Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 77


__ADS_3

Anaya kembali ke kamar Nando dan mencoba mengajak Aira berbicara, "Aira!!. Jangan menangis lagi. Aku yakin kak Re memang sedang banyak urusan karena itulah dia tidak menghubungimu. Masalah Leon dan Liam kau tidak perlu khawatir, kau adalah ibunya aku yakin mereka tidak akan bisa lama-lama marah kepadamu"


Mendengar perkataan Anaya, Aira sedikit lega kemudian menghapus air matanya. Sambil menatap wajah Anaya, Aira berkata, "Apa kau yakin??. Aku akan sangat terluka jika mereka tidak mau bicara denganku."


"Aku sangat yakin!!. Percayalah padaku Aira!!" ucap Anaya.


Aira membuang nafas panjang lalu tersenyum dan berkata, "Terimakasih Nay. Kau membuatku sedikit lega!!"


"Sama-sama" Anaya tersenyum lebar kepada Aira tiba-tiba ia teringat kata-kata Re di telfon. Anaya berkata, "Emmm... Aira!!"


"Hm??"


"Emmm... Sebenernya aku ingin mengajakmu pergi malam ini" ucap Naya.


"Where??. Maksudku, kau ingin mengajakku pergi kemana??" tanya Aira.


"Ke acara ulang tahun temanku. Semua orang membawa pasangannya dan kau tahu betul bahwa aku tidak punya pasangan. Jadi aku ingin mengajak sahabatku saja" ucap Anaya.


"Tapi Nay, bagaimana dengan Ayah??"


"Aku sudah meminta Bi Inah untuk menjaga Ayah sementara kita pergi malam nanti" ucap Anaya.


"Leon dan Liam??"


"Kau tenang saja mereka sudah tidur sekarang. Aku sudah menidurkan mereka!!" ucap Anaya mencoba meyakinkan Aira.


"Haaaa!!. Yang benar saja Nay??."


"Iya Aira. Kau tidak lihat sekarang jam berapa??"


Aira menoleh ke arah jam dinding yang ada di kamar Nando, jam menunjukkan pukul 18:30 WIB. Lalu Aira berkata, "apa-apaan ini??. Aku bahkan tidak menyadari bahwa sekarang hari sudah mulai gelap. Astaga!!"


"Bagaimana??. Mau atau tidak??. Plesee Aiiiii.... Aku mohon, jangan menolaknya!!" ucap Anaya.


"Haiiihhh.. Jika kau memaksa bagaimana aku bisa menolak. Baiklah, aku akan menemanimu ke acara ulang tahun temanmu itu" ucap Aira.


"Yeeeyy.. Terimakasih terimakasih. Kalau begitu aku akan membantumu bersiap. Ayo cepat!!" ucap Naya


Anaya menarik tangan Aira dan membawa Aira masuk ke kamar Aira. Anaya memilihkan baju untuk Aira pakai malam ini. Anaya tahu betul kesukaan kakaknya itu, Anaya memilihkan baju Re suka. Maksudnya, Re akan sangat suka jika wanitanya memakai baju-baju yang ia berikan. Karena baju apapun yang Re berikan kepada Aira sudah pasti Re menyukainya.


Aira sangat bingung melihat tingkah Anaya yang begitu penuh semangat. Aira berkata, "Nay. Sebenarnya yang ingin menghadiri ulang tahun temanmu aku atau dirimu??. Kenapa kau begitu semangat untuk membantuku bersiap??"

__ADS_1


"Memangnya kenapa??. Tidak boleh ya, jika aku membantumu??"


"Bukan begitu Nay, tapi kau juga harus bersiap!!"


"Tenang saja. Aku tidak memerlukan waktu lama untuk bersiap. Ayo cepat kau ganti pakaian ini setelah itu aku akan merias wajahmu!!. Cepaaaat!!" ucap Anaya sembari memberikan bajunya kepada Aira.


"Iya, iya, sabar Nay" ucap Aira. Dalam hati Aira berkata, "Aneh sekali, aku merasa sepertinya ini adalah acaraku bukan acara temannya. Anaya itu ada-ada saja"


Setelah selesai berganti baju, Anaya langsung merias wajah Aira dan tak butuh waktu lama akhirnya Aira selesai juga, "Selesai!!. Sekarang lihatlah dirimu di cermin, kau sangat cantik Ai" ucap Anaya.


Aira membalikkan tubuhnya ke cermin besar yang ada di belakangnya dan menatap dirinya di cermin dari atas sampai bawah, "Nay. Ini beneran aku??" tanya Aira seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat di cermin.


"Hm.. Jika bukan kau lalu siapa??. Hantu??"


"Bukan juga" ucap Aira.


"Hahaha..." Anaya tertawa kecil.


Aira tersenyum lebar dan berputar di depan cermin. Betapa elok dan anggunnya ia mengenakan baju itu. Aira terlihat sangat cantik dan wajahnya yang nampak berseri-seri membuatnya terlihat sempurna. Anaya yang melihat sahabatnya itupun ikut merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Anaya berkata, "Aira!!"


"Hm??"


"Ok Nay!!"


Aira kembali berputar-putar di depan cermin, tak bosan-bosan ia menatap dirinya di cermin. Sesekali ia tertawa bahagia dengan tersenyum terukir di wajah Aira. 20 menit kemudian Anaya kembali ke kamar Aira dengan penampilan yang berbeda.


"Waaaaw... Anaya. Kau sangat cantik dengan gaun itu??" ucap Aira.


"Hehe.. Kau juga sangat cantik Aira" ucap Naya.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar rumah lalu Anaya berkata, " Nah, itu dia. Jemputan kita sudah datang"


"Haa!!. Kau yakin, jika itu orang yang menjemput kita??"


"Iya juga ya. Tunggu sebentar aku akan menelfon seseorang dulu" ucap Anaya sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Tiba-tiba telfon Anaya berdering, "Halo" Anaya menjawab telfonnya.


"Halo Nay. Ini aku Alan, aku yang ditugaskan Re menjemput kalian. Sekarang aku audah berada di depan rumahmu. Cepatlah kemari!!" ucap Alan ditelfon.


"Oohh... Ok. Kami akan segera datang" jwb Naya singkat dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.

__ADS_1


Naya langsung menarik tangan Aira dan segera turun ke bawah. Tapi tiba-tiba Aira twringat Leon dan Liam, ia pun ingin melihat kedua putranya dulu sebelum pergi. Namun Naya langsung menyelahnya, "Kita sudah terlambat Aira. Kau tidak perlu menghawatirkan Leon dan Liam mereka sudah tidur" ucap Naya meyakinkan Aira. Karena yang sebenarnya Leon dan Liam sudah di jemput oleh Ze sesaat setelah Re menelfon Anaya. Anaya mengetahui hal itu karena setelah Re menelfonnya Ze menelfonnya menggunakan ponsel Ze. Ze meminta Anaya untuk menyiapkan Leon dan Liam karena dia akan segera menjemputnya tanpa diketahui oleh Aira.


"Sudah. Ayo cepat!!" ucap Naya.


Anaya terus menarik tangan Aira dan tibalah mereka di halaman rumah, benar saja mobil Alan sudah parkir dihalaman rumah. Alan langsung membuka pintu mobilmya dan mempersilahkan mereka masuk. Aira yang sedikit kesal kepada Anaya karena melarangnya untuk melihat Leon dan Liam, tidak memperhatikan Wajah pria yang menjemputnya itu. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan duduk manis dengan wajah kesalnya. Sepanjang jalan mereka hanya diam dan tidak mengobrol apapun.


Setibanya di tempat tersebut, Alan membukakan pintu mobilnya kembali. Anaya keluar dari mobil dan disusul oleh Aira. Tetapi saat ia keluar dari mobil Aira baru menyadari bahwa pria yang menjemputnya itu adalah Alan.


Aira berkata, "Alan!!"


"Hai Aira. Maaf aku tidak memberi tahumu jika ingin menjemputmu!!" ucap Alan kepada Aira.


"Tunggu, tunggu!!. Kalian sudah saling kenal??" sambung Anaya.


"Iya Nay. Kita pernah bertemu beberapa kali" jawab Aira


"Pantas saja kalian sudah saling kenal" ucap Anaya


"Nona-nona cantik, mari silahkan masuk!!. Sebentar lagi acara akan segera dimulai dan kalian adalah tamu utamanya. Mari akan saya antar!!" sambung Alan.


Aira dan Anaya hanya diam dan tersenyum ramah kepada Alan lalu Alan juga membalas senyuman mereka. Aira dan Anaya terus berjalan mengikuti Alan memasuki gedung itu.


Aira berkata, "Nay. Apa kau tidak salah tempat??. Kenapa diluar sepi sekali??. Seperti tidak ada acara pesta ulang tahun!!" ucap Aira.


"Tidak mungkin salah tempat Aira. Diluar memang sangat sepi karena karena ini bukan acara pesta tapi acara ulang tahun sederhana yang diaiapkan untuk pasangannya. Kau tahu!!. Temanku itu sama sepertimu, dia tidak suka bermewah-mewahan" jawab Anaya.


"Oowwh, begitu" jawab Aira sambil mengangguk-anggukan kepalanya dan matanya yang melihat kesana kemari. Mereka masih terus berjalan dibelakang Alan, saat masuk ke dalam gedung tersebut Aira terkejut ternyata di dalam gedung itu sudah ramai tamu undangan. Aira memperhatikan semua tamu undangan dan Aira mengenal semua tamu-tamunya. Mereka adalah kolega-kolega yang bekerja sama dengan perusahaan Nando yang sudah menjadi miliknya. Selain itu juga ada beberapa keluarga jauhnya Re dan keluarga Alan juga ada di sana. Karena Aira merasa mengenali mereka semua akhirnya Aira menyapa mereka dan mereka juga membalas sapaan Aira. Kemudian Aira sedikit berbincang-bincang dengan mereka dan ditengah perbincangannya mereka Alan berkata, "Aira, mari ikuti saya!!"


"Aahh, iya maaf. Aku mengenal mereka semua karena itulah aku menyapa mereka" ucap Aira kepada Alan.


"Tidak apa, mari silahkan!!" sambung Alan.


Aira dan Anaya kembali berjalan mengikuti Alan, karena merasa penasaran Aira bertanya, "Nay, sebenarnya siapa temanmu itu??. Kenapa aku seperti sedang menghadiri acaraku sendiri. Kau tahu!!. Aku mengenal mereka semua Nay"


"Nanti kau juga akan tahu sendiri Aira" ucap Anaya.


"Hm.. Ya sudahlah" tambah Aira.


Setelah tiba di panggung acara, Alan meminta Aira untuk menunggu sejenak. Alan mengajak Anaya pergi ke belakang, untuk menemui Re, Ze, Leon dan Liam. Aira merasa bingung kenapa di berada di panggung acara. Aira sangat malu karena semua tamu undangan memperhatikannya dari kejauhan. Ada yang mengatakan, "Dia manis sekali" ada juga yang mengatakan, "Dia sangat cantik" dan ada juga yang mengatakan, "Dia sangat cocok bersanding dengan bos kita". Sementara Aira yang merasa diperhatikan sangat canggung dan merasa aneh.


Dalam hati Aira berkata, "Bukankah aku sedang menghadiri acara ulang tahun temannya Naya. Tapi kenapa aku yang berada di panggung acara??. Dan kenapa semua orang menatapku??. Dimana teman Anaya yang sedang berulang tahun??. Anaya dan Alan juga kemana??. Oohh Tuhaann.. Aku sangat gugup diperhatikan banyak orang dan aku merasa tidak nyaman seperti ini. Nay, kau dimana??" Aira melihat kesana kemari namun ia tak melihat keberadaan Naya.

__ADS_1


Aira mencoba bersikap rileks dan tersenyum kepada semua para undangan meskipun sebenarnya Aira merasa sangat gugup. Tanpa ia sadari Re memperhatikannya dari kejauhan. Re berjalan mendekati Aira dengan tatapan yang penuh kebahagiaan. Re terus berjalan sambil menatap Aira tanpa berkedip dan menoleh sedikit pun. Anaya, Alan, Ze, Leon dan Liam menyaksikan kebahagiaan yang sebentar lagi memuncak.


__ADS_2