
Malam harinya Re pulang ke rumah, Re benar-benar menyesal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap Aira. Re ingin sekali meminta maaf kepada Aira tapi Re takut Aira justru akan bertanya yang macam-macam dengannya. Akhirnya Re mengurungkan niatnya untuk meminta maaf kepada Aira. Kali ini Re lebih banyak diam dan tidak ingin banyak bicara.
Re sebenarnya tidak pernah berselingkuh dengan wanita manapun. Selama ini jika Re sedang bersama wanita, wanita itu adalah rekan kerja dan hanya sebatas propesional pekerjaan saja. Bukan pacar atau kekasih melainkan klien dan kolega-kolega wanitanya. Re sudah biasa meeting bersama kolega wanitanya di hotel. Karena menurut Re hotel adalah tempat terbaik dan aman untuk meeting bersama klien wanita atau kolega wanita.
Re masih gengsi untuk meminta maaf kepada Aira, Re bahkan tidak berani untuk menatap Aira. Sedangkan Aira yang hatinya sudah terluka bagaikan tersayat sembilu pedang, hanya diam membisu. Aira hanya menyiapkan kebutuhan Re tanpa berbicara kepada Re. Meraka saling diam dan tak berbicara apapun.
Seperti biasa setelah menyiapkan semua kebutuhan Re Aira berangkat ke kampus. Tapi hari ini terakhir Aira ke kampus karena hari ini Aira wisuda kelulusan paska sarjana. Aira sangat bahagia karena sebentar lagi Aira akan menepati janji yang dia buat kepada ayahnya. Meskipun pernikahannya saat ini sedang berada diambang pintu namun Aira berusaha tegar dan kuat dihadapan semua orang.
Mulai dari hari ini Aira benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan semua ucapan-ucapan Re. Apa yang dilarang oleh Re justru itu yang dilakukan oleh Aira dan apa yang disuruh oleh Re maka Aira membantahnya. Aira sudah kehabisan Air mata dan sekarang yang ada hanyalah kebenciannya kepada Re.
Sejak kecil Aira selalu menjadi bahan tertawaan, hinaan, cacian bahkan sering sekali dibuly. Sampai setelah Aira menikah pun masih merasakan penderitaan bahkan lebih besar dari yang pernah Aira alamai saat dulu. Aira pernah merasakan bahagia dan dalam sekejab kebahagiaan itu pun lenyap seperti ditelan bumi. Sekarang Aira ingin menjadi wanita yang kuat bukan wanita yang lemah, meskipun terkadang hati memang tak bisa dipungkiri tapi Aira akan berusaha menjadi wanita yang tangguh.
Saat di kampus diacara wisudanya Aira, ternyata Nando dan Tasya hadir sebagai orang tua wali Aira. Aira diberi kejutan dengan kedatangan mereka tentu saja Aira sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan. Aira tidak memberitahu Re bahwa hari ini adalah wisuda pasca sarjana Aira. Aira tidak ingin merepotkan Rein lagi. Aira ingin melakukan semuanya sendiri tanpa meminta bantuan dari Re.
"Sayang, dimana Re?" Tanya Tasya.
Karena Aira tidaK menjawab pertanyaan Tasya, Ze yang menjawabnya, "Kak Re sedang sibuk di kantornya Bun. Bagaimana dia ingat hari ini adalah hari wisuda istrinya" ucap Ze.
"Anak itu benar-benar keterlaluan. Biar Bunda telfon Re dulu"
"sudahlah Bun. tidak usah. Lagi pula Re sedang bekerja, nanti mengganggunya" Sambung Aira.
"Iya juga yaa. Ya sudah kalau bagitu" sambung Tasya.
"Bun, Ayah. Kalian ingin menginap dulu atau langsung pulang??" Tanya Ze.
"Bunda dan Ayah tidak bisa menginap Ze, perusahaan Ayah tidak bisa ditinggal terlalu lama. Karena saat ini perusahaan sedang ada masalah jadi nanti siang Bunda dan Ayah akan terbang ke Indonesia. Setelah selesai acara wisuda Aira" ucap Nando.
"Kalo bagitu bunda saja yang tinggal bersama Aira!!" Rengek Aira.
"tidak bisa sayang. Bunda kalian harus menemani Ayah. Jika Bunda kalian di sini bagaimana dengan Ayah di sana?" ucap Nando.
__ADS_1
"Hemm" Aira memanyunkan bibirnya "Iya sudah" ucap Aira.
"Oh iya, apa Ayah sudah memesan tiket??" ucap Ze.
"Sudah Ze." Sambung nando.
"Syukurlah kalo begitu. Jika belum Ze akan pesankan"
"Tudak usah Ze. Ayah sudah memesan tiketnya"
"Baiklah"
Karena acara wisuda Aira telah selesai Nando dan Tasya berpamitan untuk kembali ke Indonesia. Ze dan Aira ikut pergi mengantar Nando dan Tasya ke Bandara. "Sayang. Bunda pergi dulu. Kau jaga diri baik-baik di sini"
"Iya Bun. Bunda dan Ayah hati-hati. Jika sudah sampai di Indonesia jangan lupa mengabari Aira"
"Ok sayang" jawab Tasya sembari mencium kening aira dan memeluk Aira.
"Kenapa Kau tidak mau pulang ke rumah Aira ?"
"Aku sedang malas pulang" jawab Aira dengan wajah datarnya.
"Tapi kenapa??. Aku tidak mau kau mendapat masalah lagi nanti!!" ucap Ze.
"Tidak usah dipikirkan." Jwb aira lagi dengan tampang datarnya.
"Ada masalah lagi?" Tanya Ze serius.
"Tidak ada." Jwb Aira dingin.
"Aira Aira. Kau Kenapa lagi??. Kau bertengkar lagi dengan kakak?"
__ADS_1
"Tidak. Aku sudah muak dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku sudah lelah dengan sikapnya selama ini. Jadi biarkan aku menemangkan diri di Apartemenmu. Jika kau merasa keberatan maka aku akan menyewa hotel." Jwb Aira yang benar-benar nekad.
"Aku sama sekali tidak keberatan jika kau ingintinggal di Apartemenku. Lalu apa yang akan kau lakukan untuk kelanjutan hubunganmu bersama kakak??"
"Entahlah. Aku juga masih belum memikirkan hal itu, aku tidak tahu harus apa dan bagaimana. Yang jelas hari ini aku malas pulang. Titik"
"Baiklah kalau begitu"
"Hm"
Ze mengemudikan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Dalam Hati Ze bertanya-tanya dengan perubahan sikap Aira. Ze benar-benar dibuat bingung oleh Aira karena Aira tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.
"aku bingung. Ada apa dengan Aira?. Apa dia bertengkar lagi?. Aku yakin dia pasti bertengkar lagi dengan kak Re. Heemh.. Pria itu benar-benar tidak berubah. Meskipun sudah ku hajar tetap saja dia tidak berubah. Jika Bunda dan Ayah tahu, Anak itu pasti akan mendapat masalah" Batin Ze sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dia benar-benar keterlaluan!!" Ucap Re keceplosan
"Siapa yg keterlaluan ?"
"Aah, tidak ada. Ituu, tadi aku ingin menelfon Bi Mia tapi tidak dijawab." Jwb Re berbohong.
"Untuk apa??"
"Aah, tidak ada. Aku hanya ingin tau keadaan kak Re saja." Jawab Ze berbohong lagi.
Ze mengetahui semua masalah Aira melalui Bi Mia. Setiap hari Ze pasti menelfon Bi Mia untuk bertanya apa saja yang dilakukan Re dan Aira. Tapi Aira dan Re sama sekali tidak menyadari itu. karena itulah Ze bisa mengetahui semua masalah mereka meskipun Aira tidak memberitahu atau menceritakan apapun kepada Ze.
"Aira. bagaimana dengab wanita jalang yang tidur bersama kak Re malam itu??. Apa kau sudah mencari tahu identitasnya" Tanya Re memecah keheningan.
"Sudahlah, aku tidak ingin mencari tahu apapun. Apa yang aku lihat semua itu sudah jelas, jadi tidak perlu mencari tahu apapun" jwb Aira masih dengan wajah datarnya.
"Baiklah jika itu keputusanmu. Aku akan mendukungmu"
__ADS_1
Dalam hati Ze berkata, "Tapi tetap saja aku akan mencari tahu siapa wanita itu."