Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 17


__ADS_3

Re & Ze langsung bergegas pergi menuju bandara. Karena sebentar lagi penerbangan akan segera berangkat, Re melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan manuju bandara, Ze memperhatikan kakak tercintanya itu. Kemudian Ze berkata, "Kau kenapa kak??." Tanya Ze


"Aku sedang kesal!!."


"Kesal dengan siapa??."


"Bima!!."


"Haiis, memangnya kenapa??. Apa Bima melakukan kesalahan yang membuat kak Re kesal??." Tanya Ze lagi


"Dia selalu saja mengganggu ku Ze."


"Mengganggumu bagaimana??. Hah??."


"Cck.. Kau kan tahu, aku baru saja menikah. Aku butuh waktu bersama istriku. Apa dia tidak mengerti juga??."


"Kau ini bagaimana??. Jika Bima tidak memberitahumu masalah perusahaan, lalu Bima harus memberitahu siapa??. Istrimu??. Itu sangat tidak mungkin!!." Ucap Ze


"Dia bisa memberitahuku lain waktu, tidak harus sekarang!!."


"Jika Bima mengulur waktu lagi maka perusahaanmu akan lenyam ditelan Bumi. Kau mengerti maksudku kan??."


"Menyebalkan!!. Memesan tiket tanpa seizinku, memangnya siapa bosnya, dia atau aku!!." Re merasa kesal kepada bima.


"Terserah kau saja, aku lelah berdebat denganmu."


"Kau juga!!. Mau-maunya disuruh memesan tiket." Re mulai kesal kepada Ze


"Haiih, Aku harus bagaiman??. Coba kau fikir!!. Sudah bagus Bima kasih tahu kita jika perusahaanmu sedang dalam masalah. jika Bima tidak memberitahumu, apa jadinya perusahaanmu. Fikirkan itu!!. Jangan bisanya marah-marah saja!!." Ucap Ze


Re terdiam dan berkata dalam hatinya, "Benar juga apa yang dikatakan oleh Ze."


"Ya sudahlah. Tidak ada guna juga marah-marah disini." Re menambah kecepatan mobilnya agar mereka cepat sampai di bandara.


Singkat cerita beberapa jam kemudian mereka tiba di Amerika. Re langsung memberi kabar kepada Aira, Re menelfon Aira namun tak ada jawaban dari Aira. Re juga menelfon Tasya namun tetapi hasilnya tetap sama tak ada jawaban. Karena hari sudah larut, Re berfikir Aira dan Tasya pasti sudah tidur. Akhirnya Re juga merebahkan tubuhnya di kasur, Re merasa sangat lelah setelah perjalanan jauh.


Keesokan paginya, di kediaman Wijaya pagi-pagi sekali Aira melakukan aktifitasnya dipagi hari. Tak lupa Aira juga menyiapkan sarapan di meja makan. Setelah selesai dengan aktifitas paginya kemudian Aira bersiap untuk pergi ke sekolah.


Aira baru ingat jika ponselnya tadi malam berdering kemudian Aira mengambil ponselnya, "Astaga!!. Ternyata ini telpon dari kak Re."

__ADS_1


Aira mencoba menelpon balik tetapi tidak dijawab oleh Re. Karna Aira menelpon berkali-kali tidak ada jawaban dari Re, Aira kembali berkata, "Sudahlah, mungkin dia sedang sibuk dengan masalah perusahaannya. Lebih baik aku siap-siap untuk pergi ke sekolah."


Aira pergi ke lemari baju mencari seragam baju yang akan dikenakannya hari ini. Setelah semuanya siap Aira pun bergegas pergi ke sekolah diantar oleh Mang Ujang supir pribadinya Tasya. Seampainya di sekolah, teman-teman Aira sudah menunggu kedatangan Aira.


"Hai Aira!!."


"Hai semua!!."


"Tumben, kau berangkatnya siang sekali??. Biasanya kau selalu datang lebih awal." Ucap Serra


"Iya. Tumben banget Ai. Kesiangan ya??. Bangunnya??." Sambung Lita


"Biar aku tebak, pasti kau bangun kesiangan kan hari ini??." Sahut Nayra


"Kalian semua kalau tidak tahu apapun, tidak usah ngarang cerita. Sudahlah!!. Tidak usah membicarakan hal yang tidak penting. Lebih baik sekarang kita masuk ke kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi."


Akhirnya mereka berempat masuk ke kelas. Beberapa menit kemudian bel masukpun berbunyi. Semua siswa siswi masuk ke kelas masing-masing. Tak lama kemudian Guru masuk ke kelas Aira dan memulai pelajaran. Semua siswa siswi belajar sampai jam pelajaran habis dan waktu pulang sekolah tiba.


Saat pulang sekolah teman-teman Aira mengajak Aira pergi ke Moll. Tetapi Aira menolaknya dengan alasan Aira ingin pulang cepat. Namun teman-teman Aira memaksa Aira agar mau menemani mereka ke Mall. Akhirnya Aira mau pergi ke Mall meskipun terpaksa.


Aira sangat tidak suka membuang-buang uang percuma, Aira pun memutuskan untuk menemani saja. Menurut Aira berbelanja yang tidak penting itu sama saja dengan Mubazir. Jadi jika Aira ingin menghabiskan uang, lebih baik digunakan untuk hal-hal baik. Seperti bersedekah, berbagi kepada orang-orang yang tidak mampu, berbagi kepada panti asuhan atau kepada orang-orang yang membutuhkan.


Sesampainya di Mall teman-teman Aira langsung mencari barang-barang yang mereka cari. Sedangkan Aira hanya duduk di bangku yang tersedia di Mall itu. Karena Aira merasa lapar, Aira memesan makanandi Moll tersebut. Sedangkan teman-temannya asik berbelanja. Aira sudah berpesan kepada teman-temannya agar menemuinya di tempat makan yang ada di Mall tersebut jika mereka sudah selesai berbelanja.


Disisi lain Re yang baru saja selesai rapat bersama kolega-koleganya, langsung menuju ke ruangannya. Re duduk di kursi ruangannya dan memeriksa berkas-berkas untuk ditanda tangani. Baru beberapa menit Re sibuk dengan berkasnya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar.


"Tok tok tok."


"Iya masuk."


"Tuan Presdir 15 menit lagi kita akan ada meeting bersama klien dari perusahaan Ak Company." Ucap Risma sekertarisnya Rein.


"Baiklah. Kau siapkan saja semuanya." Jawab Re


"Baik Tuan Presdir".


Risma pergi dari ruangan Re dan berpapasan dengan Bima yg akan masuk ke ruangan Re. Risma dan Bima hanya saling menatap saja lalu bima langsung masuk ke ruangan Re.


Bima berkata, "Hai Bos, hanya mengingatkan saja, nanti malam ada pertemuan penting dengan Tuan Coky." Ucap Bima

__ADS_1


"Baiklah, kau atur saja waktunya. Aku ingin mengurangi berkas-berkas ini dulu. Karena sebentar lagi kita ada jadwal meeting dengan perusahaan Ak Company." Jawab Re


"Okelah Bos. Untuk meeting kali ini aku tidak ikut ya Bos. Izin hiatus. Masih banyak urusan yang harus di kerjakan."


"Hm, pergilah dan urus semuanya." Jawab Re


"Baik Bos. Saya permisi dulu." Bima pergi meninggalkan ruangan Re.


Re kembali menatap jam tangannya ternyata waktu meeting sudah dimulai. Karna kebetulan meeting dengan perusahaan Ak Company kali ini diadakan di perusahaan Re. Re pun meninggalkan berkas-berkasnya itu dan bergegas menuju ruangan meeting. Sementara itu di ruang meeting semua orang-orang penting sudah menunggu kedatangan presdir perusahaan RN Company, yang tidak lain adalah Rein Wijaya. Re berjalan menuju ruang meeting didampingi sekertarisnya yaitu Risma.


Re memasuki ruangan sambil berkata, "Selamat siang semua." Sapa Re


"Selamat siang Tuan Presdir". Semua orang menjawab


"Senang bertemu dengan anda Tuan Vicky Rayders, CEO dari perusahaan AK Company. Selamat datang di perusahaanku untuk Tuan-tuan semuanya."


"Terimakasih Presdir Rein."


"Silahkan duduk Tuan Vicky, silahkan dusuk semuanya!!."


Re mempersilahkan Vicky dan semua kolega untuk duduk. kemudian Re juga duduk di kursi kebesarannya. Re berkata, "Bagaimana jika kita mulai saja meetingnya. Apakah tuan-tuan setuju??."


"Tentu saja Presdir Rein, lebih cepat maka lebih baik." Ucap Vicky


"Bagaimana semuanya??."


"Setuju." Jawab para kolega bersamaan.


"Baiklah. Kalau begitu silahkan anda jelaskan semuanya detailnya, Tuan Vicky." Ucap Re


Vicky berdiri dari duduknya sembari berkata, "Baiklah, terimakasih banyak untuk waktunya. Linda, tolong kau jelaskan detail proyeknya!!." Ucap Vicky kepada sekertarisnya.


"Baiklah Tuan CEO." Jawab Linda sekertaris perusahaan AK Company. Kemudian Linda menjelaskan detail proyeknya. Setelah selesai menjelaskan detail proyeknya Linda berkata, "Bagaimana Presdir Rein??."


Re berkata, "Baiklah saya setuju dengan proyek ini!!. Kalau begitu berikan detail keterangannya kepada sekertaris saya. Sisanya Bima yang mengurusnya. Apa ada yang ingin ditanyakan??."


"Tidak ada Tuan." Para kolega-kolega itu.


"Baiklah kalo begitu, saya menerima kerjasama dengan perusahaan anda Tuan Vicky. Berikan surat kerja samanya kepada sekertaris saya untuj saya tanda tangani nanti. Saya ingin membaca sendiri kelebihan dan kekurangan serta labah keuntungnag yang saya dapatkan. Saya berharap anda konsisten dan propesional dengan peraturan-peraturan yang ada selama masa kontrak. Apa anda mengerti, Tuan Vicky yang terhormat??."

__ADS_1


"Saya mengerti!!. Saya ucapkan terimakasiih kepada Tuan Presdir, kami akan berusaha yang terbaik."


"Baiklah. Karena semua sudah selesai dan waktu menunjukkan pukul 15:00 saya akhiri meeting ini sampai disini. Terimakasih. Saya permisi." Ucap Re


__ADS_2