
Sesampainya di Hotel Aira mandi bersama Liam kemudian bergantian dengan Re yang akan mandi bersama Leon. Setelah selesai mandi mereka makan malam bersama, selesai makan malam Aira dan Re menidurkan anak-anaknya. Re menidurkan Liam dan Aira menidurkan Leon.
Setelah Leon dan Liam tertidur, Aira pergi teras kamarnya. Kemudian disusul oleh Re lalu Re berkata, "Ada apa??"
"Tidak ada!!" ucap Aira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan sungkan-sungkan untuk berbicara denganku!!. Aku siap mendengarkan apapun keluhanmu!!" ucap Re.
"Ok. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu" ucap Aira.
"Bertanya apa??. Tanyakan saja!!" ucap Re.
"Bagaimana kau bisa sampai di sini??. Bagaimana kau tahu jika kami liburan di sini??. Jelaskan!!" tanya Aira.
"Memangnya kenapa??. Penting sekali ya jawabannya??"
"Tentu saja!!"
"Ok baiklah akan aku jelaskan!!. Aku bertanya kepada Lisa dan Lela. Awalnya mereka tidak mau memberitahu tapi setelah aku marah kepada mereka akhirnya mereka memberitahuku" jawab Re.
"Huuh, sudah ku duga!!. Mereka berdua itu memang tidak bisa berbohong walau untuk sesaat!!. Tidak berguna!!" gerutu Aira.
"Haiih, kau ini. Bukannya bersyukur aku datang, malah memasang wajah cemberut. Jika aku ada di sini, aku bisa menjagamu dan membantumu mengurus si kembar" ucap Re.
Aira hanya diam saja dan menatap wajah Re.
"Sekarang katakan!!. Apa yang mengganggu fikiranmu saat ini??. Mungkin aku bisa memberimu solusi??" tanya Re.
Aira menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, "Heeehh" kemudian berkata, "Aku hanya memikirkan masalahku dengan Anaya. Aku takut jika dia membenciku karena aku sudah melenyapkan ayahnya!!"
"Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu, aku sudah berbicara dengannya. Dia tidak mempermasalahkan hal itu. Dia justru menginginkan agar kau mau berbicara dengannya. Dia sangat merindukan sahabatnya yang dulu. Jika kau tidak percaya maka aku akan membantumu untuk bertemu dengannya. Bagaimana??" ucap Re.
"Apa kau yakin Re??" tanya Aira.
"Aku sangat yakin Aira. Anaya memiliki sifat yang berbeda, dia tidak seperti ayahnya ataupun kakaknya. Permasalahan yang terjadi diantara kalian hanyalah ke salah pahaman yang direkayasa oleh Ayahnya. Jadi, jika aku boleh memberikan saran maka berbaikanlah dengan Anaya. Dia sama sekali tidak marah kepadamu!!" ucap Re.
"Hm, akan aku fikirkan lagi Re. Terimakasih, karena kau sudah membantuku menjelaskan kepada Anaya tentang ke salah pahaman ini!!"
__ADS_1
"Hm.. Apapun akan aku lakukan untukmu Aira, meskipun aku harus mengorbankan nyawaku, aku sama sekali tidak keberatan memberikannya asalkan itu demi kebahagiaanmu!!" ucap Re
kata-kata Re berhasil membuat Aira terdiam dan Aira menatap lekat wajah Re untuk beberapa saat, kemudian Aira tersenyum kepada Re.
"Kenapa??" tanya Re.
"Tidak apa!!" jawab Aira.
Karena merasa tubuhnya digigit oleh nyamuk-nyamuk nakal akhirnya Re berkata, "Aira, apa kau akan tetap di sini??. Di sini banyak nyamuk. Lagi pula ini sudah malam, ayo tidur!!"
Re masuk ke dalam kamar dan mengambil selimut serta bantal di dalam lemari kemudian tidur di sofa. Aira hanya melihat dan memperhatikan Re, setelah Re tertidur Aira masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya disamping kedua anaknya lalu ia memejamkan matanya. Sebenarnya Re belum tidur ia hanya pura-pura tidur agar Aira menuruti kata-katanya. Setelah beberapa menit kemudian Re berjalan mendekati Aira yang sedang tidur. Re melambaikan tangannya di wajah Aira dan ternyata Aira tidak terbangun.
"Ooh.. Syukurlah, dia sudah tidur!!" batin Re sambil mengelus-elus dadanya. Kemudian Re berjalan kembali ke sofa dan mencoba untuk tidur akhirnya ia pun tertidur.
Pagi pun tiba, Re bangun lebih awal karena setiap pagi Re sudah terbiasa melakukan olahraga rutin. Jadi bagi Re, bangun lebih awal itu sangat penting. Tak lama kemudian Aira bangun dan segera memesan makan, Re dan Aira mengurus Leon dan Liam bersama-sama. Sejak saat itulah hubungan Re dan Aira semakin hari semakin membaik. Setelah 2 minggu menikmati liburan bersama Leon dan Liam mengajak Aira pulang karena Leon dan Liam ingin bertemu dengan Nando. Leon dan Liam sudah sangat merindukan Nando. Akhirnya Re dan Aira memutuskan untuk segera pulang.
Saat di parkiran Mobil Re bertanya kepada Aira, "Kau akan langsung pulang ke rumah Ayah atau bagaimana??"
"Aku ingin ke butik dulu Re, setelah itu aku akan pergi ke kantor. Jika pekerjaanku sudah selesai aku akan segera pulang ke rumah Ayah. Kau bawa saja anak-anak dengan mobil mu. Karena kemarin aku bawa mobil sendiri, jika aku naik mobilmu lalu bagaimana dengan mobilku??" ucap Aira
"Ok" jawab Re. "Ayo sayang. Kalian masuklah ke dalam mobil Daddy!!" ucap Re kepada kedua anaknya kemudian Re berkata kepada Aira, "Kau juga hati-hati, jika ada apa-apa cepat hubungi aku!!"
Re mengemudikan mobilnya dan langsung menancap gas menuju rumah Nando. Setelah Mobilnya Re tak terlihat lagi, Aira masuk ke mobilnya dan menancap gas menuju butiknya. Aira tidak mengetahui bahwa mobil Alan berada tepat dibelakang mobilnya begitupun sebaliknya Alan tidak mengetahui bahwa mobil yang ada didepannya itu adalah mobil Aira. Saat itu Aira mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Alan memgemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, jadi Alan tertinggal sedikit jauh dari Aira.
Setelah menempuh perjalaan selama 30 menit tiba-tiba mobil Aira mogok dan oleng akhirnya Aira ngerem mendadak. Aira bergegas keluar dari mobilnya ia memeriksa bagian mana yang mengalami kerusakan. Saat ia mengelilingi mobilmya ternyata benar dugaan Aira bahwa mobilnya mengalami pecah ban. Aira sangat bingung karena Aira tidak membawa ban cadangan dan juga Aira melihat disekitar sana tidak ada bengkel bahkan rumah. Tempat itu sangat sepi dan dikelilingi hutan belantara. Aira mulai kebingungan dan panik, Aira mengambil ponselnya dan ingin menelfon Re tetapi ia mengurungkan niatnya itu. Aira mencoba menghadang taxi namun tidak satupun taxi yang lewat di sana.
Aira masih bersabar menunggu, siapa tahu saja ada taxi atau mobil yang mau ia tumpangi. Setelah beberapa menit menunggu tiba-tiba ada mobil berhenti menghampiri Aira. Saat mobil tersebut berhenti Aira sangat ketakutan akhirnya Aira kembali masuk kedalam mobilnya.
Alan yang melihat Aira kembali masuk kedalam mobil merasa heran namun ia tetap keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati mobil Aira. Aira tidak melihat ke kaca spion karena ketakutan ia memegang balok kayu yang memang sudah ia sediakan di dalam mobilnya untuk berjaga-jaga. Alan mengetuk kaca mobil Aira tetapi dengan sigap Aira mendorong pintu mobilnya hingga membuat alan terpental dan saat Aira keluar dari mobil ia terkejut melihat wajah pria itu ternyata dia adalah Alan.
Dengab mulut yang ternganga dan kemudian membuang balok kayunya lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, "Astaga, Alan!!!" Aira langsung bergegas membantu Alan untuk bangun, "Apa ada yang sakit??. Maaf ya!!. Aku fikir tadi orang jahat."
"Tidak apa!!. Sudah tidak perlu aku bisa bangun sendiri!!" ucap Alan.
"Sekali lagi maaf Al" ucap Aira.
Kemudian Alan tersenyum, "Heemh, sudah. Aku tidak apa. Aku baik-baik saja!!"
__ADS_1
Aira menarik nafar panjang dan mengeluarkannya kasar, "Huuuhhh" kemuadian Aira tersenyum.
"Ada apa kau berhenti di tempat sepi??. Oh iya, di mana suamimu??. Kenapa kau sendirian??. Apa kalian masih bertengkar??" Aira langsung diserang dengan berbagai pertanyaan.
Aira meringis, "Hehehe..." kemudian Aira berkata, "Suami dan anak-anakku sudah pulang lebih dulu. Tapi kau tenang saja, kami sedang tidak bertengkar. Dan kenapa aku berhenti ditempat sepi??. Itu karena mobilku pecah ban, aku sedang menunggu taxi namun tidak ada satupun taxi yang lewat"
"Haaiiiss, jadi mobilmu pecah ban??"
"Iya Al"
"Ya sudah, aku akan ambilkan ban cadangan mobilku. Kebetulan sekali bukan, mobil kita sama!!. Tunggu sebentar ya!!"
"Tapi Al..."
"Tapi kenapa??"
"Nanti akan aku ganti uangnya!!"
Alan hanya menyunggingkan bibirnya keatas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian berjalan menuju mobilnya untuk mengambil ban cadangannya. Setelah itu Alan bersaha memperbaiki ban mobil Aira. Sedangkan Aira hanya menunggu dan memperhatikan Alan. Aira tersenyum melihat wajah Alan yang hitam karena oli. Saat tangan Alan mengelap keringat di wajahnya membuat oli yang menmpel ditangannya ikut menempel di wajahnya. Aira hanya tersenyum melihat semua itu sedangakan Alan membalas senyuman Aira karena ia melihat Aira terus memperhatikannya. Alam tidak tahu jika Aira terzenyum kepadanya bukan karena apa-apa, melainkan karena wajah Alan yang cemong-cemong.
Setelah selesai memperbaiki ban mobil Aira, Aira pun tidak lupa mengucapkan terimaksih kepada Alan, "Terimakasih ya Al"
"Hm, sama-sama Ai" ucap Alan.
Aira memberi sejumlah uang kepada Alan namun Alan menolaknya, "Tidak!!. Aku ikhlas menolongmu!!"
"Tapi ban yang kau pasang dimobilku adalah milikmu" ucap Aira.
"Tidak apa, ambil saja!!"
"Baiklah. Terimakasih banyak ya Al karena sudah membantuku!!" ucap Aira kemudian Aira memberikan saputangan dan sebotol aqua kepada Alan, "Ini ambillah!!"
Meskipun Alan sangat bingung dengan sikap Aira kenapa Aira memberinya saputangan dan sebotol aqua tetapu Alan mengambil Aqua dan saputangan tersebut, "Terimakasih Ai"
"Hm" Aira langsung masuk kedalam mobilnya lalu menghidupkan mesin mobilnya kemudian berkata, "Bye Al"
"Bye Aira" ucap Alan.
__ADS_1
Saat mobil Aira sudah berlalu, Alan kembali ke mobilnya kemudian membasuh tangannya dengan sebotol aqua yang diberikan oleh Aira tadi. Setelah tangannya bersih Alan masuk kedalam mobilnya dan di saat duduk Alan menoleh ke kaca spion betapa terkejutnya ia melihat wajahnya yang cemong karena oli.
Kemudian ia mengingat Aira yang tersenyum terus sambil menatap wajahnya. Betapa malunya dia kepada Aira hingga membuat ia tersenyum sendiri seperti orang gila. Kemudian Alan berkata, "Dasar ogeb!!. Aira pasti mentertawakanku karena melihat wajahku yang cemong. Ogeeeeb, ogeb!!." Lalu Alan menghapus oli di wajahnya dengan saputangan yang diberikan Aira tadi. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.