
Alea duduk termenung diteras depan kamarnya, ia menatap kelangit malam yang gelap dan hanya diterangi cahaya bulan dan bintang. Ia masih saja memikirkan dimana keberadaan orang tuanya. ia masih saja memikirkan apakah kedua orang tuanya masih hidup atau sudah tiada lagi.
Alea ingin sekali mencari keberadaan mereka, Alea sangat merindukan mereka, hanya saja Alea tidak tahu bagaimana cara menemukan mereka. Saat ini yang ia punya hanyalah kalung itu, ia juga sudah mencari keberadaan keluarga Moreza namun hasilnya nihil. Kali ini ia hanya bisa pasrah, semoga Allah masih bisa mempertemukan Alea dengan kedua orang tuanya.
Alea juga bertanya dalam fikirannya, kenapa mereka membuang alea ke panti asuhan ini?? apa keadaannya mendesak?? apakah memang sengaja dibuang?? atau mungkin ada masalah yang memang mengharuskan membuangnya ke panti asuhan itu?? begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Alea. Alea sangat merindukan mereka sekaligus sangat membenci mereka yang telah tega membuangnya begitu saja.
"Tok... tok... tok.. " ada seseorang mengetuk pintu kamar Alea.
ketika mendengar ada yang mengetuk pintu dengan sigap ia melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya.
"Ibu"
"hmm... Kau belum tidur sayang??" tanya bu Rahma
"Belum bu"
"Apa ibu boleh masuk?? "
"Tentu saja bu, silahkan masuk!!"
Bu Rahma masuk kedalam kamar Alea ia melihat pintu teras yang masih terbuka. Kemudian bu Rahma duduk di kasur tempat tidur Alea, ia juga menyuruh Alea untuk duduk disampingnya.
"Sayang, kenapa kau belum tidur?? bukankah besok kau harus kuliah dan bekerja!!"
"Iya bu, Alea tahu. Tapi Alea belum mengantuk bu. Sebentar lagi ya bu!!" pintar Alea merengek pada Ibunya.
"Haaiih... ya sudah terserah kau saja" sahut bu Rahma.
"Terimakasih ibu" sambung Alea bahagia.
"Ingat sayang!! Masa depan kamu masih panjang. Kau tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting. Pikirkan masa depanmu, Oke!!" ucap bu Rahma
"Baik ibuu.... "
__ADS_1
"Ya sudah ibu mau istirahat dulu ya. Kamu jangan sampai larut malam duduk diluar teras itu" ucap bu Rahma sambil wajahnya melihat kearah teras kamar Alea, "Angin malam tidak baik untuk kulit kesehatanmu" tambah bu Rahma.
"Iya ibu... " jawab Alea sembari menganggukkan kepalanya. kemudian Bu Rahma keluar dari kamar Alea melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya. Setelah kepergian ibunya Alea mengunci pintu kamarnya, ia juga mengunci pintu teras kamarnya, kemudian ia membaringkan tubuhnya dikasur empuk miliknya. Perlahan ia memejamkan matanya dan masuk kedalam dunia mimpi.
Alea sedang berada dalam dunia mimpinya, Ia bertemu dengan pangeran tampan berkuda. Berpakaian kerajan lengkap dengan mahkotanya dan tak lupa membawa pedang samurai dipinggangnya. Didalam mimpi itu ia dibawa oleh sang pangeran mengendarai kudanya menuju istana megah milik pangeran. Alea kebingungan karena ini pertama kalinya ia melihat pangeran dan ini juga pertama kalinya Alea masuk ke dalam istana yang begitu megah nan indah. Pangeran menggenggam tangan Alea lalu kemudian mencium keningnya.
kemudian pangeran itu berkata, "Apa kau bahagia istriku tinggal di istana ini??"
Alea pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, istanah ini milikmu" ucap pangeran berkuda
Alea sangat gembira karena mendapatkan istana yang megah.
Pangeran mencium pipi kanan dan kiri milik Alea, ciuman itu meminta sesuatu yang lebih. Tanpa disadari ***** mereka bersentuhan. Karena terasa manis sentuhan itu menjadi sentuhan panas, pangeran menyusuri setiap rongga yang ada didalam mulut Alea. Tangan pangeran mulai mencari sesuatu didalam sana sebelum akhirnya ia menemukan sesuatu yang ia cari, pangeran ******* kecil salah satu gundukan lembut milik Alea.
"aahh..."
"aahh... "
Mendengar suara ******* Alea, lagi-lagi dengan buasnya pangeran ******* bibir Alea. Seperti hewan yang sedang menerkam mangsanya. Tanpa menghentikan aksinya tangan pangeran mulai mencari sesuatu yang rimbun dibawah sana. Pangeran menemukan sebuah sawah kecil yang hijau dan subur, ia berusaha menemukan pintu agar bisa bercocok tanam disana.
"Aaaahhh.... "
Kali ini Pangeran semakin menggila mendengar ******* Alea, ia terus memainkan jari-jemarinya disana sampai sesuatu yang hangat keluar dari sana. Pangeran yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya mengeluarkan miliknya dan ingin menerobos paksa milik Alea, namun tidak bisa dijebolkan. Pangeran mencoba berkali-kali agar bisa menjebol milik Alea tetap saja tidak bisa dijebolkan. Sepertinya benteng pertahanan Alea sangat kukuh. Pangeran terus berusaha ingin menerobosnya hingga Alea menje*** kesakitan hingga kesakitan itu berubah menjadi ketakutan.
"Aaaaww..... sakiiiitt.."
Tanpa sadar ternyata jeritan itu terdengar dari kamar Bu Rahma. Bu Rahma yang mendengar putrinya menjerit kesakitan langsung beranjak dari tempat tidur dan pergi kekamar Alea. Begitu juga dengan Arkan dan Yoga, mereka berdua juga mendengar kakaknya teriak kesakitan. Mendengar jeritan kakaknya mereka langsung bangun dan berlari menuju kamar Alea. Karena pintunya dikunci Alea dari dalam, Arkan dan Yoga mendobrak pintu itu.
"Duuuuaaaarrr!!!" dengan sekali tendangan Arkan dan Yoga pintu kamar Alea akhirnya bisa terbuka.
Bu Rahma segera masuk ke kamar Alea dan membangunkan Alea, "Sayang, bangun!! Alea!! Bangun Alea!!" bu Rahma membangunkan putrinya sembari menggoyang-goyanglan tubuh Alea.
__ADS_1
Kedua adiknya juga berusaha membantu membangunkan Alea, "kakak, bangun!! kak Alea, bangun!! Kakak kenapa?? bangun kak!!" kedua adiknya pun ikut panik
setelah beberapa menit membangunkan Alea akhirnya mereka berhasil membuat Alea tersadar dari mimpi buruknya. Tubuh Alea yang sudah basah oleh keringat dan ia terlihat seperti orang yang ketakutan. Bu Rahma mencoba menenangkannya, kedua adiknya juga berusaha menenangkan kakanya.
Setelah beberapa menit kemudian Alea tersadar kalau itu hanya mimpi. Alea menangis, "hiks.. hiks... hiks.. Ibu!"
Bu Rahma langsung memeluk putrinya dengan sangat erat, perlahan bu Rahma bertanya, "ada apa sayang?? apa kau mimpi buruk lagi??"
"ibu, hiks.. hiks.. hiks.. Alea sangat takut!!" rengek Alea.
"Ya sudah, kalau kamu takut nanti saja kamu ceritakan. Sekarang kamu minum dulu ya!!" ucap bu Rahma sembari memberikan segelas Air putih yang sudah dituang oleh Arkan.
Hening beberapa saat...
"Apa kakak sudah baikan??" tanya Arkan
"hm" jawab Alea sambil menganggukkan kepalanya
Bu Rahma menarik nafas lega kemudian, "Arkan, Yoga, kalian kembali ke kamar ya. Kak Alea sudah baikan sekarang. Kalian juga harus bangun pagi sekolah" pinta bu Rahma
"Baiklah Bu, kami akan kembali tidur. Kami permisi bu. Jika terjadi sesuatu pada kak Alea tolong cepat panggil kami ya bu" ucap Arkan
"iya" jawab bu Rahma singkat.
Mereka berdua melangkahkan kaki keluar dari kamar Alea. Mereka kembali ke kamar mereka. Setelah kedua ank itu keluar dari kamar dan tak terlihat lagi, barulah Bu Rahma bertanya kepada Alea.
"sayang!! apakah mimpi buruk itu terulang lagi??" Tanya Bu Rahma
"Hmm.. hiks.. hiks.. hiks.." jawab Alea sambil terisa-isa
Bu Rahma tahu persis mimpi seperti apa itu. Diwaktu Alea berusia sepuluh tahun, Alea juga pernah bermimpi seperti itu. Mimpi itu membuat trauma yang mendalam bagi Alea karena usia Alea yang masih sangat muda. Seiring berjalannya waktu, Alea berusaha melupakan trauma itu dan tepat usia Alea ke lima belas tahun, lagi-lagi Alea bermimpi hal yang sama. Yang tadinya trauma itu sudah mulai ia lupakan sekarang justru kembali bertambah besar dan sekarang tepat diusianya yang ke dua puluh tahun, mimpi itu kembali menghantuinya.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Alea?? Apakah Alea ada kelainan?? Atau ini hanya sekedar mimpi buruk biasa?? mari kita saksikan kelanjutan ceritanya di episode berikutnya..
__ADS_1