
~di warung Pak Slamet
Zia " Sore Paman, sore Bibi😁 (yapp Zia selalu ramah, senyumnya selalu pamer akan deretan giginya yang berkilau, syukur tidak ada cabe atau pucuk ubi yang menempel di permukaan giginya😁)
Pak Slamet dan Istrinya"Pagi Juga Zia☺
Zia bergegas kebelakang(Dapur) untuk melakukan perkerjaan nyaa.
Rani" woy. ngapain lu? Diam-diam baeee😁( sambil menepuk pundak Zia. Rani adalah teman nya Zia)
Zia " apaan sih Ran🙄. sejak Kapan Monas Pindah ke Desa?? bahasa kamu sok-sokan pake gaya Lu Lu🙄. (sambil mengelap Piring yang baru siap di cucinya)
Rani " emang anak ibukota aja ya yang bisa pake bahasa begituan? kita juga bisa kali😁 tidak ada yang melarang kita berbicara pakai Loe, Gue😁. Bahasa Loe Gue kan bahasa manusia bukan bahasa malaikat 😁. jadi bebas dong
Zia " Iya iya terserah kamu saja. yasudah kamu lanjutin ngelap Piring nya yaa. masih banyak nihhhh ( sambil nyerahin kain Lap kepada Rani)
Rani "Siap Cantiikk 😁
Zia " Apaansih😒
Rani " kamu kan memang Cantik Zi☺. Zi, kenapa sih kamu bertahan di desa ini? kamu gak ada niat cari kerja yang lain? kamu kan cantik, kalau kamu ke Kota pasti cepat dapat kerja.
Zia "kamu ngomong apasih??
emang kalau kerja itu cukup modal cantik saja??? pekerjaan Juga membutuhkan Ijasah Rani. mencari kerja pasti sangat sulit, karena aku cuma bermodal Ijasah SMA😞
siapa yang mau menerimaku bekerja?
Rani " Zia, dikota banyak pekerjaan yang bisa kamu kerjakan. kamu bisa bekerja di Toko atau menjadi pembantu rumah tangga. kalo kamu ada niat pasti kamu usaha.
Zia "selama ini kan aku sudah usaha Ran. tapi tetap aja kurang 😞
__ADS_1
Rani " Zia, pendapatan di desa berbeda dengan Pendapatan di Kota. upah yang kamu Terima di desa tidak akan pernah cukup. tapi kalau kamu kerja di kota kamu bisa mengirim lebih banyak lagi kepada keluarga kamu.
Zia " iya deh Ran. nanti aku bicarain sama ayah juga Ibu dulu☺. .....
Lahhhh kamu kenapa tidak kerja di kota saja?
Rani "Kamu amnesia ya Zi🙄?? akukan sudah di Lamar sama Aris. untuk apalagi aku bekerja di Kota. biarkan saja Aris yang bekerja😁
Zia " 😁oiya aku Lupa kalau kamu udah di lamar😁. enak dong kamunya jadi penerus usaha Paman Slamet. warung nasi ini bakalan jadi milik kamu dan Aris. Aris kan anak satu-satu nya Paman Slamet Tuh😁
enak banget kamu dilamar sama orang kaya(sambil senyum-senyum menghayal)
Rani "apaan sih Zi. Pak Slamet kan masih sanggup untuk bekerja. masih bisa menangani usahanya sendiri. aku dan Aris hanya membantu Pak Slamet. bukan meminta Hak Warisan😀😀. nanti kalau kami cukup modal baru kami buat usaha sendiri 😊
Zia " iya deh. semoga rencana kamu sama Aris Lancar ya. ohiya bulan berapa di SAH' in kamu nya?? biar aku siapin Kado yang besar😀😀😀
Rani "kok jadi kamu yang gak sabaran sih??😊 bulan depan pernikahan kami di adakan. kamu ingat yaaa. seperti yang kamu bilang Kado kamu harus Besar 😍
Rani "😑 dasar Kezia sialan. aku mau kado yang spesial bukan kadonya Kayu Bakar Ziiiaaa 😖(sambil teriak-teriakin Zia)
*
*
*
waktu pun berjalan begitu cepat nya. waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. dimana warung Pak Slamet sudah Tutup. Zia dan Rani bergegas pulang.
Istri Pak Slamet " Zia, kamu yakin nak pulang sendiri? gak mau di antarin sama Aris aja?
Pak Slamet "iya Zia. biar Aris aja yang antar kamu Pulang. ini sudah malam. Bahaya, perempuan jalan sendiri.
__ADS_1
Zia " tidak apa-apa Bi, Paman😊
Zia kan sudah biasa pulang sendiri. lagian tidak ada yang mengganggu Zia. Di Desa ini banyak yang kenal Zia, jadi kalau Zia di gangguin sama preman. Zia bakalan banyak yang Nolongin 😁 .
Lagian ntar ada yang cemburu kalau Calon Suaminya antarin anak orang🤣🤣(sambil ngelirik Rani yang berada di samping nya)
Rani "Apaan sih Zii. kamu kan Sahabat aku dan Aris. masak aku cemburu sama sahabat sendiri😊
Zia" yaudah iyaa☺ aku pulang dulu ya bibi, Paman, Aris dan juga Raniiii.. da dahhhhh🖐
pak Slamet dan Istrinya "yaudah Kamu hati-hati di jalan ya nak😊
Zia pun berlalu dan pergi pulang sendirian ditemani sama sepeda legendaris kesayangan nya.
ibu dan pak Slamet " yaudah Ris, kamu anterin calon istri kamu. ini sudah tengah malam nak.
Aris " Iya bu😊
ayo Calon Istriku, abg antarin pulang😁(sambil menyalakan Motor Supra X kesayangan nya)
Rani (muka merah Karena malu dengan ucapan Aris)
Rani " Rani pulang ya bu, pak😊(sambil menyalim bapak dan emaknya si Aris🤝)
ibu dan Ayah Aris " iya nakk☺
Aris dan Rani pun berlalu dengan Motor kesayangan Aris. motor itu sudah jadi saksi bisu di antara hubungan Aris dan Rani. Karena di atas motor tersebut Aris dan Rani dapat Berpelukan🤣 Rani yang memeluk Aris dari belakang membuat kenyamanan diantara dua sejoli tersebut.
Terimakasih Sudah Baca karya tulis saya☺
semoga kalian suka☺☺☺☺☺☺☺☺
__ADS_1