
Tak terasa hari mulai malam, Leon dan Liam pun tertidur kemudian Re menggendong Leon dan Liam ke dalam Mobil. Setelah menaruh Leon dan Liam di dalam mobil Re bergegas ke ruangan Aira. Re melihat Aira yang masih sibuk dengan Laptopnya. Re menutup Laptop Aira dan mengajak Aira pulang bersama, "Ai, ayo kita pulang anak-anak sudah tidur. Ayoo cepat!!"
"Pulang saja kau sendiri, aku tidak ingin pulang bersamamu!!" ucap Aira.
"Hemh, baiklah!!. Ck.. Jika nanti aku tidur bersama Lisa di kamar anak-anak jangan salahkan aku!!" ucap Re.
"Apa maksudmu??. Hah??"
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu!!
Aira mulai kesal dan berkata, "terserah kau saja!!. Jika kau merasa Lisa terbaik untukmu maka nikahi saja dia. Sudah sana, cepat pergi bawa pulang Leon dan Liam. Awas saja jika kau tidak mengurus anak-anakku dengan baik, aku akan melenyapkanmu!!"
Aira langsung pergi berlalu meninggalkan Re namun Re dengan sigap menarik tangan Aira. Re berkata, "Kau mau pergi kemana??. Hah??"
"Bukan urusanmu." ucap Aira kesal kepada Re.
Re melihat sikap kesal Aira tentu saja sangat paham, apalagi kalau bukan cemburu. Re sangat puas ternyata Aira masih menyimpan perasaan terhadapnya. Sekarang Re hanya tinggal berusaha bagaimana caranya mendapatkan Aira kembali. Re berfikir keras bagaimana caranya membuat Aira menerima kembali dirinya tapi sampai saat ini Re masih belum menemukan caranya. Re hanya berusaha semampunya saja namun hasilnya tetap nihil. Re selalu membuat kejutan-kejutan untuk Aira dan mencoba mewujudkan apa yang menjadi keinginan Aira namun hasilnya tetap sama yaitu nihil.
Re masih bingung, ia harus berfikir dan berusaha lebih keras lagi. Aira memang sangat sulit ditakhlukkan, apa lagi jika menyangkut tentang hati. Tetapi seiring berjalannya waktu Aira sudah mulai tersenyum jika Re memperlakukannya selayaknya seorang kekasih. Namun tetap saja Aira masih membutuhkan waktu untuk menerima Re kembali. Menurut Aira memaafkan itu memang sangat mudah tetapi untuk menerima orang yang sudah menyakiti hati itu sangat sulit dan butuh pertimbangan serta keputusan yang matang.
Sementara itu disisi lain, Ze mendapatkan telfon dari Rumah Sakitnya di Amerika. Sasa menelfonnya untuk segera kembali ke Amerika bahwa ada pasien yang sangat membutuhkan pertolongan Ze dan hanya Ze yang bisa melakukan operasi ini.
Setelah menerima telfon tersebut Ze mencari kakaknya dan berbicara kepada kakaknya. Ze berkata, "Kak. sepertinya hari ini aku harus kembali ke Amerika. Ada pasien yang ingin operasi jantung dan Sasa tidak mengerti akan hal itu jadi harus aku yang menyelesaikan operasi ini."
"Tidak masalah Ze, menolong pasien iru lebih penting. Aku akan berusaha sendiri untuk mendapatkan Aira kembali. Kau pergilah!!. Kau tidak perlu memikirkanku disini" ucap Re.
"Iya kak. Aku yakin kakak pasti bisa mendapatkan Aira kembali. Semangat kak!!. Kau harus berjuang mendapatkan cintamu kembali!!"
"Terimakasih Ze karena kau sudah mendukungku dan terimakasih juga untuk semuanya!!"
__ADS_1
"Sama-sama kak. Kau adalah kakakku, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu mendapatkan kebahagiaan itu kembali."
"Hemm..."
Diselah-selah pembicaraan mereka tiba-tiba Bi Inah datang dengan membawa kopernya Ze. Bi Inah berkata, "Maaf Tuan Ze, kopernya sudah siap!!"
"iya Bi, berikan koernya ke mang Ujang." ucap Re kepada Bi Inah.
Bik Inah pun segera memberikan kopernya kepada mang Ujang sesuai permintaan Ze. Mang Ujang memasukkan kopernya Ze kedalam bagasi mobil.
Ze memeluk kakaknya dengan erat dan Ze berpamitan kepada Nando tak lupa juga Ze berpamitan kepada si kembar. Ze berkata, "Sayang!!. Kalian jaga Mommy kalian dengan baik ya dan jangan pernah bertengkar dengan Mommy kalian. Kalian harus menyayangi Mommy kalian dengan penuh cinta dan kasih. Apa kalian mengerti??"
"Aciiap" jawab Leon dam Liam bersamaan.
"Hemh, ck... Anak pintar!!.
Ze mencium kening Leon dan Liam kemudian Leon dan Liam juga membalas dengan mencium pipi kanan dan kiri Ze. Ze tersenyum bahagia kemudian Ze berdiri dan berkata, "Baiklah. Ze pergi dulu. Assalamualaikum!!" Ze berjalan mundur sambil mendadahkan tangannya kepada mereka semua yang ada di sana.
"Iya kak. Papay semuanya!!"
"Papay" jawab semua orang.
Aira yang melihat kepergian Ze dari teras kamarnya juga ikut tersenyum dan Air mata Aira menetes membasahi pipinya namun Aira langsung menghapus air mata itu. Saat Ze membuka pintu mobil Ze melihat Aira yang berada di teras, Ze pun tersenyum dan memberikan kissbye kepada Aira. Tentu saja itu membuat Aira tersenyum lebar dan membalas kissbye dari Ze serta melambaikan tangannya kepada Ze. Setelah Ze pergi Aira kembali masuk ke dalam kamarnya.
Leon, Liam, Re dan yang lainnya juga masuk ke dalam rumah. Re kembali bermain dengan kedua anaknya itu. Nando yang terlihat lemas mencoba duduk di sofa, namun Nando tidak berhasil meraih sofa dan Nando terjatuh ke lantai. Aira yang sedang berada atas tangga melihat Nando terjatuh tentu saja langsung berlari menghampiri Nando dan berteriak, "AYAAAH!!"
Aira berlari dengan cepat menghampiri Nando sementara itu Re dan yang lainnya pun ikut berlari mendengar Aira berteriak sangat kuat.
"AYAAH!!. AYAAH BANGUN!!. Ayah kenapa??. Ayaaah!!" Aira menangis sejadi-jadinya melihat Nando terbaring lemas tak berdaya.
__ADS_1
Re yang melihat Aira teriak histeris pun akhirnya menghampirinya. Saat Re melihat Ayahnya yang terbaring lemas tak berdaya membuat Re syok. Re berkata, "Ayaah!!. Ayah bangun!! Apa yang terjadi Ai??" Re terlihat panik.
"Apa yang terjadi itu tidak penting, yang terpenting adalah kita harus membawa Ayah ke rumah sakit sekarang!!" ucap Aira.
"Cepat siapkan mobil!!" pinta Re.
Re menggendong Nando dan membawanya ke mobil dan Aira dengan cepat menyiapkan mobilnya kemudian mengemudikan mobilnya dengan cepat. 20 menit kemudian mereka sampai di RS Adrical, Rumah Sakit itu adalah rumah sakit terdekat dari rumah Nando dan selain itu Rumah Sakit itu juga milik sahabat Nando.
Setibanya di Rumah sakit Aira dan Re membawa Nando masuk ke dalam Rumah Sakit itu. Suster yang melihatnya pun segera menolong mereka dan membawa Nando ke ruangan pemeriksaan. Kevin sebagai dokter RS Adrical dengan sigap membantu pasiennya terlebih lagi itu adalah sahabatnya sendiri. Kevin langsung masuk ke ruang pemeriksaan dan segera melakukan pertolongan kepada Nando. Setelah 1 jam pemeriksaan kevin keluar dari ruangan pemeriksaan.
Re dan Aira melihat Kevin keluar dari ruang pemeriksaan langsung berlari menghampirinya, "Om Kevin. Apa yang terjadi kepada Ayah??" tanya Aira.
"Iya Om. Bagaimana keadaannya Ayah??. Apa ayah baik-baik saja??" tanya Re.
"Keadaan ayah kalian sedang tidak baik saat ini. Keadaan Nando sangat memprihatinkan, ia mengalami stroke berat. Sehingga membuat sebagian tubuhnya tidak berfungsi"
"APAA!!!" Aira begitu syok mendengar ucapan Kevin dan seakan tidak percaya bahwa ini terjadi begitu saja kemudian Aira bertanya, "Apa om yakin, ayah mengalami stroke berat??"
"Iya" jawab Kevin.
Aira langsung terlihat lemas dan tak berdaya, Aira hampir saja terjatuh tetapi Re dengan sigap menangkapnya. Re membawa Aira duduk kembali dan Aira berkata, "Bagaimana mungkin ini terjadi Re??. Hiks.. Hiks.. Ini begitu tiba-tiba, aku masih tidak percaya bahwa ini terjadi kepada Ayah. Hiks.. Hiks.."
Re juga sebenarnya sangat syok mendengar apa yang dikatakan oleh Kevin, namun Re mencoba tetap tenang karena ia tidak ingin membuat Aira merasa sendiri. Re mencoba menenangkan Aira, "Aira. Tenanglah dulu. Semuanya akan baik-baik saja. Jangan menangis lagi ya!!. Kita akan berusaha membuat ayah sembuh." ucap Re sambil menyenderkan kepala Aira di bahunya Re.
Aira hanya bisa menangis dan terus menangis, Air matanya seakan-akan tidak mau berhenti menangis. Re menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan kemudian berkata, "Jika kau seperti ini, bagaimana kita akan menyemangati ayah??. Saat ini ayah sangat membutuhkan kita, apapun yang terjadi kita harus kuat menghadapinya. Jika kita yakin Allah akan memberikan jalan keluar untuk kita. Percayalah!!. Apapun cobaan yang Allah berikan, Allah pasti sudah menyiapkan sesuatu indah buat kita."
Aira seakan terhipnotis dengan perkataan Re dan itu membuat mereka saling bertatapan. Saat mata bertemu mata Re mencoba tersenyum dan menghapus air mata Aira. Melihat perlakuan Re yang begitu lembut kepada Aira, Aira langsung mengeratkan pelukannya dan Re juga memeluk Aira dengan Erat. Setelah beberapa menit kemudian mereka berdua masuk ke dalam ruangan dimana Nando sedang dirawat. Lagi-lagi Aira tidak bisa menahan air matanya namun Re dengan cepat menghapus Air mata Aira sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya seolah memberi tanda bahwa Aira tidak boleh menangis dan Aira harus kuat. Aira yang mengerti akan hal itu akhirnya tersenyum.
Beberapa menit kemudian Nando membuka matanya, Re dengan cepat memanggil Dokter dan Aira menggenggam tangan Nando. Setelah Dokter Kevin masuk ke dalam ruangan, Kevin segera memeriksa Nando. Selesai melakukan pemeriksaan terhadap Nando, Kevin meminta Re untuk ikut ke ruangan Kevin.
__ADS_1
"Re. Ikutlah ke ruanganku, ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu" ucap Kevin.
"Baik Om" jawab Re.