
Sampai di depan ruangan Re, resepsionis itu mengetuk pintunya, "Tok Tok Tok"
"Masuk" Ucap Re dari dalam ruangannya
(Come in)
Resepsionis itu pun masuk dan Aira menunggu di luar, kemudian resepsionis berkata, "Sorry, Mr. President. There is someone who wants to meet you"
(Maaf Tuan presdir. Ada yang ingin bertemu dengan anda)
"She said that she was the president's wife"
(Dia mengatakan Kalau dia adalah istri Tuan Presdir).
"All right. Get him in"
(Baiklah. Suruh dia Masuk)".
"Okay sir. Excuse me". Resepsionis itu pun keluar dan menyuruh Aira masuk.
(Baiklah Tuan. Saya permisi dulu)
Aira masuk ke dalam ruangan Re, Aira melihat setiap sudut ruangan itu. Ruangan yang besar, nyaman, Desain Interior yang begitu indah dan simple namun tetap terlihat megah. Sehingga membuat mata terkesima melihat ruangan megah itu. Re yang sedang memperhatikan istrinya itu pun tersenyum lebar, Re mengerti bahwa ini pertama kalinya Aira datang ke kantormya jadi Re tidak aneh lagi dengan sikap Aira.
Karena mata yang begitu asik memperhatikan setiap sudut ruangan itu tanpa Aira sadari laki-laki yang dia cintai itu sudah berada di belakangnya. Lalu Re mengatakan sesuatu di telinga Aira yang membuat Aira terkejut dan langsung berbalik ke belakang.
"Kamu sedang melihat apa cagia!!!"
"ASTOAGA!!!. Astaghfirullahal'adzim kak Re. Iiiihhh... kak Re bener-bener ya, mau buat Aira jantungan Ya!!" Ucap Aira kesal
"Maaf cagia. Ku perhatikan kau serius sekali meliat ruangannya!!. Bagus ya ruangan kak Re?. Kau suka dengan Interior ruangan ini."
__ADS_1
"Au..Ah" Aira langsung berjalan dan duduk di sofa yang ada di ruangan Re
"Ngambek nih ceritanya?"
"Siapa yang ngambek??. Aira hanya kesall sama kak Re!!"
"Haiis... Kau ini benar-benar seperti bocah. Sudah ya, jangan ngambek lagi" Re berusaha membujuk Aira.
"...". Aira diam tak ada jawaban.
"Ayolaah cagia!!. Jangan mengabaikanku seperti ini. Aku mohoon😢😢" Re mengeluarkan jurus andalannya dan itu membuat Aira menahan tawa.
"ppff😓. Kak Re kenap??. Tolong wajahnya jangan dibuat seperti itu. Aira jadi tidak tega meliatnya" Ucap aira tersenyum kepada Re, Re juga ikut tersenyum.
"Ooh ya, Apa ini cagia?" Re mengangkat bekal nasi yang di bawa Aira tadi.
"Aku bawakan makan siang untuj kak Re"
"Waaahh, kebetulan sekali kak Re sangat lapar"
Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, karena sikap Re yang begitu cemburuan membuat Aira saring sekali merasa terluka. Ditambah lagi, Re sering sekali bermain tangan saat kesal dan marah kepada Aira. Jangankan untuk mempunyai teman laki-laki Aira bahkan tidak pernah bisa keluar rumah bersama teman-teman kuliahnya.
Di kampus tempat Aira kuliah, Aira hanya memiliki satu teman wanita yang bernama Cerlyn. Cerlyn berasal dari indonesia, Karena keluarganya sudah menetap lama di Amerika dan tidak pernah kembali ke Indonesia makanya Cerlyn menjadi Kewarga Negaraan Amerika. Cerlyn dan keluarganya juga sangat fasih dalam berbahasa Indonesia.
Cerlyn selalu setia menemani Aira kemana pun Aira pergi begitupun dengan Aira. Mereka bukan hanya menjalin persahabatan melainkan menjalin hubungan persaudaraan. Cerlyn mempunyai kakak laki-laki bernama Justin. Justin ini sebenarnya sudah lama menyukai Aira dikarenakan Aira sudah menikah jadi Justin mundur. Ia tidak berani untuk mendekati Aira apa lagi Aira adalah istri orang. Karena pada dasarnya Justin adalah pria baik-baik. Justin ingin sekali berteman dengan Aira hanya saja Aira selalu menghindar dari Justin. Justin mengerti sekali kenapa Aira selalu menghindar darinya. Aira juga tahu betul bagaimana sifat suaminya itu jadi Aira tidak ingin membuat masalah yang membuat suaminya marah meskipun itu terkadang membuat Aira menangis.
Pada suatu hari Aira pergi ke kampus diantar oleh suaminya dan pada saat pulang dari kampus Re juga menjemput Aira, Re selalu mengantar jemput Aira. Hari itu adalah hari yang buruk bagi Aira, Re yang sudah berada dikampus untuk menjemput Aira memarkirkan mobilnya di parkiran. Re menunggu Aira selama 30 menit namun Re tidak melihat kedatangan Aira. Akhirnya Re memutuskan turun dari mobil dan mencari Aira.
Setelah keliling-keliling mencari Aira Re mendapati Aira sedang berbicara dengan sorang pria. Pria itu adalah Justin kakanya Cerlyn. Re langsung berjalan mendekati Aira dengan suasana hati yang begitu terbakar cemburu dan menarik aira dengan kasar. Aira terkejut, Re juga menghajar laki-laki itu tanpa ampun. Aira yang sedari tadi melerai pertengkaran mereka pun tidak bisa karena Re sudah dikuasai amarahnya. Tanpa sengaja Re mendorong Aira dan Aira terjatuh lalu kepala Aira terbentur di sebuah batu besar, Aira pun pingsan.
Re langsung menghentikan perkelahiannya dan mengangkat Aira ke mobil tanpa memperdulikan Justin. Re membawa Aira pulang ke rumah dan meminta Ze untuk memeriksanya.
__ADS_1
Ze berkata, "Untung saja Aira tidak apa-apa hanya sedikit cedera di kepalanya!!!" dan Re hanya diam tanpa bersuara dan tak bergeming dari posisinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian. Kenapa Aira bisa terluka seperti ini?" Tanya Ze, lagi-lagi Re hanya diam seperti patung dengan wajah yang kesalnya itu.
"Kau pasti bertingkah seperti dulu, jangan sampai kejadian 6 tahun yang lalu terulang lagi!!. Seharusnya kau bisa bersikap lebih dewasa kak. Mungkin pria itu hanya teman Aira atau sekedar menyapa dan mengobrol saja dengan Aira. Kau sudah dewasa gunakan akal sehatmu jangan seperti bocah"
"Kau belum menikah karena itu kau bisa bicara seperti itu. Kau juga tidak punya kekasih jadi kau mana tau bagaimana rasanya cemburu" Ketus Re
"Aku sudah dewasa dan aku bukan bocah yang melihat keadaan dan langsung percaya. Meskipun aku tidak memiliki istri dan kekasih setidaknya aku tidak sepertimu yang selalu mementingkan egomu dibandingkan keselamatan istrimu. Lihatlah dihadapanmu!!. Istrimu terbaring karena egomu" ucap Ze
Re tidak perduli dengan kata-kata adiknya itu Re yang sudah dikuasai oleh rasa cemburunya itu benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Re pergi ke Bar tanpa memperdulikan perkataan adiknya dan istrinya yang terbaring lemas tak berdaya akibat ulahnya itu.
Sementara itu Justin yang masih setengah sadar karena semua tubuhnya lebam-lebam dan berjalan sempoyongan. Justin terus berusaha berjalan dan menelpon Cerlyn untuk segera menjemputnya di depan kampus. Setelah Cerlyn sampai di depan kampus, Cerlyn melihat kakaknya yang penuh dengan luka lebam disekujur tubuhnya.
"Apa yang terjadi Kak. Kenapa badan kakak penuh dengan luka lebam??"
"Sudah, tidak usah banyak bertanya. Bawa saja aku pulang sekarang. Aku menyuruh mu datang kesini bukan untuk bertanya yang macam-macam"
"Baiklah. Ayo sini aku bantu"
Cerlyn membantu kakaknya masuk ke dalam mobil. Cerlyn menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di rumah Cerlyn mamapah kakaknya itu sampai ke kamarnya dan mengobati semua luka lebam yang ada di tubuh Justin.
Dalam hati Jaustin berkata, "Maafkan aku Aira, karena ulahku kau jadi terluka. Sekali lagi maafkan aku"
Cerlyn yang merasa aneh dengan sikap kakaknya itu bertanya, "Sebenarnya apa yang terjadi kak??"
"Tidak ada" jawab Justin.
"Jika tidak ada, kenapa kau penuh dengab luka lebam??"
"Sudahlah, tidak usah banyak berkata. Aku ingin istirahat, pergilah!!"
__ADS_1
"Baiklah. Cerlyn akan keluar, jika kakak butuh apapun panggil cerlyn ya!!"
"Hm."