze tetap propesional dalam bekerja, Ze tidak ingin ada orang yang mengatakan bahwa ia tidak propesional.
Ze meminta dokter Sasa untuk menjaga Rumah Sakit sementara Ze tidak ada. Karena Ze ingin mengantar kakaknya pulang ke rumah terlebih dahulu. Ze juga meminta kepada dokter Sasa untuk menghubunginya jika ada pasien yang gawat darurat.
Ze membereskan semua barang-barang bawaan kakaknya itu kemudian Ze membawa Re ke mobil. Ze membukakan pintu mobil untuk Re lalu Ze menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil saat perjalanan pulang Ze bertanya kepada kakaknya, "Apa kak Re merasa masih ada yang sakit??"
"Merasa sakit bagaimana maksudmu Ze??"
"Maksudku, bagaimana keadaan kak Re??. Apakah baik atau masih ada rasa sakit mungkin??"
"Oowh, itu. Iya Ze aku masih merasa sakit!!"
"Bagaimana mungkin kak??. Aku sudah memeriksa kakak dengan teliti, kenapa masih merasa sakit??. Di mana sakitnya biar aku cek nanti setelah sampai di rumah!!" ucap Ze.
"Sakitnya tuuh di sini!!" ucap Re sembari menunjuk dadanya diantara jantung dan hati. Kemudian Re berkata kembali, "Kau ini aneh!!. Jika kau sudah memeriksaku dengan teliti, mengapa kau masih bertanya lagi??. Hah??."
"Iya maaf kak. Aku bertanya begitu, mungkin saja masih ada yang sakit di tubuhmu dan jika masih maka aku akan memeriksamu kembali setelah sampai di rumah. Karena itulah aku bertanya padamu" ucap Ze.
"Heemm!!!. Terimakasih Ze karena kau sudah memperhatikanku dan merawatku dengan baik" ucap Re.
"Sama-sama kak. Lagi pula itu sudah kewajibanku!!" ucap Ze.
"Kewajibanmu sebagai apa??" sambung Re.
"Kewajibanku sebagai adik yang baik dan dokter baik!!" jawab Ze.
"Hahaha... Kau ini!!!. Iya, iya, kau memang adik terbaik dan dokter terbaik di dunia" ucap Re.
"Hahaha... Kak Re ada-ada saja!!" ucap Ze sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka berdua berbincang-bincang di dalam mobil hingga mobil yang mereka kendarai berhenti di depan rumah Re. Setibanya di rumah Re, Ze mengantar Re sampai ke dalam kamarnya. Ze juga ingin menginap beberapa hari di rumah Re untuk memantau keadaan kakaknya itu.
Ze berkata, "Kak, lebih baik kau mandi dulu, setelah mandi kau makan, minum obat lalu istirahat. Sementara kau mandi aku akan menyiapkan makan untukmu!!"
"Ok Ze" jawab Re singkat.
Re langsung bergegas ke kamar mandi dan Ze bergegas ke dapur. Sesampainya di dapur Ze melihat ada Bi Mia yang sedang memasak kemudian Ze menyapanya, "Hai Bi!!. Apa kabar??. Sudah lama kita tidak bejumpa!!"
"Hai Tuan Muda Ze!!. Kabar Bibi baik Tuan. Iya betul sekali, Tuan Muda tidak pernah berkunjung ke Rumah Besar karena itulah sudah lama kita tidak berjumpa!!" jawab Bi Mia dengan sopan.
"Hehehe... Iya Bi!!. Aku sedang banyak pasien, aku sibuk di Rumah Sakit setiap hari jadi aku tidak punya waktu senggang untuk main ke sini!!" sambung Ze.
"Tidak apa Tuan!!" sambung Bi Mia.
"Oh iya Bi, siang ini biar saya yang memasak untuk kak Re. Saya ingin membuat bubur untuk kak Re."
"Ooh baik Tuan. Silahkan!!"
"Terimakasih Bi. Bibi lanjutkan pekerjaan yang lainnya saja ya" ucap Ze.
"Baik Tuan Muda!!"
__ADS_1
Ze memasak bubur untuk Re dikarenakan Re belum bisa mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak. Jadi dalam kata lain Re harus mengontrol makanannya terlebih dulu dalam beberapa hari kedepan karena Re masih dalam masa pemulihan. Ze selalu memantau keadaan kakaknya, ia juga mengurus dan merawat kakaknya itu dengan baik.
Setelah 1 minggu kemudian kesehatan Re sudah pulih kembali. Seperti biasa Re kembali bekerja di kantornya dan Ze kembali bekerja menangani pasien di Rumah Sakit miliknya itu. Akan tetapi Ze tiba-tiba teringat kepada Aira akhirnya Ze berusaha menghubungi Aira namun Aira tidak mengangkat telfonnya. Berkali-kali Ze menghubungi Aira namun tidak ada jawaban dari Aira. Ze membuat rencana untuk mengambil waktu cuti demi menyelesaikan niatnya menyatukan kakaknya kembali. Ze meminta Dokter Sasa untuk menjaga para pasien di Rumah Sakit selama Ze tidak ada di Amerika.
Saat sampai di rumahnya Ze langsung bergegas mengemas pakaian yang akan dia bawa. Setelah selesai berkemas Ze mengemudikan mobilnya menuju rumah Re. Setibanya di rumah Re, Ze langsung disambut oleh Bi Mia. Bi Mia berkata, "Tuan Muda Ze!!"
"Eh Bi Mia. Kak Re dimana Bi??" ucap Ze.
"Tuan Muda Re ada di ruang kerjanya, Tuan" ucap Bi Mia.
"Oowh. Tapi kenapa kak Re tidak ke kantor??. Tumben sekali!!" ucap Ze.
"Bibi juga kurang tahu Tuan, sejak pagi Tuan terlihat murung sekali!!" ucap Bi Mia.
Tanpa berkata apapun Ze langsung berlari ke ruang kerja Re. Ze mengetuk pintu ruang kerja Re, "Tok.. Tok.. Tok.."
"Hm, masuk!!" ucap Re dari dalam ruangan yang sedang fokus dengan berkas-berkasnya.
Ze membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Re, Ze menyapa Re, "Hai kak Re!!"
"Hai Ze. Aku kira tadi Bi Mia ternyata kau. Ada apa Ze??" ucap Re.
"Aku ingin mengajakmu menemui ayah di Indonesia sekarang kak!!"
" Whaat??. Sekarang??."
"Iya kakak"
"Apa kau tidak lihat aku sedang banyak pekerjaan Ze, tidak bisa kalau sekarang. Besok saja ya!!"
"Tapi Zee..."
"Tidak ada tapi-tapi, ayo cepat kemasi barang-barang kakak sekarang!!. Biar aku saja yang menelfon Bima"
"Ok ok baiklah. Sabar. Tenang. Ok!!"
"Haiih.. Ok. GPL, ga pake lama" ucap Ze.
"Hm"
Setelah Re pergi ke kamarnya mengemasi barang-barang yang akan dibawa Ze menelfon Bima untuk mengambil berkas-berkas yang tersisa di ruang kerja kakaknya itu. Bima menjawab telfon dari Ze, "Haloo Tuan Ze"
"Kau ke rumah besar sekarang!!. Ambil berkas-berkas yang tersisa di ruang kerja kak Re dan segera selesaikan!!"
"Whaat??. Tapi ada apa Tuan??. Kenapa mendadak sekali??"
"Tidak usah banyak bertanya, pergi sekarang atau kau ku pecat!!" ucap Ze.
"Ok ok baiklah. Saya pergi sekarang Tuan" ucap Bima.
"Hm, saya tunggu!!"
"Baik Tuan Ze yang terhormat!!"
__ADS_1
Ze langsung memutuskan sambungan telfon nya begitu saja dan Bima merasa heran dengan sikap Tuannya itu kemudian Bima bertanya dengan dirinya sendiri, "Sebenarnya Bos ku Tuan Re atau Tuan Ze??. Aneh!! Jika Tuan Re Bos ku kenapa Tuan Ze yang akan memecatku." Bima menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ada-ada saja. Mereka berdua itu memang sangat meresahkan."
Bima melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil dan mulai mengemudikan mobilnya menuju Rumah Re dengan kecepatan tinggi. 20 menit kemudian Bima tiba di Rumah Besar. Bima mengetuk pintu dan dibuka oleh Bi Mia. Bi Mia berkata, "Tuan Bima, silahkan masuk Tuan!!"
Bima tersenyum kepada Bi Mia dan bertanya, "Apa Tuan Ze dan Tuan Re ada di rumah Bi??"
"Iya Tuan Bima. Mereka ada di atas di ruang kerja Tuan Muda Re!!" ucap Bi Mia.
"Baiklah, terimakasih Bi" ucap Bima.
"Sama-sama Tuan."
Bima berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja Re tetapi di sana ia justru menemukan Ze yang sedang memeriksa dan membaca beberapa berkas-berkas milik Re. Bima mengetuk pintu, "Tok.. Tok.. Tok.."
"Hm, masuk!!"
"Tuan memanggil saya??"
"Hm" ucap Ze sambil menatap wajah Bima kemudian Ze berkata, "Dengar Bim, aku dan Kak Re akan pergi ke Indonesia sekarang jadi sementara kak Re tidak ada di Amerika, aku memintamu untuk menjaga perusahaan kakak. Ingat!!!. Lakukan pekerjaanmu dengan baik, jika terjadi masalah kau selesaikan dan jika kau tidak bisa menyelesaikannya maka cepat hubungi kami. Kau mengerti??"
"Baik Tuan saya mengerti!!" ucap Bima.
"Bagus!!. Jika kau melakukan kesalahan maka bersiaplah angkat kaki dari pekerjaanmu!!" sambung Ze.
"Baik Tuan" jawab Bima.
Tiba-tiba Re masuk ke ruang kerjanya, ia melihat Bima sudah ada di ruang kerjanya kemudian Re berkata, "Bima!!. Cepat sekali kau sudah di rumahku!!"
"Iya Tuan. Tuan Ze meminta saya untuk datang cepat" ucap Bima.
"Jadi Ze sudah menjelaskan semuanya kepadamu??" tanya Re.
"Betul Tuan!!" jawab Bima.
"Baiklah. Kau ingat semua perkataan Ze tadi. Jika sampai kau melakukan kesalahan aku akan memenggal kepalamu itu dan jika terjadi masalah cepat hubungi aku" ucap Re.
Mendengar perkataan Re membuat bergidik ngeri dan menelan selipahnya kemudian Bima berkata dengan terbata-bata, "Emm i i iyaa Tuan. Sa saya mengerti!!"
"Kenapa??" tanya Ze.
"Ti tidak ada Tuan. Saya pasti akan mengingat semua perkataan Tuan Muda berdua dan saya akan berusaha bekerja dengan baik" ucap Bima.
"Baguslah kalau begitu!!. Ayoo Ze kita pergi ke bandara aku sudah memesan tiket penerbangan pukul 14.00" ucap Re.
"Waah.. Ternyata kau cepat juga ya!!" ucap Ze sambil tersenyum kepada kakaknya itu sedangkan Re hanya tersenyum miring.
Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran mobil di sana supir pribadi Re yang juga merangkap sebagai tukang kebun dan bodygurt Re sudah siap untuk mengantar Tuannya ke bandara. Ze tidak mengetahui tentang supir pribadi kakaknya itu kemudian Ze bertanya, "Dia siapa??"
"Dia Supir pribadiku, dia adalah mantan pembalap internasional yang aku sewa beberapa tahun lalu" ucap Re sembari memasukkan kopernya ke bagasi mobil.
"Waaaww.. Keren sekali. Ternyata supir pribadiku mantan pembalap internasional" ucap Ze terkagum-kagum.
"Apanya yang keren?? Biasa saja!!. Sudah tidak udah banyak bacot, ayo Jemes kita berangkat ke bandara" ucap Re.
__ADS_1
"Baik Tuan" ucap Jemes sembari mebukakan pintu untuk Kedua tuannya itu kemudian Jemes menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan cepat ke Bandara Amerika.