Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 75


__ADS_3

Setelah selesai menyuapi Nando Aira meminta Anaya untuk menjaga Nando.


"Nay, tolong jaga Ayah ya!!. Aku ingin membangunkan Leon dan Liam" ucap Aira.


Tentu saja itu membuat Anaya terkejut dan Anaya berkata, "Kau berbicara denganku Ai??" tanya Naya memastikan.


"Memangnya dirumah ini siapa yang bernama Anaya??" tanya Aira balik.


"Aku" jawab Anaya sambil menunjuk dirinya.


"Ya sudah itu artinya aku sedang berbicara denganmu!!" ucap Aira.


Anaya tersenyum lebar, "Kau serius??. Kau sudah tidak marah lagi denganku Ai??"


"Haiiih.. Untuk apa juga marah kepadamu. Kau tidak salah apapun, ini hanya sebuah ke salah pahaman saja. Maafkan aku ya Nay, jika selama ini aku sudah membuatmu marah dan aku juga sudah salah paham keadamu" ucap Aira.


Anaya langsung beranjak dari duduknya dan Langsung memeluk Aira selama mungkin untuk melepaskan kerinduan mereka. Setelah berpelukan cukup lama Naya melepas pelukannya dengan mata yang berkaca-kaca Naya berkata, "Thanks Aira. Aku tidak pernah marah padamu Aira, untuk apa kau meminta maaf padaku. Lagi pula aku yang bersalah bukan kau. Kau tahu!!. Aku sangat bahagia karena mendapatkan sahabatku kembali." tak terasa air mata Naya pun menetes.


Aira tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Aira menahan Air matanya agar tidak terjatuh lalu Aira berkata, "Sudahlah. Kita lupakan saja semua kenangan masalalu yang pahit itu. Sekarang kita mulai membuka lembaran baru, persahabatan baru, hidup baru, dan suasana yang baru. Aku juga sangat bahagia ternyata sahabatku masih sama seperti yang dulu!!" ucap Aira.


Anaya tersenyum bahagia mendengar perkataan Aira. Aira dan Anaya pun kembali berpelukan. Air mata yang sejak tadi Aira tahan agar tidak tumpah akhirnya tumpah juga. Setelah merasa puas berpelukan dan menangis, mereka melepas pelukannya masing-masing. Kemudian Aira berkata, "Terimakasih ya Nay, karena kau sudah menjaga dan merawat ayah dengan baik"


"Kau tidak perlu berterimakasih Ai dan kau juga tidak perlu khawatir tentang ayah. Aku juga putrinya Ayah, jadi aku pasti akan menjaga dan merawat ayah setiap hari. Karena ini adalah tugasku sebagai seorang anak" ucap Anaya.


"Tetap saja aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu Nay" ucap Aira sambil tersenyum kepada Anaya.


Anaya tersenyum kepada Aira sambil memegang tangan Aira lalu berkata, "Ai!!. Kau dan aku adalah putri ayah. Selain sahabat kita juga saudara. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang ayah dan tidak perlu berterimakasih kepadaku.


Aira membalas senyuman Anaya dan kembali memeluk Anaya. Setelah berbicara panjang lebar bersama Anaya, Aira melangkahkan kakinya menuju kamar Nando untuk membangunkan Leon dan Liam. Setelah mereka bangun Aira membawa Leon dan Liam ke kamarnya untuk segera mandi. Tak lupa Aira juga menyiapkan sarapan kesukaan Leon dan Liam, Aira juga menyuapi Leon dan Liam hingga makanannya habis.


Setiap hari Aira selalu ada untuk anak-anaknya, Aira bermain bersama Leon dan Liam setiap waktu. Saat ini Aira tidak meminta Lisa untuk menjaga kedua anaknya lagi. Karena Aira sendirilah yang akan merawat dan menjaga anak-anaknya. Kini Aira menugaskan Lisa sebagai asisten rumah tangganya dan membantu pekerjaan Lela di rumah Aira. Sedangkan Aira sendiri memutuskan untuk tinggal di rumah Nando sampai keadaan Nando pulih kembali. Selain mengurus kedua anaknya, Aira juga membantu Bi Ina memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Tak lupa Aira juga membantu Anaya merawat dan menjaga Nando setiap hari. Sekarang Aira sudah menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya meskipun ia masih berstatus janda. Meskipun begitu Aira juga menyempatkan waktunya dalam satu minggu sekali untuk melihat keadaan butiknya. Aira telah menunjuk salah satu karyawan yang ia percaya sebagai meneger butiknya sehingga Aira tidak harus setiap hari datang ke butik.


Aira sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktunya dirumah bersama kedua buah hatinya. Sedangkan Re mengurus 2 perusahaan sekaligus dan demi keluarga kecilnya ia rela jika harus bolak-balik Jakarta, Amerika. Kini Aira semakin yakin dan memantapkan keputusannya untuk kembali kepada Re.


Re sendiri menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya. Karena Re tidak mau jika Aira menolaknya kembali, jadi Re berusaha sekuat mungkin dan melakukan apapun agar Aira menerimanya kembali. Tak terasa 2 bulan pun berlalu. Besok, tepat di tanggal 22 oktober adalah hari spesial untuk Aira yaitu hari ulang tahun Aira yang ke 22 tahun. Re berencana membuat kejutan kecil untuk Aira. Re sangat tahu apa kesukaan Aira dan Re juga sangat mengenal Aira dengan baik. Itulah sebabnya Re tidak menyiapkan pesta apapun dihari ulang tahun Aira karena Re tahu Aira pasti akan menolak itu. Re hanya menyiap kejutan kecil yang sederhana dan Re sangat yakin bahwa Aira pasti akan sangat menyukainya.


Karena saat ini Re masih berada di Amerika. Re mencoba menghubungi Ze, tanpa berpikir panjang Re langsung mengambil ponsel dari saku celananya kemudian menelfon Ze.


"Halo!!" Ze menjawab sambungan telfonny.


"Kau dimana??" tanya Re tanpa basa basi.


"Aku sedang bekerja kak. Ada apa??"


"Kau tidak ingat ya??. Besok ulang tahun Aira!!"

__ADS_1


"Iya, aku ingat!!. Aku tidak mungkin lupa hari ulang tahun Aira kak. Meskipun selama ini Aira tidak pernah mau merayakan ulang tahunnya tapi aku selalu ingat kak"


"Baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu repot menjelaskan apapun kepadamu"


"Haaiiss.. Kau tenang saja, aku sudah memesan tiket untuk keberangkatan kita berdua dan aku juga sudah menyiapkan tempat yang romantis untuk kalian berdua nanti!!"


"Kau serius??. Bagaimana mungkin??"


"Kau tidak percaya dengan adikmu ini??"


"Bukan begitu maksudku!!"


"Lalu??"


"Bagaimana mungkin kau bisa menyiapkan semua itu??"


"Aku ini adikmu kakak!!. Aku bisa melakukan apapun untuk kakakku. Kau tahu!!. Aku meminta sahabatku mencarikan sebuah tempat yang romantis dan setelah kita tiba di Indonesia, kita akan langsung menuju tempat itu dan kau hanya perlu mendekorasi tempatnya kemudian menyiapkan hadiahnya. Bagaimana??"


"Hm.. Lumayan juga otakmu!!


"Aku juga tidak kalah pintar darimu kakak!!"


"Tapi siapa sahabatmu Ze??. Aku tidak pernah tahu jika kau mempunyai sahabat??. Dan iya, kau tenang saja aku sudah menyiapkan hadiah untuk Aira dan kau juga harus tahu bahwa besok adalah momen terpenting dalam hidupku"


"Iya aku tahu. Kau tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku. Ngomong-ngomong tentang sahabat, dia adalah teman baikku saat kuliah kak dan kebetulan kita satu jurusan tetapi dia ditugaskan di indonesia."


"Semoga berhasil ya kak!!."


"Amin.."


Ze dan Re mengakhiri obrolannya di telfon. Re mengemas barang-barang yang akan ia bawa pulang ke indonesia begitupun dengan Ze. Setelah selesai berkemas, mereka bertemu di bandara Amerika. Sesuai jadwal penerbangan pukul 15:00 mereka akan tiba di Indonesia malam nanti. Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang mereka tiba di Bandar Indonesia. Ze menelfon sahabatnya untuk menjemutnya di Bandara. 1 jam kemudian, sahabatnya Ze tiba di Bandara kemudian ia langsung menelfon Ze.


"Kau dimana??. Aku sudah tiba di Bandara!!" tanya sahabatnya Ze di telfon.


"Ok. Kau Serlok saja, aku dan kakakku akan menemuimu!!"


"Ok" sambungan telfon terputus.


Beberapa menit kemudian Ze menerima pesan dari sahabatnya itu, "Kak, ayo cepat!!. Dia sudah mengirim lokasinya."


"hm"


Re berjalan mengikuti Ze dari belakang sedangkan Ze mengikuti petunjuk lokasi yang diberikan sahabatnya. Saat tiba di lokasi tersebut Ze langsung memeluk sahabatnya karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Tak lupa Ze juga memperkenalkan Re kepada sahabatnya itu, "Oh iya, perkenalkan dia kakak ku!!" Ze menunjuk Re.


Karena suasana saat itu malam hari, Re tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Re hanya berjabat tangan dan memperkenalkan namanya, "Rein Wijaya"

__ADS_1


Mendengar nama itu sahabatnya Ze langsung melepaskan jabatan tangannya dan berkata, "What!!. Rein Wijaya??. Aku seperti pernah mendengar nama itu!!"


Re memasukkan kedua tangannya di saku celananya dan menghela nafas panjang kemudian berkata, "Tentu saja kau pernah mendengar namaku. Namaku itu sudah terkenal dimana-mana!!"


"Bukan itu yang ku maksud, tapi..." ucap Alan.


"Tapi apa??" tanya Ze memutuskan perkataan sahabatnya itu.


"Maksudku!!. Apa kau suaminya Aira??"


Mendengar perkataan sahabatnya itu Ze sangat terkejut. Sedangkan Re langsung mengambil ponsel di sakunya kemudian menghidupkan lampu senter di ponselnya lalu mengarahkan cahayanya ke wajah sahabatnya Ze. Betapa terkejutnya Re ternyata dia adalah pria yang mencuri foto Aira saat berada di pantai Waktu itu.


"KAU!!" ucap Re dan langsung memasang mimik wajah tidak suka.


Melihat tingkah kakaknya yang begitu aneh Ze bertanya, "Kalian sudah saling kenal??"


"Aku tidak mengenal kakakmu tapi aku pernah bertemu dengannya di pantai" ucap Alan.


"Di pantai??. Kalian pernah bertemu sebelumnya??" tanya Ze.


"Bertemu dengannya adalah kesialan bagiku. Jadi kau tidak perlu menanyakan itu!!" ucap Re dengan nada sinis.


"Apa maksud perkataanmu kak??. Kenapa sepertinya kau sangat membenci Alan??" tanya Ze.


"Bagaimana tidak, aku mwmang tidak suja dengannya. Dia mencuri foto Aira diam-diam saat Aira sedang asik menikmati pemandangan pantai" ucap Re dengan nada kesal.


"Kak, sebaiknya kau jangan salah paham dulu. Mungkin Aira dan Alan hanya berteman baik!!" ucap Ze.


"Jika dia menganggap Aira teman baiknya mana mungkin dia berani mencuri foto Aira diam-diam saat Aira sedang berpose" ucap Re lagi.


"Haaiiiihh..." ucap Ze binggung harus bagaimana menyikapi sifat cemburu kakaknya itu.


Kemudian Alan meminta maaf kepada Re, "Maafkan aku Re. Aku sungguh tidak tahu jika Aira adalah istrimu. Dulu aku memang menyukai Aira dan ingin sekali memilikinya tapi setelah aku bertemu denganmu aku sadar bahwa aku orang ketiga dan aku tidak ingin merusak hubungan kalian. Percayalah Re, aku tdak sengaja mengambil foto Aira saat itu dan kau juga harus tahu bahwa Aira sangat mencintaimu. Jika dia tidak mencintaimu, dia pasti sudah menerimaku sejak dulu tapi dia selalu menolak jika aku mendekatinya. Yakinlah, aku tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Karena itu adalah prinsip hidupku yang utama" ucap Alan mencoba menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi diantara ia dan Re.


Kemudian Ze berkata, "Apa yng dikatakan Al benar kakak. Jika Aira tidak mencintaimu Aira juga sudah menerima ku sejak dulu. Kau tahu betul apa yang terjadi diantara kita dulu" ucap Ze mengingatkan pada masa lalu nya.


Re menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, "Heeehh!!. Ya sudahlah, lagi pula itu sudah berlalu dan sekarang aku hanya ingin menatap masa depan, aku tidak ingin merusak kepercayaan Aira dan menghancurkan hubungan yanh susah payah aku perbaiki. Maafkan aku Al. Kemarin aku terlalu emosi hingga harus menghajarmu di sana" ucap Re.


Alan tertawa kecil mendengar perkataan Re, "hehehe.. Sudahlah. Tidak perlu mengingat masa lalu!!" ucap Alan kepada Re kemudian Alan berkata kepada Ze, "Jadi masalah yang kau ceritakan selama ini adalah masalah kakakmu??"


"Hehehe... Iya Al. Maaf, karena kau juga harus terlibat dalam masalah ku dan kakaku!!" ucap Ze.


"Tidak apa. Kita adalah sahabat Ze, kau bisa menceritakan apapun dan meminta bantuan apapun kepadaku. Aku pasti akan siap mendengarkan dan siap membantumu. Karena kita bukan hanya sahabat tetapi kita sudah seperti saudara. Kau ingat kata-kata kita saat kuliah!!" ucap Alan.


"Tentu saja aku ingat!!" jwb Ze.

__ADS_1


"KITA BUKAN HANYA MENJALIN HUBUNGAN PERSAHABATAN TETAPI KITA JUGA MENJALIN HUBUNGAN PERSAUDARAAN" ucap Ze dan Alan bersamaan sambil berpegangan tangan dan mengangkat tangannya ke atas.


Re tersenyum lebar melihat kedua sahabat itu saling menyayangi dan mengasihi tanpa Re sadari matanya sudah berkaca-kaca. Kemudian Ze langsung memegang tangan kanan kakaknya dan Alan memegang tangan kiri Re. Mereka mengangkat tangan bersama-sama dan mengulangi kata-kata tadi secara bersamaan, "KITA BUKAN HANYA MENJALIN HUBUNGAN PERSAHABATAN TETAPI KITA JUGA MENJALIN HUBUNGAN PERSAUDARAAN!!" mereka bertiga tertawa bahagia.


__ADS_2