
Karena Re tidak tega membiarkan Aira sekolah akhirnya Re menelpon temannya pemilik sekolahan Z itu. Re meminta izin izin karna Aira tidak bisa sekolah hari ini.
pukul 10:00 pagi Aira terbangun dari tidurnya. Aira bergegas ingin pergi ke kamar mandi karena merasa badannya sangat lengket. Ternyata meskipun sudah beberapa jam berlalu, rasa sakit dan perih di bagian bawah Aira masih terasa. Aira beranjak dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju kamar mandi dengan menahan rasa sakit dan perih di bagian bawah Aira.
Sementara itu Re yang sedang berada di ruang tamu teringat kepada Aira. Akhirnya Re memutuskan untuk kembali ke kamar. Saat Re membuka pintu kamar, Re melihat Aira yang sedang berjalan menuju kamar mandi. Dengan sigap Re langsung menbantu Aira dan mengantarnya masuk ke kamar mandi. Re menunggu Aira dari luar pintu kamar mandi. Beberapa menit kemudian Aira membuka pintu kamar mandi.
Re menuntun Aira perlahan untuk duduk di kasur, Re mengambilkan pakaian ganti Aira dan membantunya memakaikan baju serta membantu Aira merias diri. Setelah Aira siap, Re mengajak Aira untuk urun ke bawah untuk sarapan. Re membantu Aira menuruni tangga tapi Aira menyingkirkan tangan Re sambil berkata, "Biar aku coba jalan sendiri saja!!. Ada Ayah dan Bunda tidak enak jika sampai mereka melihat keadaanku seperti ini. Aku malu kak!!."
"Ya sudah kalau begitu, kak Re mengikuti dari belakang saja."
"Iya" jawab Aira.
Aira menyapa Nando dan Tasya, "Pagi Ayah, Bunda. Maaf Aira bangun kesiangan."
"Tidak apa sayang" sambung Tasya
Nando dan Tasya sudah lebih dulu mengalami hal ini. Dengan melihat jalan Aira yang seperti itu Nando dan Tasya langsung mengetahui apa yang sedang terjadi. Karena Nando dan Tasya tidak ingin membuat Aira malu akhirnya mereka diam saja dan berpura-pura tidak tahu Tapi mereka memberikan tatapan tajam ke kepada Re. Re yang merasa seperti ada yang sedang menatapnya segera menghabiskan makanannya dan langsung pergi ke ruang Keluarga.
Akhirnya mereka bertiga pun selesai sarapan. Aira langsung naik ke atas dan merebahkan dirinya di kasur. Sedangkan Nando dan Tasya ingin mengintrogasi Re. Mereka berdua pun duduk di sisi kanan dan Sisi kiri Re. Re kebingungan melihat orang tuanya bertingkah seperti itu. Sebenarnya Re tahu apa yang ingin orang tunya itu bicarakan pasti mengarah ke Aira.
Nando berkata, "Sepertinya ada bau-bau yang mencurigakan."
"Mencurigakan apanya??. Ayah jangan mengada-ngada." Tegas Re
"Sepertinya ada yang habis menghajar istrinya semalaman. Buktinya Aira jalannya sampai seperti itu, seperti menahan sakit." Kata Tasya
"Sepertinya begitu Bunda." Sambung Nando
"Apa yang kalian bicarakan??. Apa maksudnya dengan ucapan Bunda??. Re tidak mengerti." Ucap Re mengelak.
__ADS_1
"Jangan seperti kura-kura dalam perahu." Sambung Tasya
"Apa maksudnya Bunda??. Re tidak menghajar Aira. Justru Aira sangat menikmatinya. Oops." Re keceplosan dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Reiin!!. Apa yang kau lakukan??. Hah??. Kau tidak kasihan pada istrimu!!. Secara tidak langsung kau sudah menyiksanya." Ucap Nando dengan Nada tinggi
"Iya Ayaah, Re minta maaf. Re tidak bisa menahannya. Maaf. Tapi semalam Aira baik-baik saja dan tidak ada masalah sama sekali. Aira merasakan sakitnya saat bangun tidur tadi pagi, saat Aira ingin ke kamar mandi dia merasakan sakit di bagian bawahnya."
"Masha Allah, Reiin!!. Dasar rakus!!. Kau itu manusia apa monster, hah??. Kau tahu bahwa keadaan Aira masih lemas dan butuh istirahat yang banyak tapi kau menyiksanya seperti itu." Kata Tasya
"Aku manusia Bunda bukan monster. Jika aku monster Aira tidak akan sudi menikah denganku. Lagi pula keadaan Aira sudah membaik Bunda, Ayah."
"Apa kau bilang dasar Anak kurang ajar. Apa itu yang Bunda dan Ayah ajarkan kepadamu??."
"Maaf Bunda!!. Re kebablasan semalam!!. Lagi pula Aira adalah istrinya Re. Jadi Re bebas mau melakukan apa saja terhadap Aira."
"Ternyata kau masih belum mengerti juga ya. Iya Bunda tahu Aira adalah istrimu tapi Aira itu masih sekolah. Kalau dia selalu bolos karena ulahmu bisa-bisa dia ketinggalan banyak pelajaran dan lagi pula Aira itu baru berusia 15 tahun. Apa kamu tega membuatnya hamil dalam usia semuda itu". Ucap Tasya
Re terdiam dan berfikir, "Benar juga apa yang dikatakan Bunda, Sepertinya aku harus menguranginya Atau mungkin aku harus menjauhinya sementara Aira Sekolah."
"Kenapa kau diam saja?." uUcap Tasya sambil memukuk pundak Re dengan kuat.
Sehingga membuat Re kaget, "Aduuh.. Iya maaf bunda. Lain kali Re tidak akan seperti ini lagi."
"Bagus kalau begitu."
Tiba-tiba Aira menyahuti dari belakang, "Apanya yang bagus Bunda??. Ada apa ini?. Kenapa saat Aira datang kalian semua diam??. Kalian ngobrolin apa?." Tanya Aira
"Aahh tidak ada sayaang. Tadi Re bilang ke Bunda katanya 2 hari lagi Re akan kembali ke Amerika. Begitu sayang." Tasya tersenyum terpaksa dan menoleh ke arah Re, "Iya kan anak Bunda yang ganteng??."
__ADS_1
Tasya mencubit pinggang Re dan membuat Re meringis, "Aahha, iyaa benar sekali cagia. Mungkin 2 hari lagi aku akan kembali ke Amerika. Tapi kali ini mungkin aku akan lama di Amerika." Ucap Re
"Ke apa cepat sekali kak??. Terus, kenapa mendadak begitu??. Apa ada masalah lagi??" Tanya Aira dengan wajah sedihnya
"Iya cagia. Kali ini perusahaan memang tidak bisa ditinggal lama-lama. Maafkan aku cagia!!."
"Iya sudah kalau begitu." Jawab Re dengan wajah lesunya.
Aira kecewa dengan Re, baru saja Aira merasakan kebahagiaan sekarang Aira akan menjalani hari-harinya sendiri tanpa Re.
Dua hari kemudian Re berpamitan kepada Nando dan Tasya untuk kembali ke Amerika. Tak lupa juga Re berpamitan dengan istri tercintanya itu. sambil memeluk istrinya Re berjata, "Maafkan kak Re cagia. Kau sekolah yang benar, yang rajin, yang pinter dan gapailah cita-citamu. Mungkin kali ini kak Re akan sangat lama di Amerika. Jadi kau harus jaga diri baik-baik ya. I Love U cagia." Re mencium kening Aira dan memeluk istrinya itu seakan tak rela meninggalkannya sendirian di sini. Tapi mau bagaimana lagi Re harus sedikit berkorban demi masa depan Aira.
Aira berjata, "Iya kak. Kak Re juga hati-hati. Setelah sampai di Amerika jangan lupa mengabariku!!. I Love U too kakak."
Aira mendongak melihat wajah Re dan mengatakan
"Jaga hati kakak buat Aira. Aira akan menunggu kak Re kembali lagi ke sini, ke rumah ini!!"
Re yang mendengar ucapan Aira tersenyum bahagia. Betapa beruntungnya dia memiliki istri seperti Aira yang begitu sabar, pengertian dan polos menurutnya. Kemudian Re berkata, "Iya cagia. Itu pasti. Hati kak Re hanya untuk Aira dan tidak akan ada yang lain selain Aira." Ucap Re meyakinkan Aira
"Aira percaya!!."
Aira pun memeluk Re kembali dengan erat tanpa terasa air mata mengalir membasahi pipi Aira. Aira dengan cepat menghapus air mata itu karena Aira tidak ingin Re mengetahui bahwa Aira saat ini sangat sedih dan kecewa.
Nando mengantar Re ke bandara karena jadwal penerbangan Re sudah hampir telat. Mobil yang mereka kendarai melaju dengab cepat, Nando tidak ingin putranya terlambat sampai di bandara.
Setelah Re pergi Tasya mengantar Aira ke kamarnya dan berusaha menghibur Aira namun Aira mencoba menutupi kesedihannya dengan berbohong.
Kebenarannya adalah kehadiran Re justru memberikan semangat untuknya. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah jalannya. Saat ini Aira hanya bisa bersabar dan menunggu kedatangan Re serata fokus dengan sekolahnya.
__ADS_1