
Re langsung menutup kembali pintu kamar mandi. Re ingin mandi di kamar mandi umum tapi langkahnya terhenti karena teringat Aira yang sedang tertidur di bathtup. Re tidak tega jika harus membiarkan Aira tertidur disana.
"Jika Aira tertidur sampai besok pagi di dalam bathtub mungkin dia akan sakit, bagaimana ini??." Gumam Re
"Apa sebaiknya aku bangunkan saja!!. Tidak..Tidak..Tidak.. jika dia bangun melihatku ada di kamar mandi dia pasti akan marah." Gumam Re lagi
Re sedang berfikir keras, "Eeemmm... Apa aku pindahkan saja dia ke tempat tidur ya??." Re berfikir lagi, "Mungkin itu jalan satu-satunya. Baiklah kalau begitu . Semoga saja Aira tidak bangun."
Re kembali membuka pintu kamar mandi. Dia berjalan perlahan mendekati Aira. Lagi-Lagi Re membalikkan tubuhnya karena dia melihat Aira yang tidak mengenakan sehelai benang pun. Re berfikir lagi, "Apakah aku yakin akan mengangkatnya ketempat tidur??. Cck.. Sudahlah. Lagi pula dia istriku walau aku melihatnya aku rasa itu tidak masalah."
Re berjalan mendekati Aira lalu mengangkat Aira dengan hati-hati dan membawa Aira ke tempat tidur. Re membaringkan Aira di tempat tidur lalu menyelimutinya. Re menatap wajah Aira, "Dia sangat manis saat sedang tidur." Re tersenyum lalu mencium kening Aira, "Cuup. Tidurlah yang nyenyak dan mimpilah yang indah."
Kemudian Re melakukan ritual mandinya, setelah selesai mandi ia mencari bokser kesukaannya yang biasa ia kenakan saat tidur. Setelah didapatnya ia langsung memakainya dan sergera tidur. Re merebahkan tubuhnya di kasur tepat di sebelah Aira. Re menaruh tangannya di bawah kepala Aira dengan perlahan. Tiba-iba Aira menggeliat, "Eemmhh." Aira pun memeluk tubuh Re yang kekar itu. Lalu Re mencoba memejamkan matanya dan ikut tertidur.
Keesokan paginya seperti biasa, Aira selalu bangun tepat pukul 04:30 pagi. Aira merasakan perutnya berat sekali seperti ada yang menimpanya. Aira pun membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya Aira saat bangun dia tidak mengenakan sehelai benang pun dan bahkan ada Re yang sedang tertidur pulas di sampingnya.
Seketika itu membuat Aira menjeriit, "Aaaaaaaaaaaaaaa."
Teriakan Aira membuat Re terbangun, "Ada apa??". tanya Re. "Kenapa kau berteriak pagi-pagi begini??. Apa kau mimpi buruk??". Tanya Re lagi
"Kau bertanya seolah-olah kau tak tahu apapun. Iya, kau benar sekali akusedang mimpi buruk dan mimpi buruknya adalah kau."
"Memangnya apa yang aku lakukan??."
"Jangan berpura-pura tidaj tahu, jawab. Kenapa Aira tidak memakai sehelai benang pun. Dimana baju Aira, kak Re benar-benar kurang ajar. Kau brengsek!!." Ucap Aira
Aira menangis sejadi-jadinya, "Kenapa kak Re jahat sama Aira??. Kenapa kak Re tidak meminta izin dulu sama Aira??. Kenapa kak Re tidak bertanya dulu, apakah Aira sudah siap atau belum untuk punya anak??. Kenapa kaaak??. kenaapaa??. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kak Re brengsek!!."
"Kak Re benar-benar minta maaf. Tadi malam kau tidur di bathtub, aku tidak berani dan tidak tega untuk membangunkan mu. Lalu aku mengangkat mu dan memindahkan mu ke tempat tidur. Jika aku melakukan kesalahan maka maafkan aku."
Mendengar semua penjelasan Re, Aira membulatkan matanya. Dalam Hati Aira berkata, "Astagfirullahal'azim. Kenapa aku bisa ceroboh begitu??. Apa kak Re melihat semuanya??. Apa yang akan kak Re fikirkan tentang diriku??. Astagaa!!." Batin Aira.
"KAK REEEEE!!!!."
"Maafin Kak Re. Kak Re bingung harus bagaimana. Sebelum tidur tadi malam itu kak Re mau mandi. Tetapi kak Re melihat pintu kamaar mandi terbuka. Kak Re fikir tidak ada siapapun. Ternyata kau tertidur sangat pulas di dalam Bathup dari pada kau sakit lebih baik aku mengangkatmu dan memindahkanmu ke tempat tidur. Tapi kau tenang saja, kak Re tidak melakukan apapun." Ucap Re menjelaskan kepada Aira.
__ADS_1
Dengan wajah cemberut, dalam hati Aira berkata, "Kali ini memang bener-bener aku yang ceroboh."
"Kak Re benar tidak macam-macam kan??." Tanya Aira penuh kecurigaan.
"Percayalah sayang, sebelum kau mengijinkannya maka kak Re tidak akan menyentuhmu sama sekali."
"Ya sudah, Aira mau mandi dulu."
"Eeeiith, tunggu!!. Kita mandi bersama!!." Ucap Re
Aira membulatkan matanya dan berkata, "Yang benar saja kak??. Tidak mau!!. Aira tidak mau!!."
"Jika kau tidak mau mandi bersamaku, maka aku akan memaksamu untuk melakukan malam pertama kita sekarang!!."
Aira yang begitu panik dan terkejut sepontan saja berkata, "Iya baiklah. Aku akan mandi bersama kak Re!!. Tapi, kak Re janji jangan macam-macam."
"Tidak janji."
"Hi iliih. Dasar pria mesum." Aira memasang wajah cemberutnya.
"Ya sudahlah, percuma juga Aira menolak."
"Begitu dong. Gomawo cagia."
Mereka berdua pun mandi bersama. Dalam hati Re berkata, "Jika aku melakukannya sekarang, apa jadinya Aira nanti. Lagi pula Aira masih sekolah, aku tidak mau jika teman-teman di sekolahnya nanti mengejeknya karna sudah bersuami dan memiliki anak dalam usia dini."
Setelah beberapa minggu dari pernikahan Aira & Rein, Re mendapat telpon dari tangan kanannya di Amerika bernama Bima. Bima memberitahu Re, bahwa kali ini Rein harus benar-benar pergi ke Amerika. Saat ini perusahaan benar-benar sedang dalam masalah.
"Haloo Bos".
"Iya halo Bim, ada apa menelponku??. Apa ada sesuatu yang penting??".
"Benar Bos. Sepertinya hari ini Bos harus segera pergi ke Amerika. Perusahaan sedang dalam masalah dan yang bisa menyelesaikan masalah ini hanya Bos saja." Ucap Bima ditelpon.
"Apa harus sekarang??. Apa tidak bisa menunggu besok atau lusa??."
__ADS_1
"Tidak bisa Bos!!. Harus sekarang!!. Aku sudah meminta Ze untuk memesan tiket. Jadi setelah Ze sampai di rumah, Bos langsung berangkat ya, jangan menundanya lagi!!. Baiklah kalau begitu aku tutup dulu telponnya."
"Bye. Tut.. Tut.. Tut.." Telpon terputus.
Re kesal dengan bima, "Ada masalaah apa, sehingga aku harus turun tangan. Apakah dia tidak bisa menyelesaikannya??. Dasar tidak berguna!!." Re bingung harus pergi atau menunggu Aira pulang sekolah dulu. "Apa aku harus pergi sekarang??. Bagaimana mungkin aku pergi tanpa berpamitan dulu sama Aira!!. Aaarrh.. Menyebalkan."
Tasya yang mendengar Re menggerutu sendiri datang menghampirinya, "Ada Apa Ree?." Tanya Tasya
"Bunda. Perusahaaan sedang dalam masalah Bun, Bima mengatakan hanya aku yang bisa menyelesaikan masalah ini. Bima juga sudah meminta Ze untuk memesan tiket keberangkatan pukul 11:00 siang ini. Sedangkan Aira pulang sekolah pukul 02:00 siang. Re tidak mungkin pergi ke Amerika tanpa memberitahu Aira, Bunda." Jawab Re
"Ya sudah, kau pergi saja!!. Masalah Aira nanti biar Bunda yang menjelaskan. Kau tidak perlu khawatir, Aira tidak akan marah kepadamu."
"Apa bunda yakin??"
"Bunda sangat yakin." Tegas tasya
"Baiklah kalau begitu. Re akan pergi ke Amerika. Aku tidak tau masalah apa yang benar-benar gawat dan harus diselesaikan secepatnya. Selama Re di Amerika, Bunda tolong jaga Aira ya!!."
"Tentu sayang. Bunda akan menjaga Aira. Tenang saja serahkan Aira sama bunda. Oke". Tasya meyakinkan Rein.
Selang beberapa menit Ze datang dengan membawa tiket penerbangan. Ze berkata, "Kak Re, Ayo cepat!!. Kita berkemas, aku sudah pesen jadwal penerbangan pukul 11:00. Jangan sampai terlambat." Ucap Ze sambil berlari berjalan menaiki tangga.
Re mengikuti Ze ke kamar, Mereka berdua mengemasi barang-barang yang harus di bawa. Setelah dirasa semua sudah lengkap dan siap mereka langsung segera pergi ke bandara.
Saat Re & Ze menuruni tangga, mereka melihat Tasya yang sedang menonton TV diruang keluarga. Re & Ze menghampiri Tasya dan berpamitan dengan Tasya.
"Bun, Re pergi dulu." Sambil mencium punggung tangan tasya.
"Ze juga pergi dulu ya Bun." Sambil mencium punggung tangan Tasya.
"Iya. Kalian berdua hati-hati. Jangan lupa kabari Bunda dan Aira kalo sudah sampai di Amerika." Jawab Tasya
"Ok Bunda." Sambung Ze
"Re, titip Aira ya Bun!!. Tolong jaga Aira buat Re!!. Jika sesuatu terjadi kepada kalian disini, segera hubungi Re!!."
__ADS_1
"Ok." Jawab Tasya dengan singkat.