Gadis Desa

Gadis Desa
SEASON 2 (PART 6)


__ADS_3

Diruang kerjanya Ze memikirkan perkataan istrinya pagi itu. Ze memikirkan kakaknya, karena fikirannya tidak tenang akhirnya dia mencoba menelfon Aira.


"Tuuuut..... " Berdering


"Haloo Ze!!" Aira mengangkat telfon dari Ze


"Haloo Aira. Syukurlah kau mengangkat telfon ku" ucap Ze


"Ada apa?? " tanya Aira


"tidak ada. Bagaimana kabarmu??


" Kabarku baik"


"Oh iya, Bagaimana kabar kakak ku?? "


"Alhmdulillah kakakmu sangat baik. Ada apa Ze??"


"aahh, tidak ada. Aku hanya ingin menanyakan kabar kalian saja" jawab Ze


"Kenapa kau tidak kembali saja ke Indonesia??" Tanya Aira


"Aku belum bisa kembali ke indonesia Ai" jawab Ze


"Bagaimana dengan Leon dan Liam, Ai?? mereka pasti tumbuh menjadi pria tampan seperti pamannya" ledek Ze


"Ayah dan pamannya sangat tampan pastilah mereka juga tampan" tambah Aira


Ze tersenyum di balik layar telfonnya. "Sampaikan salamku untuk Leon dan Liam"


"Tentu, nanti akan Aku sampaikan. Ingatlah baik-baik pesanku, jika kau merindukan kakakmu lebih baik kau datang kesini. Jangan menelfon ku terus menerus!! Aku tidak ingin kakakmu menjadi salah paham lagi nantinya. Kau pasti paham dengan perkataanku" ucap Aira


"hm.. Aku akan berkunjung ke Indonesia jika waktunya sudah tiba"

__ADS_1


Aira menggelenglan kepalanya mendengar penuturan Ze disana.


"Ya sudah, Aku tutup dulu telfonnya. Bye" Ze mematikan ponselnya


*****


Sementara itu dipanti, Alea sudah kembali dari bekerja, ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya karena lelah. Alea berbicara dengan dirinya sendiri, "Hari ini adalah hari yang melelahkan. Sabar ya badaaaaan!! Kau harus kuat dengan kerasnya dunia ini" Alea menguatkan dirinya sendiri


Alea tidak beranjak dari tempat tidurnya, ia mulai memejamkan matanya tiba-tiba ia teringat peristiwa di masa lalu. Dimana peristiwa itu adalah peristiwa yang membuat mimpi buruk menghantuinya selama ini. Peristiwa itu sudah sangat lama terjadi, entah sudah berapa puluh tahun ia merahasiakan peristiwa ini dari ibu Rahma. Ia merasa bersalah karena merahasiakan peristiwa itu, namun apalah daya Alea tidak ingin siapapun mengetahui peristiwa yang menimpanya diwaktu kecil.


FLASH BACK ON


Malam itu Alea sedang merayakan ulang tahun yang ke sepuluh tahun. Pertama kali dalam hidupnya Alea merayakan ulang tahun yang begitu meriah. Bu Rahma menyewa gedung untuk merayakan ulang tahun putry kesayangannya itu. Bu Rahma juga mengundang kerabat, saudara, sahabat, tetangga bahkan banyak kenalannya juga diundang untuk datang ke acara ulang tahun Alea. Bu Rahma sungguh tidak tahu jika malam itu adalah mala petaka bagi Alea.


Setelah selesai acara inti, para tamu banyak yang sudah berpamitan pulang yg etapi ada juga yang masih minum dan mengobrol. Karena Alea merasa jenuh, Alea berkeliling ingin melihat sekeliling gedung itu. Ia penasaran dengan gedung yang sangat besar itu. Namun Alea tersesat dalam gedung itu, saat Alea berjalan menuju Balkon atas. Alea merasa seperti ada seorang yang sedang mengikutinya tapi disaat Alea menoleh kebelakang tidak ada siapapun disana. Alea terus melangkahkan kakinya, lagi-lagi ia seperti mendengar langkah kaki di belakangnya.


"Siapa itu?? "


Tidak ada jawaban...


Alea dibawa ke suatu tempat oleh pria asing itu. Pria itu hanyalah seorang pria bayaran. Ia menjalankan tugas sesuai perintah dari Bosnya. Sungguh gadis yang malang!! Dia bahkan tidak tahu siapa kedua orang tuanya, lalu kenapa mereka menculik Alea??


Pria itu menelfon Bosnya, "Haloo bos, Aku sudah membawa gadis kecil yang Bos minta"


"Aku akan segera kesana" ucap seseorang ditelfon.


"Baik bos"


Setelah mengikat tangan kaki Alea di sudut kasur dengan menggunakan tali, pria itu keluar meninggalkan Alea diruangan pengap itu.


Beberapa menit kemudian Bos datang, Ia masuk kedalam ruangan dimana tempat Alea disandera. Bos menyiram tubuh Alea dengan Air satu ember dan itu sangat membuat Alea terkejut. Alea segera sadar, Ia merasa ada banyak air yang masuk kedalam hidung dan telinganya namun Ia tidak bisa menggapai keduanya karena tangannya terikat. Ia ingin berteriak juga mulutnya juga diikat dengan saputangan.


"Hai gadis kecil!!" sapa orang itu

__ADS_1


"Eemm... Eemm.. " Alea ingin mengatakan sesuatu namun terhalang oleh saputangan dimulutya.


Pria itu melepas ikatan saputangan dimulutya, Alea menarik nafas lega.


"Ooow.... Jadi kau adalah anak mereka. Gadis kecil yang lucu" ucap pria tersebut sambil menatap mata Alea dengan tatapan sinis.


"Siapa kau?? apa yang kau inginkan dariku??"


"Kau tidak perlu tahu siapa Aku, Aku hanya ingin Randu membayar mahal setelah apa yang dia lakukan padaku"


"Siapa Randu?? Aku tidak mengenalnya!! Dan Siapa kau?? kenapa Aku yang harus membayar mahal atas perbuatan orang yang tidak Aku kenal!! lepaskan Aku!!" teriak Alea kesal


"aaaahh, begitu ya?? Rupanya kau tidak mengenal Randu. Kau akan mengetahuinya setelah Aku menghabisi mereka. Dan iya, Aku juga akan menghancurkan masa depanmu, kesucianmu, kebahagiaanmu, semuanya tentang mu"


Ucapan pria itu benar-benar membuat hati Alea bergetar ketakutan. Bagaimana ini?? apa yang harus Alea lakukan?? bagaimana Ia melindungi dirinya dari pria itu??


"Apa yang kau pikirkan?? apa kau takut??" ucap pria itu sembari menyebabkan tuh setiap bagian sensitif Alea.


Alea memberontak sekuat tenaga, "Lepaskan Aku paman. Tolong jangan menyentuh ku. Ku mohon hiks.. hiks..!!" Alea menangis memohon agar dilepaskan ikatan tangan dan kakinya.


Namun ucapan Alea tak digubris sama sekali, pria itu menyobek celana Alea dan pakaian dalam Alea. Pria itu melangsungkan aksinya dengan menghentak-hentakkan juniornya kedalam milik Alea yang masih kecil.


Alea menjerit-jerit kesakitan, "Aaaaahh, paman!! Sakiit!! Tolong hentikan paman hiks.. hiks..." air mata Alea tak berhenti mengalir.


Pria brengsek itu tidak perduli walau milik Alea bersimbah darah. Dia terus melangsungkan aksinya.


"Paamaaaan!! Tolong hentikan!! Aku sungguh tidak mengenal siapa Randu. Aku tidak tahu siapa orang yang kau sebut orang tuaku itu. Aku tidak punya orang tua, Aku hanyalah anak yatim piatu yang tinggal dipanti asuhan hiks.. hiks.. Ku mohon hentikan!! Sakiit paman!!" Teriak Alea dengan kuat karena ia merasakan sakit dan perih yang luar biasa dibagian intimnya.


Tiba-tiba saja pria itu menghentikan aksinya, ia baru menyadari begitu banyak darah di kasur. Alea mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya Alea harus dilarikan kerumah sakit. Alea tak sadarkan diri, pria itu benar-benar menyesal telah menodai gadis kecil yang tak berdosa itu. Pria itu membopong Alea, ia membawanya ke rumah sakit. keadaan Alea benar-benar kritis saat itu, ia kehilangan banyak darah bahkan Alea sempat koma beberapa karena tidak kuat menahan rasa sakit ditubuhnya.


Pria itu sangat menyesali perbuatannya, ia ingin meminta maaf namun ia takut jika Alea nanti sangat membencinya. Jadi pria itu memutuskan untuk pergi setelah Alea berhasil melewati masa kritisnya. Siapa sebenarnya Randu itu?? apa hubungannya dengan Alea?? Pria itu bahkan tidak mengenal Alea, begitu juga dengan Alea. Entahlah....


Setelah beberapa jam koma, Alea berhasil melewati masa kritisnya. keadaan Alea mulai stabil, denyut jantung Alea sudah mulai stabil. Pria itu meninggalkan sebuah surat permohonan maaf lalu kemudian ia pergi meninggalkan Alea yang masih tak berdaya dirumah sakit. Pria itu meletakkan suaratnya di atas ranjang tepat disebelah Alea tidur. agar setelah Alea membuka mata, ia segera membaca surat dari pria tersebut.

__ADS_1


Pria tersebut sudah membayar semua tagihan rumah sakit, ia juga meninggalkan sebuah cek bersamaan dengan surat permohonan maaf itu. Setelah beberapa hari dirawat, Alea kembali ke panti asuhan. Ia tidak menceritakan apa pun yang terjadi kepada Bu Rahma. Ia tidak ingin membuat ibunya khawatir tentang keadaannya. Meskipun saat itu Bu Rahma sangat mencemaskan Alea kera sudah beberapa hari tidak pulang. Namun setibanya Alea Di panti, semua rasa cemas Bu Rahma hilang dalam sekejap. Sejak saat itulah Alea sering bermimpi aneh, ia sangat trauma dengan peristiwa itu.


FLASH BACK OFF


__ADS_2