Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 12


__ADS_3

Pukul 04:30 Aira sudah bangun dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi lalu melakukan shalat subuh, selesai shalat Aira langsung mengaji. Karna setelah mengaji Aira harus memasak seperti biasa menyiapkan sarapan.


Re yang saat itu terbangun dari tidurnya karna haus tetapi air minum di kamarnya habis. Re bergegas keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil air minum. Saat melewati kamar Aira, Re mendengar seperti ada suara orang mengaji. Re endekat ke pintu kamar Aira dan menempelkan telinganya di pintu kamar Aira untuk memastikan itu suara Aira atau bukan.


"Waaaww, benar-benar calon istri idaman.. Ternyata dia sangat pandai mengaji. Suaranya juga terdengar sangat indah. Ternyata benar apa yang dikatakan Bunda. Aira wanita yang sangat baik." Batin Re


Karena takut ada yang melihatnya, Re bergegas pergi berjalan menuju dapur dan mengambil air minum. Setelah itu Re memutuskan untuk mandi dan melakukan shalat subuh juga. Re yang selama ini merasa sudah sangat jarang shalat, apa lagi semenjak dirinya berada di Amerika. Untung saja dia masih hafal dengan bacaan-bacaan shalat. Re merasa tenang dan damai setelah shalat subuh, selesai shalat Re langsung keluar rumah untuk olahraga pagi.


Sementara itu Aira yang sudah selesai mengaji langsung pergi menuju dapur dan memasak untuk sarapan keluarga. Semenjak kedatangan Aira, Aira lah yang selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga. Setelah selesai memasak aira menghidangkan makanannya di atas meja makan.


Pukul 06:00 Re pulang dari olahraga pagi, saat Re masuk terciumlah bau masakan Aira yang begitu harum hingga membuat Re merasa lapar. Re berlari menuju meja makan kemudian mengambil piring, nasi berserta sayur & lauk-pauknya. Re langsung menyantap makan lezat itu tanpa menghiraukan sekelilingnya. Re tidak tahu bahwa makanan yang ia makan itu adalah masakan Aira.


Bi Inah yang melihat Re makan begitu lahabnya kemudian berkata, "Pelan-pelan Tuan Muda." Ucap Bi Inah


Tapi Re hanya tersenyum kepada Bi Inah tanpa mengatakan apapun. Karna tidak ada jawaban dari Re, Inah pergi menyelesaikan pekerjaan yang lainnya.


Setelah selesai makan, Re Naik ke lantai atas menuju kamarnya. Re ingin mandi karena badannya terasa lengket oleh keringat. Saat Re masuk ke kamarnya ternyata Ze masih tertidur pulas. Re hanya geleng-geleng kepala melihat diknya itu dan berlalu ke kamar mandi.


Sementara itu di taman, Aira sedang merapikan Bunga-bunga cantik yang ada di taman belakang rumah. Udara yang begitu sejuk dan dingin membuat Aira begitu bahagia menghirup aroma wanginya bunga-bunga tersebut. Saat sedang menikmati suasana tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyapanya, "Sepertinya kamu sangat menyukai tempat ini."


Aira menoleh kesumber suara, "kak Re."


"Hm. Kau terlalu asik dengan bunga-bunga ini, sampai-sampai aku datang kau tidak tahu."


"Hehe iya kak. Maaf. Aku sangat menyukai tempat ini. Aku juga suka dengan wangi bunga-bunga ini. Rasanya menenangkan hati dan pikiran". Aira tersenyum sambil menghirup aroma bunga segar di taman itu.


"Benarkah??."


"Hm. Coba saja."


Re mencoba mengikuti Aira dengan menghirup aroma bunga-bunga di taman. Setelah beberapa detik, "Waaah, kau benar Ai. Ini sangat menenangkan. Aku baru tahu. Jika tadi kau tidak memberi tahuku mungkin aku tidak akan tahu Ai."


Re tersenyum sambil mencuri-curi pandangan ke Aira. Saat aira menoleh ke Re, Re langsung memalingkan wajahnya


"Oh iya, ari ini Aira harus mendaftar sekolah di sekolah Z. Apa kak Re bisa menemaniku pergi??."


"Menemanimu??."


"Iya kak. Pleace!!."


"Tapi Kak Re sudah mendaftarkanmu disekolah itu!!."


"Hah??. Yang benar saja kak??. Jangan bercanda!!. Aira serius ini."


"Iya benar. Kak Re tidak bercanda. Kak Re juga serius."


"Kapan kak Re mendaftarnya??."


"Kemariin sayaaaang!!."


"Hiis, tapi kapan kak Re perginya??. Perasaan kemarin kak Re tidak pergi kemana pun selain ke Butik."

__ADS_1


"Iya, memang betul apa yang kau katakan."


"Terus??."


"Terus apanya??."


"Ya terus kalau kak Re tidak pergi kemana pun, bagaimana bisa Aira sudah terdaftar di sekolahan Z itu kakaaaak??. Jelasin!!."


"Hm. Ok akan kak Re jelaskan. Jadi begini, sekolahan Z itu milik teman Kak Re. Jadi kemarin saat kita di butik kak Re menelpon teman kakak pemilik dari sekolahan Z itu. Bereeess!!."


"Astaga!!. Kak Re tidak sopan banget deh. Kenapa harus menelfon??. Kak Re bisa kan, ajakin dia ketemuan!!.


"Hi iliih, ribet banget sih. Ini hanya mendaftar sekolah Aira, bukannya mau ketemu presiden. Kak Re rasa tidak ada masalah jika mendaftar sekolah melalui telfon jadi tidak perlu harus ketemuan."


"Hm. Teruss, kenapa kak Re tidak memberi tahu Aira. Hah??."


"Haiiis, kau ini sangat cerewet. Maaf, kemarin Kak Re lupa. Tadinya Kak Re datang kesini untuk memberitahumu tentang itu. Karena kau sangat cerewet, kak Re jadi lupa."


"Enak saja, Aira tidak cerewet kakak."


"Kalau tidak cerewet apa namanya??. Baweeell??."


"Kak Reee, iiiiiiihh. Menyebalkan, hm😒."


"Diiih, malah ngambek??. Bukannya berterimakasih. Dasar Aneeh."


"Aira tidak ngambek kak Re!!. Aira hanya kesal saja!!. Hm." Ucap sambil memanyunkan bibirnya.


"Huwaaaa, hiks, hiks, hiks, Bundaaa!!. kak Re jahat!!. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


"Laah??. Kenapa jadi nangis??."


"Bundaa!!. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kak Re mengatakan bahwa Aira ogeb. Aira tidak ogeb Bunda!!. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


"Hahaha dasar gadis aneh, bagaimana kau akan menikah nanti jika begitu saja kau sudah menangis??. Sudah, stop nangisnya. Kak Re tadi hanya bercanda saja." Ucap Re menenangkan Aira.


"Kak Re bohong."


"Tidak sayaaang, kak Re tidak bohong. Maafkan kak Re ya!!."


"Ya sudahlah. Aira maafkan."


"Terimakasih bawelku, cintaku, sayangku, bidadariku dan calon istriku."


Aira tersenyum lebar mendengar ucapan Re, "Jangan gombal."


"Iiihhh, siapa yang gombal. Kak Re serius!!. Kak Re benar-benar sayang padamu Ai, sepertinya kau berhasil meluluhkan hatiku hanya dengan tatapanmu saja."


Sepertinya kata-kata Re berhasil membuat Aira tersipu malu, "Kak Re bisa saja." ucap Aira.


"Hahaha, sepertinya ada yang sedang membakar udang disana."

__ADS_1


"Kak Ree. Iiiiihh, nyebelin deeh!!." Ucap Aira dengan suara manjanya.


"Hehehe.. iya iya. Kak Re boleh dudu di sini tidak??." Re menunjuk kursi taman di sebelah Aira.


"Boleh dong!!."


"Ok. Sini, Aira juga duduk di samping kak Re." Re menyuruh Aira untuk duduk bersamanya di bangku taman tersebut.


"Duduk dimana??. Di situ??." Aira menunjukkan kursi kosong di samping Re.


"Iyaa di sini, dimana lahi memangnya??."


"Aira tidak mau." Saat Aira berlari, tangannya ditahan oleh Re.


"Jangan takut, kak Re tidak akan macam-macam. Hanya ingin meminta hadiah saja."


"Maksudnya??. Hadiah apa kak Re??."


"Laah, bukannya kak Re sudah mendaftarkanmu di sekolah Z. Sekarang kak Re mau hadiahnya. Mana hadiahnya??."


"Aira tidak punya hadiah saat ini kak. Besok ya, Aira akan membelikan hadiah untuk kak Re. Aira pergi dulu, Aira sangat lapar kak. Aira mau sarapan dulu. Papay kak." Aira pergi meninggalkan Re tanpa memperdulikan Re.


"Hemh, Dia benar-benar sangat polos. Baguslah kalau begitu. Huuh." Ucap Re dalam hati.


Sementara itu sambil berlari Aira berkata dengan dirinya sendiri, "Huuh, ada ada saja si kak Re itu. Aku kan tidak memintanya mendaftarkanku sekolah, aku hanya meminta dia untuk menemani. Kalau sudah begini, apa yang akan aku berikan kepada kak Re??. Haaiiiss, kak Re itu benar-benar menyebalkan."


"Ahaaa, aku punya ide. Hemm.. Lihat saja apa yang akan ku berikan kepadamu nanti kak Re. Hahaha."


Tiba-tiba Hp Aira berdering, Aira mendapat telfon dari nomor yang tidak dikenal. "Dreet..Dreeet..Dreet.." Aira menjawab terlponnya.


"Haloo. Dengan siapa ya?"


"Apa saya berbicara dengan Aira Yasya?"


"Iya saya sendiri. Ada kepentingan apa ya?"


"Kami dari pihak sekola Z, kami ingin memberitahukan bahwa mulai hari Senin semua siswa siswi SMA Z mulai masuk sekolah."


"Ooh. Iya baik Pak. Terimakasih atas pemberitahuannya Pak."


"Iya sama-sama Nona." Aira langsung mematikan sambungan telponnya.


"Yeeeey.. Besok aku sekolah.. Yaeey." Aira teriak bahagia sambil lompat-lompat di kasur seperti anak kecil.


Tanpa ia sadari ada sepasang mata sedang memperhatikannya. Dia adalah Re yang sedang berdiri di pintu kamar Aira, "Eheeem."


Aira menoleh kesumber suara dan langsung menghentikan aksinya. Aira sangat malu karna terciduuk oleh Re, "Heheh... Kak Re.. Maaf..."


"Hahaha.." Re hanya tertawa dan geleng-geleng kepala, lalu pergi meninggalkan Aira. Aira langsung berlari menutup pintu kamarnya.


"Huuuuh." Aira mengelus dadanya, "Amaaan. Hahaha... Dasar ogeb lu Aira. Hahaha..." Aira tertawa sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2