Gadis Desa

Gadis Desa
Apisode 14


__ADS_3

Sementara itu di kamar, Aira sedang mengganti pakaiannya. Karena Aira merasa gerah jadi Aira pun mandi. Setelah mandi Aira melihat ke arah jam dinding, dilihatnya masih pukul 14:00. Karena waktu dzuhur belum habis, Aira shalat Dzuhur terlebih dahulu. Selesai shalat baru Aira turun ke bawah untuk makan. Aira melangkahkan kakinya turun ke bawah menuju meja makan. Ternyata di meja makan ada Ze yang sedang menghabiskan makanannya.


Sedangkan di ruang tamu Nando dan tamunya masih mengobrol di sana, tamu yang datang itu adalah orang-orang yang ingin melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan Re di Amerika. Mereka ingin bekerja sama dengan Re karena perusahaan Re adalah perusahaan terbesar di Amerika. Jadi wajar saja jika banyak perusahaan-perusahaan lain yang ingin mengajak kerja sama. Nama perusahaan yang sedang dikelola Re di Amerika adalah RN Company.


Sedangkan perusahaan Nando yang sedang dikelolanya di Indonesia adalah perusahaan keduanya namanya WIJAYA Grup. WIJAYA Grup tidak sesukses RN Company tetapi WIJAYA Grup adalah perusahaa terbesar di Indonesia dan RN Company adalah perusahaan terbesar di Amerika.


Selesai berbincang-bincang dan menandatangi kontrak kerja sama para kolega itu pun berkata, "Terimakasih Tuan Re, kau sudah mengizinkan perusahaan kecil kami bekerja sama dengan perusahaan terbesar Tuan di Amerika. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami."


"Tidak masalah, saya senang bisa bekerja sama dengan anda semua. Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik dan pastinya kita harus propesional dalam pekerjaan."


"Tentu saja Tuan. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik."


"Ok. Baiklah. Saya pun berharap begitu." Ucap Re.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu."


"Ya baiklah." Ucap Re sembari berjabat tangan dengan para kolega-kolega itu.


Sementara itu disisi lain Aira sedang makan berdua bersama Ze. Mereka nampak sedang berbincang-bincang, "Kakak ipar, apa kau yakin akan menikah dengan kakak ku. Kau tidak tahu banyak tentang kak Re." Ucap Ze


"Memangnya kenapa dengan kakak mu??"


"Aah, bukan apa-apa kakak ipar."


"Dasar Aneh."


"Maksudku, banyak wanita yang tergila-gila kepada kak Re. Tapi kak Re tidak mau repot mengurus mereka. Kak Re tahu betul mereka itu hanya menginginkan uang kak Re saja." Jawab Ze berbohong.


Sebenarnya Ze menutupi sesuatu tentang Re yang sudah pernah menikah sebelumnya. Pernikahan Re yang pertama hanya bertahan satu tahun saja. Dikarenakan Re divonis mandul oleh Dokter dan tidak bisa memberi anak kepada wanita itu. Hingga akhirnya wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Nando dan Tasya sengaja menutupi hal ini dari Aira.


"Oow, jadi maksudmu mereka matre begitu??"


"Lebih tepatnya mata duitan kakak ipar." Jawab Ze


"Matre sama mata duitan apa bedanya coba??"


"Sama saja ogeb, hanya berbeda tulisan saja!!" Jawab Ze


"Hahaha.. Kak Ze ada ada saja."


"Jangan panggil aku kakak dong Ai!!.


"Terus Aira harus panggil siapa??."


"Panggil Ze saja. Ok."

__ADS_1


"Ok. Tapi dengan satu syarat!!."


"Apa??."


"Berhenti memanggilku kakak ipar."


"Jadi, aku harus panggil siapa??."


"Panggil saja Aira atau Ai!!."


"Okelah kalau begitu. Aku panggil Aira saja." Ucap Ze


"Nah, begitu kan lebih akrab." Aira pun tersenyum, "sudah-sudah, habiskan dulu makanannya nanti kita lanjut ngobrol lagi."


"Oke Aira."


Setelah para tamu pulang Tasya dan Re menghampiri Aira dan Ze yang sedang makan berdua di meja makan. Aira sepertinya sangat asik tertawa-tawa kecil saat mengobrol dengan Ze. Itu membuat Re sedikit cemburu. "Waahh, asik banget niih. Makan berdua seperti sepasang kekasih saja." Ucap Re


"Heeemm, lagu lama.. Jangan berlebihan kita hanya sekedar mengobrol saja kak." Sambung Ze


"Kau tahu tidak??. Aira kekasihku dan calon istri ku!!."


"Iya aku tahu kak Re."


"Jika kau sudah tahu maka berhentilah menggodanya."


"Tetap saja kau tidak boleh terlalu dekat dengan calon istriku."


"Dasar posesif."


"Bodo."


Ditengah-tengah perdebatan mereka Tasya menyelah pembicaraan mereka, "Sayaaang, ternyata kalian sedang makan ya." Sambung Tasya


"hehe iyaa Bunda." Jawab Aira


"Ooh iya, Bunda mau tanya. Bagaimana sekolah mu hari ini??" Tanya Tasya kepada Aira


"Alhamdulillah, semuanya lancar Bunda. Hari ini Ai dapet teman baru, tadi di sekolah ada yang ngajakin Aira kenalan dia baik sekali Bunda."


"Alhmdulillah kalo begitu, anak Bunda dapet teman baru!!". Ucap Tasya


"Iya Bunda. Aira seneeeng banget." Jawab Aira


"Tunggu, tunggu!!. Temennya laki-laki atau perempuan?." Sambung Re

__ADS_1


"Memangnya kalau perempuan kenapa dan kalau laki-laki kenapa??. Tanya Aira


"Kalau perempuan boleh, tapi kalau laki-laki tidak boleh. Kak Re akan marah jika kau berteman dengan laki-laki. Apa lagi jika sampai dekat dengan laki-laki lain." Ucap Re


"Apakah salah jika Aira punya teman laki-laki??. Aira rasa tidak ada yang salah." Ucap Aira


"Jika kak Re bilang tidak boleh, ya tidak boleh!!."


"Tapi alasannya apa kak Re??." Ucap Aira lagi.


"Tidak ada alasan apapun. Titik."


"Dasar orang aneh." Gerutu Aira kesal.


"Kak Re. Kenapa jadi seperti ini??. Jangan terlalu posesif kak, itu tidak baik untuk hubunganmu dengan Aira. Nanti kalau Aira cari yang baru bagaimana??. Jangan sampai kau menyesal!!." Sambung Ze mengingatkan Re.


"Kenapa jadi kau yang sewot??." Ucap Re


"Kenapa memangnya??. Tidak boleh??. Belum juga jadi istri, masih calon istri sudah begitu. Bagaimana nanti kalau sudah jadi istri??. Aira pasti tidak boleh lagi keluar rumah. Itu anak orang bukan anak kucing!!." Sambung Ze lagi


"Terserah aku dong. Lagi pula sebentar lagi Aira akan menjadi milikku." Ucap Re kesal.


"Cukuuup!!. Hentikan perdebatan ini!!. Kalian berdua ini selalu saja bertengkar. Apa kalian tidak punya malu??. Hah??. Dan kau Re, jika kau masih berdebat dengan Ze lagi maka Bunda akan membatalkan pernikahanmu dengan Aira!!." Ancam Tasya mengakhiri perdebatan mereka.


"Jangan Bunda!!." Ucap Re panik.


"Kalau begitu berhentilah bertengkar, kalian itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi!!." Ucap Tasya.


"Iya Bunda, Re minta maaf!!."


"Ze juga minta maaf Bunda!!."


"Ya sudah, jangan diulangi lagi!!."


"Baiklah Bunda." Ucap Re dan Ze bersamaan.


Karena kesal, Tasya pergi ke kamarnya meninggalkan mereka bertiga. Aira yang melihat ekspresi wajah Tasya yang nampak begitu kesal kemudian berkata kepada Re dan Ze, "Sudah puas kalian??. Kalian itu benar-benar tidak tahu malu ya, seperti anak kecil." Aira pun pergi ke kamarnya meninggalakan mereka berdua.


Sesampainya di kamar Aira berfikir, "Ada apa dengan mereka berdua??. Apa mereka memang seperti itu??." Tiba-tiba Aira teringat dengan kata-kata Ze, "Apa maksud dari semua perkataan Ze tadi ya??. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi apa??." Batin Aira.


"Aarrhh, sudahlah. Dari pada aku memikirkan sesuatu yang tidak jelas, lebih baik aku merapihkan buku yang akan ku bawa ke sekolah besok." Aira berbicara dengan dirinya sendiri.


Kemudian Aira pun merapihkan buku-buku yang akan dibawanya besok ke sekolah sesuai jadwal pelajaran yang ia catat di sekolah.


Malam harinya Aira sedang duduk melamun di teras kamarnya, ia menatap kelangit melihat gemerlapnya bintang-bintang dan cahaya bulan yang memancarkan keindahannya. Seakan-akan matanya tak ingin berhenti memandangnya. Dalam hati Aira berkata, "Seandainya Bapak dan Ibu masih ada, kalian pasti akan merasa sangat bahagia. Aira sangat merindukan kalian, Aira berharap kalian juga dapat merasakan kebahagiaan yang Aira rasakan saat ini."

__ADS_1


Tiba-tiba Aira teringat Anaya, Aira mengambil album foto yang diberikan Anaya saat perpisahan sekolah. Tak terasa buliran-buliran air mata membasahi pipi Aira. Sambil memandang lekat foto yang ada dialbum itu Aira berkata, "Aku harap kau baik-baik saja di sana. Aku juga berharap agar Allah mempertemukan kita suatu hari nanti. Aku juga berharap agar kau tidak melupakanku dan jangan pernah berubah, tetaplah menjadi Anaya sahabatku." Aira sedang berbicara dengan foto yang ada di album itu.


Aira menutup Album fotonya dan menghapus Air matanya kemudian Aira merebahkan tubuhnya di kasur. Aira mencoba memejamkan matanya tetapi Aira tidak bisa tidur. Karna Aira tidak bisa tidur, Aira mengambil ponselnya dan bermain game diponselnya sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Aira bermain game kesukaannya, setelah lelah bermain game Aira pun tertidur dengan sendirinya.


__ADS_2