Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 45


__ADS_3

Siska tak bergeming sama sekali, Siska justru tertawa melihat nando dan tasya yang sudah dipenuhi dengan emosi dan amarah. "Hahahahaha.... Apa??. Kalian mengusirku??. Tidak semudah itu!!. Aku sudah masuk ke rumah ini jadi sulit bagiku untuk meninggalkan rumah ini" ucap Siska dengan sinisnya.


"Apa maksud dari ucapanmu wanita gila??" ucap Tasya yang sudah begitu kesal dengan Siska.


"Apa kalian tidak mengenaliku??. Oohh... Sungguh kasihan sekali kalian ini. Akan ku beritahu Tujuan ku datang ke rumah ini"


Sedangkan Ze yang baru saja sampai di rumah besar mendengar suara ribut-ribut di atas. Ze langsung berlari kesumber keributan dan mendengar semua percakapan mereka dari luar kamar Re. Saat siska ingin memberitahu segalanya Ze langsung manyahuti kata-kata siska, "Aku sudah tahu akal busukmu itu brengsek. Aku akan mengakhiri semua permainanmu SISKA WIRAWAN!!"


Saat Ze menyebut nama Siska wirawan, semua orang yang ada disana terkejut. Nando dan Tasya seakan tidak percaya bahwa yang ada dihadapan mereka saat ini adalah keponakan mereka sendiri. Re terduduk lemas karena yang dia tiduri tanpa ikatan selama beberapa bulan ini adalah sepupunya sendiri.


Nando bertanya kepada Ze, "Siska Wirawan??. Apa kau yakin bahwa dia adalah Siska Wirawan ?"


Saat Ze ingin menjawab pertanyaan Nando, Siska langsung menjawab pertanyaan Nando lebih dulu dari Ze, "Apa Yang dikatakan oleh Ze putramu itu sangat benar. Aku adalah Siska Wirawan putri pertama dari Tomy Wirawan, kakakmu sendiri Om Nando Wijaya!!" Siska berjalan mendekati Nando kemudian berkata, "Jika bukan karena kalian maka ayahku pasti masih hidup sampai saat ini. Tapi kalian melenyapkan Ayahku dengan begitu mengenaskan dan begitu kejamnya kalian menyeret ayahku dengan mobilnya hingga tubuhnya berlumuran darah dan kalian juga dengan kejam menembak Ayahku. Karena itulah aku datang untuk membalas dendam pada kalian semua, terutama Aira" ucap Siska.


Re sangat terkejut dengan ucapan Siska, lagi-lagi Re dibuat syok dengab semua penjelasan Siska. Re masih tidak percaya bahwa semua masalah yang terjadi diantara mereka adalah rekayasa Siska.


Siska berkata, "Aku yang sudah menciptakan permasalahan diantara Re & Aira hingga mereka berpisah. Aku yang sudah merencanakan semuanya. Aku juga ingin menghancurkan hidup Re dengan membuatnya seperti orang gila yang suka mabuk dan suka wanita. Aku ingin mengambil semua harta yang kalian miliki. Aku ingin membuat kalian semua menderita sebagai balasan karena kalian sudah menghancurkan kebahagiaan keluargaku"


Semua orang yg ada disana terkejut dengan semua ucapan-ucapan siska terkecuali Ze karena Ze sudah mengetahui semuanya.

__ADS_1


Ze berkata, "Ayahmu lah yang sudah menghancurkan keluargamu bukan kami atau siapapun!!. Baguslah jika kau sudah mengakui semua perbuatanmu. Aku tidak menyangka bahwa Om Tomy memiliki anak yang begitu murahnya hingga dia mengorbankan harga dirinya demi mendapatkan harta yang seharusnya bukan miliknya"


"Tutup Mulut mu!!" ucap Siska


Tiba-tiba Aira muncul dari depan pintu, "Kau yang harusnnya rutup mulut Siska!!. Kau tidak pantas bicara di sini"


Sebelumnya Aira sudah menidurkan Leon dan Liam terlebih dulu di kamar mereka lalu meminta Bi Mia untuk menjaga si kembar.


"AIRAA!!!" Re yang melihat kedatangan Aira langsung berlari dan memeluk Aira, "Maafkan aku, Ai" ucap Re. Tapi Aira langsung melepaskan pelukan Re dan mendorong Re hingga Re terjatuh dan tersungkur.


"Jangan berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu" Ucap Aira kepada Re.


"Dan kau!!" Menunjuk Siska, Aira berkata, "Jika kau tidak tahu kebenaran tentang ayahmu maka berhentilah sok tahu. Kau hanya dimanfaatkan oleh ayahmu untuk mencapai tujuannya. Ayahmu sendiri yang mengatakan bahwa dia hanya memanfaatkanmu. Tujuan ayahmu yang sebenarnya adalah merebut harta yang dimiliki oleh Ayah Nando. Dia bahkan tidak peduli denganmu, ayahmu itu gila harta. Aku juga mengetahui semua yang kau lakukam kepada kedua orang tuaku. Atas perintah dari ayahmu, kau terlibat dalam pembunuhan kedua orang tuaku dan Anaya juga mengetahui semuanya. Kalian benar-benar manusia yang tidak pantas diberi hati" ucap Aira kepada siska.


"Kau pasti terkejut bukan. Kenapa aku bisa tahu semuanya. Aku bisa saja melaporkan perbuatan ayahmu kepolisi dan polisi pasti akan menangkapmu sebagai gantinya. Aku mempunyai bukti yang kuat, jika kau mau aku melaporkannya maka aku akan menelfon polisi sekarang juga!!" Ucap Aira.


"Aku juga akan melaporkanmu kepolisi terhadap pembunuhan yang kau lakukan kepada ayahku"


"Laporkan saja jika kau punya buktinya!!"

__ADS_1


Siska terdiam dan tidak bisa berbicara karena dia tidak memiliki bukti apapun. Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, Siska mengangkat tangan ingin menampar Aira, tetapi Ze langsung menangkap tangan Siska dan berkata, "Jika kau berani menyentuh Aira, maka ku pastikan kau akan kehilangan nyawamu" Ze melepas tangan Siska dengan kasar.


"Berhentilah menjadi bodoh Siska. Jika aku bisa melenyapkan Ayahmu dan seluruh anak buahnya hanya dalam sekejab itu artinya aku juga bisa melenyapkanmu yang hanya seorang diri. Hemh😏" ucap Aira.


Siska mengeluarkan pistolnya dan ingin menembak Aira. Tasya yang melihatnya dan langsung berlari untuk menyelamatkan Aira. Siska melepaskan 3 anak pelurunya kearah Aira tetapi pelurunya justru mengenai Tasya tepat di dadanya Tasya, "Dor Dor Dor"


Tasya langsung tergeletak lemas tak berdaya. Semua orang berlari mendekati Tasya kecuali Aira. Tanpa menunggu lama Aira juga langsung menembak Siska dengan 6 anak peluru tepat mengenai dada Siska, "Dor Dor Dor Dor Dor Dor" Siska tergeletak dan mati.


Setelah itu Aira berlari menghampiri Tasya, "Bundaaaa!!. Bundaa bangun!!. Bundaaaaaaaa!!. Maafin Aira Bunda!!"


Tiba-tiba Tasya terbatuk-batuk, ternyata tadi Tasya hanya tak sadarkan diri. Tasya berkata, "Airaaa" sambil memegang wajah Aira.


"Iya Bunda. Bunda bergatanlah Ze akan memeriksa Bunda. Aira mohon bertahanlah" ucap Aira.


"Tidak perlu sayang!!. Bunda sudah tidak kuat lagi, tolong maafkan Bunda karena Bunda tidak ada disaat kau merasa terpuruk dan terluka. Bunda mohon jaga dan rawatlah si kembar untuk Bunda. Maafkan Bunda juga karena tidak sempat melihat si kembar. Bunda sudah tidak tahan lagi, waktu bunda sudah habis. Maafkan Bun..d..daa..Ai..raa" Tasya menghembuskan Nafas terakhirnya.


"Tidaaaakk!!!. Bundaaaa!!!. Hiks hiks hiks Bundaaaa!!!. Ayah bagaimana ini Hiks hiks hiks??" ucap Aira menangis tersedu-sedu.


Re dan Ze juga menangis, Nando juga sebenarnya ingin menangis tapi dia tidak sanggup menangis. Melihat Anak-anaknya terutama Aira yang begitu sedih atas kepergian Tasya, Nando memeluk Aira untuk menenangkan Aira. Namun jauh di dalam lubuk hati Nando, ia sangat sedih karena kehilangan sosok wanita yang amat ia cintai.

__ADS_1


Nando berkata, "Sudahlah sayang. Jangan menangis lagi. Bunda kalian sudah tenang di sana. Di sini juga masih ada Ayah, jadi jangan sedih lagi. Hemm😊" ucap Nando mencoba tersenyum kepada Aira meski sebenarnya hatinya begitu sedih.


kemudian Nando dan yang lainnya memakamkan Tasya di makam keluarga mereka di Amerika. Sedangakan jenazah Siska, Re menyuruh anak buahnya untuk mengurus jenazah Siska dan memakamkannya juga. Setelah pulang dari pemakaman mereka masih dalam ke adaan berkabung. Nando sangat terpukul dengan kepergian istri tercintanya tapi Nando tidak menunjukkan wajah sedihnya jika dihadapan anak-anaknya. Nando berusaha kuat, ikhlas, tegar & menerima semuanya.


__ADS_2