Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 24


__ADS_3

Setelah Re pergi ke kamar mandi, Aira membenahi bajunya yang berantakan. Aira langsung merapikan tempat tidur dan menyingkap hordeng jendela kemudian membuka jendela kamarnya.


Aira berdiri di depan jendela kamarnya sambil menghirup udara pagi yang begitu segar & sejuk. Aira pun menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya. Aira mengingat adegan yang baru saja terjadi, Aira pun tersenyum sendiri.


Re yang sudah selesai mandi kemudian melihat Aira yang sedang berdiri di depan jendela sambil senyum-senyum sendiri. Re mendekati Aira lalu memeluk Aira dari belakang. Aira terkejut dan melihat ke belakang ternyata yang sedang memeluknya adalah Re.


"Kak Re!!."


"Hm... Kenapa senyum-senyum sendiri??. Kak Re jadi gemas dan ingin memelukmu" ucap Re.


"Haiis, tidak usah mesum!!. Lagi pula siapa yang senyum-senyum??." Ucap Aira mengelak. Kemudian Aira berkata kembali, "Sudahlah, Aira mau mandi dulu." Aira langsung berlari dan melepaskan tangan Re.


Re yang melihat tingkah istrinya itu tersenyum dan tertawa kecil kemudian berkata, "Kau benar-benar sangat lucu dan menggemaskan cagia. Sepertinya aku sudah terjebak dalam cintamu." Re tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan menuju lemari baju. Setelah selesai memakai baju Re langsung turun ke lantai bawah.


Aira yang sudah selesai mandi dan sudah rapi segera turun ke lantai bawah. Ternyata di bawah Nando, Tasya, Rein, sedang menonton TV di ruang keluarga. Mereka sedang berbincang-bincang sambil tertawa-tawa. Aira hanya melihat dari kejauhan dan langsung menuju dapur. Aira bertemu Bi Inah yang sedang memasak di dapur. Aira berkata, "Pagi Bi Inah. Tumben, jam segini Bi Inah belum selesai masak??."


"Eehh Non Aira, sudah bangun ya??. Bagaimana keadaan Non Aira sekarang??"


"Alhmdulillah sudah baikkan Bi. Bibi belum jawab pertanyaan Aira tadi!!"


"Aah iya. Maaf Non. Tadi pagi Bibi ke pasar dulu makanya jam segini Bibi belum selesai masak."


"Aira bantu Bibi masak ya!!"


"Tidak usah Non!! Ada Tuan Muda Re di depan, nanti Bibi bisa dimarahi oleh Tuan Muda karena sudah membuat Non kelelahan."


"Tidak akan. Re tidak akan marah Bi. Bolehnyaa??. Aira akan memarahi Re nanti jika dia berani memarahi Bi Inah."

__ADS_1


"Jangan Non. Bibi tidak mau Non Aira dan Tuan Re bertengkar".


"Trimakasih atas perhatian Bi Inah, tetapi Aira akan tetap memaksa untuk membantu Bi Inah masak."


"Ya sudah, jika Non Aira memaksa. Tapi Kalau Non dimarahi oleh Tuan Muda karena kelelahan jangan salahkan Bibi ya!!."


"Asiaap Bi. Hehehe."


Selesai memasak Aira menghidangkan makanan di atas meja dan tak lupa Aira menatanya dengan rapi. Setelah selesai memasak, Aira pergi ke ruang keluarga. Dimana Rein dan yang lainnya sedang menonton Tv di sana.


Aira berkata, "Ayah, Aira ingin meminta maaf kepada Ayah atas kejadian kemarin. Maafkan Aira Ayah!!. Tubuh Aira seolah-olah bergerak sendiri. Aira merasa seperti ada yang mengendalikan tubuh Aira. Sekali lagi Aira minta maaf Ayah!!."


"Sudahlah, tidak perlu membahas hal itu lagi. Ayah yang seharusnya minta maaf karena sudah membuat kau terlibat dalam masalah Ayah. Sudahlah, kita ambil hikmah dan pelajarannya saja jangan memikirkannya lagi. Mengerti!!."


"Iya Ayah, Aira mengerti. Astaga, Aira lupa. Aira sudah siapkan sarapan buat kita semua. Ayo kita sarapan!!. Nanti keburu dingin makanannya." ajak Aira


Mereka semua melangkah menuju meja makan lalu makan bersama. Setelah selesai makan Aira kembali ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur sambil memainkan ponselnya.


Akhirnya Re berjalan melangkah menuju kamarnya, saat Re membuka pintu kamar ternyata Aira sedang tertidur pulas. Karena Aira habis mengalami syok berat dan menyebabkan tubuhnya drop jadi Aira benar-benar harus istirahat total. Kemudian Re ikut berbaring di samping Aira dan ikut tidur juga.


Beberapa hari kemudian keadaan Aira sudah pulih dan kembali ceria seperti biasanya. Aira sudah bisa ke sekolah seperti biasa diantar dan dijemput oleh Re suami tampannya itu. Saat perjalanan pulang sekolah, Aira meminta Re untuk berhenti di sebuah restoran. Aira sangat lapar, perutnya yang sejak tadi bergemuruh tentu saja itu membuat Aira tidak nyaman. Setelah selesai makan mereka pun pulang ke rumah.


Sore harinya cuaca begitu dingin dan langit begitu gelap. Langit yang gelap dan awan yang berwarna hitam menandakan akan turunnya hujan. Setelah sehabis maghrib hujan pun turun begitu deras, petir yang begitu kuat membuat Aira begitu takut. Sehingga Aira tidak berani keluar dari kamarnya karena hujan kali ini berhasil membuat Aira gemetar.


Re yang baru saja selesai makan malam bersama Nando dan Tasya segera pergi ke kamarnya. Aira tidak ingin ikut makan malam karena dia takut dengan petir yang begitu besar seakan-akan petir itu ingin menyambarnya. Re membawakan makan malam untuk Aira ke kamarnya dan Aira memakan makanan yang dibawa oleh Re. Setelah selesai makan Aira bergegas membersihkan diri dan segera tidur.


Malam ini tidak seperti biasanya, cuaca yang dingin membuat Aira tidak ingin pergi kemanapun. Aira pun tidur dengan memeluk tubuh kekar suami tampannya. Aira merasa sangat nyaman dan hangat saat dalam pelukan Re. Aira menatap lekat wajah Re begitu pun dengan Re. Wajah mereka semakin dekat hingga terjadilah sesuatu. Malam yang dingin berubah menjadi malam yang panas. Mereka bersatu dalam syahdunya ikatan cinta.

__ADS_1


Pagi harinya Re terbangun lebih dulu, Re memandangi wajah Aira. Tak lama kemudian Aira juga membuka matanya. Dilihatnya pria tampan yang ada dihadapannya itu dan Aira mengingat kembali adegan semalam lalu Aira tersenyum dam memejamkan matanya kembali.


"Morning cagia." Ucap Re


"Hm." Jawab Aira malas. "Aira masih ngantuk dan lelah!!."


"I Love U cagia." Ucap Re lagi


"Hm. Aira mau tidur lagi kak. Aira masih ngantuk"


"Tidak bisa!!. Morning kiss dulu." Ucap Re


"Hm" Jawab Aira malas dengan suara khas bangun tidurnya.


"Baiklah, jika kau tidak mau aku tidak akan memaksamu. Tidurlaah!!.


"Hm. Maaf ya kak, badan Aira serasa ingin lepas!!" ucap Aira


"Iya tidak apa!!. Kak Re sangat paham & mengerti. Maafkan aku karena sudah membuatmu seperti ini" ucap Re


"Hm. Tidak apa kak, itu sudah kewajiban Aira sebagai seorang istri." kata Aira sambil memejamkan mata.


"Terimakasih cagia, sudah melengkapi hubungan kita."


"Iya kak. Kak Re tidak perlu berterimakasih, ini sudah kewajiban Aira."


Re tersenyum bahagia dan berkata, "Ya sudah, kalau begitu kak Re mandi dulu ya, jika kau ingin tidur lagi maka tidurlah. Tidak apa!!."

__ADS_1


"Terimakasih my hubby!!."


"Sama-sama cagia."


__ADS_2